Pohuwato – Dunia seni dan budaya di Kabupaten Pohuwato berduka. Siswanto Hasan, yang akrab disapa Bapu Toni, seorang maestro, seniman, penyanyi, pencipta lagu, dan budayawan asal Pohuwato, telah berpulang untuk selamanya.
Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Senin, 24 Maret 2025, pukul 13.25 WITA di RSUD Bumi Panua, setelah berjuang melawan sakit. Suami dari Kadis Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pohuwato, Rusmiati Pakaya, itu dimakamkan di pekuburan keluarga di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Prosesi pelepasan jenazah berlangsung khidmat di rumah duka, Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, sekitar pukul 16.45 WITA. Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, secara langsung melepas kepergian almarhum, serta menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
“Toni Hasan, atau yang lebih akrab disapa Bapu Toni, kini telah tiada. Beliau dipanggil oleh Sang Pencipta bertepatan di bulan suci Ramadan, tepatnya pada 10 hari terakhir, yang diyakini sebagai pembebasan dari api neraka,” ungkap Bupati.
Bupati Saipul juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat yang layak dan mulia di sisi Allah SWT. Ia turut menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, terutama istri, anak-anak, menantu, dan cucu almarhum, agar diberikan ketabahan.
Bupati Saipul mengenang kontribusi besar almarhum dalam dunia seni dan budaya Pohuwato. Sebagai seorang pelaku seni yang aktif, Bapu Toni telah menciptakan berbagai karya yang menginspirasi dan memperkaya budaya lokal.
“Beliau adalah sosok seniman sejati yang telah banyak berkontribusi bagi dunia seni di Pohuwato. Semoga segala amal kebaikannya selama hidup menjadi ladang pahala di sisi Allah,” tambahnya.
Terakhir, Bupati Saipul mengajak seluruh masyarakat untuk mengiringi kepergian almarhum dengan doa, serta melepasnya ke tempat peristirahatan terakhir di Limboto dengan penuh penghormatan.
“Insyaallah, beliau meninggal dalam keadaan husnul khatimah,” tutupnya.
Kota Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo sukses menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 secara khidmat di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo, Senin (27/04/2026). Momentum bersejarah ini menjadi ajang refleksi untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal.
Bertindak sebagai pembina upacara, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, membacakan amanat strategis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian. Dalam amanat tersebut, ditekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Mendagri melalui Wali Kota mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk merumuskan regulasi dan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Hal ini dinilai krusial, terutama dalam merespons isu-isu strategis global maupun nasional seperti ketahanan pangan, transisi energi, perubahan iklim, hingga pesatnya disrupsi teknologi.
“Harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci utama agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Sinergi ini harus senantiasa dijaga agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” ujar Wali Kota Adhan saat membacakan pidato Mendagri.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga diinstruksikan untuk segera mengeksekusi langkah-langkah strategis di tingkat lokal. Instruksi ini mencakup upaya nyata dalam mewujudkan swasembada pangan dan kemandirian energi, optimalisasi pengelolaan sumber daya air, serta transformasi peningkatan kualitas pelayanan publik dasar.
Sektor ekonomi kerakyatan turut menjadi sorotan dalam amanat tersebut. Pemkot Gorontalo diminta menaruh perhatian penuh pada penguatan kewirausahaan daerah, pemberian dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta perluasan akses layanan pendidikan dan kesehatan demi mendongkrak taraf kesejahteraan masyarakat.
Menutup amanatnya, Wali Kota Adhan kembali mengingatkan seluruh jajaran birokrasi mengenai pentingnya menjaga efisiensi dalam pelaksanaan setiap kegiatan pemerintahan. Ia menegaskan agar penggunaan anggaran daerah dikawal secara ketat guna memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan mampu memberikan dampak dan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Pohuwato – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Pohuwato, Senin (27/04/2026). Momentum bersejarah ini menjadi pengingat pentingnya memperkokoh komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima serta mewujudkan kemandirian fiskal.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga. Kegiatan khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Iwan S. Adam, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Iskandar Datau, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, pejabat fungsional, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pohuwato.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Saipul membacakan amanat tertulis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Saipul menyoroti tema peringatan tahun ini, yakni “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema ini dinilai sarat akan makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal.
“Otonomi daerah merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Tanah Air,” ujar Bupati Saipul mengutip pesan Mendagri.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan besar Asta Cita dan kemajuan bangsa tidak akan tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Sinkronisasi ini harus dieksekusi melalui sejumlah langkah strategis.
Langkah-langkah tersebut meliputi integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcome), inovasi digitalisasi, kolaborasi antardaerah, hingga fokus pada pemenuhan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan.
Isu kemandirian fiskal juga menjadi sorotan tajam dalam peringatan ini. Bupati Saipul memaparkan bahwa kemandirian fiskal adalah pilar utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Namun, realitanya masih banyak daerah yang terjebak dalam tingginya ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
“Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah menjadi sangat terbatas dan kurang fleksibel dalam merespons kebutuhan serta prioritas pembangunan yang bersifat lokal,” paparnya.
Meski demikian, otonomi daerah dinilai tetap menjadi jalan pembuka bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Oleh karena itu, keseimbangan antara kemandirian daerah dan kepentingan nasional harus senantiasa dijaga dengan baik,” tambahnya.
Mengakhiri amanatnya, Bupati Saipul mengajak seluruh elemen di Pohuwato untuk menjadikan capaian tiga dekade otonomi daerah ini sebagai batu loncatan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Saya mengucapkan selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong bagi kita semua untuk mewujudkan Asta Cita. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai langkah kita semua,” pungkasnya.
Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T saat memberikan materi pada Marine Action Expo (MAX) 2026 di Balai Sarbini, Jakarta (26/04/26) Sumber : Edudive
UNG – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., tampil memukau sebagai pembicara utama dalam ajang bergengsi Marine Action Expo (MAX) 2026 yang diselenggarakan di Balai Sarbini, Jakarta, pada 24 hingga 26 April 2026.
Dalam salah satu pameran potensi bawah laut dan wisata bahari terbesar di Indonesia tersebut, Prof. Eduart menyoroti kekayaan alam luar biasa yang tersimpan di Kawasan Teluk Tomini.
Dalam pemaparannya, Rektor UNG menjelaskan betapa masifnya potensi pariwisata bawah laut di Teluk Tomini. Potensi ini semakin diperkuat oleh posisi strategis teluk yang berada langsung di dalam kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle).
“Teluk Tomini ini merupakan teluk terbesar sekaligus terluas di Indonesia. Perairan ini memiliki biodiversitas dan keanekaragaman biota laut yang sangat melimpah, sehingga dunia harus tahu dan melihat secara langsung semua potensi luar biasa ini,” papar Prof. Eduart di hadapan para peserta pameran.
Sosok akademisi yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini menambahkan, keberadaan UNG sebagai kampus terbesar di Kawasan Teluk Tomini memberikan tanggung jawab besar. Fokus pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi di UNG kini dipusatkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mendukung serta mengelola berbagai potensi di kawasan tersebut, tak terkecuali sektor pariwisata bawah lautnya.
Sebagai wujud nyata komitmen UNG dalam pengembangan pendidikan dan riset berbasis kawasan, universitas menghadirkan inovasi bernama “Edudive”. Program ini menjadi motor penggerak utama untuk riset kelautan sekaligus ajang promosi pariwisata bawah laut.
“Jadi, Edudive itu selain melakukan riset kelautan secara akademis, juga menjadi pintu masuk untuk mengeksplorasi pariwisata bawah laut yang membentang di tiga provinsi, yakni Provinsi Gorontalo, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) di Sulawesi Utara, serta Kepulauan Togean di Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah,” terang rektor UNG dua periode tersebut.
Selain memberikan materi edukatif mengenai ekosistem Kawasan Teluk Tomini, Prof. Eduart turut memberikan kejutan manis dengan membagikan voucher gratis eksplorasi wisata bawah laut Gorontalo melalui fasilitas Edudive. Voucher tersebut diberikan kepada para pengunjung MAX 2026 yang berhasil menjawab kuis interaktif seputar Teluk Tomini.
Di penghujung acara, Rektor UNG juga menyerahkan secara simbolis buku komprehensif mengenai potensi Teluk Tomini kepada pihak penyelenggara pameran laut bergengsi tersebut sebagai bentuk dukungan literasi maritim nasional.