UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Menyongsong Tradisi: UNG Mengukir Sejarah dengan Penerbitan Kitab Hikayat Meeraji untuk Melestarikan Warisan Gorontalo
Published
2 years agoon
UNG – Penerbitan Kitab Hikayat Meeraji oleh Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan sebuah langkah penting dalam upaya melestarikan tradisi Gorontalo, khususnya dalam merayakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 27 Rajab.
Tradisi melantunkan Meeraji telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Gorontalo selama berabad-abad, dan kitab tersebut mengisahkan perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dalam Bahasa Gorontalo yang ditulis dengan abjad pegon.
Sebelumnya, naskah Meeraji yang digunakan oleh para pelantun tidak memiliki standar yang jelas, dan sebagian besar merupakan salinan fotokopi yang buram. Untuk mengatasi hal ini, UNG membentuk tim khusus untuk menyempurnakan kembali naskah Meeraji.
Proses ini melibatkan pengumpulan naskah dari berbagai wilayah adat Gorontalo, focus group discussion dengan pelantun dari berbagai wilayah, pengetikan ulang, penyuntingan, penterjemahan, dan penelaahan hingga proses percetakan.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., menjelaskan bahwa penyempurnaan Kitab Hikayat Meeraji memakan waktu sekitar dua tahun. Tujuan dari penyempurnaan ini bukan untuk menggantikan kitab lama, namun untuk menyatukan berbagai elemen dari kitab Meeraji yang ada di berbagai wilayah adat Gorontalo sehingga menjadi satu kesatuan yang padu. Kitab tersebut juga dilengkapi dengan terjemahan Bahasa Indonesia dan tulisan Latin.
Proses penyempurnaan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Ir. Al-Habib Muhammad Effendi Al-Eydrus, SH., MM., dan tim editor yang terlibat secara intensif dalam memberikan masukan kritis dan penelaahan. Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada para pelantun yang telah berperan sejak awal dalam proyek ini.
Dengan penerbitan Kitab Hikayat Meeraji yang disempurnakan ini, UNG berharap dapat menjaga tradisi dan budaya Gorontalo agar tetap hidup dan berkembang di masa depan. Langkah ini juga menjadi bukti komitmen UNG dalam melestarikan warisan budaya dan intelektual masyarakatnya.
You may like
-
Riset Dosen UNG Tembus Jurnal Scopus Q1 Bahas Tantangan Penerjemah di Era AI
-
Buktikan Kualitas Akademik! Prodi Sistem Informasi UNG Sinkronkan Data Penilaian Akreditasi Terbaru
-
Gebrakan Kampus Merah Maron: Rektor Eduart Tantang Mahasiswa UNG Lulus Lewat Jalur Prestasi
-
Tancap Gas! UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul” di Tahun 2026
-
Kabar Gembira Mahasiswa: Publikasi Jurnal SINTA Kini Bisa Direkognisi Gantikan Skripsi!
-
Puncak Kebanggaan Orang Tua, Rektor dan Senat UNG Kukuhkan 700 Wisudawan Diploma hingga Doktor
Advertorial
Riset Dosen UNG Tembus Jurnal Scopus Q1 Bahas Tantangan Penerjemah di Era AI
Published
8 hours agoon
18/04/2026
UNG – Dua akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Novriyanto Napu dan Usman Pakaya, kembali mencetak prestasi gemilang di kancah akademik internasional. Keduanya mempublikasikan kajian riset ilmiah terbaru yang mengupas tuntas terkait tantangan model penilaian kompetensi penerjemahan (translation competence) di era disrupsi kecerdasan buatan (AI).
Artikel ilmiah yang bertajuk “From Foundational Frameworks to Future Frontiers: Critical Perspectives of Translation Competence Assessment Models and Emerging Challenges” tersebut sukses menembus jurnal internasional bereputasi tinggi, Current Issues in Language Planning, yang terindeks Scopus Q1 pada tahun 2026.
Riset inovatif ini menyoroti pergeseran paradigma bahwa kompetensi penerjemahan kini bukan sekadar perkara penguasaan linguistik atau bahasa semata. Lebih jauh, penerjemahan adalah sebuah gabungan kompleks yang melibatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional. Selama ini, instrumen penilaian kemampuan penerjemah cenderung berfokus pada hasil akhir terjemahan (berbasis produk). Namun, studi UNG ini membuktikan bahwa pendekatan usang tersebut tak lagi cukup untuk memotret kemampuan riil seorang penerjemah.
Melalui analisis komprehensif terhadap berbagai publikasi ilmiah dalam satu dekade terakhir, duo peneliti UNG ini menemukan adanya lompatan signifikan dalam metode penilaian. Dunia pendidikan dan industri penerjemahan kini dituntut untuk beralih menuju pendekatan yang holistik, yakni menggabungkan proses, refleksi, serta bukti kinerja secara nyata.
Metode penilaian mandiri seperti penyusunan portofolio serta komentar reflektif kini menjadi instrumen krusial. Tujuannya adalah untuk menilai secara mendalam bagaimana pola pikir, logika, dan proses pengambilan keputusan seorang penerjemah saat bekerja.
Fokus tajam penelitian ini juga mengarah pada besarnya pengaruh teknologi, khususnya kehadiran Neural Machine Translation (NMT) berbasis AI seperti Google Translate dan sejenisnya. Kehadiran teknologi ini dinilai membawa tantangan fundamental. Pasalnya, hasil terjemahan modern tidak lagi murni mencerminkan kemampuan individu. Oleh karena itu, sistem penilaian masa kini dituntut harus mampu membedakan dengan presisi antara buah pemikiran manusia dan kontribusi bantuan mesin cerdas.
Di sisi lain, kajian ini turut membedah persoalan pelik yang masih memicu perdebatan. Mulai dari bagaimana menyeimbangkan pola kerja kolaboratif dengan tanggung jawab individu, persoalan kesenjangan antara materi pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil industri, hingga implementasi metode penilaian yang terbukti belum merata di berbagai institusi pendidikan.
Sebagai solusi dan kontribusi ilmiah nyata, Napu dan Pakaya menawarkan sebuah kerangka konseptual baru. Kerangka ini dirancang secara khusus untuk membantu pengembangan sistem penilaian yang jauh lebih adaptif dan relevan dengan tantangan masa depan. Keduanya menekankan urgensi pendekatan yang tidak hanya mengkalkulasi hasil akhir, tetapi juga mengevaluasi proses, etika penggunaan teknologi, serta daya kritis mahasiswa.
Riset ini hadir pada momentum yang krusial, di mana pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya tuntutan industri global mengharuskan lulusan penerjemahan tidak hanya mahir secara linguistik, tetapi juga adaptif, kritis, dan profesional. Tembusnya artikel ini di jurnal Scopus Q1 sekaligus memperkokoh eksistensi serta kontribusi Universitas Negeri Gorontalo dalam memajukan diskursus ilmu linguistik terapan di panggung dunia.
Advertorial
Buktikan Kualitas Akademik! Prodi Sistem Informasi UNG Sinkronkan Data Penilaian Akreditasi Terbaru
Published
16 hours agoon
17/04/2026
UNG – Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kian mematangkan langkah strategisnya guna menghadapi proses reakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM) tahun 2026. Sebagai wujud keseriusan tersebut, jajaran prodi menggelar rapat evaluasi dan pemantapan dokumen akreditasi di Ruang Teknik Informatika, Kamis (16/04/2026).
Agenda utama dalam pertemuan krusial ini difokuskan pada pemaparan serta pembahasan mendalam terkait progres penyusunan dokumen Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED).
Rapat ini dihadiri langsung oleh seluruh dosen di lingkungan Jurusan Teknik Informatika, khususnya para akademisi yang masuk dalam tim pengembang dan penyusun dokumen akreditasi Prodi Sistem Informasi. Kegiatan ini dinilai sebagai tahapan esensial guna memastikan seluruh instrumen penilaian telah dipersiapkan secara komprehensif, terstruktur, dan selaras dengan standar baku yang ditetapkan oleh LAM INFOKOM.
Dalam sesi pemaparan, tim akreditasi merincikan perkembangan penyusunan dokumen LKPS dan LED. Hal yang dibahas meliputi capaian kinerja, indikator mutu, hingga evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di prodi tersebut.
Diskusi yang berlangsung interaktif itu menitikberatkan pada sejumlah poin penting. Di antaranya adalah penguatan validitas data pendukung, penjagaan konsistensi narasi dalam evaluasi diri, serta kepastian kesiapan dokumen bukti fisik yang akan menjadi kunci dalam penilaian akreditasi.
Selain berfungsi sebagai forum evaluasi internal tim, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi yang efektif bagi seluruh tenaga pendidik. Tujuannya tak lain untuk menyelaraskan persepsi dan mengoptimalkan kontribusi masing-masing dosen dalam menyukseskan proses reakreditasi. Keterlibatan aktif ini sekaligus menjadi cerminan komitmen kolektif Prodi Sistem Informasi UNG dalam menjaga marwah dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan.
Melalui forum pemantapan ini, Prodi Sistem Informasi UNG menegaskan kesiapannya untuk berhadapan dengan proses asesmen LAM INFOKOM. Dengan bekal rekam jejak kinerja yang terukur, tata kelola yang sistematis, serta capaian yang relevan, prodi ini optimistis menatap hasil maksimal.
Ke depannya, Prodi Sistem Informasi UNG akan terus mengebut proses penyempurnaan kelengkapan dokumen dan memperkuat indikator kinerja. Langkah proaktif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi peningkatan mutu fakultas, sekaligus jaminan kesiapan optimal dalam menyambut penilaian akreditasi tahun ini.
Advertorial
Gebrakan Kampus Merah Maron: Rektor Eduart Tantang Mahasiswa UNG Lulus Lewat Jalur Prestasi
Published
17 hours agoon
17/04/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi di ekosistem pendidikan tinggi. Salah satu terobosan progresif yang kini tengah digencarkan adalah membuka peluang bagi mahasiswa untuk lulus tanpa harus menyusun skripsi. Syaratnya, mahasiswa wajib menghasilkan karya fenomenal atau menorehkan prestasi gemilang yang dinilai ekuivalen (setara) dengan bobot tugas akhir.
Kebijakan strategis ini merupakan bagian dari upaya Kampus Merah Maron beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman. Sekaligus, langkah ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak sekadar mumpuni secara teoretis akademik, tetapi juga memiliki rekam jejak kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa pihak kampus memberikan ruang kebebasan seluas-luasnya bagi para mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri melalui karya-karya yang inovatif. Menurutnya, capaian prestasi tingkat tinggi maupun karya aplikatif yang berdampak langsung bagi lingkungan dapat diakui sebagai substitusi atau alternatif dari skripsi konvensional.
“Mahasiswa didorong untuk tidak hanya terpaku pada pola pikir penyelesaian skripsi semata, tetapi juga tertantang menghasilkan karya fenomenal yang bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Prof. Eduart saat memberikan amanat pada prosesi Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-60, beberapa waktu lalu.
Melalui payung kebijakan ini, UNG menaruh harapan besar agar semakin banyak mahasiswa yang terpacu untuk berinovasi, melahirkan karya kreatif, hingga merebut prestasi membanggakan di berbagai ajang kompetisi, baik pada level nasional maupun internasional.
Prof. Eduart menyebutkan bahwa kebijakan ini bukanlah sekadar wacana. Hal tersebut telah sukses dibuktikan oleh salah satu lulusan dari Fakultas Kedokteran UNG, Taufiqullah Dzaki Baruwadi, S.Ked.
“Lulus tanpa skripsi ini sudah dibuktikan oleh Taufiqullah Dzaki Baruwadi yang baru saja dikukuhkan pada Wisuda ke-60. Ia berhasil lulus tanpa jalur skripsi karena memiliki portofolio karya dan prestasi yang telah diakui setara dengan tugas akhir. Kami berharap, langkah brilian ini dapat diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya,” terang Rektor UNG dua periode tersebut.
Gebrakan ini sekaligus mengirimkan sinyal kuat terkait perubahan paradigma pendidikan tinggi di Gorontalo—beralih dari sekadar ritual penyelesaian tugas administratif menuju penciptaan karya yang aplikatif dan berdampak luas. Dengan bekal tersebut, para lulusan UNG kelak tidak hanya mengantongi secarik ijazah dan gelar sarjana, melainkan juga membawa rekam jejak pengabdian dan inovasi yang siap diuji di dunia profesional.
Tingkatkan Kualitas Layanan, 44 Nakes Gorontalo Ikuti Pelatihan Perawatan Luka Modern One Emergency
Riset Dosen UNG Tembus Jurnal Scopus Q1 Bahas Tantangan Penerjemah di Era AI
Kabar Duka dari Sipatana! Satu dari Dua Bocah yang Terseret Arus Sungai Bone Ditemukan Meninggal
KPK Ungkap Dana Korupsi Kerap Mengalir ke Wanita Simpanan. Biasanya yang Bening-Bening
Siap-siap! Menteri Bahlil Beri Sinyal Harga Pertamax Cs Bakal Segera Disesuaikan
Viral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
Meresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
Sikat Pungli: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Oknum AH Terkait Pungutan UMKM
Tuntut Transparansi: Massa Desak Inspektorat Tak “Main Mata” dalam Kasus Mafia Obat
Tidak Diperhatikan Pemda Selama Beberapa Tahun, dr. Rizal Alaydrus & Papip Celebes Akhirnnya Turun Tangan Renovasi Asrama Bogor
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Advertorial2 months agoTertib Administrasi! Pemkab Pohuwato Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan
-
Gorontalo3 months agoKlarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje
-
Gorontalo1 month agoTak Tinggal Diam! Dugaan Pelecehan dan Pelanggaran Kerja Alfamidi Dilaporkan ke Disnaker
-
Gorontalo2 months agoTak Sekadar Rayakan HUT, Gerindra Gorontalo Ulurkan Kasih untuk Anak Yatim dan Piatu
-
Gorontalo3 months agoGeram Kerusakan Alam! Pemuda Muhammadiyah Layangkan Protes Hukum ke Pemerintah
-
News3 months agoBahlil: Saya Menteri Gagal Kalau Saudara Kita di Desa Belum Menikmati Listrik
-
Bone Bolango2 months agoPemuda Bergerak: Karang Taruna Patriot Bilungala Kukuhkan Silaturahmi
-
Gorontalo2 weeks agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
