KOTA GORONTALO – Peninjauan pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun di tiga sekolah dasar negeri yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan F. Kono mendapati antusias para siswa untuk ikut menyukseskan program vaksinasi.
Menurut Ryan, berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini vaksinasi untuk usia sekolah 6-11 tahun telah mencapai 33-34 persen. Ia juga mengatakan pemerintah kota Gorontalo melalui dinas kesehatan bersama aparat terus menggenjot vaksinasi bagi anak-anak.
“Peninjauan di tiga sekolah dasar negeri, saya melihat dari anak-anak ini cukup antusias. karena berdasarkan data informasi yang saya terima vaksinasi anak-anak mencapai 33 sampai 34 persen,” Ungkap Ryan, Rabu (2/2/2022).
Selanjutnya pada pelaksanaan peninjauan, Ryan menemui beberapa kendala di lapangan, diantaranya masih ada orang tua yang tak mengizinkan anaknya untuk menerima suntikan dosis vaksin yang merupakan bagian dari program pemerintah untuk memerangi virus covid.
“Saya menerima laporan bahwa terkendala terkait izin orang tua,” Tukas Wakil Wali Kota.
Untuk menyukseskan ini, Ia mengimbau kepada orang tua siswa untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak sekolah baik itu kepala sekolahnya maupun komite sekolah, untuk membicarakan lebih lanjut keselamatan anak-anak dan juga berhasilnya atau tidak vaksinasi di kota Gorontalo
“Karena yang saya lihat di lapangan aparat kami baik dari puskesmas untuk penyuntikan itu sangat siap, tadi ada beberapa yang standby masih terkendala di banyaknya orang yang divaksin,” Kata Ryan.
Kota Gorontalo – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Dr. H. Ismail Madjid, M.M., mewakili Wali Kota Gorontalo, Dr. H. Adhan Dambea, M.Pd., melantik dan mengambil sumpah/janji pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Dinas Pangan Kota Gorontalo, Kamis (29/12/2025), di Banthayo Lo Yiladia.
Kegiatan pelantikan dihadiri oleh para pimpinan perangkat daerah, camat, kepala bagian, serta sejumlah undangan dari jajaran Pemerintah Kota Gorontalo. Suasana berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bentuk penyegaran organisasi dalam mendukung peningkatan kinerja birokrasi daerah.
Dalam sambutannya, Sekda Ismail menegaskan bahwa mutasi, rotasi, serta promosi jabatan merupakan hal lumrah dalam birokrasi modern. Menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian dari upaya penataan dan penyegaran di lingkungan pemerintahan agar roda organisasi tetap berjalan efektif dan adaptif terhadap kebutuhan pelayanan masyarakat.
“Mutasi, rotasi, maupun promosi jabatan bukan dilakukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan untuk kepentingan organisasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Ismail.
Ia juga menambahkan, pejabat yang baru dilantik telah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang, objektif, dan berbasis pada kompetensi, integritas, serta kinerja, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setiap posisi memiliki tanggung jawab strategis, sehingga penempatan pejabat harus mempertimbangkan kesesuaian kemampuan dengan kebutuhan organisasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa pejabat administrator dan pengawas memiliki peran penting dalam mengoordinasikan pelaksanaan tugas, mengawasi kinerja bawahannya, serta memastikan kebijakan pimpinan dapat diterjemahkan dengan baik dalam pelayanan kepada masyarakat.
Pelantikan ditutup dengan pengambilan sumpah/janji jabatan serta penandatanganan berita acara oleh para pejabat yang dilantik. Melalui momentum tersebut, diharapkan semangat pengabdian dan profesionalisme aparatur semakin tumbuh dalam mendukung visi misi Pemerintah Kota Gorontalo.
Kota Gorontalo – Sebanyak 237 pegawai Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Muara Tirta menjalani asesmen pemetaan kompetensi yang dilaksanakan di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini digelar dalam rangka pengisian tiga jabatan manajer, 13 asisten manajer, satu kepala satuan pengawasan internal, serta dua jabatan kepala bidang pengawasan, termasuk bagi pegawai pelaksana. Proses asesmen dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan menciptakan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Mewakili Wali Kota Gorontalo Dr. H. Adhan Dambea, M.Pd., Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Dr. H. Ismail Majid, M.M. secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Perumdam Muara Tirta memiliki peran vital sebagai ujung tombak dalam penyediaan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih yang berkualitas dan distribusi yang lancar.
Menurut Ismail Majid, asesmen ini menjadi langkah strategis untuk memastikan prinsip the right man in the right place dapat terwujud. Melalui pemetaan kompetensi, potensi pegawai dapat terukur secara objektif, sehingga organisasi mampu bergerak lebih adaptif dan efektif dalam menjawab tantangan pelayanan publik.
“Dari hasil asesmen ini, manajemen dapat memetakan kemampuan, kepribadian, kelebihan, serta area yang perlu pengembangan. Hasilnya bisa dijadikan dasar dalam merancang pelatihan, pengembangan karier, dan penyusunan pola jenjang jabatan,” jelas Sekda.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti asesmen dengan penuh kesungguhan, kejujuran, dan rasa percaya diri. “Jangan jadikan asesmen sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk menunjukkan potensi terbaik,” pesannya.
Sementara itu, Direktur Perumdam Muara Tirta, Lucky Paudi, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyeleksi pejabat dan memetakan kompetensi karyawan secara transparan, objektif, kompetitif, dan akuntabel. Proses penilaian mencakup aspek potensi, kinerja, serta perilaku kerja agar sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Mereka akan menjalani tahapan asesmen meliputi ujian tertulis dan wawancara. Ujian tertulis bagi jabatan manajer dan asisten manajer dilaksanakan di Grand Q Hotel pada 30 Januari, sedangkan untuk pelaksana akan dijadwalkan pada tahapan berikutnya oleh panitia,” ujar Lucky.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Gorontalo Effendy Rauf, Inspektur Kota Gorontalo Taufiq Dunggio, Kepala BKAD Nooryanto selaku Dewan Pengawas Perumdam Muara Tirta, Kepala BKPSDM Kota Gorontalo Mulky Datau, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kaima Kamaru.
Dengan pelaksanaan asesmen ini, diharapkan Perumdam Muara Tirta semakin profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pelayanan publik berbasis meritokrasi dan kompetensi aparatur.
Kota Gorontalo – Upaya Pemerintah Kota Gorontalo dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana kembali membuahkan hasil. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo resmi menerima bantuan dua unit armada, masing-masing berupa mobil dapur umum dan mobil rescue, dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bantuan tersebut merupakan hasil lobi dan komunikasi intensif yang dilakukan Wali Kota Gorontalo, Dr. Adhan Dambea, M.Pd., bersama Wakil Wali Kota, Indra Gobel, S.H., M.H. Serah terima dilakukan secara simbolis oleh Wawali Indra di kantor BNPB, Jakarta, pada Kamis (29/1/2026).
“Alhamdulillah, tadi Pak Wawali menerima secara simbolis bantuan dua unit mobil penanggulangan bencana, yaitu mobil rescue dan dapur umum,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Gorontalo, Dandy Datau, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.
Dandy menjelaskan, bantuan tersebut sebenarnya sudah dialokasikan sejak tahun lalu. Namun, karena adanya prioritas penyaluran bantuan untuk wilayah terdampak bencana di Bali dan Sumatera, proses serah terima baru dapat dilakukan pada awal tahun ini.
Ia menambahkan, kehadiran dua armada baru tersebut menjadi motivasi bagi jajaran BPBD untuk terus meningkatkan pelayanan dan kesiapan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pak Wali, Pak Wawali, dan Pak Sekda atas dukungan serta perhatian yang besar terhadap BPBD. Bantuan ini menjadi kado berharga di tahun pertama kepemimpinan Pak Wali dan Pak Wawali,” ungkap Dandy.
Dengan tambahan armada tersebut, kapasitas penanggulangan bencana di Kota Gorontalo diharapkan semakin kuat. Mobil dapur umum akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan logistik pangan masyarakat terdampak bencana, sementara mobil rescue akan mempercepat proses evakuasi di lapangan.