Connect with us

Advertorial

Pelayanan Haji Makin Dekat, Bupati Pohuwato Sediakan Lahan untuk Kemenhaj

Published

on

Pohuwato – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyambut hangat kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Provinsi GorontaloDr. H. Mansur, S.Ag., M.H, di ruang kerjanya, Selasa (20/01/2026).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Iskandar DatauAsisten Pemerintahan dan Kesra Zulkifli UmarAsisten Ekonomi dan Pembangunan Mahyudin AhmadAsisten Administrasi Umum Ahmad DjuunaKabag Kesra Nakir IsmailTenaga Ahli Bupati Darwan Laiya, serta unsur Kemenhaj Provinsi dan Kemenhaj Pohuwato.

Dalam kesempatan itu, Bupati Saipul menegaskan komitmen penuh Pemerintah Daerah Pohuwato dalam mendukung keberadaan dan pembangunan Kantor Kemenhaj Pohuwato yang dinilai akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Pemerintah Daerah Pohuwato tentu sangat mendukung keberadaan Kementerian Haji dan Umrah di daerah ini. Kantor Kemenhaj akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam urusan pelayanan ibadah haji dan umrah,” ujar Bupati Saipul.

Menurutnya, kehadiran kantor Kemenhaj juga akan melengkapi infrastruktur kelembagaan kementerian di daerah sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif.

Sementara itu, Kakanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo, Dr. Mansur, menyampaikan bahwa Kabupaten Pohuwato sudah saatnya memiliki Kantor Kemenhaj tersendiri, mengingat Kementerian Haji dan Umrah kini telah berdiri mandiri secara kelembagaan dan tidak lagi bergabung dengan Kementerian Agama.

“Selain bersilaturahmi, kami juga menyampaikan rencana pembangunan Kantor Kemenhaj Pohuwato. Alhamdulillah, dukungan dari Pemerintah Daerah, khususnya dari Bapak Bupati, sangat besar dan kami sangat mengapresiasi hal itu,” tutur Dr. Mansur.

Ia menjelaskan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara pihak Kemenhaj dan Wakil Bupati Pohuwato saat peringatan Hari Amal Bakti Kemenag tingkat Provinsi Gorontalo pada awal Januari lalu.

“Kami memang sudah berencana bertemu langsung dengan Bupati sebagai bentuk koordinasi lanjutan,” tambahnya.

Didampingi Kepala Kantor Kemenhaj Pohuwato, Yunus M. Nuwa, Dr. Mansur juga menuturkan bahwa pelaksanaan pembangunan sempat terkendala ketersediaan lahan. Namun, hal itu kini mendapat respon cepat dan positif dari Pemerintah Daerah.

“Kami sangat berterima kasih karena respon Bapak Bupati luar biasa. Pemerintah Daerah telah menyediakan lahan untuk pembangunan kantor Kemenhaj Pohuwato,” jelasnya.

Bupati Saipul bahkan langsung meninjau lokasi pembangunan yang berada di pelataran Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, tepat di samping Gedung Graha Nahdlatul Ulama (NU). Ia menilai lokasi tersebut sangat strategis dan representatif untuk pelayanan masyarakat.

“Lokasinya mudah dijangkau oleh calon jemaah haji dan umrah, serta berdekatan dengan masjid sehingga dapat menunjang kegiatan keagamaan. Sambil menunggu pembangunan selesai, Gedung Graha NU bisa dimanfaatkan sementara untuk pelayanan Kemenhaj,” jelas Bupati.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Pohuwato, Yunus M. Nuwa, menyampaikan rasa syukur atas dukungan Pemerintah Daerah dan Bupati Saipul. Ia menegaskan, pihaknya akan segera menuntaskan seluruh administrasi lahan untuk dilaporkan ke pusat.

“Insyaallah seluruh kelengkapan administrasi akan segera diselesaikan. Kami berdoa semoga proses pembangunan Kantor Kemenhaj Pohuwato bisa segera terealisasi dan berjalan lancar,” harapnya.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah, pembangunan Kantor Kemenhaj Pohuwato diharapkan dapat memperkuat pelayanan keagamaan sekaligus meningkatkan akses kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Advertorial

Wali Kota Adhan Tolak Suap Ratusan Juta Demi Bersihkan Kota Gorontalo dari Miras

Published

on

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea

Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kota Serambi Madinah. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Adhan saat menghadiri agenda silaturahmi bersama masyarakat di Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Minggu (10/05/2026).

Di hadapan warga, Adhan menyatakan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo tidak akan memberikan ruang toleransi sedikit pun bagi peredaran miras. Menurutnya, miras merupakan akar dari berbagai persoalan sosial dan kriminalitas yang meresahkan masyarakat.

“Minuman keras adalah sumber dari segala masalah. Tidak ada kata kompromi untuk urusan ini,” tegas Adhan disambut antusias warga.

Ia memaparkan bahwa berdasarkan evaluasi di lapangan, mayoritas kasus perkelahian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga penyalahgunaan narkoba sering kali dipicu oleh konsumsi miras.

“Efek dari miras ini sangat berbahaya. Dari situ bisa muncul perkelahian hingga gangguan keamanan lainnya. Ini yang harus kita putus mata rantainya,” imbuhnya.

Menariknya, dalam kesempatan tersebut, Adhan mengungkap fakta mengejutkan mengenai adanya upaya pihak tertentu yang mencoba menyuap dirinya. Ia mengaku pernah ditawari uang dalam jumlah besar agar melonggarkan kebijakan pengawasan dan penertiban miras di Kota Gorontalo.

“Ada pihak yang datang membawa uang ratusan juta rupiah agar saya mau berkompromi. Namun, tawaran itu saya tolak mentah-mentah. Prinsip saya sudah jelas, keselamatan dan moralitas masyarakat tidak bisa ditukar dengan uang,” ungkap Adhan secara terbuka.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi mata dan telinga pemerintah. Adhan meminta warga tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas penjualan atau peredaran miras di lingkungan masing-masing.

“Jangan takut. Jika melihat ada yang menjual miras, segera laporkan. Siapa pun orang di baliknya, akan kita tindak tegas,” serunya.

Selain isu miras, Wali Kota Adhan juga mendorong penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer kota yang lebih aman, religius, dan kondusif bagi seluruh warga.

Continue Reading

Advertorial

STOP KEKERASAN: Satgas PPKPT UNG Gandeng Polda Gorontalo Bersihkan Kampus dari Perundungan

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmen serius dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Langkah ini dipertegas melalui audiensi strategis yang dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) UNG bersama Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo.

Kunjungan resmi Satgas PPKPT ini dipimpin langsung oleh Ketua Satgas, Dr. Laksmyn Kadir, S.Pd., M.Kes. Rombongan disambut hangat oleh Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Dr. Widodo, SH, MH, yang didampingi oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Dirreskrimum Kombes Pol. Teddy Rachesna, SH., SIK., MH., Kasubdit 4 PPA PPO Kompol. Mukhammad Hendrik Apriliyanto, SIK., MM., serta Kasubdit 3 Jatanras Kompol. Guruh Bagus Eddy Suryana, SIK., MH.

Ketua Satgas PPKPT UNG, Dr. Laksmyn Kadir, menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan langkah krusial untuk membangun sinergi antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum. Fokus utama kolaborasi ini adalah optimalisasi pencegahan serta penanganan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus secara profesional.

“Audiensi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan kampus UNG menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika. Kami ingin menciptakan ekosistem yang benar-benar bebas dari perundungan maupun kekerasan seksual,” tegas Dr. Laksmyn.

Ia menambahkan, keterlibatan Polda Gorontalo sangat dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas internal Satgas, terutama menyangkut aspek investigasi teknis dan prosedur penanganan kasus yang sesuai dengan koridor hukum.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Gorontalo melalui Dirreskrimum Kombes Pol. Teddy Rachesna, menyatakan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap inisiatif UNG. Polda Gorontalo berkomitmen untuk memberikan pembekalan berupa pelatihan khusus bagi anggota Satgas agar memiliki kompetensi mumpuni dalam menangani setiap laporan kekerasan.

“Kami siap bekerja sama secara aktif. Dukungan Polda Gorontalo tidak hanya pada tataran pencegahan, tetapi juga melalui pelatihan penguatan kapasitas tim agar mereka siap menghadapi berbagai dinamika di lapangan,” ujar Kombes Pol. Teddy.

Sebagai bentuk keseriusan, kolaborasi ini nantinya akan diformalkan melalui penandatanganan Letter of Acceptance (LoA) kerja sama antara Polda Gorontalo dan UNG. Kesepakatan ini direncanakan mencakup berbagai dimensi, mulai dari riset bersama hingga penguatan sistem perlindungan hukum bagi korban kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Continue Reading

Advertorial

HADIR DI LEATO: Bupati Saipul Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Kampung Nelayan Modern

Published

on

Pohuwato – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menghadiri agenda kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka peresmian Program Kampung Nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026).

Kehadiran Program Kampung Nelayan ini merupakan manifestasi komitmen Pemerintah Pusat dalam memperkuat sektor kelautan nasional. Proyek strategis ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan kawasan yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Ditemui usai kegiatan, Bupati Saipul Mbuinga menyampaikan bahwa arahan Presiden Prabowo memberikan penekanan kuat pada kedaulatan maritim. Presiden menegaskan bahwa kekayaan laut Indonesia harus dikelola sepenuhnya oleh putra daerah untuk kemaslahatan masyarakat lokal.

“Presiden menegaskan bahwa kekayaan laut kita harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi nelayan nasional. Beliau menyampaikan bahwa kita ingin rakyat sendiri yang mengambil hasil laut, bukan kapal asing,” ujar Saipul mengutip pidato Presiden.

Lebih lanjut, Saipul menilai Program Kampung Nelayan di Leato Selatan adalah potret nyata sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat pesisir. Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Pohuwato untuk mereplikasi semangat kolaborasi tersebut di daerahnya.

“Program ini menyentuh langsung denyut nadi kehidupan nelayan. Kami di daerah berkomitmen penuh mendukung program pusat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Saipul juga menyambut antusias rencana Pemerintah Pusat yang akan mendistribusikan 1.582 unit kapal ikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Program ini dipandang sebagai ‘angin segar’ bagi peningkatan produktivitas dan volume tangkapan nelayan.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menjelaskan bahwa armada kapal yang disiapkan mencakup berbagai ukuran, mulai dari kapal kecil hingga kapal besar. Pengelolaannya akan dilakukan melalui skema koperasi nelayan guna memastikan distribusi manfaat yang merata.

“Nanti bapak-bapak nelayan bersama keluarganya membentuk koperasi. Kapalnya ada yang kecil, menengah, sampai kapal besar,” tegas Presiden di hadapan para nelayan.

Selain penguatan armada tangkap, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendukung seperti gudang pendingin (cold storage), pabrik es, hingga jalur distribusi hasil laut yang terintegrasi. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, kompetitif, serta mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler