Connect with us

Advertorial

Indra Yasin: PSBB Tahap III Berakhir, Gorut Siap Jalankan New Normal

Published

on

GORUT-Kebijakan PSBB tahap III Provinsi Gorontalo Minggu (14/6) ini berakhir. Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui rapat vidio konferensi bersama bupati walikota Sabtu (13/06) kemarin, telah memutuskan untuk menghentikan PSBB dan melanjutkannya dengan _New Normal_ .

“Dari kesimpulan dan saran – saran dari semua peserta vidkom itu pada umumnya mereka menyetujui, dan oleh pemerintah provinsi sudah diambil keputusan mulai tanggal 15 juni 2020 kita sudah akan melakukan _New Normal_” ujar Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin usai mengikuti rapat bersama gubernur Sabtu (13/6).

Sebagai tindakan selanjutnya, disampaikan Indra Yasin, seluruh kepala daerah baik Kabupaten/kota diminta segera mengeluarkan edaran atau Peraturan Bupati (Perbup) atau Walikota tentang New Normal. Dalam new normal nanti meskipun masyarakat sudah diberi kelonggaran, tetapi harus mengikuti Protokol Kesehatan baik itu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Masyarakat jangan menganggap bahwa semua sudah bebas sehingga tak mau mengikuti protokol kesehatan.

“Justru dengan New Normal mereka masyarakat sudah diberikan kelonggaran – kelonggaran akan tetapi tetap memperhatikan protokoler kesehatan” jelasnya.

Untuk masyarakat yang keluar masuk Kabupaten Gorut diwajibkan membawa surat ijin yang dikeluarkan gugus tugas dari daerah asal yang di dalamnya terlampir surat keterangan kesehatan. Surat keterangan sehat yang di dalamnya terlampir keterangan hasil swab ataupun rapid test tersebutlah yang menentukan apakah yang bersangkutan dapat melakukan perjalanan atau tidak.

Indra Yasin menyampaikan untuk rencana ini pihaknya akan bekerjasama dengan seluruh kepala desa, camat dan para penegak hukum dan keamanan baik itu TNI maupun POLRI di Gorut untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat terkait penerapan New Normal.

“Nah ini kita akan melihat lagi itu pelaksanaannya mudah – mudahan bisa berlangsung dengan baik,”tandasnya.

Advertorial

KABAR GEMBIRA: Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato Dipastikan Berkontrak Tahun Ini

Published

on

Pohuwato – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam memperjuangkan intervensi pembangunan kawasan pesisir dan penguatan ekonomi masyarakat perikanan terus membuahkan hasil positif. Langkah nyata ini dipertegas melalui pertemuan strategis antara Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, dengan Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Drs. Halid K. Jusuf, Selasa (02/06/2026).

Pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan dan tindak lanjut program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang diinisiasi pemerintah pusat untuk menggenjot modernisasi kawasan perikanan sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam audiensi tersebut, terungkap kabar baik bahwa dari sembilan lokasi KNMP yang diusulkan oleh Pemkab Pohuwato, sebanyak tiga lokasi dipastikan memasuki tahap kontrak pekerjaan pada tahun anggaran 2026. Ketiga wilayah prioritas tersebut meliputi Desa Bumbulan di Kecamatan Paguat, Desa Torosiaje Jaya di Kecamatan Popayato, serta satu lokasi strategis di Kecamatan Wanggarasi.

“Alhamdulillah, dari hasil pertemuan ini kami mendapatkan informasi yang sangat menggembirakan. Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato akan segera berkontrak pada tahun ini. Ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat nelayan yang telah lama menantikan realisasi program tersebut,” ujar Bupati Saipul Mbuinga pascapertemuan.

Bupati menegaskan bahwa jajaran pemerintah daerah berkomitmen mengawal ketat seluruh tahapan administrasi dan teknis agar eksekusi di lapangan berjalan lancar serta tepat waktu. Ia optimistis, akselerasi proyek ini akan memicu pertumbuhan ekonomi baru di sektor maritim daerah.

“Harapan kami tentu agar proyek fisik segera dimulai tanpa kendala berarti. Jika semua proses berjalan simultan, pembangunan KNMP ini akan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan nelayan tradisional kita,” tambahnya.

Meski tiga lokasi telah disetujui, Bupati Saipul tetap melayangkan harapan agar enam usulan lokasi KNMP lainnya dapat diakomodasi oleh kementerian terkait pada gelombang berikutnya. Menurutnya, seluruh usulan tersebut berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.

Atas capaian ini, Bupati Saipul menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada KKP RI, khususnya Ditjen PSDKP, atas perhatian intensif yang diberikan kepada daerah berjuluk Bumi Panua tersebut. Ia juga menginstruksikan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk tidak pasif dan terus menjalin komunikasi jemput bola ke kementerian pusat.

“Saya meminta OPD terkait untuk terus membangun komunikasi vertikal yang intensif dengan pihak kementerian. Kita harus proaktif menjemput bola demi memperjuangkan alokasi program dan anggaran pusat untuk percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.

Merespons hal tersebut, Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP KKP RI, Drs. Halid K. Jusuf, menyatakan kesiapan institusinya untuk memberikan pendampingan penuh dan supervisi ketat dalam pelaksanaan program KNMP di Kabupaten Pohuwato. Pendampingan ini dinilai krusial guna memastikan proyek berjalan sesuai regulasi dan bebas dari penyimpangan hukum.

“Kami akan melakukan pendampingan melekat terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik ini. Tujuannya agar seluruh proses berjalan akuntabel, tepat sasaran, dan menghasilkan kualitas infrastruktur yang kokoh. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci sukses dari program maritim ini,” pungkas Halid Jusuf.

Continue Reading

Advertorial

Sasar Rekognisi Global: FIP UNG Desain Pendidikan Teluk Tomini Menuju Internasionalisasi

Published

on

UNG – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil langkah taktis dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD). Agenda strategis ini dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama lintas sektor serta peluncuran buku di Aula FIP UNG, Kamis (21/05/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Pendidikan Berbasis Kawasan: Menyatukan Aspirasi Mewujudkan Inspirasi” tersebut didesain sebagai upaya nyata institusi dalam mendorong percepatan serta pemerataan mutu pendidikan di kawasan Teluk Tomini.

Momentum Hardiknas tahun ini dijadikan FIP UNG sebagai pijakan krusial untuk menjaring langsung realitas objektif kondisi pendidikan di lapangan. FIP mengambil peran sentral dengan menghimpun aspirasi mendasar dari para kepala dinas pendidikan se-Provinsi Gorontalo dan kawasan sekitarnya. Langkah ini ditempuh guna memastikan kontribusi akademik universitas selaras dengan kebutuhan riil daerah.

Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa potret riil dari para pemangku kebijakan di daerah sangat dibutuhkan untuk merumuskan arah transformasi pendidikan yang komprehensif.

“Kami ingin mendengarkan langsung dari para kepala dinas mengenai realitas pendidikan yang sesungguhnya terjadi di daerah masing-masing. Hasil pemetaan ini nantinya akan kami rangkum menjadi sebuah dokumen rekomendasi kebijakan dalam bentuk policy brief,” tegas Prof. Arwildayanto.

Inisiatif yang dimotori oleh FIP ini menjadi bagian integral dari perwujudan visi makro UNG dalam mengembangkan inovasi berbasis kawasan. Langkah tersebut sekaligus menjadi refleksi dalam membawa institusi melangkah ke panggung internasionalisasi yang lebih luas.

Senada dengan hal itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., menekankan bahwa pembicaraan mengenai pengembangan kawasan merupakan core bisnis akademik UNG yang berkaitan erat dengan arah masa depan universitas.

“Tema ini menjadi sangat penting karena UNG saat ini sedang bersiap menuju internasionalisasi perguruan tinggi. Untuk mencapainya, UNG harus hadir terlebih dahulu menjawab kebutuhan nyata masyarakat melalui sistem pendidikan yang kontekstual, relevan, dan berbasis pada karakter wilayah,” papar Dr. Harto.

Melalui sinergi kuat yang terbangun dalam momentum Hardiknas 2026 ini, dokumen policy brief yang dihasilkan diproyeksikan tidak hanya memajukan mutu pendidikan lokal di lingkar Teluk Tomini, melainkan juga menjadi akselerator penting bagi Universitas Negeri Gorontalo dalam memantapkan langkah menuju rekognisi global.

Continue Reading

Advertorial

Cetak Sejarah Baru: FK UNG Resmi Buka Pendaftaran PPDS Spesialis Anestesiologi 2026

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menorehkan sejarah baru dalam pengembangan pendidikan kedokteran di wilayahnya. Fakultas Kedokteran (FK) UNG secara resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Tahun Akademik 2026/2027.

Penerimaan mahasiswa perdana untuk program spesialis tersebut dibuka mulai tanggal 25 Mei hingga 6 Juni 2026. Kehadiran program studi baru ini menjadi tonggak sejarah bagi UNG dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi kesehatan sekaligus menjawab krisis kelangkaan tenaga dokter spesialis di kawasan timur Indonesia.

Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK., menjelaskan bahwa pembukaan PPDS ini merupakan langkah taktis untuk memperluas akses pendidikan dokter spesialis, baik melalui jalur reguler maupun skema kerja sama kemitraan. Program ini dihadirkan guna mendukung akselerasi pembangunan kesehatan daerah serta mendorong pemerataan tenaga medis di wilayah yang masih terisolasi.

“Pembukaan PPDS ini merupakan bagian dari komitmen kokoh UNG dalam mendongkrak kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan sistem pendidikan dokter spesialis yang bermutu tinggi,” ujar Dr. Cecy, Senin (25/05/2026).

Ia menerangkan, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui laman resmi https://pmb.ung.ac.id/. Para calon dokter spesialis diwajibkan untuk mengisi formulir elektronik serta mengunggah seluruh dokumen persyaratan yang telah ditentukan.

Berdasarkan jadwal resmi, tahapan verifikasi berkas administrasi akan dilangsungkan pada 25 Mei hingga 9 Juni 2026, yang kemudian diikuti dengan pengumuman hasil seleksi administrasi pada 12 Juni 2026. Calon mahasiswa yang lolos diwajibkan mengikuti tes kesehatan pada 12 hingga 20 Juni 2026, sebelum masuk ke rangkaian seleksi tahap lanjutan pada 22 hingga 26 Juni 2026.

Senada dengan itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa penerimaan angkatan pertama PPDS ini merupakan jawaban nyata atas ketimpangan jumlah dokter spesialis di Provinsi Gorontalo dan kawasan lingkar Teluk Tomini.

“Penerimaan mahasiswa baru ini menjadi langkah awal yang sangat krusial bagi UNG dalam mencetak dokter spesialis yang kompeten dan siap mengabdi di garis depan masyarakat. Melalui program ini, UNG ingin mengambil peran lebih besar di kawasan timur Indonesia guna melahirkan tenaga medis yang tidak hanya unggul secara akademik, namun berdedikasi tinggi,” pungkas Prof. Eduart Wolok.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler