Connect with us

Advertorial

Simbol Sinergi, Kajati dan Bupati Pohuwato Resmikan Aula Basrief Arief

Published

on

Pohuwato – Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) GorontaloRiyono, S.H., M.Hum, yang dirangkaikan dengan peresmian Gedung Aula Basrief Arief di Kantor Kejaksaan Negeri Pohuwato, Selasa (27/01/2026).

Peresmian aula ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kajati Gorontalo Riyono bersama Bupati Saipul Mbuinga dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) PohuwatoArif Ronaldi, S.H., M.H. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian serta peninjauan langsung ruangan aula yang rampung dibangun pada tahun 2025.

Dalam sambutannya, Kajati Gorontalo Riyono menegaskan bahwa peresmian gedung aula tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari komitmen Kejaksaan dalam memperkuat kelembagaan hukum dan meningkatkan pelayanan publik, khususnya di Kabupaten Pohuwato.

“Pembangunan Gedung Aula Basrief Arief ini menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan layanan hukum yang lebih profesional, transparan, dan berkeadilan bagi masyarakat Pohuwato. Terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan seluruh unsur Forkopimda,” ungkap Riyono.

Sinergi Pemerintah Daerah dan Kejaksaan

Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Pohuwato, Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kajati Gorontalo di Bumi Panua. Ia menilai kunjungan kerja tersebut menjadi momentum penting memperkuat koordinasi dan hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan jajaran Kejaksaan.

“Kunjungan Bapak Kajati Gorontalo yang dirangkaikan dengan peresmian Gedung Aula Basrief Arief ini menjadi simbol sinergi dan kolaborasi nyata dalam memperkuat kelembagaan serta pelayanan publik di daerah,” ujar Bupati Saipul.

Bupati juga menegaskan bahwa Kejaksaan memiliki peran strategis dalam menjaga integritas hukum dan mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah merupakan pondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan,” tambahnya.

Lebih jauh, Bupati Saipul berharap sinergi antara Kejaksaan Tinggi Gorontalo dan Kejaksaan Negeri Pohuwato terus diperkuat, terutama dalam memberikan penguatan hukum bagi setiap kebijakan pembangunan daerah dan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran desa.

“Alhamdulillah, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kajari dan jajaran Kejaksaan Negeri Pohuwato yang secara aktif melaksanakan program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa). Program ini sangat membantu aparatur desa dalam mengelola dana desa dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas serta pendekatan edukatif dan preventif,” tutur Bupati.

Harapan Kejaksaan untuk Pelayanan Publik

Sementara itu, Kajari Pohuwato Arif Ronaldi, S.H., M.H., menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pohuwato atas kerjasama yang selama ini terjalin solid dan konstruktif.

Ia berharap gedung baru tersebut dapat menjadi fasilitas pendukung pelayanan hukum yang semakin prima, baik untuk masyarakat maupun antarinstansi penegak hukum di wilayah Pohuwato.

“Dengan diresmikannya Gedung Aula Basrief Arief, kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat koordinasi kelembagaan, dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas Kejaksaan secara profesional dan berintegritas,” pungkas Arif.

Advertorial

Literasi Pesisir Terus Bergerak, FKTP UNG Terbitkan Buku Ilmiah tentang Teluk Tomini

Published

on

UNG – Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan literasi akademik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam penerbitan buku ilmiah berjudul “Gerbang Khatulistiwa: Ekologi, Ritual, dan Ruang Hidup Masyarakat Pesisir Teluk Tomini.”repository.

Buku ini merupakan hasil kerja kolaboratif yang mengangkat beragam perspektif mengenai kehidupan masyarakat pesisir di kawasan Teluk Tomini. Di dalamnya dibahas berbagai aspek penting, mulai dari kondisi ekologi pesisir, praktik budaya dan ritual masyarakat, hingga dinamika ruang hidup yang berkembang di wilayah pesisir Teluk Tomini sebagai salah satu kawasan strategis di Indonesia Timur.

Penyusunan buku melibatkan sejumlah mahasiswa FKTP UNG yang aktif melakukan kajian, pengumpulan data, dan penulisan ilmiah di bawah bimbingan dosen. Buku ini diedit oleh Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si. dan Veggy Arman, S.Pi., M.Si., yang mengarahkan proses penyusunan naskah sehingga menjadi karya ilmiah yang sistematis dan komprehensif.

Mahasiswa yang terlibat sebagai penulis antara lain Yuldi Usman, Mahmudin Albakir, Renaldi A. Miolo, Aspri Mokoagow, Aliya Idrus, Nabila Harun, Siti Nurfadilah Ugi, Ihksan Rahim, Awaludin Ismail, Erlangga Ali Pisuna, Siti Thalib, dan Fachry Fauzi Paputungan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga kontributor aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kelautan dan pesisir.

Melalui buku ini, para penulis berupaya menghadirkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara manusia, budaya, dan lingkungan pesisir di kawasan Teluk Tomini. Selain itu, buku ini diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, pemangku kebijakan, maupun masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap kajian kelautan, sosial budaya pesisir, serta pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Penerbitan “Gerbang Khatulistiwa” menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi akademik FKTP UNG dalam memperkaya literatur tentang kawasan pesisir Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan dinamika ekologi dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah Teluk Tomini yang dikenal sebagai kawasan pesisir strategis yang dilintasi garis khatulistiwa.

Continue Reading

Advertorial

Kota Gorontalo Bersiap! Malam Lebaran Akan Dimeriahkan Pawai Akbar dan Obor

Published

on

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea

Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu agenda utama yang dipastikan digelar adalah pawai akbar malam takbiran, yang akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk Pramuka dan perwakilan dari setiap kelurahan.

Rencana tersebut disampaikan oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan yang berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut Wali Kota Adhan, pawai tahun ini akan dikemas lebih meriah daripada tahun-tahun sebelumnya. Selain pawai kendaraan hias, kegiatan juga akan diramaikan dengan pawai obor yang diinisiasi oleh Gerakan Pramuka.

“Pada malam takbiran kita adakan pawai akbar dan pawai obor. Ini diprakarsai oleh Pramuka, dan setiap kelurahan minimal harus mengutus perwakilan,” ujar Wali Kota Adhan.

Untuk memastikan kelancaran acara, Pemerintah Kota Gorontalo juga menyiapkan sarana pendukung berupa 15 unit mobil truk dan 54 kendaraan pengangkut sampah (getor) yang akan ikut memeriahkan jalannya pawai.

Adhan menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga momentum kebersamaan dan solidaritas masyarakat setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

“Ini momentum kebersamaan masyarakat. Jadi saya minta semua pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga organisasi kepemudaan, ikut menyukseskan kegiatan ini,” tegasnya.

Ribuan warga diharapkan turut serta menyemarakkan malam takbiran yang menjadi simbol kegembiraan dan rasa syukur dalam menyambut hari kemenangan.

Continue Reading

Advertorial

Bikin Karyamu Terpampang! Pemkot Gelar Sayembara Logo HUT Kota Gorontalo

Published

on

Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo mengumumkan akan menggelar sayembara desain logo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-298 Kota Gorontalo. Kegiatan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas serta menghadirkan identitas visual baru yang mencerminkan semangat dan perkembangan daerah.

Informasi mengenai pelaksanaan sayembara tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan, yang digelar pada Selasa, 10 Maret 2026.

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperluas partisipasi publik dalam peringatan hari jadi kota. Menurutnya, desain logo yang lahir dari gagasan masyarakat akan memiliki makna kebersamaan yang lebih kuat.

“Logo HUT Kota Gorontalo akan kita sayembarakan. Kami siapkan total hadiah sebesar Rp15 juta bagi pemenang,” ujar Wali Kota Adhan.

Ia menegaskan, partisipasi masyarakat penting agar HUT Kota Gorontalo tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga momentum kebanggaan bersama seluruh warga.

“Kami berharap para desainer, pelajar, dan masyarakat umum dapat ikut berpartisipasi dengan menghadirkan karya yang menggambarkan karakter dan semangat kemajuan Kota Gorontalo,” tambahnya.

Sayembara logo ini dijadwalkan berlangsung pada 11–17 Maret 2026. Peserta wajib mengirimkan karya desain hingga pukul 16.00 Wita pada 17 Maret 2026. Semua karya akan dinilai oleh dewan juri, dan pemenang akan diumumkan pada 18 Maret 2026.

Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Gorontalo berharap muncul karya terbaik yang benar-benar lahir dari ide dan kreativitas warga sendiri, sebagai simbol semangat menuju Gorontalo yang semakin maju dan berdaya saing.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler