Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Sukses Gelar Pelatihan, Mahasiswa KKNT-UNG Tuai Pujian Dari Warga

Published

on

Mahasiswa KKNT-UNG Beserta Warga Usai mengikuti pelatihan || Foto Istimewa

UNG – Keberadaan sampah hingga saat ini menjadi persoalan yang sulit teratasi, seiring perkembangan zaman dan terus meningkatnya jumlah penduduk, jenis sampah pun kian beragam, mulai dari sampah basah, hingga sampah plastik yang sulit terurai.

Jika hal ini tak ditangani dengan baik, maka sampah-sampah tersebut bisa menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan manusia.

Melalui seminar pelatihan pemanfaatan limbah plastik menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Negeri Gorontalo (KKNT-UNG) memberikan pelatihan dan pendampingan ke masyarakat Desa Barakati Kecamatan Batudaa.

Antusias warga dalam menambah khasanah berfikir terbukti saat mereka mengikuti proses kegiatan tersebut dari awal hingga akhir. Bahkan dalam giat tersebut mahasiswa dan masyarakat berhasil melahirkan karya dari limbah plastik yang memiliki nilai jual.

Kegiatan pelatihan mahasiswa KKNT-UNG di dampingi langsung Dosen Pembimbing Lapangan Citron S.Payu, S.Pd, M.Pd, beserta Kepala-kepala Dusun Desa Barakati.

Koordinator Desa Ramdhan Hakim mengungkapkan, tujuan dari pelatihan ini untuk meminimalisir limbah plastik serta menjadikannya sebagai produk yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengatakan mahasiswa KKNT-UNG Desa Barakati berhasil membuat 2 buah lampion dan 21 pot bunga.

“2 buah lampion itu berbahan dari gelas minum plastik bekas dan 21 pot bunga gantung itu sendiri dari botol bekas,” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Barakati melalui KAUR Pembangunan Desa Guntur Yakin mengatakan, kegiatan ini benar benar sangat bermanfaat dan membantu masyarakat dalam mendaur ulang sampah plastik

“Mengingat Di Desa Barakati Ini Banyak Sampah Plastik,” Ungkap Guntur Yakin.

Advertorial

Tancap Gas! UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul” di Tahun 2026

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menargetkan lompatan besar dalam upaya peningkatan mutu pendidikannya. Kampus kebanggaan masyarakat Gorontalo ini mematok target ambisius, yakni membidik 55 persen dari total program studi (prodi) meraih predikat akreditasi “Unggul” pada tahun 2026.

Komitmen tersebut dipastikan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata keseriusan institusi dalam memberikan layanan pendidikan tinggi kelas wahid bagi masyarakat. Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., memaparkan bahwa langkah untuk mendongkrak kualitas akademik ini telah menunjukkan hasil yang sangat signifikan dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Berkat kerja keras dan sinergi dari seluruh elemen sivitas akademika, Kampus Merah Maron sukses melipatgandakan persentase prodi terakreditasi Unggul, dari yang semula hanya 11 persen, kini telah menembus angka 30 persen.

“Daya upaya seluruh sivitas akademika UNG dalam meningkatkan kualitas yang diwujudkan melalui akreditasi itu tidak main-main. Kita sudah berhasil melipatgandakan capaian, namun kita tidak akan berhenti sampai di sini,” tegas Prof. Eduart saat memberikan sambutan pada Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-60 di Auditorium UNG, Selasa (14/4/2026).

Memasuki tahun 2026, UNG langsung mengambil langkah akselerasi dengan mematok target 55 persen prodi terakreditasi Unggul. Rektor menekankan bahwa misi besar tersebut tidak dirancang semata-mata demi mengejar reputasi institusi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan pertanggungjawaban akademik kepada publik.

“Target besar tersebut bukan untuk kepentingan UNG semata. Namun, ini adalah upaya nyata kami dalam memberikan layanan akademik terbaik yang memenuhi standar kualitas nasional. Kami ingin memberikan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi yang lebih luas untuk seluruh masyarakat pada program studi yang kualitasnya diakui secara nasional,” terangnya.

Mewujudkan target kenaikan akreditasi hingga 25 persen dalam waktu yang relatif singkat tentu membutuhkan komitmen yang kokoh. Oleh karena itu, Rektor berharap agar seluruh elemen sivitas akademika—mulai dari jajaran dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa—serta dukungan penuh dari masyarakat Gorontalo dapat terus bersinergi, sehingga visi besar tersebut dapat direalisasikan secara maksimal oleh UNG.

Continue Reading

Advertorial

Kabar Gembira Mahasiswa: Publikasi Jurnal SINTA Kini Bisa Direkognisi Gantikan Skripsi!

Published

on

UNG – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG) mengambil langkah taktis untuk memperkuat iklim akademik mahasiswanya. Pada Selasa (14/4/2026), FIP UNG secara resmi membuka program pelatihan bertajuk Sinta Ready Class Batch #1: Scientific Writing for SINTA Journal Tahun 2026.

Acara pembukaan yang berlangsung di Aula FIP UNG tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, para ketua jurusan, hingga pimpinan program studi di lingkungan FIP.

Program ini merupakan inisiatif strategis fakultas dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam teknik penulisan karya ilmiah yang berorientasi pada publikasi di jurnal terindeks SINTA. Peserta pelatihan dikhususkan bagi mahasiswa aktif semester 8 yang telah lulus tahap seminar proposal dan memiliki data penelitian konkret, serta telah memenuhi sejumlah persyaratan administratif maupun akademik.

Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa program pendampingan ini adalah wujud langkah nyata fakultas untuk membangun rekam jejak akademik mahasiswa sejak dini. Menurutnya, di era kompetisi saat ini, lulusan perguruan tinggi tidak cukup jika hanya mengandalkan nilai akademik di atas kertas, tetapi juga harus membuktikan diri melalui nilai tambah berupa karya publikasi ilmiah.

“Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk memiliki diferensiasi dan nilai jual lebih dibandingkan lulusan lainnya. Salah satunya melalui rekam jejak publikasi di jurnal SINTA. Bahkan, capaian publikasi pada tingkat tertentu dapat direkognisi sebagai pengganti tugas akhir atau skripsi dengan bobot SKS yang setara,” tegas Prof. Arwildayanto.

Lebih jauh, Prof. Arwildayanto menekankan pentingnya kepemilikan identitas akademik bagi kaum intelektual muda, seperti skor SINTA dan ID Scopus. Hal tersebut dinilai sebagai bekal kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia akademik maupun profesional, sekaligus menjadi salah satu indikator penting dalam proses seleksi calon dosen di masa mendatang.

Untuk memastikan target tercapai, peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh selama lima hari. Mahasiswa diminta untuk membawa gawai kerja (laptop) dan menyiapkan draf artikel atau naskah skripsi yang siap diolah. Mereka juga diikat dengan komitmen untuk melakukan submit (pengiriman) artikel segera setelah masa pendampingan berakhir.

Adapun rangkaian kegiatan intensif ini berlangsung dari tanggal 14 hingga 20 April 2026. Tahapannya mencakup agenda pembukaan dan materi pelatihan (14 April), writing workshop (15 April), pendampingan intensif bersama pembimbing (16–17 April), reviu artikel (18–19 April), hingga bermuara pada tahap finalisasi dan penutupan (20 April).

Hadirnya program Sinta Ready Class ini diharapkan tidak sekadar memoles kualitas karya ilmiah mahasiswa, tetapi juga menjadi pijakan awal dalam membudayakan literasi dan riset akademik yang kuat di lingkungan FIP UNG. Dengan bekal tersebut, lulusan FIP UNG diproyeksikan mampu bersaing secara global dan memiliki keunggulan kompetitif di bidang pendidikan maupun penelitian ilmiah.

Continue Reading

Advertorial

Puncak Kebanggaan Orang Tua, Rektor dan Senat UNG Kukuhkan 700 Wisudawan Diploma hingga Doktor

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencetak sumber daya manusia unggul bagi kemajuan bangsa. Sebanyak 700 putra-putri terbaik secara resmi dikukuhkan dalam prosesi Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-60 yang berlangsung khidmat di Auditorium UNG, Selasa (14/4/2026).

Prosesi sakral tahunan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dengan didampingi oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Ir. Femy Sahami, S.Pi., M.Si., beserta jajaran anggota senat lainnya.

Wisuda periode ini mencakup pengukuhan lulusan dari berbagai jenjang strata pendidikan di lingkungan Kampus Kerakyatan, mulai dari tingkat Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga jenjang Doktoral (S3).

Dalam pidato sambutannya, Rektor Prof. Eduart menegaskan bahwa gelar akademik yang berhasil diraih oleh para wisudawan pada hari ini merupakan buah manis dari kerja keras kolektif antara mahasiswa, orang tua, serta para dosen pengajar.

“Keberhasilan hari ini bukan hanya milik mahasiswa semata, melainkan juga menjadi keberhasilan orang tua yang telah setia mendampingi dan berkorban, serta keberhasilan para dosen yang telah mendedikasikan ilmunya untuk membimbing kalian hingga berhasil meraih gelar akademik,” ujar Prof. Eduart.

Di hadapan ratusan lulusan terbaiknya, Prof. Eduart juga menitipkan pesan mendalam mengenai esensi kesuksesan saat terjun ke dunia nyata. Ia mengingatkan bahwa penyematan gelar di belakang nama bukanlah garis akhir dari sebuah pencapaian, melainkan justru menjadi gerbang awal menuju pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

“Teruslah menebarkan manfaat dari ilmu yang kalian miliki, junjung tinggi nilai-nilai integritas, serta jaga karakter religius dan rasa kemanusiaan di tengah dinamika tantangan global. Kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari soal seberapa tinggi jabatan kalian nanti, tetapi sejauh mana ilmu dan keberadaan kalian mampu memberikan manfaat bagi sesama manusia,” pesan Prof. Eduart menutup arahannya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler