Connect with us

News

Tegaskan Tidak Ada Habaib di Indonesia Imaduddin Utsman Resmi Dipolisikan

Published

on

NEWS – Buntut dari ceramah, tulisan dan opini yang disampaikan Imaduddin Utsman Al Bantani ke khalayak ramai terkait dengan kesahihan Nasab Para Habib di Indonesia yang mayoritas belum terbukti secara ilmiah memiliki jalur darah ke Rasulullah SAW, maka Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Melati Suci Al Mubarak bersama Pengurus Pusat Majelis Muhyin Nufuus melaporkan Imanduddin ke Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua LBH Melati Suci Al Mubarak sekaligus pengacara dari Pengurus Pusat Majelis Muhyin Nufuus, Adi Sahlan, SH, menegaskan bahwa pernyataan maupun tulisan dari Imaduddin telah menimbulkan konflik sosial atau perpecahan di kalangan umat Muslim di Indonesia.

“Akar persoalan adalah buku Imaduddin yang berjudul “Menakar Kesahihan Nasab Habib di Indonesia ; Sebuah Penelitian Ilmiah”, yang diterbitkan oleh Maktabah Nahdlatul Ulum Banten pada tahun 2022. Padahal dari kajian akademis kami, hasil penelitian yang Imaduddin lakukan sangat jauh dari sisi etika penelitian dan apalagi sisi metodologi penelitian ilmiah yang lemah. Kami telah membedah klaim riset ilmiah yang ia lakukan itu, rupanya cacat secara metodologis,” jelas Sahlan.

Oleh sebab itu, lanjut kata Sahlan, seharusnya Imaduddin tidak menyampaikan baik dalam bentuk ceramah maupun tulisannya ke khalayak ramai yang awam, karena penelitian yang ia lakukan masih bersifat sementara, belum final.

“Pernyataan dari Imaduddin yang masih sangat jauh dari kesimpulan ilmiah tersebut, akhirnya menimbulkan kegaduhan dan salah persepsi dari masyarakat umum, khususnya kalangan ummat muslim di Indonesia. Karena dia telah menyampaikan “kesimpulan sementara” tersebut di podium dengan gaya kontroversial dan bahkan provokatif,” tegas Sahlan sembari menegaskan, segala bentuk pernyataan dari Immadudin tersebut harus segerah dihentikan, sebab hal ini bisa menimbulkan konflik sosial yang lebih luas.

Oleh karena pernyataan-pernyataan yang dinilai meresahkan tersebut bahkan diduga menjadi ujaran kebencian, maka pihaknya bersama Pengurus Pusat Majelis Muhyin Nufuus dibawah ketua Ahmadi, S.Pd.I dan sekretaris M. Seno Aji Wijaya Putra, S. Psi bersama Jamaah Majelis Muhyin Nufuus, yang berlokasi di Yogyakarta dengan melaporkan Imaduddin ke Polda Yokyakarta dengan Nomor : LP/B/357/V/2023/SPKT/Polda D.I Yogyakarta.

Diketahui, Imaduddin Utsman Al Bantani adalah pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang berlokasi di Kampung Cempaka, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Imaduddin ini adalah pula Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Banten.

Gorontalo

Diamuk Si Jago Merah! Dapur Saung Talaga Biru Hangus Terbakar Dini Hari

Published

on

Gorontalo – Musibah kebakaran melanda rumah makan Saung Talaga Biru (RM Mawar Sharon) yang berlokasi di kawasan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu (25/4/2026) dini hari. Amukan si jago merah tersebut menyebabkan bangunan rumah makan mengalami kerusakan parah, khususnya pada bagian dapur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu pertama kali diketahui sekitar pukul 01.15 WITA. Menindaklanjuti laporan kedaruratan tersebut, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gorontalo langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan lokalisasi dan pemadaman api agar tidak merambat ke bangunan lainnya.

Dalam proses penanganan kedaruratan ini, tim Damkar Kabupaten Gorontalo mendapat dukungan penuh dari lintas wilayah. Operasi pemadaman turut diperkuat dengan pengerahan armada bantuan dari Damkar Kota Gorontalo, Damkar Kabupaten Bone Bolango, serta tambahan satu unit mobil pemadam dari Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo.

Berkat kesigapan dan kerja sama solid tim gabungan tersebut, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya sekitar pukul 01.45 WITA, atau berselang kurang lebih 30 menit sejak upaya pemadaman masif dilakukan.

Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, besarnya skala kerusakan pada bangunan fisik dan peralatan dapur membuat kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api di rumah makan kawasan Telaga Biru tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian setempat.

Berkaca dari insiden ini, otoritas terkait mengimbau seluruh lapisan masyarakat maupun pelaku usaha untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman kebakaran, terlebih pada waktu malam atau dini hari. Warga diminta untuk secara rutin memastikan kelayakan instalasi listrik, keamanan selang gas, serta menjauhkan sumber api dari material mudah terbakar guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

Continue Reading

News

Colok Kompor Listrik di Kereta Demi Konten, Penumpang Tuai Hujatan Warganet

Published

on

NEWS – Minimnya literasi keselamatan bertransportasi kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak pantas di fasilitas umum viral di media sosial. Seorang penumpang kereta api jarak jauh kedapatan asyik memasak mi instan menggunakan panci atau kompor listrik mini langsung di dalam gerbong.

Insiden yang memicu kemarahan publik ini pertama kali mencuat melalui platform Threads oleh akun @purbamurhaniini. Berdasarkan rekaman tersebut, kejadian berlangsung saat kereta tengah berhenti transit di Stasiun Tegal. Alih-alih menyadari bahayanya, penumpang itu justru menaruh kompor listriknya tepat di atas kursi dan menyambungkannya ke stopkontak kereta yang peruntukannya bukan untuk alat pemanas.

Dalam unggahannya, penumpang tersebut seolah mewajarkan pelanggaran yang dilakukannya dengan menyematkan takarir (caption) pembelaan diri karena merasa perjalanannya masih jauh. Berikut adalah kutipan asli dari unggahan tersebut:

“Masih di Stasiun Tegal Guys masih panjang perjalanan, nikmati aja perjalanan dengan rebus soto medan,” tulisnya. Di akhir takarir, ia menambahkan kalimat penutup, “…sederhana tapi nikmat,”.

Konten yang niatnya hanya sekadar ajang pamer itu tak pelak menjadi bumerang. Ratusan warganet melontarkan kritik tajam karena aksi egois tersebut mempertaruhkan keselamatan seluruh penumpang dalam satu rangkaian kereta. Salah satu warganet dengan jengkel menyentil sang penumpang yang mengabaikan imbauan visual di dekat stopkontak:

“Duuuuhhh ibuuuuu.. kurang jelas apa sih itu stiker disituuuuuu??? Udh dikasih tau cuma boleh buat apaan aja,” tulis salah seorang pengguna media sosial.

*Tanggapan Tegas PT KAI dan Bahaya Korsleting*

Merespons kegaduhan ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) langsung mengambil sikap. Melansir dari Kompas.com dan Media Indonesia, KAI memberikan peringatan keras terkait bahaya fatal dari penggunaan perangkat elektronik berdaya tinggi di dalam armada mereka.

Pihak KAI menegaskan bahwa fasilitas stopkontak di setiap kursi penumpang didesain secara khusus hanya untuk mengisi daya gawai ringan seperti ponsel pintar (smartphone), tablet, dan laptop. Penggunaan alat pemanas seperti panci listrik, rice cooker, catokan rambut, hingga hair dryer dilarang keras karena dapat memicu kelebihan beban (overload) pada sirkuit kelistrikan kereta.

Dampak terburuk dari overload ini adalah panas berlebih pada kabel yang berisiko memicu korsleting listrik hingga ancaman kebakaran di dalam gerbong.

“Kami juga berpesan kepada pelanggan untuk selalu mematuhi aturan, menjaga ketertiban, menjaga fasilitas kereta api dan stasiun karena layanan kereta api merupakan fasilitas umum,” ujar Luqman Arif, salah satu perwakilan KAI, seperti dikutip dari Kompas.com.

Saat ini, pihak internal KAI tengah melakukan validasi terkait identitas penumpang dan detail rute kereta dalam video tersebut untuk diberikan tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku.

Continue Reading

News

MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China

Published

on

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengambil langkah strategis guna memastikan ketahanan pasokan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyadari kebutuhan masif akan protein hewani, Kadin kini tengah menjajaki kerja sama di sektor hilirisasi industri unggas dengan sejumlah perusahaan asal China.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial mengingat status Indonesia yang belum sepenuhnya mencapai surplus pangan untuk komoditas telur dan susu. Skala program MBG memang tidak main-main. Sebagai gambaran, untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG di Provinsi Aceh saja, diperlukan setidaknya 600.000 butir telur setiap harinya.

“Presiden Indonesia melihat ini sebagai proyek prioritas, dengan 30.000 dapur, di mana KADIN berencana untuk terlibat dalam 1.000 dari 30.000 dapur, menggunakan sumber daya kita sendiri,” ujarnya.

Langkah Kadin ini turut dikonfirmasi oleh laporan dari jaringan media Okezone dan IDX Channel, yang mencatat bahwa secara nasional, program MBG akan menyerap hingga 24 juta butir telur per hari atau sekitar 700 juta telur per tahun. Untuk merealisasikan target raksasa tersebut, Kadin menggandeng beberapa perusahaan agroteknologi terkemuka asal Tiongkok, di antaranya adalah Hubei Shendi dan Shandong Yuwang.

Kemitraan ini diproyeksikan tidak hanya sebatas pemenuhan suplai harian, tetapi juga transfer teknologi, mulai dari suplai pakan, penyediaan peralatan peternakan, hingga bioteknologi inovasi produk turunan unggas. Hal ini diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

Kesiapan para investor Tiongkok pun sudah terlihat. Wang Zhongqiang, perwakilan dari pengusaha unggas asal China, menyatakan komitmennya untuk membangun ekosistem industri unggas berskala besar di Indonesia guna menopang keberlanjutan program MBG.

“Kami juga memiliki salah satu rumah potong hewan yang sangat besar di China dan mereka menyembelih sekitar 120 juta ayam per tahun,” ucap Wang.

Dengan kolaborasi lintas negara ini, Kadin optimistis bahwa roda ekonomi lokal akan berputar lebih cepat, sejalan dengan terpenuhinya hak gizi jutaan anak Indonesia melalui program prioritas pemerintah.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler