Connect with us

News

Zuryati: Wakil Ketua KUD DMT Terlalu berlebihan

Published

on

Badan Pengawas Sah Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani, Zuryati Usman

POHUWATO – Badan Pengawas Sah Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani, Zuryati Usman mengatakan bahwa dirinya tidak merasa keberatan jika harus terlibat dalam upaya hukum demi mengatasi persoalan yang terjadi di organisasi tersebut.

Hal ini disampaikan Zuryati usai melihat berita tentang tanggapan yang dilontarkan oleh Wakil Ketua KUD DMT, Limonu Hippy pada Tanggal 03/10/ 2022 kemarin.

“Saya merasa senang dan harus segera lakukan langkah hukum supaya polemik KUD Dharma tani segera berakhir,” Ungkap Zuryati, Selasa (4/10/2022).

Zuryati mengklaim bahwa keterangan yang diberikan oleh Wakil Ketua KUD tidak berbasis data yakni, antara lain :

1. Waktu pelaksanaan kesepakatan bersama (ishlah) yang benar adalah pada 17 November 2016.

2. Baik putusan pengadilan tingkat pertama, banding, maupun kasasi, tidak satupun butir putusan yang memerintahkan kedua kubu yang berkonflik melalukan ishlah. Justru ada surat peringatan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor : 410.Dep.1.3/VIII/2016 tanggal 29 Agustus 2016 yang ditujukan kepada dua kubu Kepengurusan KUD Dharma Tani Marisa dan pihak lainnya agar mentaati putusan pengadilan yang bersifat final.

3. Sebagai salah satu pimpinan sidang pada RA-LUB ketika itu, seharusnya Limonu Hippy ingat waktu pelaksanaannya. RA-LUB dilaksanakan pada 22 Desember 2016, bukan tanggal 26 Desember 2016 sebagaimana yang dikatakan Limonu Hippy.

Zuryati mengatakan, bahwa dirinya tidak menyetujui ishlah antara dua kubu yang berkonflik karena ada unsur paksaan dalam penandatanganan persetujuan ishlah .

“Lima hari pasca ishlah, saya melakukan protes keberatan dengan cara melayangkan surat bernomor : B/160/BP/KUD-DTM/XI/2016 tertanggal 21 November 2016 perihal Pemberitahuan perkembangan serta permintaan petunjuk arahan yang ditujukan kepada Ketua Mahkamah Agung RI, Menko Polhukam, Menteri Koperasi dan UKM dan Menteri Kehutanan dan Sumber Daya Mineral dengan tembusan surat kepada seluruh pimpinan Forkominda Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato,” Terangnya.

Lanjutnya, ia membeberkan bahwa isi dari surat tersebut adalah pemprotesan terhadap tindakan dari kedua kubu yang telah melakukan islah atas tunggangan dari pihak tertentu serta terkesan memaksa dan mengabaikan surat kementerian koperasi dan UKM untuk mematuhi segala putusan Pengadilan.

“Juga protes saya terhadap hasil kesepakatan bersama KUD Dharma Tani Marisa (islah), saya menyampaikan keberatan atas kesepakatan bersama tersebut karena saya dipaksa untuk menandatangani. Saya sebagai ketua badan pengawas sampai dikejar-kejar, dipaksa dan didesak untuk melakukan penandatanganan dan sampai hari ini saya tidak mengakui kesapakatan dimaksud,” Tambahnya.

Terkait keabsahan dalam menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas KUD, Zuryati mengklaim bahwa dirinya sah secara hukum

” Yakni sejak Kepengurusan KUD Dharma Tani dalam status quo pasca keluarnya dua putusan kasasi nomor 504 K/TUN/2016 dan nomor 328 K/Pdt/2017. Karena saya adalah Ketua Badan Pengawas periode Kepengurusan terakhir berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Kabupaten Pohuwato Nomor: 105/BH/XXII.5/VI/2013 pada tanggal 21 Juni 2013, maka saya sah sebagai Ketua Badan Pengawas,” Tegasnya.

Terakhir, Zuryati menganggap tindakan dari Wakil Ketua KUD terlalu berlebihan karena telah melebihi putusan dari Pengadilan.

“Dari putusan pengadilan tingkat pertama, banding dan kasasi telah membatalkan SK Bupati yang mengesahkan kepengurusan Uns Mbuinga dkk hasil pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan pada 27 Januari 2015, dan para pengurusnya pun juga telah dinyatakan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum oleh pengadilan tingkat pertama, banding dan kasasi,” tuturnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Sebelas Hari Tanpa Kejelasan! Ayah Santriwati Korban Tenggelam Pertanyakan Tanggung Jawab Ponpes Hubulo

Published

on

News – Hari kesebelas pasca-tragedi maut yang merenggut nyawa putrinya, Dr. Dolot Alhasni Bakung, S.H., M.H., yang juga merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG), masih menyisakan duka mendalam bercampur tanda tanya besar. Hingga kini, pihak Pondok Pesantren Hubulo belum memberikan penjelasan transparan terkait insiden yang menimpa anak kandungnya.

Kisah kelam tersebut bermula sebelas hari lalu di tengah kesibukan harian. Sebuah panggilan telepon mendadak datang dari sang istri yang mengabarkan bahwa putri mereka, ANB (13), telah berada di Rumah Sakit Toto Kabila.

Tanpa buang waktu, Dolot bergegas menuju rumah sakit. Namun, setibanya di sana, ia mendapati putrinya yang tercatat sebagai santriwati kelas 7 Pondok Pesantren Hubulo tersebut sudah terbujur kaku tak bernyawa. Pada hari itu juga, jenazah almarhumah langsung dibawa ke kampung halaman keluarga di Desa Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, untuk dimakamkan.

“Pagi itu anak saya masih sehat. Siangnya saya menerima kabar ia sudah tiada. Hari itu juga kami memakamkannya. Semua terjadi dalam satu hari,” kenang Dolot dengan nada berat.

Mengenang Sosok ANB yang Bercita-Cita Jadi Dokter

Kehadiran ANB di Pondok Pesantren Hubulo dilandasi niat mulia untuk mengikuti jejak sang kakak sekaligus memperdalam ilmu agama agar tumbuh menjadi anak yang salehah. Berbeda dengan santri baru pada umumnya yang kerap menangis atau mengalami penurunan berat badan akibat rindu rumah, ANB justru menunjukkan adaptasi yang luar biasa.

“Anak-anak lain menangis, berat badannya turun. Anak saya malah tersenyum. Berat badannya justru naik,” tutur Dolot mengenang.

Di kediaman keluarga, almarhumah dikenal sebagai sosok yang ceria, aktif, mandiri dalam menyelesaikan masalah, serta gemar bercerita setiap kali pulang berlibur. Kegemarannya memelihara kucing turut mewarnai hari-harinya di pondok. Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, ANB bahkan telah menghafal sekitar 20 surat Al-Qur’an dan tengah bersiap menyetorkan sisa hafalannya sebelum liburan tiba.

Di balik keceriaannya, almarhumah menyimpan cita-cita luhur untuk menjadi seorang dokter agar dapat merawat orang sakit, termasuk kedua orang tua serta kakek dan neneknya. Ia juga dikenal memiliki kepedulian tinggi, ikhlas berbagi, dan rajin bersedekah meski dalam jumlah kecil.

Ketika masa kepulangan tiba, meski banyak teman seangkatannya memilih pulang lebih awal, ANB memilih bertahan di pesantren demi menunggu sang kakak agar mereka bisa pulang bersama ke rumah. “Alasannya, ia ingin berkumpul bersama keluarga,” tambah Dolot.

Tragedi di Sungai dan Bungkamnya Pihak Pesantren

Almarhumah ANB mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (23/10/2026) setelah mengalami insiden tenggelam di aliran sungai kawasan Wisata Botumotolioluwo, Desa Longalo, Kabupaten Bone Bolango. Berdasarkan informasi yang dihimpun keluarga, kegiatan luar ruangan tersebut melibatkan 51 santriwati, namun ironisnya hanya dikawal oleh satu orang pendamping dari pihak pesantren di hari libur tersebut.

Meski pihak pesantren sempat datang bersilaturahim pada hari kedelapan pasca-kejadian, kunjungan tersebut dinilai hampa tanpa ada penjelasan substansial. Hingga hari kesebelas, manajemen Ponpes Hubulo memilih bungkam dan tidak memberikan kejelasan mengenai kronologi pasti yang menyebabkan nyawa korban melayang.

“Sampai hari ini, hari ke-11, pihak Hubulo tidak ada niat untuk memberi penjelasan. Mereka hanya datang bersilaturahim. Tidak ada yang menjelaskan apa yang terjadi. Tidak ada yang menjelaskan dugaan kelalaian yang menurut kami menyebabkan anak saya meninggal. Seolah-olah ada yang ditutupi pihak pondok,” tegas Dolot.

Sebagai orang tua, ia mengaku menitipkan putrinya di lembaga pendidikan berbasis boarding school dengan penuh keyakinan dan kepercayaan penuh terhadap sistem pengasuhan pesantren. Namun, buah hati yang dilepas dalam keadaan sehat kini pulang tinggal nama.

Tempuh Jalur Hukum dan Desak Kemenag Bertindak

Hilangnya transparansi dari pihak pengelola membulatkan tekad keluarga untuk menempuh langkah hukum. Didampingi tim kuasa hukumnya, keluarga resmi melaporkan dugaan tindak pidana kealpaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang ke Polres Bone Bolango pada 30 Oktober 2026. Laporan tersebut telah teregistrasi dengan nomor STTLP/152/X/2026/SPKT-RES BONBOL.

“Saya dan keluarga akan menempuh jalur hukum atas dugaan kelalaian pihak Hubulo yang menyebabkan kematian anak saya. Ini bukan soal dendam. Ini soal tanggung jawab,” tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga, Yudin Yunus, S.H., M.H., mendesak Kementerian Agama agar tidak bersikap pasif. Mengingat institusi pesantren berada di bawah pembinaan langsung instansi kementerian, Kantor Kemenag Kabupaten Bone Bolango dan Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo diminta proaktif mengawal kasus ini secara tuntas.

“Kami berharap pihak Kemenag dan pihak lainnya bisa proaktif mengawal permasalahan ini. Supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari, baik di Hubulo maupun di tempat lain,” ujar Yudin, seraya menekankan bahwa permintaan keluarga untuk mendapatkan kejelasan adalah hak yang sangat wajar.

Bagi Dr. Dolot, perjuangan panjang ini bukan lagi sekadar perkara hukum formal. Ia sadar putrinya tak akan bisa kembali, namun ia bertekad memastikan tidak ada lagi orang tua lain yang harus menerima panggilan duka serupa di masa mendatang.

“Anak saya sudah pergi. Saya tidak bisa mengubah itu. Tapi saya bisa memastikan anak-anak lain di pesantren mana pun lebih terjaga. Itu yang kami perjuangkan,” pungkasnya.

Continue Reading

Gorontalo

Gunakan Alat Berat dan Tromol! Maraknya Aktivitas PETI di Hutan DAM Hulawa Pohuwato Tuai Sorotan

Published

on

Gorontalo – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dipadukan dengan pengolahan material menggunakan mesin tromol diduga semakin merajalela di kawasan Hutan DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

Berdasarkan informasi komprehensif yang dihimpun pada Senin (02/11/2026), kegiatan yang diduga melibatkan armada alat berat jenis ekskavator untuk pengerukan lahan serta pengolahan hasil tambang melalui sistem tromol tersebut dilaporkan masih terus beroperasi aktif di kawasan hutan setempat.

Informasi di lapangan menyebutkan, seorang figur berinisial AI alias Ibura diduga kuat berperan sebagai penanggung jawab usaha sekaligus pengawas lapangan aktivitas PETI. Sementara itu, untuk pengawasan operasional pengolahan mesin tromol diduga dikendalikan oleh seseorang berinisial Sandi. Adapun sosok yang diduga sebagai pemilik lokasi tambang tersebut disinyalir berinisial Aba Oni.

Maraknya dugaan penambangan dan pengolahan emas tanpa izin di area sensitif Hutan DAM ini memicu sorotan tajam publik terhadap efektivitas pengawasan kawasan hutan serta komitmen penegakan hukum dari aparat berwenang di wilayah Kabupaten Pohuwato.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas penambangan yang diduga kuat ilegal tersebut dilaporkan masih terus berlangsung tanpa ada tanda-tanda penghentian operasional.

Kondisi ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak mengingat lokasi pengerukan berada tepat di dalam kawasan hutan yang rentan mengalami kerusakan ekologis. Kendati demikian, status perizinan, legalitas operasional, hingga pembuktian kebenaran atas dugaan keterlibatan nama-nama tersebut masih memerlukan proses verifikasi dan investigasi mendalam dari pihak berwenang.

Media menegaskan bahwa penyebutan nama maupun inisial dalam rilis berita ini masih sebatas dugaan berlandaskan informasi awal yang dihimpun di lapangan. Hingga saat ini, belum ada keterangan atau konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum (APH) mengenai status hukum maupun keterlibatan pihak-pihak yang dimaksud.

Upaya konfirmasi lanjutan kepada jajaran terkait—termasuk pihak penegak hukum dan nama-nama yang terseret dalam informasi tersebut—terus dilakukan guna memastikan kebenaran atas dugaan praktik PETI dan pengolahan tromol di Hutan DAM Desa Hulawa. Pihak redaksi tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab seluas-luasnya bagi seluruh pihak terkait sesuai dengan kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku.

Continue Reading

Gorontalo

Ukir Sejarah Baru Olahraga Nasional! Gorontalo Dipercaya Selenggarakan Babak Kualifikasi PON 2027

Published

on

Gorontalo – Penantian panjang selama hampir dua dekade akhirnya berbuah manis. Provinsi Gorontalo secara resmi mendapat kepercayaan nasional untuk menjadi tuan rumah Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) 2027 untuk cabang olahraga (cabor) petanque.

Capaian ini menjadi momentum bersejarah yang tidak hanya membanggakan bagi insan olahraga di daerah, tetapi juga membuka peluang emas bagi Gorontalo untuk membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu poros kekuatan olahraga petanque di Indonesia.

Penetapan Gorontalo sebagai penyelenggara ajang kualifikasi nasional tersebut tertuang secara resmi melalui Surat Keputusan Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) Nomor 15-SK/FOPI/2026. Penunjukan ini sekaligus mengakhiri kerinduan masyarakat olahraga Gorontalo yang telah menantikan kesempatan menjadi tuan rumah kualifikasi tingkat nasional selama hampir 20 tahun.

Bagi Pengurus Provinsi (Pengprov) FOPI Gorontalo, kepercayaan berskala nasional ini bukan sekadar agenda rutin penyelenggaraan pertandingan. Lebih dari itu, penetapan ini merupakan bentuk pengakuan atas perjalanan panjang, kerja keras, serta komitmen berkelanjutan dalam membangun dan mengakar-kuatkan cabor petanque di Provinsi Gorontalo.

Ketua Pengprov FOPI Gorontalo, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK, menyambut momentum krusial ini sebagai pijakan besar untuk mengakselerasi kemajuan olahraga petanque sekaligus memperkokoh posisi Gorontalo dalam peta persaingan olahraga nasional.

Di bawah kepemimpinannya, pengembangan petanque di Gorontalo tidak hanya difokuskan pada sukses teknis penyelenggaraan kompetisi, melainkan menyasar pembenahan pembinaan atlet usia dini, peningkatan mutu sumber daya manusia (wasit dan pelatih), penguatan kelembagaan organisasi, hingga perluasan akses bagi generasi muda untuk menekuni cabor ini.

“Prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi yang terarah dan terstruktur, fasilitas yang memadai, serta sinergi lintas pihak agar atlet daerah mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Cecy.

BK PON 2027: Mengusung Dwi Target Success

Menjadi tuan rumah BK PON 2027 merupakan kesempatan strategis bagi Gorontalo untuk memperlihatkan kesiapan infrastruktur dan tata kelola event olahraga berskala nasional. Kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan kontingen dari berbagai provinsi diproyeksikan memberikan dampak positif bagi ekosistem olahraga serta perekonomian daerah.

Di sisi lain, momentum bertanding di hadapan publik sendiri harus dimanfaatkan secara optimal oleh para atlet petanque Gorontalo untuk merebut tiket berlaga di ajang utama PON 2028 mendatang. Gorontalo mengusung ambisi ganda, yakni sukses sebagai penyelenggara (success in hosting) sekaligus sukses mengukir prestasi (success in achievement).

Kepercayaan ini diharapkan menjadi titik tolak percepatan pembinaan olahraga petanque di Bumi Hulonthalo. Dengan kepemimpinan yang terarah, konsistensi pembinaan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Gorontalo siap menyambut kedatangan delegasi terbaik dari seluruh Indonesia.

Setelah menanti hampir 20 tahun, kesempatan emas itu kini telah hadir. Gorontalo siap menjadi tuan rumah, siap berprestasi, dan siap mencatatkan tinta emas baru dalam sejarah olahraga petanque Indonesia.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler