Connect with us

Advertorial

Prof. Eduart Wolok Tegaskan UNG Siap di Garis Depan Lawan Kemiskinan Ekstrem

Published

on

UNG – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Eduart Wolo, M.Pd., menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart usai menghadiri Deklarasi Komitmen Pengentasan Kemiskinan dan Magang Sosial yang digelar Forum Rektor Indonesia (FRI) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Graha Unesa, Kampus II Lidah Wetan Surabaya, Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Menurut Prof. Eduart, UNG telah menyiapkan serangkaian program pemberdayaan berbasis desa yang melibatkan langsung dosen dan mahasiswa, seperti KKN Tematik Pemberdayaan Ekonomi Desa, pendampingan UMKM, pembinaan petani dan nelayan, hingga program magang sosial yang memberi dampak nyata pada peningkatan kesejahteraan warga.

“UNG berkomitmen penuh menjalankan peran strategis perguruan tinggi sebagai motor perubahan sosial. Melalui tridarma, kami hadir untuk menghadirkan solusi konkret bagi pengentasan kemiskinan, bukan hanya di Gorontalo, tetapi juga di wilayah-wilayah lain yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan UNG tidak hanya fokus pada intervensi ekonomi, tetapi juga pada pembangunan kapasitas masyarakat serta penguatan potensi lokal. Kolaborasi dengan berbagai pihak diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan target nasional menghapus kemiskinan ekstrem pada 2026.

“Dengan dukungan FRI, MRPTNI, dan pemerintah, kita dapat mengoptimalkan sumber daya perguruan tinggi untuk membawa perubahan nyata. UNG siap berada di garis depan upaya ini,” pungkas Prof. Eduart.

Advertorial

Dibuka Wapres Gibran Rakabuming: Bupati dan Wabup Pohuwato Kawal Pembukaan PENAS XVII

Published

on

Pohuwato – Isu strategis kedaulatan pangan nasional menjadi episentrum pembahasan pada pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Agenda akbar tersebut dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Gedung Olahraga (GOR) David–Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/06/2026).

Hajatan skala nasional ini dihadiri langsung oleh pimpinan puncak Pemerintah Kabupaten Pohuwato, yakni Bupati Saipul A. Mbuinga bersama Wakil Bupati Iwan S. Adam. Kedatangan mereka didampingi oleh Ketua TP PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa serta Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Risnawati Adam Ali.

Acara pembukaan ini turut dikawal oleh Menteri Pertanian, jajaran pejabat pemerintah pusat, Anggota DPR RI Dapil Gorontalo Rachmad Gobel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo, serta para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia.

Dalam orasi politik anggarannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan program prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar dalam arsitektur pemerintahan Presiden Republik Indonesia saat ini. Menurut Wapres, volatilitas kondisi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, perang dagang, hingga eskalasi perang tarif antarnegara maju, menjadi alarm keras bagi Indonesia untuk segera memutus ketergantungan impor.

“Indonesia tidak boleh lagi menggantungkan nasib isi piring rakyatnya pada kebijakan negara lain. Struktur ketahanan pangan nasional harus dibangun mandiri dan kokoh dari fondasi kekuatan sektor pertanian serta perikanan dalam negeri,” tegas Wapres Gibran.

Merespons instruksi pusat tersebut, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyatakan kesiapan dan dukungan penuh jajaran daerah untuk menyukseskan peta jalan swasembada pangan tersebut. Baginya, PENAS XVII merupakan momentum krusial bagi para petani dan nelayan lokal untuk meng-upgrade wawasan, memperluas penetrasi pasar, serta mengadopsi instrumen teknologi agronomi modern.

“Pemkab Pohuwato menyambut optimis arah kebijakan Wapres. PENAS XVII ini menjadi wadah taktis untuk mengelevasi kapasitas intelektual petani dan nelayan kita, sekaligus menyelaraskan frekuensi daerah dengan program prioritas nasional,” cetus Saipul di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Saipul memaparkan bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan kemaritiman merupakan tulang punggung utama (backbone) PDRB Kabupaten Pohuwato. Oleh sebab itu, akselerasi produktivitas hilir akan terus dipacu melalui penguatan kelembagaan kelompok tani, modernisasi sarana prasarana (saprotan), serta investasi berkelanjutan pada aspek SDM.

“Pesan dari Wapres Gibran menjadi bahan bakar motivasi bagi kami di Bumi Panua. Pohuwato memiliki bentang potensi agraria dan maritim yang luar biasa besar. Kami berkomitmen mengelolanya secara optimal agar mampu menjadi lumbung penyokong pangan, baik untuk skala regional Gorontalo maupun kontribusi nasional,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Bupati Saipul menginstruksikan kepada seluruh kontingen utusan Kabupaten Pohuwato agar memanfaatkan durasi PENAS XVII ini sebagai ajang transfer teknologi. Lulusan delegasi diharapkan membawa pulang inovasi aplikatif yang mampu mendongkrak grafik kesejahteraan petani dan nelayan di daerah perbatasan tersebut.

Continue Reading

Advertorial

Boyong 340 Delegasi ke Limboto: Wabup Iwan S. Adam Lepas Resmi Kontingen PENAS XVII Pohuwato

Published

on

Pohuwato – Sebanyak 340 duta pelopor pangan Kabupaten Pohuwato resmi diberangkatkan menuju ajang nasional. Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam secara simbolis melepas kontingen Bumi Panua yang akan berlaga pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Prosesi pelepasan ini berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Pertanian Pohuwato, Jumat (19/06/2026).

Hajatan akbar skala nasional tersebut dijadwalkan bergulir pada 20–24 Juni 2026 dan siap mempertemukan puluhan ribu praktisi, inovator, serta pelaku usaha agribisnis dari seluruh penjuru tanah air.

Dalam orasinya, Wabup Iwan S. Adam menginstruksikan seluruh delegasi untuk mengawal kesuksesan agenda tersebut, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mempromosikan komoditas dan potensi unggulan daerah. Menurutnya, PENAS XVII merupakan panggung krusial bagi para petani dan nelayan lokal untuk menyerap transfer teknologi, memperluas jejaring pasar (networking), serta mengadopsi inovasi mutakhir di bidang pertanian dan perikanan.

“PENAS bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan laboratorium hidup untuk saling bertukar pengalaman dan teknologi. Kami menuntut para peserta membawa pulang ilmu-ilmu baru yang aplikatif untuk dikembangkan di daerah,” tegas Iwan.

Di hadapan ratusan peserta, Wabup Iwan secara jujur mengakui adanya dinamika fiskal daerah. Kendati demikian, ia meminta kendala tersebut tidak mereduksi militansi dan spirit kontingen.

“Meskipun berada di tengah situasi keterbatasan anggaran daerah saat ini, saya berharap hal itu tidak memadamkan api semangat seluruh peserta untuk mengharumkan nama Pohuwato di level nasional. Pemerintah daerah tetap berkomitmen penuh mengawal kesejahteraan petani, nelayan, termasuk kesejahteraan masyarakat di wilayah lingkar tambang,” imbuhnya memotivasi.

Pada kesempatan itu, Iwan juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Saipul A. Mbuinga yang urung melepas kontingen secara langsung akibat benturan agenda kedinasan lain yang tidak kalah krusial di ibukota Provinsi Gorontalo.

Di sisi lain, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pohuwato Iwan Abay melaporkan, hingga hari pelepasan, kesiapan teknis kontingen Pohuwato telah menyentuh angka 70%.

“Kuota sebanyak 340 peserta yang dipatok berdasarkan SK Bupati semuanya berhasil terpenuhi. Seluruh aspek logistik kebutuhan delegasi, termasuk pemantapan pemondokan atau penginapan di lokasi pelaksanaan, terus kami matangkan secara intensif jelang pembukaan besok,” urai Iwan Abay.

Seremoni pelepasan ini turut dikawal langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Pohuwato Kamri Alwi, Kepala Dinas Perikanan Refli Basir, Penjabat Kepala Badan Kesbangpol Yuslan Samadi, Sekretaris Dinas Pertanian Meri Maku, serta ratusan peserta kontingen PENAS XVII asal Kabupaten Pohuwato.

Continue Reading

Advertorial

Cetak 250 Sarjana Baru: Bupati Saipul Mbuinga Tantang Lulusan UNIPO Kuasai Pasar Kerja

Published

on

Pohuwato – Sektor pendidikan tinggi di Bumi Panua kembali mencetak tonggak sejarah baru dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menghadiri langsung Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Pohuwato (UNIPO) dalam rangka Wisuda Program Sarjana (S1) Angkatan IV di Aula Gedung Ichsan Convention Center (ICC) Pohuwato, Kamis (18/06/2026).

Sidang senat terbuka yang sarat nuansa khidmat dan kebanggaan tersebut mengukuhkan secara resmi sebanyak 250 wisudawan dan wisudawati dari berbagai disiplin ilmu.

Prosesi pengukuhan ini turut disaksikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI Dr. H. Munawir Sazali, S.IP., M.Si., Pembina Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (YPIPT) Ichsan Gorontalo Drs. H. Abdul Gaffar Latjokke, M.Si., Ketua YPIPT Ichsan Gorontalo Dr. H. Mohammad Ichsan Gaffar, S.E., M.Ak., serta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Pohuwato.

Hadir pula sejumlah pimpinan perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Ichsan, di antaranya Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Dr. Hj. Juriko Abdul Samad, M.Si., Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara Fatma Ngabito, S.IP., M.Si., serta Rektor Universitas Pohuwato Gretty S. Saleh, S.IP., M.Si., bersama jajaran wakil rektor, dekan, civitas akademika UNIPO, pimpinan OPD, Ketua KPU, dan Ketua Bawaslu Pohuwato.

Dalam orasi pembangunannya, Bupati Saipul A. Mbuinga melayangkan ucapan selamat sekaligus apresiasi tertinggi kepada para lulusan yang telah berhasil menuntaskan masa studi akademik mereka.

“Hari ini kita menjadi saksi lahirnya 250 sarjana baru di daerah ini. Atas nama Pemerintah Kabupaten Pohuwato, kami mengucapkan selamat dan sukses. Keberhasilan yang diraih hari ini adalah buah manis dari konsistensi, kedisiplinan, serta sokongan doa tanpa batas dari orang tua dan dedikasi para dosen pembimbing,” ujar Saipul.

Bupati Saipul menegaskan, UNIPO mengemban peran instrumen strategis yang tidak terpisahkan dari cetak biru pembangunan daerah. Sebagai satu-satunya kampus lokal yang lahir dan berakar di Bumi Panua, UNIPO telah membuktikan diri sebagai pilar utama pencetak intelektual muda yang kompetitif.

Lebih lanjut, ia memaparkan keunggulan geopolitik Kabupaten Pohuwato yang berada di koridor trans-Sulawesi. Posisi ini menjadikan Pohuwato sebagai episentrum pergerakan barang, jasa, dan manusia yang sedang berkembang pesat di ujung barat Provinsi Gorontalo.

“Arah keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh lagi bertumpu pada eksploitasi kekayaan sumber daya alam semata. Kunci utamanya terletak pada kualitas manusia yang mengelolanya secara bijaksana, produktif, dan berkelanjutan,” urai Bupati.

Merujuk potensi tersebut, Saipul menantang para sarjana baru UNIPO untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan penggerak kemandirian ekonomi daerah (job creator). Terlebih, daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Tengah ini menyimpan potensi melimpah pada sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, pariwisata, hingga pertambangan.

“Sektor-sektor unggulan kita membutuhkan sentuhan sains, teknologi, kreativitas, dan integritas moral dari generasi muda terdidik. Jadilah agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat, menghidupkan sektor UMKM, serta menelurkan gagasan segar demi kemaslahatan daerah,” harapnya.

Menutup arahannya, Bupati Saipul mengajak civitas akademika UNIPO, dunia usaha, dan elemen masyarakat untuk mempererat sinergi guna mewujudkan visi besar Pohuwato yang maju, unggul, mandiri, dan sejahtera.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler