Connect with us

Gorontalo

Sempat Hilang, Akhirnya Ditemukan Dalam Keadaan Selamat

Published

on

Foto Basarnas

GORONTALO – Satu warga Desa Bukit Karya, Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo yang dilaporkan hilang saat berburu, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat dan dievakuasi oleh tim SAR dibantu warga.

Informasi yang berhasil di rangkum, Sebelumnya, Korban Nani Ali (50), pada minggu pagi sedang berada di lahan kebun miliknya. Dari beberapa penuturan saksi mata korban mengarah ke pegunungan dengan menenteng senapan yang di duga akan digunakan berburu.

Namun hingga menjelang petang korban belum juga kembali, keluarga yang merasa cemas di bantu warga berinisiatif untuk mencari tahu lokasi keberadaan korban. Usai melakukan pencarian korban pun tak ditemukan.

Selama dua hari melakukan pencarian, keluarga melalui perangkat desa melaporkan hal ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Gorontalo. Pihak SAR menurunkan tim berjumlah 7 personil menuju ke lokasi untuk melaksanakan pencarian korban hilang.

Namun pada Kamis, (14/10/2021) pukul 05.00 pagi korban di temukan oleh warga yang hendak pergi berkebun dengan kondisi lemas, jarak antara lokasi kejadian dan lokasi demukannya korban sekitar -+ 2 km. Kemudian warga langsung melaporkan ke Tim SAR.

Pukul 05.30 tim SAR bersama warga segera menjemput dan mengantarkan korban ke rumah untuk beristirahat. Setelah di periksa tak ada luka serius yang di alami namun korban syok dengan kejadian ini.

Dengan ditemukannya korban tim SAR kembali ke kantor Basarnas gorontalo selanjutnya operasi SAR dinyatakan di tutup.

Gorontalo

KPU Provinsi Gorontalo Gelar Sosialisasi Tahapan Pencalonan Anggota DPD

Published

on

GORONTALO – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi tahapan pencalonan anggota DPD pemilihan provinsi Gorontalo ke masyarakat, stakeholder maupun simpatisan pendukung calon. Hal ini dilakukan demi tercapainya pemilu yang adil, transparan, dan demokrasi, (29/11/2022).

Berdasarkan tahapan, pemasukan data dukungan calon DPD dimulai tanggal 16 sampai 29 Desember 2022. Setelah dilakukan pemasukan data KPU Provinsi Gorontalo melakukan verifikasi administrasi, jika terdapat kekurangan data akan dikembalikan dalam kurun waktu sebelum melewati tanggal yang ditetapkan sebelumnya.

“Data dukungan yang diberikan kepada KPU berupa dokumen fisik asli 1 rangkap dan data digital yang diambil pada aplikasi SILON KPU. Pemasukan data tersebut jangan melewati batas yang ditentukan dalam tahapan, jika melewati waktu tersebut maka calon ditetapkan bukan peserta atau calon anggota DPD,” ujar Hendrik Komisioner KPU Provinsi Gorontalo.

Lanjut Hendrik, ketentuan data yang wajib dimasukan oleh masing-masing calon anggota DPD minimal 1.000 pendukung atau KTP, maksimal sesuai kemampuan calon dalam mengadakan data pendukung. Dengan catatan setiap pendukung tidak diperbolehkan mendukung pada dua orang atau lebih calon anggota DPD.

Kemudian, data yang dinyatakan valid sebegai pendukung apabila bukan status bekerja sebegai TNI/POLRI, PNS, PPPK, Penyelenggara baik Panwascam, Panwas TPS, PPK, PPS, dan KPPS. Jika terdapat pendukung berstatus bekerja yang tidak diperbolehkan, maka KPU akan mengembalikan data untuk diperbaiki kembali.

“Penggadaan data atau pemalsuan data dukungan kepala calon anggota DPD, maka KPU akan memberikan sanksi kepada calon dengan mengurangi 50% suara yang telah dimasukan, begitu juga jika didapati pendukung telah mendukung lebih dari salah satu calon KPU akan melakukan verifikasi faktual dengan mengundang orang tersebut jika berhalangan hadir, maka dihubungi melalui telefon video call, dan terakhir jika tidak tersambung diminta video dengan durasi menyatakan mendukung salah satu calon anggota DPD,” Jelasnya.

Terakhir KPU Provinsi Gorontalo meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa memberikan partisipasi pada tahapan pencalonan anggota DPD RI wilayah Provinsi Gorontalo.

“Mengingat data yang akan dimasukan oleh setiap calon harus diketahui oleh yang bersangkutan,” Tandasnya.

Continue Reading

Gorontalo

Belum Ada Titik Temu, Warga Kembali Tutup Akses Jalan PT. IGL

Published

on

POHUWATO – Sepuluh tahun berlalu sejak perusahaan PT. Inti Global Laksana (IGL) yang bergerak di bidang pertanian ini berjalan warga belum mendapatkan kepastian dan titik terang untuk ganti rugi lahan yang digunakan oleh perusahaan.

Masyarakat Popayato Timur Kabupaten Pohuwato mengeluhkan sikap perusahaan PT. Inti Global Laksana (IGL) yang sampai dengan saat ini diduga belum menyelesaikan kesepakatan untuk melunasi hutang, pasalnya akses jalan yang digunakan merupakan tanah milik warga.

Hingga akhirnya masyarakat Popayato Timur kembali menutup akses jalan yang sering dilalui perusahaan PT. Inti Global Laksana (IGL).

Burhan Mantulangi salah satu warga pemilik lahan yang digunakan oleh PT. IGL menyampaikan, persoalan ini telah di komunikasikan dengan pemerintahan daerah kabupaten Pohuwato beberapa waktu lalu.

“Kami sudah menyampaikan kepada pak Saipul ( Bupati Pohuwato ) dan beliau telah memerintahkan untuk menyelesaikan perkara ini bahkan sudah sampai kepada kepala pertanahan,” Ungkap Burhan.

Burhan pun menjelaskan telah mengikuti arahan dari pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Pohuwato untuk melakukan mediasi bersama di dinas pertanahan Kabupaten Pohuwato, namun tak kunjung jelas penyelesaiannya.

“Kita sudah melakukan mediasi kepada pertanahan bersama pihak perusahaan dan Kecamatan serta kepala desa yang bersangkutan minggu kemarin dan itu di janjikan akan di selesaikan dan melakukan pemantaun langsung namun sampai dengan saat ini belum juga ada kejelasannya,” Tukasnya.

Ia juga menambahkan, telah mencoba mempertanyakan kepada manejer perusahaan terkait aktivitas perusahaan yang melintas di tanah tersebut.

“Saya juga sudah membangun komunikasi kepada pimpinan perusahaan untuk mempertanyakan dasar hukum mereka sampai memanfaatkan lahan kami untuk di gunakan sebagai jalan lintas mereka, Namun mereka tak mampu memberikan jawaban kami,” Tutup Burhan.

Continue Reading

Gorontalo

Musik Tradisi Di Tengah Perhelatan Transformasi Budaya

Published

on

Oleh: La Ode Karlan, S.Pd., M.Sn
Dosen Seni Drama Tari dan Musik di Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo

Memahami eksistensi musik tradisi tidak terlepas dari peran masyarakat sebagai pemilik kebudayaan. Musik tradisi yang lahir dan berkembang dari suatu masyarakat tentu memiliki fungsi dan peran dalam menopang kebudayaan daerah. Secara umum musik dapat dipahami sebagai suatu hasil karya seni yang mediumnya adalah bunyi baik dalam bentuk lagu maupun komposisi musik instrumental, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur yang meliputi irama, birama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan yang utuh. Dalam hal musik tradisi merupakan musik yang lahir dan berkembang di daerah-daerah seluruh wilayah nusantara yang memiliki ciri khas seperti pola irama, syair serta isi lagu yang menggunakan bahasa daerah setempat, instrumen (alat musiknya), dan karakteristik khas melodinya.

Seperti diketahuai bahwa, Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki ribuan pulau, sehingga memungkinkan terjadinya keragaman budaya, bahasa, adat istiadat, dan kesenian. Kesenian tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya tentu memiliki keunikan tersendiri yang dapat dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Selain itu, musik tradisi juga memiliki medium bunyi yang dapat direpresentasikan melalui bunyi lantunan seperti vokal dan pola-pola permainan alat musik yang dihadirkan untuk mengiringi berbagai konteks upacara adat, upacara keagamaan, maupun kegiatan ritual yang memiliki fungsi dan kegunaan dalam kehidupan masyarakat.

Perkembangan musik saat ini diakui atau tidak, telah menghegemoni seluruh aktivitas masyarakat baik pada kegiatan yang bersifat profan, maupun aktivitas dalam konteks budaya dan keagamaan. Dalam hal ini, musik yang bersifat profan selalu dihadirkan untuk menghibur masyarakat yang identik dengan musik populer, sedangkan musik yang dihadirkan dalam kegiatan upacara adat, ritual dan kegiatan keagamaan lainnya identik dengan musik tradisi. Dengan demikian, kehadiran musik tradisi selalu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan estetis masyarakat sesuai karakteristik masing-masing daerah sehingga dapat menyajikan model komposisi musik yang tentu berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sedangkan musik populer yang menggunakan idiom musik barat selalu melakukan eksplorasi berbagai elemen musikal sehingga dapat menyatukan selera masyarakat mulai dari kalangan anak-anak.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler