Connect with us

Advertorial

Sukses Cetak Rekor 13 Kali Beruntun: Pemkab Pohuwato Kembali Sabet Opini WTP dari BPK RI

Published

on

Pohuwato – Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam menyampaikan secara resmi Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Nota pengantar tersebut dipaparkan dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pohuwato yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Parlemen, Selasa (30/06/2026).

Mengawali pidatonya, Wakil Bupati Iwan S. Adam melayangkan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga yang berhalangan hadir secara fisik. Pada waktu yang bersamaan, Bupati tengah menunaikan tugas luar daerah guna memenuhi undangan agenda Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Atas urgensi tersebut, Bupati menugaskan sang wakil untuk menakhodai penyampaian dokumen anggaran daerah ini.

Iwan menegaskan bahwa instrumen penyusunan laporan pertanggungjawaban fiskal ini merupakan komitmen mutlak rektorat birokrasi daerah dalam mengejawantahkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), akuntabel, transparan, serta adaptif terhadap inovasi digital.

“Proses penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk melahirkan sistem birokrasi yang senantiasa mengedepankan prinsip akuntabilitas publik, sekaligus mampu menyuntikkan berbagai inovasi taktis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar Iwan S. Adam di hadapan legislatur.

Ia menguraikan bahwa dokumen Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Pohuwato telah disusun secara rigid mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Postur laporan tersebut mencakup tujuh instrumen wajib, yakni Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Arus Kas (LAK), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), serta Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

“Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 yang kami serahkan hari ini telah disesuaikan secara presisi dengan hasil audit klinis Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Dengan demikian, laporan ini dipastikan telah memenuhi aspek normatif, asas kepatutan, serta kewajaran akuntansi negara,” jelasnya.

Lebih lanjut, berpatokan pada produk audit LHP BPK RI tersebut, Wabup Pohuwato membedah gambaran makro realisasi sirkulasi dana daerah yang meliputi tiga poros utama: pos pendapatan daerah, pos belanja daerah, serta pos pembiayaan daerah. Ia menggarisbawahi bahwa jajaran eksekutif telah mencermati penuh seluruh poin rekomendasi BPK RI, baik atas LKPD 2025 maupun sisa rekomendasi dari tahun-tahun anggaran sebelumnya.

“Seluruh rekomendasi BPK RI bertransformasi menjadi kewajiban hukum pemerintah daerah untuk segera diintervensi melalui kebijakan yang tepat. Kami mengharapkan dukungan penuh dari mitra legislatif (DPRD) agar fungsi pengawasan berjalan linier demi kemaslahatan masyarakat,” harapnya.

Di tengah pembacaan nota pengantar, Iwan turut menyisipkan kabar prestisius mengenai raihan rapor hijau tata kelola keuangan Pohuwato. Berkat konsistensi pembenahan sistem akuntansi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD), Pemkab Pohuwato kembali sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

“Alhamdulillah, melalui kerja keras kolektif seluruh jajaran OPD dalam membenahi tata kelola kas dan aset daerah, LKPD Pohuwato Tahun Anggaran 2025 kembali diganjar Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini merupakan pencapaian WTP untuk yang ke-13 kalinya secara berturut-turut,” terang Iwan disambut apresiasi anggota dewan.

Menutup penyampaiannya, Wakil Bupati menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), seluruh pimpinan perangkat daerah, serta jajaran pimpinan dan anggota dewan yang bersedia mengawal dokumen ini hingga nanti ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang sah.

Advertorial

Disaksikan Langsung Wali Kota: MTsN 1 dan Spendugo Berbagi Gelar Juara di Turnamen 3×3 Pelajar

Published

on

Kota Gorontalo – Kejuaraan bola basket 3×3 antar-pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Gorontalo yang digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah resmi berakhir. Tim putra “Dream Team” MTsN 1 Gorontalo dan tim putri “All Star” SMPN 2 Gorontalo (Spendugo) sukses menyabet gelar juara pertama di masing-masing kategori.

Turnamen prestisius yang dikemas dalam rangkaian kegiatan Bulan Wawasan Kebangsaan ini diikuti oleh 52 tim dari berbagai SMP se-Kota Gorontalo. Rinciannya, sebanyak 32 tim bersaing ketat pada kategori putra, sementara 20 tim lainnya berlaga unjuk kemampuan di kategori putri. Kejuaraan ini sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, pada 12 Agustus 2026 lalu.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga untuk mencari bibit atlet potensial, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan semangat sportivitas, mempererat kebersamaan, serta memupuk nilai-nilai wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.

Partai puncak (final) yang berlangsung sengit pada Sabtu (29/8/2026) turut disaksikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, beserta Wakil Wali Kota, Indra Gobel. Pada kategori putri, “All Star” SMPN 2 Gorontalo harus melewati pertarungan ketat nan dramatis saat menghadapi perlawanan “Dream Team” MTsN 1 Gorontalo. Skuad andalan Spendugo itu akhirnya berhasil mengunci gelar juara lewat kemenangan tipis dengan skor 14-13.

Berbanding terbalik, laga final pada kategori putra justru diwarnai dominasi penuh dari satu kubu. “Dream Team” MTsN 1 Gorontalo tampil terlalu tangguh bagi lawannya, “All Star” SMPN 2 Gorontalo, dan sukses menutup laga dengan kemenangan telak 21-2.

Dengan hasil tersebut, klasemen akhir kategori putra menempatkan “Dream Team” MTsN 1 Gorontalo sebagai juara pertama, disusul “All Star” SMPN 2 Gorontalo di peringkat kedua, “Warrior” MTsN 1 Gorontalo di peringkat ketiga, dan tim “Spendugo” di urutan keempat. Sementara untuk kategori putri, takhta juara diraih “All Star” SMPN 2 Gorontalo, diikuti “Dream Team” MTsN 1 Gorontalo (juara kedua), “Elite Spensa” (juara ketiga), dan “Warrior” MTsN 1 Gorontalo (juara keempat).

Usai laga pamungkas, Wali Kota Adhan Dambea bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel langsung turun ke lapangan untuk memberikan ucapan selamat kepada tim-tim yang berhasil meraih prestasi.

Meski kompetisi di lapangan telah usai, rangkaian kemeriahan ini belum sepenuhnya berakhir. Seremoni penutupan sekaligus penyerahan trofi dan hadiah kepada para jawara dijadwalkan akan dilaksanakan berbarengan dengan puncak penutupan kegiatan Bulan Wawasan Kebangsaan pada Senin, 31 Agustus 2026 mendatang di Lapangan Taruna Remaja.

Continue Reading

Advertorial

Pesan Tegas Adhan Dambea: Anggota Pramuka Harus Jadi Garda Terdepan Penjaga Keutuhan NKRI!

Published

on

Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengingatkan seluruh anggota Gerakan Pramuka agar tidak melupakan nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Pesan penuh makna tersebut disampaikan langsung oleh Adhan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Apel Besar Pramuka Tingkat Kota Gorontalo Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Jumat (28/08/2026).

Menurut Wali Kota Adhan, Gerakan Pramuka memiliki peranan yang sangat vital dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menegaskan, pemuda masa kini tidak hanya dituntut cerdas dan inovatif, tetapi juga harus memiliki fondasi akhlak serta jiwa nasionalisme yang kuat.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Satya dan Darma Pramuka harus tetap menjadi pedoman hidup, yakni kedisiplinan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong,” ujar Adhan di hadapan para peserta apel.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota Pramuka Kota Gorontalo untuk pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Kemampuan beradaptasi dengan era modern, tegasnya, harus selalu diimbangi dengan karakter dan perilaku yang baik.

“Kepada anak-anakku dan adik-adik anggota Pramuka Kota Gorontalo, jadilah generasi penerus bangsa yang cerdas, inovatif, dan pantang menyerah,” tuturnya memotivasi.

Di samping itu, Wali Kota turut mengingatkan bahwa anggota Pramuka memikul tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mengambil peran aktif dalam memajukan daerah.

“Tunjukkan bahwa Pramuka Kota Gorontalo mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan membawa kemajuan bagi daerah yang sama-sama kita cintai ini,” katanya.

Sebagai informasi, Apel Besar Pramuka tahun ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus peringatan Hari Pramuka ke-65.

Dalam momentum bersejarah tersebut, Adhan kembali merefleksikan bahwa usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia merupakan buah dari perjuangan panjang para pahlawan yang harus dihargai oleh generasi saat ini.

“Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka bukanlah perjalanan yang singkat. Kemerdekaan ini diraih dengan perjuangan, tetesan darah, dan air mata para pahlawan bangsa. Maka, tugas kita hari ini adalah menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan tersebut dengan karya nyata,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Wali Kota Adhan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus Gerakan Pramuka, para pembina, pelatih, pamong, serta seluruh anggota yang selama ini konsisten menjalankan program pembinaan generasi muda di Kota Gorontalo.

Continue Reading

Advertorial

Membanggakan! Dosen UNG Presentasikan Riset Bahasa Daerah di Republik Ceko

Published

on

UNG – Kekayaan bahasa daerah di Indonesia kembali menjadi sorotan utama dalam panggung akademik internasional. Dosen Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rahmatan Idul, berhasil mempresentasikan hasil riset linguistiknya pada ajang bergengsi The 19th Annual Conference on Asian Studies di Palacký University Olomouc, Republik Ceko.

Rahmatan yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Leiden University, Belanda, mengangkat kajian mendalam mengenai bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Penelitiannya secara khusus membedah ragam bahasa yang dituturkan di wilayah Sulawesi, dengan fokus utama pada bahasa Muna.

Kajian tersebut menyoroti bagaimana keragaman bahasa daerah memberikan tantangan tersendiri terhadap teori dan metode analisis metafora global, yang selama ini lebih banyak didasarkan pada bahasa Inggris maupun rumpun bahasa Indo-Eropa.

Melalui pendekatan bahasa Muna, Rahmatan membuktikan bahwa makna figuratif tidak hanya dibentuk dari pilihan kata (unsur leksikal) semata. Makna tersebut juga lahir secara kompleks melalui struktur gramatikal, konteks budaya, praktik sosial, tradisi lisan, hingga cara masyarakat setempat memaknai pengalaman hidupnya.

“Bahasa daerah memiliki struktur dan latar budaya yang khas. Karena itu, teori dan metode analisis metafora perlu diuji kembali ketika diterapkan pada bahasa-bahasa yang memiliki karakteristik berbeda,” tegas Rahmatan.

Temuan riset ini membawa pesan penting. Selama ini, bahasa daerah kerap hanya ditempatkan dalam konteks pelestarian dan dokumentasi. Namun, Rahmatan berhasil menempatkan bahasa daerah pada posisi yang lebih strategis, yakni sebagai sumber pengetahuan ilmiah (“penguji” teori linguistik) yang dapat memperkaya pendekatan linguistik yang berkembang secara internasional.

Bahasa Muna, misalnya, menunjukkan bahwa sebuah ungkapan figuratif tidak bisa dipahami hanya dari bentuk bahasanya saja, melainkan membutuhkan pemahaman utuh terhadap konteks sosial budaya yang melatarbelakanginya. Hal ini tentu membuka ruang refleksi bagi para linguis dunia.

Menariknya, kiprah cemerlang Rahmatan tidak berhenti di ruang presentasi saja. Usai konferensi, akademisi UNG ini mendapat kehormatan diundang untuk mengembangkan gagasannya menjadi salah satu bab dalam buku bunga rampai akademik bertajuk Truths, Tensions, and Technologies in Asia. Buku tersebut akan diterbitkan oleh penerbit ternama, Palacký University Press.

Dalam penyusunan tulisan tersebut, Rahmatan akan berkolaborasi langsung dengan dua pembimbing (supervisor) doktoralnya di Leiden University, yakni Prof. Marian Klamer dan Dr. Aletta Dorst. Kesempatan emas ini membuka ruang yang jauh lebih luas untuk membawa kekayaan bahasa daerah Nusantara ke tengah komunitas akademik global.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler