Connect with us

News

Pemilik Domba Diamankan Kepolisian NTT Usai Duel dan Habisi Pencuri Ternaknya

Published

on

Foto ilustrasi

ROTE NDAO – Sebuah insiden memilukan yang mengaburkan batas antara upaya pembelaan diri dan aksi main hakim sendiri baru saja mengguncang Kecamatan Rote Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang pria paruh baya berinisial JA (63) terpaksa harus berhadapan dengan hukum setelah duel mautnya melawan seorang terduga pencuri ternak berinisial AM (54) berakhir dengan hilangnya ny4w4.

Kejadian nahas ini bermula pada Jumat petang (17/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Niat awal JA sebetulnya sangat sederhana: ia berjalan menuju kompleks persawahan Kukafu sekadar untuk mengecek kondisi domba peliharaannya. Namun, pemandangan di lokasi seketika memompa darahnya. Ia memergoki AM tengah menuntun seekor domba yang sangat diyakini JA sebagai hewan ternak miliknya.

Sadar propertinya sedang digasak, JA mencoba menanyakan maksud dan tujuan AM. Alih-alih memberikan penjelasan yang masuk akal, AM justru merespons dengan beringas. Sang pencuri langsung menyerang si pemilik sah domba tersebut menggunakan sebilah parang.

Menghadapi sabetan senjata tajam secara tiba-tiba, insting bertahan hidup JA seketika bekerja. Ia berhasil menghindar dari maut dan dengan cepat menyambar sebatang kayu di dekatnya untuk memukul balik. Terdesak oleh perlawanan pemilik ternak, AM lantas memilih mengambil langkah seribu, berlari menjauh ke arah area persawahan.

Namun, amarah JA sudah telanjur tersulut. Ia mengejar pelaku hingga keduanya kembali berhadapan di dekat pagar sawah. Dalam posisi terpojok, AM kembali mengayunkan p4rangny4. Di detik yang sama, hantaman kayu dari JA mendarat telak di tangan AM, membuat parang yang digenggam sang pencuri terlempar jatuh.

Di titik inilah situasi berbalik menjadi fatal. JA yang berhasil merampas senjata tajam tersebut, seketika menghujamkan p4r4ng ke tubuh AM secara bertubi-tubi hingga lawannya t3w4s terkapar bersimbah d4r4h.

Sadar bahwa tindakannya telah merenggut ny4w4 orang lain, JA tidak berusaha melarikan diri. Ia justru mendatangi Kepala Desa Dalekesa, Arianto Pandie, untuk mengakui perbuatannya. Sang kepala desa pun segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

Kapolsek Rote Barat Daya, Ipda Subur Gunawan, mengonfirmasi runut kejadian pasca-duel maut tersebut. “Pelaku langsung diamankan personel Polsek Rote Barat Daya setelah ditelepon kepala desa,” terangnya.

Terkait kondisi luka yang dialami terduga pencuri yang t3w4s di tempat, Subur membeberkan hasil pemeriksaan awal penyidik. “Korban dib4c0k tiga kali mengenai k3pal4, l3her dan kaki” jelasnya.

Menyoroti kasus serupa yang berakar dari aksi pencurian ini, Ipda Subur meminta seluruh warga Rote Ndao untuk tetap tenang. Ia juga menekankan agar masyarakat tidak mudah terhasut oleh isu liar yang berpotensi memicu konflik susulan.

“Biarkan polri bekerja sesuai SOP dan berikan informasi berkaitan dengan peristiwa ini,” pungkasnya tegas. Saat ini, JA beserta sejumlah barang bukti dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah diamankan di markas kepolisian.

Jika menilik catatan kriminal di Indonesia, kasus perlawanan korban pencurian yang berujung pada kematian pelaku bukanlah hal baru. Mengutip laporan investigasi dari beberapa media tanah air pada kasus-kasus serupa sebelumnya, insiden semacam ini kerap memicu perdebatan panjang di ranah hukum Pidana. Aparat penegak hukum sering kali harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan batas proporsionalitas (noodweer)—apakah tindakan pelaku murni pembelaan diri secara terpaksa atau telah masuk ke ranah pembunuhan. Nasib JA kini sepenuhnya berada di tangan penyelidikan polisi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bone Bolango

Bukan Sekadar Pemasangan Garis Polisi: Polda Gorontalo Buru Pemilik Lubang dan Pengelola Rendaman PETI

Published

on

Gorontalo – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo mengambil tindakan tegas dengan memasang garis polisi (police line) di lokasi dugaan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Batu Gergaji, Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (29/7/2026).

Operasi penertiban ini dipimpin oleh AKP Imam Ansyari Rambe bersama sembilan personel Ditreskrimsus, dengan sokongan (back-up) satu regu taktis Satbrimob Polda Gorontalo serta jajaran Satreskrim Polres Bone Bolango.

Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H. melalui Dirreskrimsus Kombes Pol. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa pemasangan police line difokuskan pada lubang-lubang yang disinyalir aktif digunakan untuk penambangan ilegal. Selain itu, petugas menyisir dan menyelidiki lokasi penampungan serta rendaman pengolahan material emas di kawasan tersebut.

“Langkah penyegelan ini bertujuan untuk mendukung proses penegakan hukum secara tuntas terhadap praktik PETI di wilayah Kabupaten Bone Bolango,” tegas Kombes Pol. Maruly Pardede.

Dari hasil penyisiran di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim gabungan mengamankan sejumlah barang bukti operasional, meliputi dua karung material batu galian, dua buah pipa karbon, tiga mata bor jet hammer, serta satu buah mangkuk plastik warna biru.

Selain menyegel lubang tambang dan mengamankan barang bukti material serta alat pengolahan, petugas turut menempelkan surat imbauan tertulis di sekitar area penambangan agar tidak ada lagi aktivitas ilegal yang berlangsung.

Kendati saat tim tiba di lokasi tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan yang tengah berjalan, seluruh rangkaian kegiatan penyelidikan berlangsung aman, kondusif, dan tanpa hambatan.

Kombes Pol. Maruly menegaskan, Polda Gorontalo tidak akan berhenti pada tindakan penyegelan semata. Pihaknya kini tengah melakukan penelusuran mendalam terhadap pihak-pihak yang terafiliasi dengan aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Sebagai tindak lanjut, Ditreskrimsus Polda Gorontalo akan menelusuri seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemilik lubang tambang, para pekerja di lapangan, hingga pengelola tempat rendaman material,” pungkas Maruly.

Continue Reading

Gorontalo

Sembunyi di Batudaa Pantai: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pelaku Curanmor

Published

on

Gorontalo – Pelarian pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Gorontalo berujung di jeruji besi. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Jatanras Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota berhasil meringkus terduga pelaku kurang dari dua hari pasca-aksi pencurian, Kamis (30/7/2026) dini hari.

Terduga pelaku berinisial RH alias Rijal (23), warga Kelurahan Wonggaditi Timur, disergap petugas sekira pukul 00.14 WITA saat bersembunyi di sebuah rumah di kawasan Batudaa Pantai.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban, Mohamad Fajrin Patirani, seorang karyawan swasta asal Kelurahan Molosipat. Berdasarkan kronologi kejadian, insiden pencurian tersebut berlangsung pada Selasa (28/7/2026) sekira pukul 22.00 WITA.

Kala itu, korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna merah miliknya di depan gudang oli tempatnya bekerja di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur. Korban yang sempat meninggalkan lokasi sebentar untuk membeli rokok terkejut mendapati kendaraannya sudah lenyap saat kembali.

Sadar menjadi korban pencurian, korban lantas menghubungi atasannya, Kezia Kambey, untuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) gudang. Hasil analisis rekaman menunjukkan sepeda motor berpelat nomor DB 3539 AR tersebut telah digondol oleh pria tak dikenal. Atas kejadian itu, korban langsung membuat laporan resmi di SPKT Polresta Gorontalo Kota.

Menindaklanjuti laporan korban, Tim URC Jatanras bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mendeteksi keberadaan pelaku dan melakukan penangkapan tanpa perlawanan. Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mako Polresta Gorontalo Kota guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Continue Reading

Gorontalo

Sita Ekskavator dan Amankan Pemodal: Polres Pohuwato Bongkar Tambang Emas Ilegal di Desa Teratai

Published

on

Pohuwato – Polres Pohuwato kembali menorehkan komitmen tegas dalam menumpas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Petugas berhasil menggerebek dan menindak praktik penambangan ilegal di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Rabu (29/7/2026).

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, tim Satreskrim Polres Pohuwato mengamankan satu unit alat berat jenis ekskavator merek Sunward beserta dua orang terduga pelaku yang berada di lokasi penambangan.

Penggerebekan berawal dari aduan masyarakat yang resah terhadap maraknya aktivitas PETI di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Satreskrim Polres Pohuwato yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim IPTU Renly H. Turangan, S.H. bergerak cepat menyisir lokasi dan mendapati ekskavator tengah beroperasi menyedot material tambang secara ilegal.

Selain alat berat, petugas menyita sederet barang bukti operasional tambang ilegal, di antaranya mesin alkon, karpet penyaring emas, pipa sambungan, selang gabang, linggis, ember berisi sampel material tanah, serta dua unit radio komunikasi (handy talky/HT).

Polisi turut mengamankan dua pria berinisial KR, yang bertindak sebagai operator ekskavator, serta FM, yang diduga kuat berperan sebagai pemodal sekaligus pemilik alat berat tersebut.

Kapolres Pohuwato AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim IPTU Renly H. Turangan, S.H. menegaskan bahwa operasi penindakan ini merupakan bukti nyata komitmen kepolisian dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap segala bentuk perusakan lingkungan.

“Kami tidak akan mentoleransi aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah Pohuwato. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum akan kami tindak tegas dan proses sesuai ketentuan yang berlaku. Komitmen kami jelas, penegakan hukum terhadap PETI dilakukan secara berkelanjutan,” tegas IPTU Renly.

Saat ini seluruh barang bukti beserta kedua terduga pelaku telah digelandang ke Mapolres Pohuwato guna menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik Satreskrim masih melengkapi administrasi penyidikan (mindik) dan menginterogasi sejumlah saksi untuk membongkar jaringan penambangan ilegal tersebut secara menyeluruh.

“Kami mengapresiasi keberanian warga yang melaporkan aktivitas ilegal ini. Partisipasi aktif masyarakat sangat krusial dalam menjaga kondusivitas keamanan serta kelestarian ekosistem lingkungan di Kabupaten Pohuwato,” tambah IPTU Renly.

Polres Pohuwato mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak tergiur terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal dan segera melapor ke pihak berwajib apabila menemukan indikasi kegiatan PETI di wilayahnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler