Advertorial
Waspada Jukir Nakal! Dishub Kota Gorontalo: Rekam dan Laporkan jika Masih Menagih
Published
2 months agoon
Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo resmi menerapkan sistem parkir berlangganan sebagai upaya menertibkan pengelolaan retribusi parkir di wilayah kota. Kebijakan yang mulai berjalan pada masa pemerintahan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel ini disambut antusias oleh masyarakat.
Program parkir berlangganan dinilai lebih murah, transparan, dan praktis dibandingkan sistem konvensional. Masyarakat cukup membayar Rp60.000 untuk kendaraan roda dua dan sudah dapat menikmati layanan parkir gratis di seluruh titik parkir tepi jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Gorontalo selama satu tahun penuh.
Selain itu, tarif langganan juga diberlakukan untuk jenis kendaraan lain, yaitu Rp40.000 untuk bentor, Rp100.000 untuk mobil minibus, dan Rp120.000 untuk dump truck.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo, Hermanto Saleh, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh juru parkir (jukir) terkait pelaksanaan kebijakan baru ini.
“Kami sudah berikan pengarahan kepada para jukir agar tidak lagi memungut biaya parkir dari warga yang sudah berlangganan. Mereka hanya bertugas mengatur kendaraan, bukan menarik retribusi tambahan,” jelas Hermanto, Senin (2/2/2026).
Namun, Dishub tidak menutup mata terhadap potensi pelanggaran di lapangan. Hermanto menegaskan, masyarakat dipersilakan melaporkan apabila menemukan jukir yang masih menagih bayaran kepada pengguna jalan yang sudah mengikuti program parkir berlangganan.
“Kalau ada jukir yang tetap menagih, silakan videokan dan laporkan ke kami. Jika terbukti, kami akan memberikan tindakan tegas, termasuk menonaktifkan jukir tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penindakan itu sesuai dengan arahan langsung dari Wali Kota Adhan Dambea, sebagai bagian dari komitmen pemkot untuk menjalankan sistem parkir yang profesional, akuntabel, dan bebas pungli.
“Ini perintah langsung dari Pak Wali Kota agar pengelolaan parkir di Kota Gorontalo benar-benar tertib dan berpihak pada masyarakat,” pungkas Hermanto, yang saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gorontalo.
Dengan penerapan sistem parkir berlangganan ini, Pemkot Gorontalo berharap pelayanan publik di sektor transportasi semakin efisien dan transparan, sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kepatuhan retribusi daerah.
You may like
-
Tak Biasa! Wali Kota Adhan Pilih Pindah Kantor ke RSAS Selama Sepekan
-
Kota Gorontalo Bersiap! Malam Lebaran Akan Dimeriahkan Pawai Akbar dan Obor
-
Meriah dengan Barongsai, Grand Opening Surya Agung Elektronik Hadir di Kota Gorontalo
-
Demi Swasembada Pangan, Wawali Kota Gorontalo dan Wabup Mamuju Tengah Sepakat Kolaborasi
-
Transparansi Pajak Daerah: Bapenda Kota Gorontalo Awasi 18 Objek Pajak Selama Sebulan
-
Hasil Lobi Sukses! Wali Kota dan Wawali Bawa Bantuan Armada Baru untuk BPBD
Advertorial
Ketat! 3 Indikator Ini Jadi Penentu Kemenangan 12 Finalis Pilmapres UNG 2026
Published
7 hours agoon
11/04/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menggelar ajang kompetisi tahunan paling bergengsi bagi para intelektual mudanya. Sebanyak 12 mahasiswa terbaik resmi terpilih untuk beradu gagasan dan rekam jejak dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Universitas Tahun 2026.
Belasan finalis tersebut merupakan delegasi pilihan yang mewakili 11 fakultas dan program pendidikan vokasi di lingkungan Kampus Kerakyatan. Mereka tidak sekadar memikul nama baik fakultas masing-masing, tetapi juga dituntut untuk membawa inovasi yang diharapkan mampu memberikan dampak positif dan nyata bagi masyarakat luas.
Ketua Panitia Pelaksana Pilmapres UNG 2026, Magdalena Pakaya, S.Farm., M.Si., menjelaskan bahwa ajang ini merupakan wadah strategis untuk menjaring mahasiswa yang unggul secara paripurna.
“Pilmapres bukan hanya mencari mereka yang unggul secara nilai di dalam kelas, tetapi juga mahasiswa yang memiliki kreativitas tinggi serta kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui kompetisi ini, UNG ingin menjaring sosok inspiratif dengan kemampuan akademik terbaik yang siap menjadi wajah universitas di tingkat regional hingga nasional,” papar Magdalena.
Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga indikator utama yang menjadi penentu kemenangan para finalis. Ketiga aspek tersebut meliputi penilaian Naskah Gagasan Kreatif atau Produk Inovatif (menguji kemampuan menawarkan solusi atas permasalahan riil), Portofolio Capaian Unggulan (rekam jejak prestasi dan organisasi selama kuliah), serta kecakapan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., mengungkapkan bahwa Pilmapres juga menjadi instrumen penting untuk mengukur kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Mengingat ketatnya standar penilaian yang diterapkan, kompetisi ini diakui sebagai salah satu ajang paling bergengsi yang bermuara hingga ke tingkat nasional.
“Diharapkan sosok yang terpilih pada kompetisi ini adalah benar-benar mahasiswa terbaik. Kita tidak hanya sekadar mencari seorang juara tingkat kampus, tetapi mencari representasi terbaik UNG yang memiliki portofolio mumpuni dan mental juara untuk bersaing di panggung nasional,” tegas Prof. Amir.
Advertorial
Adu Cerdas! 155 Saintis Muda UNG Bersaing Ketat di Ajang ONMIPA 2026
Published
2 days agoon
09/04/2026
UNG – Atmosfer kompetisi akademik di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kian memanas. Sebanyak 155 mahasiswa terbaik yang mewakili delapan fakultas dan sekolah vokasi saling unjuk kemampuan dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) Tahun 2026 tingkat universitas.
Ajang bergengsi ini bukan sekadar perlombaan akademik tahunan biasa, melainkan menjadi panggung pembuktian bagi para “saintis muda” di Kampus Kerakyatan tersebut. Ratusan mahasiswa ini bersaing ketat untuk memperebutkan posisi sebagai delegasi terbaik yang akan mewakili UNG di tingkat regional hingga nasional.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Mohamad Amir Arham, menegaskan bahwa kompetisi ini adalah wadah strategis untuk menjaring talenta unggul dan mematangkan mental peserta.
“Ini adalah momen penting untuk meningkatkan budaya kompetisi akademik di lingkungan kampus. Kami ingin para mahasiswa menunjukkan potensi terbaiknya di bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Melalui proses seleksi ini, kita melakukan pemantapan kualitas sebelum melangkah ke persaingan di tingkat nasional,” ujar Amir.
Sementara itu, mewakili Rektor UNG, Wakil Rektor Bidang Akademik, Abdul Hafidz Olii, turut memberikan pandangannya. Ia menekankan bahwa kompetisi ONMIPA merupakan bagian dari langkah strategis kampus dalam mendorong peningkatan kualitas mahasiswa, khususnya di bidang sains dan teknologi.
Lebih lanjut, Abdul Hafidz menyoroti urgensi penguatan kompetensi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi menuju era industri 5.0. Menurutnya, penguasaan di bidang-bidang tersebut menjadi kunci utama bagi lulusan perguruan tinggi agar mampu beradaptasi dan berkontribusi secara nyata dalam perubahan zaman.
“Melalui ajang ini, UNG sangat optimistis dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang tidak hanya hebat di atas kertas ujian, tetapi juga siap menjadi motor penggerak transformasi di bidang keilmuan sains maupun teknologi pada masa depan,” pungkasnya.
Advertorial
Gebrakan SIMPEDES: 11 Mahasiswa Lintas Ilmu UNG Berdayakan Masyarakat Bone Bolango
Published
2 days agoon
09/04/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan daerah berbasis masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Kali ini, Desa Tihu di Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, dipilih sebagai salah satu lokasi pengabdian dengan mengusung program andalan bertajuk Strategi Inovatif Pendampingan Desa Pesisir (SIMPEDES).
Program strategis ini dirancang secara khusus untuk memfasilitasi dan mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di kawasan desa pesisir.
Sebelum diterjunkan ke lokasi, para mahasiswa telah menerima pembekalan intensif di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG. Pembekalan tersebut dipandu langsung oleh Prof. Ikhfan Haris, yang memberikan penguatan konsep terkait KKN Tematik berbasis pemecahan masalah (problem solving), pendekatan pemberdayaan masyarakat, serta pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dalam menjawab tantangan riil di desa.

Dalam arahannya, Prof. Ikhfan menegaskan bahwa KKN Tematik tidak lagi sekadar rutinitas pengabdian konvensional, melainkan ruang pembelajaran kontekstual yang menuntut mahasiswa untuk berpikir kritis, adaptif, dan solutif.
“Mahasiswa harus mampu membaca persoalan desa secara komprehensif, lalu merancang solusi yang berbasis data dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. KKN Tematik ini adalah miniatur nyata dari peran kaum intelektual di tengah masyarakat,” jelas Prof. Ikhfan.
Guna menghadirkan solusi yang menyeluruh, UNG menerjunkan 11 mahasiswa lintas disiplin ilmu yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Teknik (FT) ke Desa Tihu. Komposisi multidisiplin ini diharapkan mampu menghasilkan pendekatan analisis yang lebih tajam dalam mengurai kompleksitas persoalan di desa pesisir.
Selama di lapangan, belasan mahasiswa tersebut didampingi dan disupervisi secara aktif oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terdiri dari Prof. Ikhfan Haris, Sukri Katili, Fachrudin Akadji, dan Darmawan Thalib.
Program SIMPEDES sendiri difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat, optimalisasi potensi sumber daya lokal, serta peningkatan kualitas hidup warga dalam kerangka pencapaian SDGs desa.
Inovasi dari “Kampus Kerakyatan” ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Tihu, Harun Tahidji, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan KKN Tematik UNG di wilayahnya. Ia menilai, kehadiran mahasiswa membawa energi baru dan perspektif ilmiah yang sangat dibutuhkan dalam mengawal pembangunan desa.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UNG di Desa Tihu. Program SIMPEDES yang dijalankan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir saat ini. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak sementara, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga kami,” ungkap Harun.
Lebih lanjut, Harun menambahkan bahwa kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan pemerintah desa merupakan langkah jitu untuk mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal, mengingat kawasan pesisir memiliki tantangan geografis dan ekonomi tersendiri.
Kehadiran mahasiswa KKN Tematik UNG di Desa Tihu diharapkan mampu menetaskan berbagai inovasi aplikatif di sektor sosial, ekonomi, maupun lingkungan hidup. Sinergi antara mahasiswa, dosen, dan pemerintah desa ini sukses mengubah KKN Tematik tidak sekadar menjadi wahana pengabdian, melainkan sebuah laboratorium sosial yang melahirkan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Provinsi Gorontalo.
Penampakan Tumpukan Uang Penyerahan ke Negara 11,4 Triliun, Bak Tembok Tinggi Saat Prabowo Berpidato
Respons Berkelas! Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Cium Lutut Wagub Kalbar
Artis Dewasa Mia Khalifa Bersedih Lebanon di Bom, Pajak Saya Dipakai Mengebom Negara Saya Sendiri
Ketat! 3 Indikator Ini Jadi Penentu Kemenangan 12 Finalis Pilmapres UNG 2026
Bantah Klarifikasi Polisi, Warga Pohuwato: Itu Uang Beli Emas, Saya Tahu Kronologinya!
Viral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
Dibongkar di Depan Wartawan, Ini Penjelasan Soal Rp14 M Harta Bupati Pohuwato
Berani Bertindak, Pemdes Teratai Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal
Sembako Terancam Tersendat, Adhan Desak Pemprov Atasi Kekurangan Kontainer
Meresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Advertorial2 months agoTertib Administrasi! Pemkab Pohuwato Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan
-
Gorontalo3 months agoAnggaran Menyusut, BLT Desa Duano Ikut Terpangkas
-
Gorontalo3 months agoJanji Potong Jari Berbuah Nyata? Ka Kuhu Ditetapkan Tersangka
-
kabupaten pohuwato3 months agoDiduga Korsleting, Kebakaran Hanguskan Bangunan Asrama Santri di Popayato Barat
-
Gorontalo3 months agoKlarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje
-
Gorontalo1 month agoTak Tinggal Diam! Dugaan Pelecehan dan Pelanggaran Kerja Alfamidi Dilaporkan ke Disnaker
-
Advertorial3 months agoRp43 Miliar Dipertahankan, Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato Aman dari Efisiensi
-
Gorontalo2 months agoTak Sekadar Rayakan HUT, Gerindra Gorontalo Ulurkan Kasih untuk Anak Yatim dan Piatu