Advertorial
Akar Kriminalitas: Wali Kota Gorontalo Sebut KDRT hingga Perkelahian Dipicu oleh Miras
Published
3 weeks agoon
Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan komitmen tanpa kompromi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) dan narkoba. Kedua barang haram tersebut dinilai menjadi akar dari berbagai persoalan sosial dan tingginya angka kriminalitas di tengah masyarakat.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Adhan Dambea saat menghadiri agenda silaturahmi dan tatap muka bersama masyarakat Wongkaditi Barat di Jalan Brigjen Piola Isa, Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Selasa (19/05/2026). Agenda ini turut dihadiri oleh warga setempat serta sejumlah mahasiswa asal Papua yang tinggal di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Adhan menekankan bahwa jajaran pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para pengedar maupun penjual miras dan narkoba di Kota Serambi Madinah.
“Minuman keras merupakan sumber dari berbagai masalah, mulai dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perkelahian antarwarga, aksi penikaman, hingga tindak kriminalitas lainnya. Apalagi narkoba, jelas tidak ada kompromi bagi kami,” tegas Adhan Dambea di hadapan warga.
Sebagai bentuk tindakan nyata, Pemkot Gorontalo telah menutup paksa sejumlah lokasi dan warung kelontong yang kedapatan menjual minuman beralkohol. Sebelum langkah represif diambil, pemerintah daerah mengklaim telah melayangkan surat imbauan agar para pelaku usaha menghentikan aktivitas ilegal tersebut.
“Tempat-tempat yang terbukti menjual minuman keras sudah kami segel dan tutup. Imbauan persuasif sudah kami berikan, tetapi jika mereka masih membandel dan ditemukan kembali menjual miras, akan langsung kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Di sisi lain, dalam sesi dialog terbuka, salah seorang warga Wongkaditi Barat mengeluhkan bahwa peredaran miras di wilayah tersebut seolah menjadi penyakit masyarakat yang menahun dan sulit diberantas secara total.
“Masalah minuman keras ini sudah dari dulu susah berhenti, Pak. Dari era pemerintahan-pemerintahan sebelumnya pun peredaran miras ini tetap saja ada di sekitar kami,” keluh warga tersebut.
Merespons keluhan tersebut, Wali Kota Adhan Dambea meminta masyarakat untuk tidak bersikap apatis. Ia mengajak warga mengambil peran aktif sebagai informan pemerintah dengan memanfaatkan kanal aduan digital demi mempersempit ruang gerak para pelaku bisnis haram ini.
“Jika warga melihat atau mengetahui ada toko dan kios yang nekat menjual minuman keras, segera foto dan laporkan ke saya melalui pesan WhatsApp. Hari itu juga akan saya perintahkan untuk ditindak. Saya tegaskan lagi, tidak ada kompromi dengan miras,” pungkas Adhan.
You may like
-
Sasar Ekonomi Sirkulasi: SDGs Center UNG Sokong Deklarasi Pilah Sampah Dumbo Raya
-
Kecaman Keras Pemred: Barakati.id Kutuk Dugaan Intimidasi Wartawan di Tambang Pohuwato
-
Buka Ruang Aduan: Wali Kota Adhan Dambea Sebar Nomor HP Pribadi ke Warga Wongkaditi
-
Wali Kota Adhan Tolak Suap Ratusan Juta Demi Bersihkan Kota Gorontalo dari Miras
-
STOP KEKERASAN: Satgas PPKPT UNG Gandeng Polda Gorontalo Bersihkan Kampus dari Perundungan
-
HADIR DI LEATO: Bupati Saipul Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Kampung Nelayan Modern
Advertorial
PRESTASI GEMILANG: Angkatan XXII Profesi Ners UNG Lulus Uji Kompetensi Nasional 100 Persen
Published
2 days agoon
06/06/2026
UNG – Sebanyak 66 lulusan Profesi Ners Angkatan XXII Jurusan Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah Perawat secara khidmat di Gedung Grand Sumberia, Rabu (03/06/2026). Prosesi sakral ini menjadi penanda legalitas dan kesiapan mutlak para lulusan untuk terjun ke dunia kerja sebagai tenaga kesehatan profesional yang mengemban misi kemanusiaan.
Suasana haru dan bangga menyelimuti jalannya acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Mohamad Amir Arham. Turut hadir pula Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., jajaran dosen Jurusan Keperawatan, Koordinator Program Studi Pendidikan Ners, serta orang tua pendamping para lulusan.
Koordinator Program Studi Pendidikan Ners UNG, Ibrahim Suleman, menjelaskan bahwa sumpah profesi merupakan fase pemungkas yang wajib dilalui setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan akademik dan profesi klinis sebelum perawat diizinkan memberikan pelayanan kesehatan kepada publik.
Ibrahim memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Angkatan XXII karena berhasil mencatatkan prestasi gemilang, yakni kelulusan 100 persen dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Ners (UKOM) nasional. Menurutnya, capaian impresif first-taker ini merefleksikan tingginya mutu pendidikan akademik di kampus kerakyatan tersebut.
“Angkat sumpah ini menjadi bukti konkret bahwa ke-66 lulusan kami telah memenuhi standar kualifikasi akademik dan legalitas profesional untuk menjalankan praktik keperawatan secara resmi serta siap mengabdikan diri di tengah masyarakat,” ungkap Ibrahim.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Mohamad Amir Arham, menegaskan bahwa lafal sumpah yang diucapkan bukan sekadar formalitas seremonial kelulusan, melainkan sebuah ikatan kontrak moral seumur hidup.
Ia mengingatkan bahwa perawat memegang posisi garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan terpadu. Berbekal keilmuan, keterampilan klinis, dan empati yang ditempa selama masa studi, lulusan Ners UNG dituntut mampu menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu tinggi, humanis, dan menempatkan keselamatan pasien di atas segalanya.
“Profesi perawat adalah profesi kemanusiaan yang mulia. Melalui integrasi pengetahuan dan integritas moral yang dikukuhkan hari ini, kami berharap alumni UNG mampu mengambil peran krusial dalam menaikkan derajat kesehatan masyarakat luas,” tutur Amir Arham.
Prosesi angkat sumpah ini sekaligus membuka gerbang baru bagi puluhan ners muda tersebut untuk mulai mendistribusikan dedikasi terbaik mereka di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, maupun institusi medis strategis di level regional, nasional, hingga internasional.
Advertorial
KULIAH GRATIS DI UNG: 19 Calon Mahasiswa Bersaing Ketat di Jalur Mandiri Prestasi 2026
Published
2 days agoon
06/06/2026
UNG – Sebanyak 19 calon mahasiswa baru berkompetisi ketat dalam tahapan seleksi jalur Seleksi Mandiri Prestasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun Akademik 2026. Para peserta tersebut bersaing memperebutkan kuota emas untuk menempuh pendidikan tinggi dengan fasilitas pembebasan biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI) serta Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Proses seleksi ketat yang meliputi penilaian portofolio dan wawancara mendalam ini digelar di Aula Totombowata Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) UNG, Jumat (05/06/2026). Calon mahasiswa yang berhasil menembus tahapan ini merupakan pemilik rekam jejak mentereng, mulai dari jawara kompetisi tingkat nasional dan internasional, hingga penghafal (hafidz) Al-Qur’an dengan kapasitas hafalan hingga 20 juz.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa jalur Seleksi Mandiri Prestasi ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi nyata dari pihak universitas terhadap talenta muda yang memiliki capaian luar biasa di berbagai bidang.
“Tahun ini tercatat ada 19 peserta yang mengikuti seleksi akhir. Mereka terbagi dalam beberapa kategori, yakni prestasi bidang sains, olahraga, olimpiade, kesenian, serta kategori hafidz Al-Qur’an,” rinci Darman.
Darman menambahkan, proses wawancara dan bedah portofolio ini merupakan instrumen krusial untuk menguji keabsahan seluruh dokumen yang diajukan. Tim seleksi memverifikasi langsung fisik sertifikat penghargaan, sementara bagi kategori hafidz Al-Qur’an, tim penguji langsung melakukan tes hafalan di tempat (muhasabah).
“Melalui tahapan validasi yang ketat ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh rekam jejak prestasi yang diajukan benar-benar valid, autentik, dan memenuhi standar kualifikasi universitas,” imbuhnya.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menuturkan bahwa jalur khusus ini dirancang sebagai komitmen kampus dalam menjaring input mahasiswa unggul yang memiliki kompetensi menonjol di luar jalur reguler.
Kendati menjanjikan kuliah gratis tanpa beban IPI dan UKT, Prof. Abdul Hafidz memberikan catatan tegas bahwa beasiswa institusi ini menerapkan sistem evaluasi berkala yang ketat setiap tahunnya. Mahasiswa yang lolos dituntut wajib mempertahankan kerangka prestasi mereka selama berkuliah di Bumi Gorontalo.
“Fasilitas gratis ini tidak bersifat permanen tanpa syarat. Jika dalam evaluasi tahunan mahasiswa yang bersangkutan tidak lagi mampu menunjukkan capaian prestasi sesuai standar minimum yang disepakati, maka hak pembebasan UKT akan dicabut dan mereka wajib membayar kuliah secara reguler,” tegas Prof. Abdul Hafidz.
Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia, hasil akhir kelulusan Seleksi Mandiri Prestasi UNG 2026 akan diumumkan secara resmi pada Senin, 8 Juni 2026. Melalui program ini, UNG berkomitmen membuka pintu pendidikan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa tanpa perlu terhambat oleh faktor finansial.
Advertorial
KABAR GEMBIRA: Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato Dipastikan Berkontrak Tahun Ini
Published
5 days agoon
03/06/2026
Pohuwato – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam memperjuangkan intervensi pembangunan kawasan pesisir dan penguatan ekonomi masyarakat perikanan terus membuahkan hasil positif. Langkah nyata ini dipertegas melalui pertemuan strategis antara Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, dengan Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Drs. Halid K. Jusuf, Selasa (02/06/2026).
Pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan dan tindak lanjut program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang diinisiasi pemerintah pusat untuk menggenjot modernisasi kawasan perikanan sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam audiensi tersebut, terungkap kabar baik bahwa dari sembilan lokasi KNMP yang diusulkan oleh Pemkab Pohuwato, sebanyak tiga lokasi dipastikan memasuki tahap kontrak pekerjaan pada tahun anggaran 2026. Ketiga wilayah prioritas tersebut meliputi Desa Bumbulan di Kecamatan Paguat, Desa Torosiaje Jaya di Kecamatan Popayato, serta satu lokasi strategis di Kecamatan Wanggarasi.
“Alhamdulillah, dari hasil pertemuan ini kami mendapatkan informasi yang sangat menggembirakan. Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato akan segera berkontrak pada tahun ini. Ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat nelayan yang telah lama menantikan realisasi program tersebut,” ujar Bupati Saipul Mbuinga pascapertemuan.
Bupati menegaskan bahwa jajaran pemerintah daerah berkomitmen mengawal ketat seluruh tahapan administrasi dan teknis agar eksekusi di lapangan berjalan lancar serta tepat waktu. Ia optimistis, akselerasi proyek ini akan memicu pertumbuhan ekonomi baru di sektor maritim daerah.
“Harapan kami tentu agar proyek fisik segera dimulai tanpa kendala berarti. Jika semua proses berjalan simultan, pembangunan KNMP ini akan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan nelayan tradisional kita,” tambahnya.
Meski tiga lokasi telah disetujui, Bupati Saipul tetap melayangkan harapan agar enam usulan lokasi KNMP lainnya dapat diakomodasi oleh kementerian terkait pada gelombang berikutnya. Menurutnya, seluruh usulan tersebut berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.
Atas capaian ini, Bupati Saipul menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada KKP RI, khususnya Ditjen PSDKP, atas perhatian intensif yang diberikan kepada daerah berjuluk Bumi Panua tersebut. Ia juga menginstruksikan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk tidak pasif dan terus menjalin komunikasi jemput bola ke kementerian pusat.
“Saya meminta OPD terkait untuk terus membangun komunikasi vertikal yang intensif dengan pihak kementerian. Kita harus proaktif menjemput bola demi memperjuangkan alokasi program dan anggaran pusat untuk percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.
Merespons hal tersebut, Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP KKP RI, Drs. Halid K. Jusuf, menyatakan kesiapan institusinya untuk memberikan pendampingan penuh dan supervisi ketat dalam pelaksanaan program KNMP di Kabupaten Pohuwato. Pendampingan ini dinilai krusial guna memastikan proyek berjalan sesuai regulasi dan bebas dari penyimpangan hukum.
“Kami akan melakukan pendampingan melekat terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik ini. Tujuannya agar seluruh proses berjalan akuntabel, tepat sasaran, dan menghasilkan kualitas infrastruktur yang kokoh. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci sukses dari program maritim ini,” pungkas Halid Jusuf.
ANCAMAN TSUNAMI: BMKG Rilis Peringatan Dini Usai Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi
PRESTASI GEMILANG: Angkatan XXII Profesi Ners UNG Lulus Uji Kompetensi Nasional 100 Persen
KULIAH GRATIS DI UNG: 19 Calon Mahasiswa Bersaing Ketat di Jalur Mandiri Prestasi 2026
Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil
Masyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
Total Hadiah Rp60 Juta: Turnamen Catur Pohuwato Cup 2026 Resmi Dimulai
Bukan Sekadar Hobi: Mods Mayday 2026 Jadi Simbol Kreativitas Anak Vespa Gorontalo
Gerindra Gorontalo Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden
Kampung Nelayan Leato Selatan, Kolaborasi Prabowo Subianto dan Adhan Dambea
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Daerah4 weeks agoMasyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan
-
Gorontalo3 months agoTak Tinggal Diam! Dugaan Pelecehan dan Pelanggaran Kerja Alfamidi Dilaporkan ke Disnaker
-
Gorontalo2 months agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
-
Gorontalo2 months agoMeresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
-
Advertorial3 months agoDibongkar di Depan Wartawan, Ini Penjelasan Soal Rp14 M Harta Bupati Pohuwato
-
News3 months agoMengejutkan! Riset UI, Hanya 5 dari 34 Siswa Habiskan Menu MBG
-
Gorontalo3 months agoIroni di Balik Program MBG: Petani Lokal Belum Dilibatkan Penuh
-
Gorontalo3 months agoBerani Bertindak, Pemdes Teratai Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal