Advertorial
KIP dan KPID Gorontalo Terancam Lumpuh, Anggaran Hilang dari APBD 2026
Published
5 months agoon
DEPROV – Tidak adanya alokasi anggaran untuk Komisi Informasi Publik (KIP) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dalam APBD 2026 mendapat sorotan tajam dari Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo.
Hal ini terungkap dalam rapat bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gorontalo, KPI, dan KPID, yang membahas rancangan APBD 2026. Dalam pembahasan, Komisi 1 menemukan bahwa pos anggaran untuk KIP dan KPID tidak tercantum sama sekali.
Anggota Komisi 1, Kristina Udoki, menegaskan bahwa kedua lembaga tersebut dibentuk berdasarkan undang-undang dan harus mendapatkan perhatian, termasuk dukungan anggaran, agar keterbukaan informasi publik tetap terjamin.
“Kalau tidak ada anggaran, sama saja mau dibubarkan. Kalau ini terjadi, maka Komisi 1 wajib bertanggung jawab,” tegas Kristina.
Sementara itu, anggota Komisi 1 lainnya, Femy, menjelaskan bahwa anggaran untuk KPID seharusnya disediakan sesuai surat edaran Komisi Penyiaran Indonesia, arahan Presiden, serta surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta gubernur di setiap provinsi untuk mengalokasikannya.
Namun, Kominfo Gorontalo justru tidak menganggarkan KIP dan KPID dalam APBD murni, melainkan hanya mengusulkannya pada anggaran tambahan.
“KIP dan KPID ini adalah langkah maju pemerintah. Tetapi jika tidak dianggarkan, berarti ini kemunduran,” ujar Femy.
Kristina juga menambahkan, alasan keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi penghalang, karena provinsi lain tetap mengalokasikan dana bagi KIP dan KPID meski mengalami efisiensi anggaran. Dari total Rp17 miliar anggaran Kominfo, dilakukan efisiensi hingga tersisa Rp14 miliar.
You may like
-
Mulai 2026 dengan Komitmen: ASN Pohuwato Didorong Tingkatkan Kinerja
-
Jangan Lengah! Wakil Bupati Ingatkan Desa Hadapi Tantangan Baru Anggaran
-
Rp43 Miliar Dipertahankan, Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato Aman dari Efisiensi
-
Tantangan Fiskal Tak Halangi, ASN Pohuwato Diminta Tetap Berkomitmen
-
Kandidat KPID Gorontalo paparkan visi di hadapan Komisi I
-
Tiga Tahun Beruntun, UNG Pertahankan Predikat “Informatif” dari KIP RI
Advertorial
Bersih dan Transparan! RSUD Aloei Saboe Komitmen Bangun Zona Integritas
Published
25 mins agoon
19/01/2026
Kota Gorontalo – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe resmi mencanangkan pembangunan Zona Integritas (ZI) sebagai wujud komitmen menuju pelayanan publik yang bersih, berintegritas, dan berkualitas.
Kegiatan pencanangan ditandai dengan pengucapan komitmen bersama seluruh karyawan RSUD Aloei Saboe di hadapan Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, pada Senin (19/1/2026).
Dalam sambutannya, Wawali Indra menegaskan bahwa pencanangan zona integritas menjadi langkah awal dalam membangun tata kelola rumah sakit yang profesional, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Rumah sakit adalah pelayanan publik yang paling dekat dengan masyarakat. Pasien datang dengan latar belakang dan kondisi berbeda, bukan karena pilihan, melainkan karena kebutuhan dan keterpaksaan akibat sakit. Karena itu, pelayanan harus mengedepankan empati,” ujar Indra Gobel.
Ia menambahkan, komitmen yang telah diikrarkan perlu diwujudkan dalam perilaku kerja yang disiplin, jujur, dan konsisten melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
“Ingat, perubahan dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga ketepatan waktu, melayani pasien tanpa memandang latar belakang, serta memastikan seluruh proses layanan berjalan lancar tanpa hambatan administratif,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Indra mengungkapkan bahwa sebanyak tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo telah dipersiapkan mengikuti evaluasi Zona Integritas tingkat nasional.
Ketiga OPD tersebut yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta RSUD Aloei Saboe.
“RSUD Aloei Saboe merupakan salah satu dari tiga OPD yang dipersiapkan oleh Inspektorat Kota Gorontalo untuk diajukan dalam evaluasi pembangunan Zona Integritas di tingkat nasional,” jelas Wawali Indra.
Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa pencanangan ZI bukan semata demi memperoleh penilaian, melainkan bagian dari strategi mewujudkan visi Kota Gorontalo sebagai kota jasa yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Selain itu, tujuan utamanya adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera melalui pelayanan publik yang bersih, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan warga,” paparnya.
Ia menutup sambutan dengan mengingatkan pentingnya perubahan di seluruh aspek organisasi, mulai dari pembenahan sikap kerja, penyederhanaan prosedur layanan, penguatan profesionalisme sumber daya manusia, peningkatan akuntabilitas dan sistem pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Advertorial
Langkah Nyata UNG Dorong Siswa Gorontalo Masuk PTN Lewat Sosialisasi SNPMB 2026
Published
1 hour agoon
19/01/2026
UNG – Dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara intensif menggencarkan sosialisasi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026. Langkah strategis ini bertujuan memastikan semua calon mahasiswa memperoleh informasi yang akurat, terbuka, dan mudah dipahami mengenai mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi.
Sosialisasi dan promosi SNPMB 2026 kali ini difokuskan pada sekolah-sekolah se-Provinsi Gorontalo, dengan kegiatan pembukaan yang berlangsung di Ballroom Hulonthalo, Senin (19/1/2026). Acara ini dihadiri para kepala sekolah dan operator sekolah sebagai mitra penting dalam menyebarluaskan informasi penerimaan mahasiswa baru kepada para siswa di wilayahnya masing-masing.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (Karo AKP) UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi teknis, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi sekolah agar memahami setiap tahapan penerimaan secara menyeluruh.
“Kami berharap para kepala sekolah dan operator dapat meneruskan informasi ini secara lengkap kepada siswa, sehingga mereka dapat mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Darman.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., yang mewakili Rektor dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya pemahaman mendalam terhadap sistem SNPMB. Ia menekankan bahwa literasi digital dan ketelitian administratif menjadi faktor kunci dalam keberhasilan siswa mengikuti seleksi masuk PTN.
“Jangan sampai kesempatan emas untuk masuk ke perguruan tinggi negeri hilang begitu saja hanya karena minimnya literasi digital atau kesalahan teknis saat mendaftar. Sekolah memiliki peran strategis untuk mengarahkan siswa agar menempuh setiap tahapan dengan benar,” tegas Prof. Hafidz.
Ia menambahkan, UNG berkomitmen penuh mengawal proses sosialisasi hingga ke seluruh lapisan sekolah di Gorontalo agar tidak ada siswa yang tertinggal informasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peran sekolah tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mentor akademik yang dapat membantu siswa dalam memilih program studi dan menyiapkan dokumen administrasi dengan tepat.
Dengan langkah sistematis ini, UNG optimistis tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Provinsi Gorontalo akan terus meningkat. Transparansi data dan kemudahan akses informasi menjadi fondasi utama dalam membuka jalan bagi generasi muda menuju perguruan tinggi negeri.
Advertorial
Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah
Published
2 hours agoon
19/01/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi memperingati Dies Natalis ke-33 pada Januari 2026. Momentum bersejarah ini dirayakan dengan penuh khidmat melalui upacara bendera yang diikuti ribuan civitas akademika di halaman utama kampus.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi mendalam terhadap perjalanan UNG sebagai institusi pendidikan yang terus bertransformasi menuju kemajuan.
Rektor mengibaratkan UNG sebagai “Rumah Besar” yang menaungi puluhan ribu harapan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Meski telah mencatat berbagai kemajuan dalam tiga dekade terakhir, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi agar UNG semakin unggul di masa depan.
“Di usia ke-33 ini, UNG telah menjadi rumah besar yang menampung berbagai cita-cita dalam bingkai perguruan tinggi. Namun, kami sadar bahwa UNG belumlah sempurna. Karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan di segala lini,” ujar Rektor Eduart Wolok.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa kekuatan utama UNG terletak pada sumber daya manusianya—yakni ribuan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang berperan sentral dalam kemajuan institusi. Namun, besarnya jumlah SDM tidaklah cukup tanpa peningkatan kualitas yang berkelanjutan.
“Jika dosen dan tendik berhenti menempa diri, maka UNG akan tertinggal dalam menghadapi dinamika zaman yang makin kompleks. Peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa harus menjadi fokus utama sebagai bentuk tanggung jawab moral Kampus Kerakyatan UNG,” tegasnya.
Menutup pesannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika menjadikan momen Dies Natalis ke-33 sebagai titik awal memperkuat kebersamaan, meningkatkan produktivitas, dan bekerja bersama untuk membawa UNG menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Momentum Dies Natalis ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperkokoh semangat kolaborasi. Mari kita melangkah bersama, bekerja keras, dan memastikan UNG menjadi institusi yang benar-benar diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Mulai 2026 dengan Komitmen: ASN Pohuwato Didorong Tingkatkan Kinerja
Bersih dan Transparan! RSUD Aloei Saboe Komitmen Bangun Zona Integritas
Jelang 23 Januari, KNPI Minta Pemda Bone Bolango Lebih Sigap Siapkan Peringatan Hari Patriotik
Langkah Nyata UNG Dorong Siswa Gorontalo Masuk PTN Lewat Sosialisasi SNPMB 2026
Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah
JIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025
Bukan Sekadar Imbauan! Wali Kota Gorontalo Tegas Larang Petasan di Malam Tahun Baru
Potret Ironi Wisata Gorontalo, Akses ke Molowahu Rusak Parah
Janji Potong Jari Berbuah Nyata? Ka Kuhu Ditetapkan Tersangka
Diduga Korsleting, Kebakaran Hanguskan Bangunan Asrama Santri di Popayato Barat
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo2 months agoMenolak Lupa: Tragedi 2 Januari 2025, Ketika Keadilan untuk Julia Belum Datang
-
Gorontalo2 months agoBukan Rapat Biasa, Instruksi Gerindra Tegaskan Kader Harus Kompak dan Berdampak untuk Mayoritas Rakyat
-
Gorontalo4 weeks agoJIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025
-
Gorontalo3 months agoMenakar Fungsi Kontrol di DPRD Kota Gorontalo
-
Advertorial2 months agoPanasnya Konflik Sawit! DPRD Provinsi Gorontalo dan KPK Turun Tangan
-
Gorontalo2 months agoAbai dan Bungkam: Refleksi Elit Gorut Atas Tragedi Julia
-
Gorontalo1 month agoBerawal dari Arahan Wali Kota, Kelurahan Biawao Raih Juara Pemungutan PBB-P2
-
News3 months agoAir Aqua Ternyata dari Sumur Bor, YLKI: Melanggar Hak Konsumen
