Connect with us

Advertorial

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili: Pelantikan Pimpinan DPRD di Hari Sumpah Pemuda, Momen Penting untuk Persatuan dan Semangat Kebangsaan

Published

on

DEPROV – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, mengutarakan harapannya agar pelantikan pimpinan DPRD yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi tonggak baru dalam memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan, khususnya di kalangan pemuda dan seluruh elemen masyarakat. Ia menilai bahwa momen ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas dalam menjalankan tugas demi kepentingan bersama, di tengah keberagaman politik dan latar belakang.

Thomas menyampaikan bahwa perbedaan partai bukan penghalang bagi para anggota DPRD dalam menjalankan tugas dan amanah yang diberikan rakyat. Sebaliknya, perbedaan tersebut justru diharapkan menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu pembangunan Provinsi Gorontalo yang lebih baik.

“Pelantikan yang bertepatan dengan Sumpah Pemuda ini seharusnya mengingatkan kita semua untuk bersatu, meski berasal dari partai yang berbeda,” ujar Thomas. Menurutnya, momentum ini dapat mengingatkan anggota DPRD akan pentingnya menjunjung tinggi semangat persatuan dan kebersamaan, sebagaimana yang diwariskan oleh para pemuda dalam Sumpah Pemuda pada tahun 1928.

Thomas juga secara khusus menyampaikan pesan untuk generasi muda, agar tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Ia menekankan bahwa semangat persatuan dan cinta tanah air yang menjadi inti dari Sumpah Pemuda adalah warisan berharga yang harus terus dipelihara oleh generasi penerus bangsa. Thomas berharap pemuda Gorontalo tetap menjadi agen perubahan dan terus berperan aktif dalam berbagai aspek pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Semangat yang terkandung dalam Sumpah Pemuda jangan sampai luntur. Ini adalah warisan besar yang harus kita jaga dan hidupkan,” tambah Thomas. Ia juga mengingatkan agar pemuda tidak terlena atau menjadi pasif dalam menghadapi tantangan zaman.

Secara tegas, Thomas menyampaikan bahwa peran aktif pemuda sangat penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah dan bangsa. Ia berharap agar semangat yang digelorakan oleh pemuda dalam peringatan Sumpah Pemuda tetap berlanjut dalam tindakan nyata sehari-hari, baik melalui pendidikan, karir, maupun partisipasi sosial di masyarakat.

“Jangan sampai semangat pemuda yang kita jaga selama ini hanya menjadi ‘sampah pemuda’. Teruslah berperan dalam pembangunan daerah dan bangsa,” pungkas Thomas.

Dengan adanya kepemimpinan baru di DPRD Provinsi Gorontalo ini, Thomas berkomitmen untuk membawa semangat persatuan tersebut ke dalam langkah-langkah konkret di DPRD. Ia berharap DPRD Provinsi Gorontalo dapat menjadi teladan dalam mengedepankan kepentingan rakyat di atas segalanya, tanpa memandang perbedaan partai atau kelompok, sejalan dengan semangat kebersamaan dan persatuan yang telah diwariskan oleh para pemuda Indonesia.

Pelantikan ini juga diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama pemuda, untuk terus menggelorakan semangat kebangsaan dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang ditunjukkan oleh sejarah, kemajuan bangsa Indonesia tak lepas dari peran aktif pemuda yang menjaga persatuan di tengah keanekaragaman yang ada.

Advertorial

Syarat Wajib Masuk SMP! Wali Kota Gorontalo Ingatkan Orang Tua Pastikan Anaknya Bisa Mengaji

Published

on

Kota Gorontalo – Sebanyak 945 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Pendidikan Seni Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Gorontalo resmi mengikuti prosesi Wisuda dan Khatam Raya tahun 2026. Acara keagamaan akbar yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja pada Minggu (19/4/2026) malam ini, menjadi wujud apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo atas keberhasilan para santri menuntaskan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.

Ratusan peserta yang diwisuda tersebut merupakan siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di sembilan kecamatan. Dari total keseluruhan peserta, Kecamatan Kota Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 193 santri, disusul Kecamatan Kota Barat sebanyak 136 santri, dan Kecamatan Dungingi dengan 105 santri.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa momentum wisuda dan khatam ini bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, ini adalah langkah awal bagi para santri untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Adhan turut menanggapi isu yang tengah berkembang di masyarakat terkait kewajiban melampirkan bukti kemampuan mengaji sebagai persyaratan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Gorontalo. Ia menegaskan, kebijakan tersebut sama sekali tidak bermaksud untuk menghambat akses pendidikan anak.

“Ada anggapan bahwa kebijakan ini membuat anak tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Itu tidak benar. Justru aturan ini menjadi dorongan moral bagi para orang tua agar lebih proaktif memastikan anak-anaknya bisa mengaji sejak dini,” papar Wali Kota Adhan memberikan klarifikasi.

Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian tak terbendung, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi benteng pertahanan yang sangat krusial bagi generasi muda. Oleh karena itu, Pemkot Gorontalo tetap berkomitmen teguh menerapkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat mutlak masuk SMP, sebagaimana yang telah diatur secara sah dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2005.

Sebagai informasi, perhelatan akbar ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2026.

Rangkaian acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan prosesi pengalungan gordon secara simbolis oleh Wali Kota Gorontalo kepada perwakilan wisudawan. Melalui seremoni ini, Adhan menaruh harapan besar agar para santri yang telah dikhatamkan dapat terus belajar, mengamalkan ajaran Al-Qur’an, serta mampu menjadi teladan akhlak yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Continue Reading

Advertorial

Instruksi Tegas: Wali Kota Gorontalo Minta Camat Atur Ulang Distribusi Guru Mengaji

Published

on

Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, secara tegas menginstruksikan seluruh camat di wilayahnya untuk segera menertibkan pendataan serta distribusi guru mengaji dan santri. Langkah strategis ini diambil menyusul adanya temuan ketimpangan rasio antara jumlah pengajar Al-Qur’an dan peserta didik di sejumlah tempat pengajian.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Adhan saat menghadiri kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, pada Minggu (19/4/2026) malam.

Adhan menyoroti fenomena penumpukan tenaga pengajar di satu lokasi yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah santri yang dibina. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat proses pembinaan keagamaan berjalan tidak efektif.

“Saya minta para camat dan Pak Sekda untuk segera mengoordinasikan masalah ini. Ada tempat pengajian yang guru mengajinya sampai lima atau enam orang, tetapi santrinya hanya sekitar 20 anak. Ini tentu harus ditertibkan dan didistribusikan secara merata,” tegas Wali Kota Adhan di hadapan para pejabat yang hadir.

Selain persoalan tata kelola guru mengaji, pucuk pimpinan Kota Gorontalo itu juga menyoroti mulai vakumnya kegiatan majelis taklim di tingkat kelurahan. Oleh karena itu, ia meminta para lurah untuk segera turun tangan melakukan pendataan ulang, sekaligus menghidupkan kembali kelompok-kelompok pengajian masyarakat tersebut.

Menurut Adhan, optimalisasi peran guru mengaji dan majelis taklim sangat krusial dalam mewujudkan visi Kota Gorontalo sebagai “Serambi Madinah”. Ia mengingatkan seluruh jajarannya agar visi mulia tersebut tidak hanya berhenti pada tataran slogan semata, melainkan diwujudkan melalui aksi yang nyata.

“Jangan hanya berpidato tentang Serambi Madinah, tetapi tidak ada aksi di lapangan. Saya minta majelis taklim di tingkat kelurahan dibentuk dan diaktifkan kembali, karena pantauan saat ini sudah banyak yang tidak berjalan,” pungkasnya mengingatkan.

Sebagai informasi, kegiatan di Lapangan Taruna Remaja tersebut turut dihadiri oleh unsur-unsur penting pemerintahan. Di antaranya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo Ismail Madjid, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan perangkat daerah, camat, kepala bagian, dan tenaga ahli Wali Kota. Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo, Kepala Bea Cukai, Kepala BPS, Ketua BAZNAS Kota Gorontalo, hingga Direktur Perumda Muara Tirta.

Continue Reading

Advertorial

Kawal Ketat UTBK 2026! UNG Kumpulkan Seluruh Pengawas Ujian untuk Samakan Persepsi

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mematangkan berbagai persiapan teknis dan sumber daya manusia (SDM) menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026. Sebagai salah satu langkah strategis, panitia lokal UNG menggelar kegiatan penyamaan persepsi khusus bagi seluruh perangkat pengawas ujian yang dipusatkan di Aula Rektorat UNG, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan pembekalan ini ditujukan untuk menyatukan pemahaman seluruh petugas pengawas terkait mekanisme, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan ketegasan pengawasan UTBK-SNBT. Langkah ini dinilai krusial agar pelaksanaan ujian berskala nasional tersebut dapat berjalan tertib sesuai dengan ketentuan pusat yang telah ditetapkan.

Humas Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) UNG, Wahidun Usulu, S.Pd., M.Ap., menjelaskan bahwa penyamaan persepsi merupakan kunci utama dalam memastikan seluruh perangkat pengawas memiliki frekuensi pandangan, pengetahuan, dan kesiapan mental yang sama di lapangan.

“Dengan pemahaman dan persepsi yang seragam, para pengawas diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, serta bertindak profesional sesuai dengan prosedur yang berlaku selama proses ujian berlangsung,” ujar Wahidun.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menegaskan pentingnya kesiapan matang dari seluruh perangkat pendukung ujian. Ia menekankan bahwa penyamaan persepsi bertujuan agar tidak ada celah perbedaan interpretasi antar-pengawas saat menghadapi situasi atau kendala tak terduga di dalam ruang ujian.

Prof. Hafidz mengingatkan bahwa peran pengawas sangat strategis dan memikul tanggung jawab besar, terutama dalam menjaga integritas, objektivitas, dan kelancaran proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.

“Pelaksanaan UTBK-SNBT ini merupakan momen dan kesempatan yang sangat berharga bagi para calon mahasiswa yang saling berkompetisi ketat untuk memperebutkan kursi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Karena itu, pengawas memegang peranan vital untuk memastikan ujian berjalan bersih sesuai prosedur dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran,” tegas Prof. Hafidz.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan UTBK-SNBT di daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepanitiaan inti, melainkan wujud komitmen bersama. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa UNG siap menjawab kepercayaan penuh yang diberikan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu sentra lokasi pelaksanaan ujian di kawasan timur Indonesia.

“Melalui berbagai persiapan yang terus kami matangkan ini, UNG sangat optimistis pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Gorontalo dapat berjalan sukses, tertib, dan berintegritas tinggi. Kami juga berkomitmen memberikan pengalaman ujian yang nyaman dan representatif bagi seluruh peserta,” pungkasnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler