Connect with us

News

Camat Atinggola Yang Baru Tinjau Lokasi Pemilihan BPD

Published

on

Peninjauan tempat pelaksanaan pemilihan || Foto Istimewa

ATINGGOLA – Tujuh Desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Atinggola melangsungkan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Untuk memastikan pemilihan tersebut berjalan dengan lancar Camat Badrun Lakoro meninjau tempat pelaksanaan pemilihan, (30/8/2021).

“Dari 14 Desa itu, ada 7 Desa yang melaksanakan pemilihan BPD di wilayah kecamatan atinggola, yakni Desa Buata, Desa Bintana, Desa Pinontoyonga, KotaJin, Imana Dan Ilomata,” Kata Badrun saat ditemui awak media ketika berada di salah satu TPS pemilihan anggota BPD.

Ia mengatakan sejak pukul 7 pagi bersama dengan Danramil, Kapolsek, Kadis sosial, dan Kadis Pemuda dan Olahraga, dirinya melakukan peninjauan di 7 Desa.

“Alhamdulillah sampai dengan sekarang ini, masih terselenggara dengan aman, terutama pengetatan protokol kesehatan, ini terus kami sosialisasikan, bahkan sudah disampaikan juga, dan panitia masing-masing TPS terus menyampaikan kepada masyarakat untuk terus memakai masker, kemudian mencuci tangan dan mencapai jarak supaya tidak berkerumunan dan juga Alhamdulilah masyarakat tahu tentang protokol kesehatan,” Jelasnya.

Harapanya sampai dengan perhitungan suara dan penetapan calon anggota BPD, pemilihan terus berjalan aman.

“Insya Allah ini sampai dengan perhitungan suara dan penetapan calon tidak ada hal-hal yang begitu signifikan yang akan terjadi, kami berharap seperti itu, dan pemerintah Desa dan juga panitia juga tugas sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,..”

“Dan Insya Allah ini yang akan terpilih adalah calon-calon BPD yang berkualitas yang mampu menjadi Mitra dengan pemerintah Desa itu sendiri dalam rangka membangun desa,” Tandasnya.

Gorontalo

BASARNAS Gorontalo Gelar Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Daerah (FKP3D)

Published

on

GORONTALO – Direktorat Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan bekerja sama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo mengadakan kegiatan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Daerah (FKP3D). Acara ini dibuka oleh Deputi Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan, Moh. Barokna Haulah.

Dalam sambutannya, Moh. Barokna Haulah menyampaikan harapannya agar forum ini dapat menjadi wadah komunikasi dan koordinasi bagi seluruh potensi pencarian dan pertolongan, melibatkan berbagai pihak seperti Kementerian/Lembaga, TNI-Polri, badan usaha, serta instansi dan organisasi non-pemerintah.

“Dengan tema ‘Optimalisasi Peran Potensi Pencarian dan Pertolongan dalam Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan di Wilayah Kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo,’ kami berharap forum ini dapat mendorong kolaborasi dalam melayani masyarakat, baik dalam upaya pencegahan dan mitigasi SAR maupun operasi pada tahap tanggap darurat,” ujar Barokna.

Sebanyak 61 peserta dari berbagai instansi, organisasi, dan komunitas yang berkaitan dengan SAR ikut serta dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Materi disampaikan oleh perwakilan dari Korem 133 NW, BMKG, BPBD, dan Basarnas, dengan tujuan menyatukan persepsi dalam pelaksanaan operasi SAR di Provinsi Gorontalo.

Acara ini tidak hanya memperkuat koordinasi antar lembaga, tetapi juga memperkaya pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi situasi darurat. “Banyak hal yang bisa kita lakukan bersama melalui forum koordinasi ini untuk melayani masyarakat di bidang SAR dan penanggulangan bencana,” tambah Barokna.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kerja sama antara berbagai pihak, sehingga operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Gorontalo dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Continue Reading

News

Kisruh Biaya Kuliah

Published

on

Penulis : Rierind Koniyo

barakati.id – Kisruh biaya kuliah di Indonesia mencerminkan krisis yang mendalam dalam sistem pendidikan tinggi. Pendidikan seharusnya menjadi sarana untuk memanusiakan manusia, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan kepribadian. Setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Namun, data dari Dataindonesia.id dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Dari sekitar 10,2 juta siswa yang lulus pada tahun 2023, hanya 7,8 juta yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Kesenjangan ini disebabkan oleh mahalnya biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya. Bagi sebagian mahasiswa yang beruntung, biaya kuliah dapat ditanggung oleh orang tua atau melalui beasiswa KIP. Namun, ada banyak mahasiswa yang harus berjuang sendiri, mengatasi berbagai kesulitan keuangan demi meraih pendidikan yang lebih tinggi. Mereka bekerja sambilan, mengikat perut agar hemat, dan berusaha sekuat tenaga untuk tetap bisa kuliah.

Pemerintah sering kali dianggap gagal memahami urgensi mahalnya biaya kuliah. Sebuah pandangan yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi adalah kebutuhan tersier menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi sebagai kunci peradaban yang maju. Pendidikan tinggi bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang membentuk masyarakat yang lebih cerdas, inovatif, dan kompetitif di tingkat global.

Banyak warga negara yang ingin maju, menggantungkan mimpi dan cita-citanya pada pendidikan tinggi. Mereka rela berkorban demi masa depan yang lebih baik, meskipun harus menjalani kehidupan yang keras dan penuh perjuangan. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi kembali kebijakan yang ada, memastikan bahwa bantuan pendidikan dan beasiswa mencapai sasaran yang tepat. Harus ada mekanisme yang adil dan transparan untuk mendukung mereka yang benar-benar membutuhkan, agar semua warga negara, terutama yang miskin, memiliki harapan untuk memperbaiki kualitas hidup melalui pendidikan.

Pendidikan tinggi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa. Dengan memberikan akses yang lebih luas dan terjangkau, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, berpengetahuan, dan mampu bersaing di tingkat internasional. Pemerintah harus berkomitmen untuk tidak hanya meningkatkan jumlah penerima beasiswa tetapi juga memastikan bahwa biaya pendidikan tidak menjadi penghalang bagi mereka yang memiliki semangat dan kemampuan untuk belajar. Dengan demikian, harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi semua lapisan masyarakat dapat terwujud.

Continue Reading

Gorontalo

Hanya Kaka RG yang Bisa Gebuk Elnino

Published

on

GORONTALO – Juru bicara GERINDRA Gorontalo, Wahidin Ishak tampak ciut ketika mendengar bahwa Rahmat Gobel akan turun sebagai cagub Gorontalo.

“Saya pastikan bahwa pak Rahmat Gobel tidak akan maju jadi cagub Gorontalo. Sehingga ketua Elnino menjadi tidak mendapatkan tandingan yang sekelas. Ketika RG tidak maju sebagai cagub Gorontalo maka ketua Elnino akan melaju sendiri tanpa tandingan yang berarti,” tutur Wahidin sambil membusungkan dada.

Dari hasil Pemilu 2024, yang bisa bisa mengalahkan Elnino hanya suara dari Rahmat Gobel. “RG kan takkan maju nih. Terus, hanya dia yang bisa gebuk Elnino. Tidak ada orang lain. Karena RG tidak maju, maka pasti ketua Elnino jadi Gubernur Gorontalo. Kan begitu hitungan rasionalnya,” tutup Wahidin.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler