Connect with us

Kota Gorontalo

Buka Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Bagi ASN, Ini Harapan Wawali Ryan Kono

Published

on

Wakil Wali kota Ryan Kono saat membuka sosialisasi peraturan perundang-undangan bagi aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah Kota Gorontalo || Foto istimewa

KOTA GORONTALO – Untuk menjadi seorang aparatur sipil negara (ASN) selain memiliki kompetensi dan keahlian, juga harus dibekali dengan pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian di Katakan Wakil Wali kota Ryan Kono saat membuka sosialisasi peraturan perundang-undangan bagi aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah Kota Gorontalo, (12/12/2022).

“Jika tidak memahami dengan benar masalah aturan, pasti dalam bekerja akan ragu-ragu mau jadi ini atau bagaimana konsekuensinya kalau tidak menguasai peraturan perundang-undangan,” Ungkap Wawali Ryan Kono.

Sebagai PNS Ryan menyampaikan harus memiliki dasar mengetahui peraturan pemerintah nomor 94 tahun 2021 mengenai disiplin pegawai negeri sipil. Ia menambahkan hal ini perlu digunakan agar bisa memberikan tambahan pengetahuan biar dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi memang benar-benar sesuai terutama tidak bimbang dalam mengambil keputusan.

“ASN dalam memberikan pelayanan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada peningkatan etos kerja yakni, disiplin waktu, nilai-nilai kejujuran, kehati-hatian dalam bekerja, bekerja dengan sungguh-sungguh serta tanggung jawab,..”

“Dengan menyadari arti pentingnya sosialisasi diharapkan Kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik atas penyelenggara otonomi daerah dan pelayanan organisasi yang baik kepada pemenuhan kebutuhan publik yang memenuhi ketentuan perundang-undangan,” Tandasnya.

Advertorial

Tantangan Fiskal 2026: Kucuran Dana Susut, Pemkot Gorontalo Andalkan Sektor Jasa dan Pajak

Published

on

Kota Gorontalo – Momentum penutupan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-298 Kota Gorontalo yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja, Rabu (22/4/2026), dimanfaatkan oleh Wali Kota Adhan Dambea untuk menyampaikan pesan strategis. Pucuk pimpinan Kota Gorontalo itu menyoroti kondisi fiskal daerah yang makin mengetat dan mendorong pentingnya kemandirian ekonomi serta kolaborasi antara masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam pidato arahannya, Wali Kota Adhan mengungkapkan fakta bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo saat ini tengah menghadapi tantangan keterbatasan anggaran. Hal ini merupakan imbas langsung dari sejumlah kebijakan dan rasionalisasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Tahun 2026 ini saja, kucuran anggaran kita dari pusat dikurangi sekitar Rp120 miliar. Sementara di sisi lain, beberapa program justru dibebankan pelaksanaannya ke daerah. Oleh karena itu, kita harus mampu mandiri dan menggerakkan segala potensi yang ada di wilayah kita,” jelas Adhan di hadapan para hadirin.

Ia menegaskan, secara geografis dan sumber daya alam, Kota Gorontalo tidak memiliki tumpuan dari sektor pertambangan maupun industri berskala besar. Praktis, pemerintah daerah hanya bisa mengandalkan denyut perputaran ekonomi di sektor jasa serta kontribusi taat pajak dari masyarakat sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) utama.

“Pendapatan kita sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Sebagai contoh, dari sektor kuliner dan restoran, ada kontribusi pajak 10 persen yang dibayarkan langsung oleh masyarakat selaku konsumen saat melakukan transaksi. Dana inilah yang menopang pembangunan kita,” papar Wali Kota Adhan.

Menghadapi situasi fiskal yang menantang ini, Adhan juga menuntut peran aktif dan kinerja ekstra dari para abdi negara. Ia meminta seluruh ASN di lingkungan Pemkot Gorontalo untuk lebih peka dan turun langsung ke lapangan.

“ASN harus memperlihatkan sikap dan kerja yang nyata di tengah-tengah masyarakat, karena ASN menjadi pilar utama dalam melayani dan mengakomodasi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Sebagai informasi, penutupan di Lapangan Taruna Remaja ini menjadi puncak dari semarak perayaan HUT ke-298 Kota Gorontalo. Rangkaian peringatan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan meriah, mulai dari perlombaan kesenian, kegiatan syiar keagamaan, turnamen olahraga dan e-sport, hingga pameran pemberdayaan UMKM yang digelar di sepanjang jalan depan Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo.

Continue Reading

Advertorial

Tak Main-Main! Wali Kota Adhan Siap Pidanakan Penyerobot Lahan Eks Terminal 42

Published

on

Kota Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mengambil langkah tegas dalam upaya menertibkan aset daerah yang saat ini dikuasai secara ilegal oleh pihak swasta maupun masyarakat. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan menempuh jalur hukum pidana terhadap para oknum penyerobot lahan di kawasan eks Terminal 42.

Penegasan keras tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Adhan di sela-sela tinjauan lapangan di eks Terminal 42 pada Senin (20/4/2026). Kawasan strategis ini rencananya akan diproyeksikan sebagai lokasi pembangunan kantor Wali Kota Gorontalo yang baru.

Adhan menilai, penyelesaian sengketa aset melalui jalur perdata akan memakan waktu yang terlalu lama dan berpotensi menghambat progres pembangunan. Oleh karena itu, pendekatan pidana menjadi opsi utama untuk mempercepat proses penertiban.

“Kalau lewat jalur perdata prosesnya terlalu lama, sementara kawasan ini mau segera dibangun. Makanya kita ambil langkah pidana, yaitu terkait penyerobotan lahan,” tegas Wali Kota Adhan.

Guna memperkuat dasar hukum penindakan tersebut, Pemkot Gorontalo kini tengah mengebut pendataan dan inventarisasi menyeluruh terhadap status lahan. Wali Kota secara khusus menginstruksikan para lurah untuk berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna menelusuri legalitas kepemilikan pihak-pihak yang mengklaim lahan tersebut.

Fokus pendataan mencakup penelusuran identitas oknum yang menyewakan lahan, asal-usul penerbitan sertifikat, hingga keabsahan alas hak yang dipegang.

“BPN bersama lurah akan menelusuri siapa yang menyewakan, apa alasannya, dan bagi pihak yang memiliki sertifikat, harus diperiksa jelas dari mana asal-usulnya serta apa dasar hukum penerbitannya,” paparnya.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, Adhan membeberkan bahwa saat ini terdapat sedikitnya 19 petak bangunan komersial yang berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah tersebut. Secara historis, ia menjelaskan bahwa bangunan itu didirikan pada era Wali Kota Yusuf Dali, dengan pelaksana proyek bernama Pery Uganda. Namun seiring berjalannya waktu, status kepemilikan dan proses serah terima bangunan tersebut menjadi kabur.

“Saya tahu Pery Uganda yang membangun semua itu. Tapi sekarang saya tidak tahu lagi bagaimana proses serah terima dan jual belinya hingga bisa seperti ini,” ungkap Adhan.

Lebih lanjut, ia secara terbuka mengakui bahwa karut-marut persoalan aset ini tidak terlepas dari lemahnya sistem tata kelola administrasi Pemkot di masa lalu. Meski demikian, Adhan berkomitmen kuat untuk membenahi benang kusut tersebut secara tuntas.

Menyikapi klaim sepihak tanpa bukti sah dari sejumlah pihak, Pemkot Gorontalo siap melakukan tindakan penertiban paksa jika klaim tersebut gugur secara hukum.

“Kita memang tidak bisa sepenuhnya menyalahkan masyarakat karena sistem administrasi kita dulu belum tertata dengan baik. Tapi sekarang kondisi ini harus kita luruskan. Kalau terbukti klaim mereka tidak benar dan tak berdasar, pasti kita tertibkan,” pungkasnya.

Dengan langkah taktis ini, Pemkot Gorontalo berharap proses inventarisasi lahan dapat segera rampung sehingga rencana pembangunan kantor wali kota yang baru dapat berjalan sesuai target tanpa hambatan.

Continue Reading

Advertorial

Sukses Besar! 5 Hari Digelar, Turnamen Basket 3×3 HUT ke-298 Kota Gorontalo Resmi Ditutup

Published

on

Kota Gorontalo – Kemeriahan menyelimuti malam penutupan turnamen bola basket 3×3 yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-298 Kota Gorontalo. Ajang olahraga bergengsi yang telah berlangsung sengit selama lima hari ini resmi ditutup pada Senin (20/04/2026) malam.

Sejak hari pertama bergulir, turnamen ini sukses menyedot antusiasme luar biasa, baik dari para peserta yang berlaga maupun ratusan masyarakat yang memadati lokasi pertandingan.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, hadir langsung untuk menutup acara sekaligus menyerahkan hadiah kepada para jawara. Dalam sambutannya, Sekda Ismail menekankan bahwa turnamen ini sejatinya bukan sekadar kompetisi mengadu kekuatan fisik dan strategi di lapangan.

“Ajang ini adalah media untuk mempererat tali persaudaraan. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa belajar dari tekad pantang menyerah untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Ismail Madjid.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa turnamen basket 3×3 ini mengusung tujuan besar dari Pemerintah Kota Gorontalo. Selain mencari bibit atlet unggul, ajang ini dirancang untuk memperkuat semangat kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar agar menjadi generasi yang bermartabat dan berkualitas.

Daftar Pemenang Turnamen Basket 3×3

Persaingan ketat mewarnai perebutan gelar juara di berbagai kategori. Pada Kategori Putra Umum, tim SPARTAN tampil beringas dan berhasil mengunci gelar Juara 1, berhak membawa pulang hadiah pembinaan sebesar Rp2,5 juta. Posisi Juara 2 diraih oleh tim Polres Gto Kota (Rp2,25 juta), disusul tim MV sebagai Juara 3 (Rp2 juta), dan tim Pemda Kab. Gto di posisi Juara 4 (Rp1,75 juta).

Sementara itu, pada Kategori Putri Umum, gelar Juara 1 sukses direbut oleh tim Center Point (Rp2,5 juta). Posisi Juara 2 ditempati IMV (Rp2,25 juta), Juara 3 diraih UMGO (Rp2 juta), dan posisi Juara 4 diduduki oleh tim UNG (Rp1,75 juta).

Tak kalah sengit, Kategori SMP turut melahirkan talenta-talenta muda yang menjanjikan. Tim MTs Negeri sukses mengawinkan gelar dengan menyapu bersih Juara 1 di dua kategori sekaligus.

Pada Kategori Putra SMP, MTs Negeri keluar sebagai Juara 1 (Rp2 juta), diikuti SMP Santa Maria sebagai Juara 2 (Rp1,75 juta), MTs Al-Islah Juara 3 (Rp1,5 juta), dan SMPN 2 Kota Gorontalo di posisi Juara 4 (Rp1,25 juta).

Dominasi berlanjut di Kategori Putri SMP, di mana Juara 1 kembali diamankan oleh MTs Negeri (Rp2 juta). Posisi Juara 2 diraih SMPN 1 (Rp1,75 juta), Juara 3 ditempati SMPN 2 (Rp1,5 juta), dan Juara 4 direbut oleh MTs Al Huda (Rp1,25 juta).

Menutup arahannya, Sekda Ismail Madjid mengajak seluruh pihak untuk terus merawat semangat persatuan dan kesatuan, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah. Ia juga berpesan khusus kepada para talenta muda pelajar agar tidak cepat berpuas diri.

“Teruslah berlatih keras dan pupuk rasa sportivitas dalam diri. Jadikan ini sebagai batu loncatan untuk terus mengasah keterampilan serta minat bakat kalian di masa depan,” pungkasnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler