Daerah
Buka Bersama OKP: PPMI Provinsi Gorontalo Dihadiri Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo
Published
10 months agoon
Gorontalo – Dalam suasana penuh kebersamaan, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Provinsi Gorontalo menggelar acara buka puasa bersama dengan berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) di Hotel Damhil Gorontalo, Selasa (26/03/2025). Acara yang berlangsung penuh keakraban ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo, Iqbal Al Idrus.
Sebagai Ketua Komisi 4 yang membidangi Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora), Iqbal Al Idrus menyampaikan rasa bangganya dapat hadir dalam kegiatan yang diinisiasi oleh PPMI, organisasi yang aktif dalam pemberdayaan pemuda. Kehadiran Iqbal menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung perkembangan dan peran strategis pemuda di Gorontalo.

Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo, Iqbal Al Idrus || Foto Isyimewa
“Saya merasa sangat bangga dapat diundang oleh PPMI, yang diketuai oleh saudara Sarjon Adarani. Organisasi ini memiliki peran penting dalam membangun kapasitas pemuda Gorontalo agar lebih mandiri dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Iqbal dalam sambutannya.
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para anggota dan alumni PPMI. Beberapa tokoh penting yang pernah aktif di organisasi ini turut hadir, antara lain:
. Santo Liputo, mantan Ketua DPD PPMI Gorontalo
. Zulkifli Nangili, anggota DPRD Kabupaten Gorontalo yang juga alumni PPMI
Hadirnya para tokoh ini semakin memperkuat jaringan kepemudaan di Gorontalo dan membuka peluang kolaborasi antar-generasi.
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal Al Idrus menyampaikan kabar baik bagi pemuda Gorontalo. Tahun ini, Komisi 4 DPRD Provinsi Gorontalo sedang merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepemudaan, serta mengupayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang lebih berpihak kepada generasi muda.
“Kami ingin memastikan bahwa regulasi dan anggaran daerah benar-benar mendukung pemuda. Dengan adanya Perda Pemuda dan APBD yang pro anak muda, kami berharap setiap OKP bisa mendapatkan manfaat dan dukungan lebih baik dalam menjalankan program kepemudaan mereka,” tambahnya.
Acara buka puasa ini ditutup dengan diskusi santai yang membahas berbagai tantangan dan peluang pemuda di Gorontalo. Para peserta berharap adanya sinergi yang lebih erat antara pemerintah dan OKP dalam membangun ekosistem kepemudaan yang lebih inklusif dan progresif.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kolaborasi dan kebersamaan di kalangan pemuda Gorontalo semakin kuat, sehingga mampu melahirkan inisiatif-inisiatif baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
You may like
-
Sinergi untuk Negeri! DPRD Provinsi Gorontalo Hadiri HAB ke-80 Kemenag
-
Syarifuddin Bano Apresiasi: Madrasah Drum Corps MTsN 1 Menjadi Juara Umum TMC Sulut
-
“Branding Besar, Order Banyak!” Driver Maxim Curhat ke DPRD Provinsi Gorontalo
-
Kejar Target Akhir Tahun, DPRD Provinsi Gorontalo Gelar Rapat Konsultasi Pimpinan
-
Lawan Korupsi Lewat Olahraga: Ketua DPRD Gorontalo Hadiri Adhyaksa Run HAKORDIA 2025
-
Langkah Bersejarah: Gorontalo Mulai Bangun Islamic Center di Bone Bolango
Daerah
Benarkah Adhan Gagal Tangani Sampah? Prof. Sukirman Buka Suara
Published
17 hours agoon
06/01/2026
Kot Gorontalo – Akademisi Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Sukirman, angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebutkan dirinya menyalahkan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, atas persoalan sampah di daerah itu. Ia menegaskan, pernyataannya telah dipelintir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Saya tidak pernah menyatakan bahwa Pak Wali gagal. Kalau saya mengatakan hal itu, berarti saya berbohong. Justru, penanganan sampah di Kota Gorontalo menunjukkan progres yang positif di tangan Pak Adhan,” kata Prof. Sukirman, Selasa (06/02/2026).
Lebih lanjut, guru besar tersebut menerangkan bahwa dirinya tidak pernah melakukan kajian terkait penanganan sampah di Kota Gorontalo. Kajian yang ia lakukan hanya sebatas analisis pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito.
“Kajian saya hanya tentang TPA Talumelito, bukan penanganan sampah di wilayah Kota Gorontalo,” tegasnya.
Prof. Sukirman pun merasa perlu meluruskan pemberitaan salah satu media yang menyebut Wali Kota Adhan Dambea gagal mengatasi sampah. Menurutnya, kondisi pengelolaan sampah di Gorontalo saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum kepemimpinan Adhan.
“Sejauh ini penanganan sampah di Kota Gorontalo sudah sangat baik. Program-program yang dijalankan Pak Adhan sangat tepat dan berdampak nyata,” ujarnya.
Pernyataan tersebut diperkuat data lapangan. Hasil pantauan pewarta menunjukkan bahwa sejumlah program pengelolaan sampah berjalan efektif, seperti penambahan armada truk pada bulan Ramadan tahun lalu, upaya Pemkot Gorontalo memperoleh pasokan armada tambahan dari BTN, serta pengadaan gerobak motor (Getor) listrik yang memudahkan pengangkutan di kawasan padat penduduk.
Warga dari berbagai lapisan masyarakat pun menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Wali Kota Adhan.
“Dulu banyak sampah menumpuk di pusat keramaian karena warga membuang sampah tidak sesuai waktu. Sekarang, Alhamdulillah, kondisi itu sudah jauh berubah. Warga juga sudah paham kapan waktu membuang sampah,” ujar Wahyu, siswa MAN Model Gorontalo.
Pendapat serupa disampaikan Febi, warga Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat.
“Sebelum Pak Adhan, sampah bisa dibiarkan berhari-hari. Sekarang sudah tidak ada lagi seperti itu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Wali Kota Gorontalo, Hadi Sutrisno, menyebut isu yang menyudutkan Adhan Dambea merupakan bentuk serangan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan kinerja wali kota dua periode itu.
“Mereka yang membenci Pak Wali tak pernah mau melihat hasil kerja nyata beliau dalam menangani sampah. Kalau sudah benci, sebaik-baiknya karya orang pun tetap dianggap buruk,” kata Hadi.
Ia pun mengimbau agar pihak-pihak yang gemar menyebar fitnah dan nyinyir segera introspeksi diri.
“Tanyakan ke diri masing-masing, apa yang sudah kita lakukan untuk rakyat?” pungkasnya.
Advertorial
Awali Tahun dengan Semangat Baru! Tendik UNG Sepakat Perkuat Integritas dan Pelayanan
Published
1 day agoon
06/01/2026
UNG – Mengawali hari kerja pertama di tahun 2026, seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengikuti Apel Bersama Awal Tahun yang digelar pada Senin (05/01/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh pegawai dari seluruh unit kerja ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat komitmen pelayanan dalam mewujudkan visi Kampus Kerakyatan.
Apel perdana ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum (BKKU), Arief Rachman Hakim Abdul. Dalam arahannya, Arief menegaskan bahwa apel awal tahun bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal penyatuan visi, semangat, dan komitmen kerja seluruh tenaga kependidikan.
“Apel ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk menyatukan langkah dan menyegarkan semangat kerja. Tahun 2026 menuntut kita lebih sigap dan adaptif terhadap tantangan yang semakin dinamis, agar kinerja universitas semakin optimal,” ujar Arief.
Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum refleksi dan peningkatan kualitas kinerja, tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam nilai integritas dan etika profesional. Arief menekankan tiga prinsip utama yang harus dipegang oleh setiap Tendik UNG dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Pertama, profesionalisme, yaitu bekerja dengan kemampuan dan tanggung jawab terbaik di bidang masing-masing. Kedua, integritas, yang diwujudkan melalui kejujuran, transparansi, dan etika kerja di setiap proses administrasi maupun pelayanan. Ketiga, kualitas pelayanan publik, yang harus terus ditingkatkan dengan memberikan layanan cepat, tepat, dan ramah bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
“Kita harus memperkuat layanan publik yang berorientasi pada kepuasan pengguna. Pelayanan yang baik tidak hanya mencerminkan mutu kerja, tetapi juga wujud tanggung jawab moral kita sebagai abdi institusi pendidikan,” tegasnya.
Kegiatan apel bersama ini diharapkan mampu membangkitkan energi positif dan semangat baru bagi para pegawai setelah libur akhir tahun. Dengan langkah awal yang solid, UNG optimistis dapat melanjutkan berbagai capaian prestasi yang telah diraih di tahun sebelumnya.
“Mari jadikan tahun 2026 sebagai tahun peningkatan kualitas pelayanan yang nyata, agar manfaat keberadaan UNG semakin dirasakan oleh masyarakat luas,” tutup Arief.
Advertorial
Peneliti UNG Bicara, Pencegahan TB Anak Harus Dimulai dari Keluarga
Published
1 day agoon
05/01/2026
UNG – Tuberkulosis (TB) hingga kini masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, termasuk bagi kelompok anak-anak. Data global tahun 2023 menunjukkan sekitar 1,25 juta kematian disebabkan oleh TB di seluruh dunia. Penyakit menular ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, termasuk anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan dibandingkan orang dewasa.
Di Indonesia, data periode 2014–2019 memperlihatkan peningkatan signifikan dalam penemuan kasus TB anak, namun pada periode 2019–2023 grafik kasus TB anak cenderung fluktuatif, menandakan bahwa penyakit ini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang belum sepenuhnya teratasi.
Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Nurul Fauziah Sabir, bersama tim risetnya, menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap TB anak. Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa yang membutuhkan perlindungan optimal dari ancaman penyakit menular.
Berdasarkan hasil tinjauan sistematis terhadap tujuh jurnal penelitian yang dilakukan di Indonesia, tim peneliti UNG berhasil mengidentifikasi sejumlah faktor utama yang memengaruhi risiko infeksi TB pada anak.
“Kontak erat dengan penderita TB dewasa, terutama di dalam lingkungan rumah, menjadi faktor risiko paling dominan terhadap kejadian TB anak,” ungkap Nurul Fauziah. “Risiko ini meningkat pada anak usia dini karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang optimal sehingga mudah terinfeksi dan mengalami gejala berat,” tambahnya.
Selain faktor kontak rumah tangga, lingkungan fisik tempat tinggal juga berperan besar dalam penyebaran TB. Rumah dengan sirkulasi udara buruk, kepadatan tinggi, kelembapan berlebih, serta paparan asap rokok menciptakan kondisi ideal bagi penularan bakteri TB. Anak-anak yang tinggal di lingkungan seperti ini menjadi kelompok yang paling rentan.
Penelitian juga menemukan bahwa usia, kondisi imunologis, dan status gizi anak merupakan faktor biologis yang turut menentukan tingkat kerentanan terhadap infeksi TB.
Di samping itu, faktor sosial dan perilaku keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap penyebaran TB di rumah tangga. Menurut Nurul, pengetahuan orang tua yang rendah mengenai gejala, cara penularan, dan pencegahan TB sangat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penularan pada anak.
“Kesadaran keluarga menjadi garis pertahanan terdepan dalam pencegahan TB anak. Pengetahuan orang tua dan pola hidup sehat di rumah tangga menentukan seberapa kuat kemampuan keluarga memutus rantai penularan,” tegasnya.
Tim peneliti UNG merekomendasikan sejumlah langkah pencegahan berbasis komunitas, seperti skrining kontak serumah, peningkatan edukasi kesehatan keluarga, perbaikan kondisi fisik hunian, serta penguatan peran tenaga kesehatan dalam sosialisasi TB anak.
Nurul berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam memperkuat program nasional pengendalian TB, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko penularan di lingkungan rumah.
Benarkah Adhan Gagal Tangani Sampah? Prof. Sukirman Buka Suara
Awali Tahun dengan Semangat Baru! Tendik UNG Sepakat Perkuat Integritas dan Pelayanan
Peneliti UNG Bicara, Pencegahan TB Anak Harus Dimulai dari Keluarga
Tanpa Banyak Seremoni! Pemkot Gorontalo Resmikan Parkir Berlangganan
Kabar Gembira! Wali Kota Adhan Naikkan Gaji PPPK di Bawah Rp 1 Juta
JIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025
Berawal dari Arahan Wali Kota, Kelurahan Biawao Raih Juara Pemungutan PBB-P2
Bukan Sekadar Imbauan! Wali Kota Gorontalo Tegas Larang Petasan di Malam Tahun Baru
Potret Ironi Wisata Gorontalo, Akses ke Molowahu Rusak Parah
Laporan Mengejutkan Pansus DPRD Provinsi Gorontalo: Konflik, Alih Fungsi Lahan, hingga Dugaan Pelanggaran AMDAL
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoMenolak Lupa: Tragedi 2 Januari 2025, Ketika Keadilan untuk Julia Belum Datang
-
Gorontalo1 month agoBukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat
-
Gorontalo2 weeks agoJIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025
-
Gorontalo3 months agoWarga Kota Gorontalo ini Tawarkan Konsep Dual-Fungsi Pasar Sentral: Solusi untuk Ekonomi dan Kreativitas Gorontalo
-
Gorontalo2 months agoMenakar Fungsi Kontrol di DPRD Kota Gorontalo
-
Advertorial2 months agoPanasnya Konflik Sawit! DPRD Provinsi Gorontalo dan KPK Turun Tangan
-
News3 months agoFakta Mengejutkan dari Mantan Menteri Jokowi : Freeport Dilindungi Pasal Tersembunyi
-
Gorontalo1 month agoAbai dan Bungkam: Refleksi Elit Gorut Atas Tragedi Julia
