Connect with us

kabupaten pohuwato

Buka OKPP, Ini Pesan Wabup Suharsi Igirisa ke Kades

Published

on

POHUWATO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pohuwato melalui Bidang Bina Pemerintahan Desa menggelar Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintah Desa (OKPP) yang dibuka langsung Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa, di Grand Mega Zanur Hotel, Kota Gorontalo, (1/3/2023).

Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan orientasi kepemimpinan dan penyelenggaraan pemerintahan desa yang dilaksanakan oleh Dinas PMD Kabupaten Pohuwato.

“Saya selaku pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan ini dan kepada seluruh peserta kepala desa untuk dapat bersama-sama mengikuti dengan serius dan benar kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dalam melaksanakan tugas-tugas kepemerintahan di desa,” kata Suharsi.

Kegiatan ini, menurut Wabup Suharsi, bisa membawa perubahan pola pikir kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan desa dan perilaku pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini jangan dijadikan hanya kegiatan yang biasa tapi saya berharap kegiatan ini dapat membawa perubahan baik perilaku dan pola pelaksanaan pemerintahan desa,” tuturnya.

“Mari kita ikuti kegiatan ini, dan tolong jangan disia-siakan dan jangan dijadikan sebagai kegiatan kebutuhan tapi implementasi bapak ibu dalam menjalankan pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Suharsi.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pohuwato, Refli Basir menambahkan bahwa OKPPD ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta semangat pengabdian dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintah desa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya berharap seluruh kades dapat mengikuti masa orientasi ini dengan sungguh-sungguh agar selanjutnya dapat menambah kompetensi kinerja dalam penyelenggaraan pemerintah desa masing-masing,” ujar mantan Kadis Pangan itu.

Gorontalo

Video Pesta di Tengah Duka Banjir Hulawa, Publik Pohuwato Geram

Published

on

Pohuwato – Suasana duka masih menyelimuti Kabupaten Pohuwato usai banjir menerjang Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Warga masih berjibaku dengan lumpur, kerugian, dan trauma akibat bencana tersebut. Namun, di tengah kepedihan itu, beredar sebuah video yang memantik kemarahan publik.

Video yang tersebar di berbagai grup percakapan itu memperlihatkan aktivitas hiburan yang diduga berlangsung di lingkungan perusahaan tambang emas Pani Gold Mine (PGM). Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang berjoget dan berpesta — pemandangan yang dinilai kontras dengan kondisi masyarakat Desa Hulawa yang sedang berduka.

Desa tersebut diketahui berada di sekitar kawasan aktivitas pertambangan perusahaan. Ironisnya, peristiwa itu terjadi di saat pemerintah daerah dan aparat keamanan giat mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta atau keramaian menjelang pergantian tahun. Bahkan, Pemkab Pohuwato sendiri memilih melaksanakan zikir dan doa bersama sebagai wujud empati bagi korban banjir.

Bagi banyak warga, video tersebut dianggap menyakiti hati masyarakat dan menunjukkan kurangnya kepekaan sosial dari pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak bencana.

“Ini bukan hanya soal pesta, tetapi soal rasa empati dan tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat lingkungannya,” ungkap salah satu warga yang menyayangkan kejadian itu.

Polemik tersebut segera memicu reaksi luas hingga akhirnya pihak Pani Gold Mine (PGM) memberikan klarifikasi resmi.

Melalui Humas perusahaan, Kurniawan Siswoko, PGM menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan atas kejadian tersebut.

“Terima kasih atas informasinya. Ini menjadi pembelajaran bagi kami, khususnya bagi panitia agar dalam menyelenggarakan acara memiliki konsep yang baik dan terarah. Di awal, acara menyambut tahun baru di PGM diisi dengan doa bersama dan kegiatan spontan donasi untuk warga terdampak banjir sebagai bentuk empati dan kepedulian karyawan. Namun, acara ini tercederai dengan kejadian tersebut, dan kami akan melakukan evaluasi,” ujar Kurniawan.

Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kemarahan publik terhadap peristiwa ini menunjukkan bahwa masyarakat berharap lebih terhadap tanggung jawab sosial dan moral perusahaan tambang. Banyak warga meminta agar PGM dapat menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial, khususnya di saat masyarakat masih dalam masa pemulihan pasca-bencana.

Polemik ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri agar lebih berhati-hati dalam bertindak di tengah situasi krisis kemanusiaan dan bencana alam yang melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasional mereka.

Continue Reading

Gorontalo

Jangan Diam! Tani Merdeka Minta Pemda Pohuwato Jelaskan Penyebab Banjir

Published

on

Pohuwato – Polemik banjir yang melanda Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, terus memanas. Desakan keras kini datang dari Rian Uno, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, yang juga dikenal sebagai anak muda Pohuwato sekaligus bagian dari masyarakat lingkar tambang.

Rian meminta Pemerintah Daerah Pohuwato untuk tidak bersikap pasif dan segera menjelaskan secara transparan penyebab utama banjir yang merusak permukiman warga tersebut.

Pemerintah daerah harus jujur dan terbuka. Sampaikan ke masyarakat, apa sebenarnya penyebab banjir di Desa Hulawa. Jangan dibiarkan kabur seperti sekarang,” tegas Rian, Selasa (31/12/2025).

Menurutnya, sikap diam pemerintah justru memperkeruh situasi dan memicu potensi konflik sosial di tengah masyarakat, terutama antara warga lingkar tambang dan masyarakat umum.

“Kalau penyebabnya karena perusahaan, sampaikan. Kalau karena tambang ilegal, ungkap juga. Jangan masyarakat dibiarkan saling menyalahkan sementara pemerintah memilih diam,” ujarnya.

Kondisi yang Dinilai Kian Berbahaya

Rian menilai ketidakjelasan informasi telah menimbulkan berbagai spekulasi liar di masyarakat. Akibatnya, muncul saling curiga dan saling tuding antarkelompok, bahkan membuka potensi konflik terbuka.

“Sekarang masyarakat lingkar tambang disalahkan, besok bisa saja perusahaan yang diserang. Semua bisa jadi korban karena pemerintah tidak memberikan kejelasan,” katanya.

Ia menegaskan, kejujuran dan keterbukaan pemerintah merupakan kunci utama meredam konflik. Tanpa itu, persoalan banjir di Hulawa bukan hanya menjadi bencana alam, tetapi bisa berkembang menjadi bencana sosial.

Tuntutan Audit dan Investigasi Terbuka

Lebih lanjut, Rian mendesak Pemda Pohuwato segera melakukan audit lingkungan dan investigasi terbuka yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, serta aparat penegak hukum.

“Kami tidak mau kesimpulan sepihak. Harus ada audit lingkungan, kajian ilmiah, dan penyampaian hasilnya secara terbuka kepada publik,” ujar Rian menegaskan.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban moral, melainkan juga kewajiban hukum pemerintah terhadap warganya sebagaimana diatur dalam prinsip transparansi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Di akhir pernyataannya, Rian menyebut pihaknya akan mengirim surat resmi kepada Ketua Dewan Penasihat DPN Tani Merdeka Indonesia di Jakarta, yang dalam hal ini adalah Presiden Prabowo Subianto, untuk melaporkan kondisi tersebut.

“Karena kami, Tani Merdeka Indonesia, adalah mata dan telinganya Presiden Prabowo Subianto, maka kami akan menyampaikan langsung persoalan banjir Hulawa agar mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Rian juga memperingatkan bahwa jika pemerintah daerah terus bersikap pasif, kepercayaan publik akan runtuh dan penanganan banjir di masa depan akan semakin sulit.

Pemerintah jangan menunggu masalah ini meledak menjadi konflik besar. Buka sekarang, jelaskan sekarang, selamatkan masyarakat sekarang,” pungkasnya.

Continue Reading

kabupaten pohuwato

Tak Sekadar Tambang, Merdeka Gold Dorong Konservasi di Gorontalo

Published

on

Pohuwato – Perusahaan tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) melalui anak usahanya, PT Gorontalo Sejahtera Mining, tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara. Kolaborasi ini bertujuan mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati di Cagar Alam Panua, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari penguatan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) serta direncanakan menjadi salah satu program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan di bidang lingkungan. Melalui langkah ini, Merdeka Gold Resources berkomitmen menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Fokus Program Konservasi

Beberapa program strategis yang menjadi fokus pembahasan antara lain:

  1. Perlindungan kawasan suaka alam.

  2. Konservasi satwa endemik dan dilindungi seperti anoa dan maleo.

  3. Pemulihan serta rehabilitasi ekosistem yang terdampak.

  4. Penguatan fungsi ekologis kawasan cagar alam sebagai penyangga lingkungan.

  5. Monitoring habitat dan populasi satwa secara berkelanjutan.

  6. Edukasi serta peningkatan partisipasi masyarakat sekitar kawasan konservasi.

Komitmen Penerapan ESG

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin, menegaskan bahwa penerapan prinsip ESG telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan yang mengelola Tambang Emas Pani di Pohuwato.

“Implementasi ESG bagi kami bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan upaya nyata untuk menghadirkan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat. Rencana kerja sama konservasi di Cagar Alam Panua ini kami posisikan sebagai bagian dari program PPM di bidang lingkungan untuk memastikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Boyke, Senin (29/12/2025).

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif dengan otoritas konservasi diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan lindung sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

Dukungan dari BKSDA Sulawesi Utara

Sementara itu, Kepala BKSDA Sulawesi Utara, Askhari DG. Masikki, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha yang memiliki komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan sangat penting untuk memperkuat upaya konservasi, terutama dalam menjaga habitat satwa liar dan keberlanjutan kawasan suaka alam.

“Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah merupakan kunci keberhasilan konservasi berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat perlindungan kawasan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Wujud Nyata Prinsip ESG

Melalui inisiatif ini, Merdeka Gold Resources menegaskan komitmennya untuk melaksanakan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta berkontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan ESG dan pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah operasional perusahaan.

  • Environmental: Perlindungan keanekaragaman hayati, rehabilitasi habitat, dan penguatan fungsi ekologis kawasan konservasi.

  • Social: Peningkatan kapasitas serta partisipasi masyarakat melalui edukasi lingkungan dan program PPM berbasis konservasi.

  • Governance: Tata kelola kolaboratif, transparan, dan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan kawasan suaka alam.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler