Connect with us

Gorontalo

Kajian Inklusif “Titik Balik”, GOROBA Pelopori Dakwah yang Merangkul Semua

Published

on

Gorontalo – Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama Asrama Haji Gorontalo, Sabtu (10/1). Di ruang yang dipenuhi semangat refleksi dan kehangatan, Yayasan Gorontalo Baik Indonesia (GOROBA) bersama komunitas Saling Jaga Kita Bisa menggelar Kajian Titik Balik — sebuah forum dakwah yang tidak hanya mengajak merenung, tetapi juga berkomitmen merangkul semua kalangan tanpa terkecuali.

Kegiatan ini menghadirkan tiga sosok inspiratif: pendakwah nasional Habib Husein Ja’far Al HadarHabib Salim bin Abdurrahman Al Jufri, dan Ustaz Rosman Manto sebagai moderator. Sekitar seribu peserta dari beragam latar belakang turut hadir, termasuk puluhan penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata dari semangat dakwah inklusif yang diusung panitia.

Komitmen inklusivitas itu tampak sejak awal acara. Selama kajian berlangsung, panitia menghadirkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk menerjemahkan setiap pesan dakwah ke dalam bahasa isyarat, sehingga seluruh jamaah dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan setara.

Dalam tausiyahnya, Habib Husein Ja’far mengajak jamaah untuk menengok kembali makna kesempurnaan dan rasa syukur. Menurutnya, setiap ketetapan Allah adalah sempurna; tugas manusia adalah belajar menerimanya dengan hati lapang dan penuh rasa syukur.

“Pemberian Allah itu sudah sempurna. Tinggal bagaimana cara kita menikmatinya dan mensyukurinya,” ujar Habib Husein di hadapan jamaah.

Ia menambahkan bahwa perubahan besar dalam hidup seringkali berawal dari keberanian menata hati. Ketulusan, katanya, menjadi kunci dalam menerima setiap ketentuan Ilahi dengan tenang.

“Perubahan besar dimulai dari hati yang tulus. Maka tuluskan hati dan terimalah segala ketetapan Allah,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Habib Husein juga mengingatkan pentingnya momen untuk berhenti sejenak dalam perjalanan hidup — bukan untuk menyerah, melainkan untuk bermuhasabah dan memastikan arah tetap lurus.

“Kita berhenti bukan karena menyerah, tapi untuk istirahat sejenak, merenung, dan memastikan kembali arah hidup,” ucapnya.

Selain pesan spiritual, Habib Husein turut menyoroti keterbatasan akses dakwah bagi penyandang disabilitas. Ia menyampaikan kisah peserta tunarungu yang kerap salah memahami ajaran agama karena minimnya akses dakwah inklusif.
Menurutnya, Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin seharusnya dapat diakses oleh semua kalangan, tanpa pengecualian. Ia pun menyinggung kisah dalam awal Surah ‘Abasa sebagai teguran Allah agar umat Islam tidak mengabaikan kelompok disabilitas.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN) Gorontalo, Ferlan S. Ibrahim. Ia menyebut Kajian Titik Balik sebagai pengalaman berharga dan inklusif.

“Selama ini kami mengikuti kajian tanpa akses bahasa isyarat. Ini baru pertama kali kami merasakan kajian dengan JBI, dan kami sangat senang,” ungkap Ferlan.

Ia berharap akan semakin banyak kegiatan keagamaan yang menyediakan ruang setara bagi penyandang disabilitas, agar dakwah benar-benar menjadi milik semua.

Sementara itu, Founder GOROBA, Ririn, menegaskan bahwa Kajian Titik Balik lahir dari niat sederhana untuk memanusiakan manusia.

“GOROBA lahir dari hati, dari niat sederhana untuk membantu yang lemah dan melindungi yang rentan. Dari gerobak kecil yang membawa harapan, kini menjadi gerakan yang menyala dari hati ke hati,” jelasnya.

Ririn menambahkan, Titik Balik merupakan ajakan untuk merefleksikan diri lalu kembali melangkah menjadi versi diri yang lebih baik.

“Titik Balik adalah ruang untuk memulai kembali tanpa harus menunggu semuanya sempurna. Momen ketika kita berkata, ‘Ya Allah… aku ingin kembali’,” pungkasnya.

Gorontalo

Di Tengah Gencarnya Razia Polisi: Siasat Tambang Ilegal Buntulia Tetap Melenggang Bebas

Published

on

Gorontalo – Di tengah masifnya operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) oleh jajaran Polres Pohuwato, praktik penambangan ilegal di kawasan Jahiya–Hulawa, Kecamatan Buntulia, justru disinyalir masih bebas beroperasi.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan media Barakati.id pada Kamis (6/8/2026), di lokasi tersebut ditemukan sedikitnya dua unit alat berat jenis ekskavator merek Hitachi berwarna oranye yang diduga kuat aktif mengeruk material tambang secara ilegal.

Kontrasnya aktivitas di Buntulia dengan gencar-gencarnya razia aparat di wilayah lain memicu tanda tanya publik. Pasalnya, meski kepolisian berulang kali mengamankan ekskavator di sejumlah titik PETI di Kabupaten Pohuwato, kegiatan di lokasi ini terkesan tak tersentuh hukum.

Hasil penelusuran Barakati.id mengungkapkan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin tersebut diduga dikelola oleh seorang pengusaha lokal berinisial DE alias Daeng Edy. Kendati demikian, informasi ini masih memerlukan pembuktian hukum lebih lanjut, dan media tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence).

Suasana tertutup tampak jelas di area yang disinyalir sebagai camp operasional tambang. Di gerbang masuk area tersebut terpasang papan bertuliskan “Tidak Menerima Tamu”. Tulisan itu memicu spekulasi bahwa operasional di dalam kawasan disengaja tertutup dari jangkauan dan pengawasan pihak luar.

Fenomena ini menyisakan persoalan serius bagi aparat penegak hukum (APH). Publik mempertanyakan alasan di balik melenggangnya aktivitas PETI di Jahiya–Hulawa. Muncul dugaan apakah lokasi tersebut memang belum terjangkau operasi, atau terdapat faktor lain yang membuat kegiatan ilegal itu seolah kebal hukum.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kepolisian untuk membongkar aktor intelektual maupun pihak-pihak di balik layar, termasuk menelisik potensi adanya oknum yang memberikan perlindungan (back-up) atas praktik penambangan liar tersebut.

Selain melanggar regulasi perundang-undangan, aktivitas PETI secara masif dampaknya langsung mengancam kelestarian lingkungan, memicu sedimentasi sungai, serta meningkatkan risiko bencana ekologis bagi masyarakat sekitar.

Penegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa pandang bulu menjadi kunci utama untuk menepis anggapan publik mengenai adanya tebang pilih dalam penindakan tambang ilegal di Kabupaten Pohuwato.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Barakati.id telah berupaya melayangkan konfirmasi kepada pihak yang diduga bertanggung jawab atas aktivitas tersebut, namun belum mendapatkan tanggapan. Sesuai kode etik jurnalistik, ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka untuk memelihara keberimbangan berita.

Continue Reading

Gorontalo

Abaikan Penolakan Warga Sejak 2024: PT Celebes Bone Mineral Paksakan Konsultasi Publik Amdal di Bonepantai

Published

on

Gorontalo – Gelombang penolakan terhadap aktivitas industri ekstraktif kembali membara di kawasan pesisir Kabupaten Bone Bolango. Meski sempat mendapat penolakan keras masyarakat pada 2024 lalu, PT Celebes Bone Mineral (CBM) disinyalir tetap memaksakan rencana ekspansi pertambangan di wilayah Kecamatan Bonepantai dan sekitarnya.

Langkah ekspansi tersebut terkuak seiring beredarnya Surat Undangan Resmi PT Celebes Bone Mineral Nomor: 08/CBM/VII/2026. Dalam dokumen tersebut, pihak perusahaan menjadwalkan agenda Konsultasi Publik terkait Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada Kamis (6/8/2026) di Kecamatan Bonepantai. Forum ini digelar sebagai tahapan wajib guna menaikkan status Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke tahap Operasi Produksi.

Rencana konsultasi publik tersebut menyasar cakupan wilayah yang terbilang luas. Pihak perusahaan mengundang perwakilan warga dari 13 desa di Kecamatan Bonepantai, 2 desa di Kecamatan Bulawa, serta 1 desa di Kecamatan Kabila Bone.

Rencana agenda tersebut memicu reaksi tajam dari masyarakat lokal. Warga menilai perusahaan secara sepihak memaksakan kehendak tanpa mengindahkan aspirasi warga yang sejak dua tahun lalu secara tegas menolak kehadiran tambang di wilayah mereka.

Tokoh masyarakat Kecamatan Bonepantai, Rahmat Husain, menyatakan sikap tegas menolak seluruh rangkaian kegiatan maupun forum dialog yang bertujuan membuka jalan bagi industri pertambangan di tanah kelahiran mereka.

“Kami menolak keras kegiatan atau acara dalam bentuk apa pun yang membahas isu pembukaan tambang oleh pihak perusahaan mana pun di wilayah Kecamatan Bonepantai,” tegas Rahmat Husain.

Penolakan masif yang konsisten disuarakan warga pesisir ini berlandaskan kekhawatiran atas dampak kerusakan lingkungan. Kehadiran industri ekstraktif di wilayah Bonepantai, Bulawa, dan Kabila Bone dinilai berpotensi merusak ekosistem pesisir serta perairan Teluk Tomini, menghancurkan daerah resapan air, dan mengancam ruang hidup nelayan serta petani lokal.

Rencana konsultasi publik PT CBM diprediksi bakal mendapat perlawanan ketat dari koalisi masyarakat sipil dan warga lintas desa yang bersiap menghadang masuknya aktivitas pertambangan demi memelihara kelestarian ruang hidup mereka.

Continue Reading

Gorontalo

Sembunyi di Batudaa Pantai: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pelaku Curanmor

Published

on

Gorontalo – Pelarian pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Gorontalo berujung di jeruji besi. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Jatanras Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota berhasil meringkus terduga pelaku kurang dari dua hari pasca-aksi pencurian, Kamis (30/7/2026) dini hari.

Terduga pelaku berinisial RH alias Rijal (23), warga Kelurahan Wonggaditi Timur, disergap petugas sekira pukul 00.14 WITA saat bersembunyi di sebuah rumah di kawasan Batudaa Pantai.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban, Mohamad Fajrin Patirani, seorang karyawan swasta asal Kelurahan Molosipat. Berdasarkan kronologi kejadian, insiden pencurian tersebut berlangsung pada Selasa (28/7/2026) sekira pukul 22.00 WITA.

Kala itu, korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna merah miliknya di depan gudang oli tempatnya bekerja di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur. Korban yang sempat meninggalkan lokasi sebentar untuk membeli rokok terkejut mendapati kendaraannya sudah lenyap saat kembali.

Sadar menjadi korban pencurian, korban lantas menghubungi atasannya, Kezia Kambey, untuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) gudang. Hasil analisis rekaman menunjukkan sepeda motor berpelat nomor DB 3539 AR tersebut telah digondol oleh pria tak dikenal. Atas kejadian itu, korban langsung membuat laporan resmi di SPKT Polresta Gorontalo Kota.

Menindaklanjuti laporan korban, Tim URC Jatanras bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mendeteksi keberadaan pelaku dan melakukan penangkapan tanpa perlawanan. Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mako Polresta Gorontalo Kota guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler