Connect with us

Advertorial

Pemkab Gorontalo Serahkan Usulan Ranperda Anggaran Tahun 2020

Published

on

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyerahkan Ranperda APBD tahun anggaran 2020 ke DPRD Kabupaten | Foto Humas

Limboto-, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyerahkan usulan Ranperda APBD Kabupaten Gorontalo tahun 2020. Ranperda APBD tersebut diserahkan langsung Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo kepada Ketua DPRD Syam T Ase disela-sela rapat paripurna dalam rangka pembahasan ranperda APBD Kabupaten Gorontalo di ruang sidang kantor DPRD Kabupaten Gorontalo, Selasa (12/11/19).

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Syam T Ase dan didampingi wakil ketua DPRD Irwan Dai.  Sekda Ir. Hadijah U Tayeb, Asisten Drs. Hen Restu, staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD serta Camat Se Kabupaten Gorontalo juga hadir dalam paripurna ini. Tampak hadir pula Perwakilan Perguruan Tinggi, Forkpimnda Kabupaten Gorontalo, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, agenda sidang hari ini memiliki makna penting dan sangat strategis, bagi kesinambungan proses pembangunan di Kabupaten Gorontalo kedepan.

“Hari ini kita akan merumuskan bersama kebijakan anggaran Kabupaten Gorontalo untuk tahun 2020 sebagai tahun ke empat pelaksanaan RPJMD dalam upaya mewujudkan Kabupaten Gorontalo gemilang,” Kata Nelson.

Sementara itu, Kata Nelson, dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, tahun 2020 merupakan tahun pertama pelaksanaan RPJMN 2020-2024. Pemerintah dalam rencana kerja 2020 mengusung tema “ Peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan yang berkualitas”. Dengan titik berat pembangunan diarahkan pada pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, Infrastruktur dan pemerataan wilayah, Industrialisasi dan kesempatan kerja, ketahanan pangan, Air dan energi serta Lingkungan Hidup.

Lebih lanjut, Nelson menyampaikan, dalam bingkai pemerintahan yang harmonis maka sudah selayaknya tercipta sinkronisasi dan keselarasan antara tujuan pembangunan daerah,dengan tujuan pembangunan nasional. karena itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam RKPD 2020 telah menetapkan tema pembangunan”peningkatan nilai tambah sumber daya manusia untuk pertumbuhan yang inklusif”

“Dengan Fokus utama pembangunan menitiberatkan pada penanggulangan kemiskinan dan sumber daya  manusia, Infrastruktur dan Lingkungan hidup,pertanian terpadu dan ekonomi kreatif.,” Tutur Nelson.

Nelson berharap, Pembahasan usulan anggaran tahun 2020 sudah sesuai mekanisme, kita sudah bedah, kemudian finalnya di DPRD. “ Kita berharap pembahasan ini selesai sebelum HUT Kabupaten Gorontalo, sehingga menjadi Kado buat HUT Kabupaten Gorontalo ke -346 tahun 2019,” Harap Nelson.

Sekarang ini, sektor kesehatan 10 persen kita penuhi, sektor pendidikan 20 persen dipenuhi, infrastruktur juga minimal 5 persen termasuk anggaran penanganan kemiskinan diperbanyak. Selain itu, Nelson sampaikan, di tahun 2020 beberapa anggaran Kabupaten Gorontalo tersedot untuk pelaksanaan pilkada kurang lebih 50 miliyar termasuk melihat hasil RPJMD yang belum selesai itu menjadi acuan Pemerintah Daerah.

Sehingga, Mudah-mudahan tahun depan semua target kita, lima tahun bisa tercapai dan itu menjadi fokus pembagunan pada tahun 2020. Diantaranya mengacu pada RPJMD, evisiensi tapi  tentunya layanan-layanan  dasar lainnya terpenuhi dengan baik.

“Untuk besaran anggaran tahun 2020 kurang lebih 1,6 triliun. Jadi terjadi peningkatan walaupun peningkatannya hanya sebesar 50 miliyar. Dibanding dengn tahun –tahun kemarin sebesar 100 tapi tahun ini berkisar 50 miliyar karena memang  dari pusat dana perimbangan berkurang, karena DID kita berkurang disisi lain tahun depan ada pilkada,” Tutup Nelson.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertorial

Ramadan Semakin Hidup! Wali Kota Adhan Gaungkan Tadarus Al-Qur’an di Seluruh Kota Gorontalo

Published

on

Kota Gorontalo – Suasana Ramadan tahun ini di Kota Gorontalo dipenuhi semangat kebersamaan dan religius. Program Ramadan Bersinar yang diinisiasi Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, resmi dimulai melalui kegiatan Tadarus Al-Qur’an di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian agenda Ramadan yang akan dilaksanakan setiap malam di seluruh masjid di Kota Gorontalo. Selain di masjid, tadarus juga digelar di rumah dinas Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo.

“Besok malam kegiatan dilanjutkan di rumah dinas Pak Wawali dan rumah Pak Sekda. Insya Allah penutupannya kita laksanakan sebelum Tumbilotohe,” ujar Wali Kota Adhan dalam sambutannya.

Tak hanya di titik-titik utama, tadarus juga melibatkan sekitar 1.000 peserta dari seluruh kelurahan dan kecamatan. Pemerintah Kota Gorontalo menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi seluruh kebutuhan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan kewajiban bersama, dan pemerintah siap memfasilitasinya agar berjalan lancar,” tegas Wali Kota Adhan.

Ia menambahkan, program Tadarus Al-Qur’an merupakan perwujudan janji kampanyenya untuk mengurus dan menegakkan ajaran agama Allah di tengah masyarakat.

“Saya mungkin tidak sempurna di mata Allah, tetapi sebagai khalifah saya akan berupaya menjaga agama-Nya, termasuk menyejahterakan masyarakat Kota Gorontalo,” tuturnya dengan penuh haru.

Menutup sambutannya, Wali Kota Adhan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan mendoakan agar amal ibadah mereka diterima sebagai ladang pahala di hari akhir.

“Semoga Tadarus Al-Qur’an ini membawa keberkahan bagi kita semua, dan menjadi cerminan Kota Gorontalo yang religius dan penuh cahaya Ramadan,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertorial

Resmi Diumumkan! Pemkab Pohuwato Putuskan Zakat Fitrah Rp40 Ribu

Published

on

Pohuwato – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato resmi menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi sebesar Rp40 ribu per jiwa.

Penetapan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Pohuwato, Iskandar Datau, usai salat Jumat di Sekretariat Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Jumat (20/02/2026).

Rapat dihadiri oleh anggota DPRD Pohuwato Otan Mamu, unsur Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato, Ketua MUI, para staf ahli bupati, asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bagian, camat, ketua lembaga adat, serta perangkat adat.

Dalam rapat itu, semula diusulkan dua golongan nominal zakat fitrah. Namun setelah mempertimbangkan fluktuasi harga beras di daerah, seluruh peserta rapat sepakat menetapkan satu golongan saja.

Perhitungan didasarkan pada harga beras sebesar Rp16 ribu per kilogram, dikalikan dengan ketentuan zakat fitrah sebanyak 2,5 kilogram beras per jiwa, sehingga nominalnya ditetapkan Rp40 ribu.

Sekda Iskandar menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui musyawarah bersama seluruh unsur yang hadir—baik dari DPRD, Kementerian Agama, maupun pemerintah daerah.

“Besaran zakat fitrah ini merupakan hasil kesepakatan bersama. Kami berharap keputusan ini segera disosialisasikan kepada masyarakat, terutama melalui para camat lewat kegiatan safari Ramadan maupun penyuluhan di desa-desa,” ujar Iskandar.

Ia menambahkan, zakat fitrah adalah kewajiban umat Islam yang harus ditunaikan setiap bulan Ramadan. Oleh karena itu, masyarakat diminta menunaikannya sesuai ketentuan waktu dan jumlah yang telah ditetapkan.

Selain membahas besaran zakat fitrah, rapat juga menetapkan petugas pelaksana salat Idulfitri 1447 H di Kabupaten Pohuwato. Dari hasil musyawarah, disepakati Ustaz Kasim Badu sebagai khatib, sementara imam dipercayakan kepada Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Asram Husuna.

Sekda Iskandar berharap keputusan ini menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah serta memastikan pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idulfitri berlangsung tertib, khusyuk, dan lancar.

Continue Reading

Advertorial

Kearifan Lokal Menyambut Ramadan, Pohuwato Kukuhkan 1 Ramadan via Sidang Adat

Published

on

Pohuwato – Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penetapan ini diumumkan melalui Sidang Adat Tonggeyamo yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Pohuwato pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Sidang tersebut menjadi penanda resmi dimulainya bulan suci Ramadan di wilayah Pohuwato, sesuai hasil keputusan para pemangku adat.

Usai pelaksanaan sidang, para pemangku adat melanjutkan prosesi adat dengan menyerahkan hasil penetapan kepada Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, selaku khalifah atau pemimpin adat di daerah.

Pada Rabu malam (18/2/2026), prosesi adat pemakluman penetapan 1 Ramadan dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Pohuwato. Genderang adat dibunyikan selama lima menit sebagai tanda resmi memasuki bulan Ramadan. Prosesi adat ini dipimpin oleh Bate Pohuwato, Asmad N. Tuna.

Tradisi adat yang dikenal dengan sebutan mopo ota mopotingohu tingohu lipu toyiladia lo tau lo ulipu merupakan prosesi sakral dan simbolik untuk menandai awal bulan suci Ramadan. Bunyi genderang di rumah jabatan bupati menjadi isyarat kepada pemimpin daerah dan masyarakat bahwa malam itu telah memasuki tanggal 1 Ramadan.

Setelah prosesi adat, Bupati Saipul A. Mbuinga dijemput oleh pemangku adat menuju Masjid Agung Baiturahim Pohuwato guna melaksanakan salat tarawih perdana bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Setibanya di masjid, Bupati bersama Asisten Pemkesra Zulkifli Umar dan Kadhi Pohuwato Syaiful Ali Sabu, melakukan pemukulan beduk pertama sebagai tanda dimulainya salat tarawih sekaligus penanda masuknya bulan suci Ramadan. Tradisi pemukulan beduk tersebut kemudian diikuti oleh para pemangku adat.

Dalam sambutannya, Bupati Saipul Mbuinga menyampaikan bahwa pemukulan beduk menjadi simbol awal pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah yang dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia mengajak seluruh umat Muslim di Pohuwato menyambut bulan penuh berkah ini dengan rasa syukur dan memperbanyak amalia Ramadan.

“Mulai malam ini mari kita laksanakan salat tarawih berjemaah. Isi bulan Ramadan dengan pengajian, tadarus Al-Qur’an, salat wajib dan sunah, serta berbagai kegiatan amalia lainnya,” ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk menjadikan momen Ramadan kali ini sebagai kesempatan memperbanyak amal ibadah dan mempererat silaturahmi.

“Kita belum tentu dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan. Karena itu, mari manfaatkan Ramadan tahun ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ketakwaan dan amal kebajikan,” tutupnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler