kabupaten pohuwato
Tak Sekadar Tambang, Merdeka Gold Dorong Konservasi di Gorontalo
Published
8 months agoon
Pohuwato – Perusahaan tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) melalui anak usahanya, PT Gorontalo Sejahtera Mining, tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara. Kolaborasi ini bertujuan mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati di Cagar Alam Panua, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari penguatan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) serta direncanakan menjadi salah satu program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan di bidang lingkungan. Melalui langkah ini, Merdeka Gold Resources berkomitmen menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Fokus Program Konservasi
Beberapa program strategis yang menjadi fokus pembahasan antara lain:
-
Perlindungan kawasan suaka alam.
-
Konservasi satwa endemik dan dilindungi seperti anoa dan maleo.
-
Pemulihan serta rehabilitasi ekosistem yang terdampak.
-
Penguatan fungsi ekologis kawasan cagar alam sebagai penyangga lingkungan.
-
Monitoring habitat dan populasi satwa secara berkelanjutan.
-
Edukasi serta peningkatan partisipasi masyarakat sekitar kawasan konservasi.
Komitmen Penerapan ESG
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin, menegaskan bahwa penerapan prinsip ESG telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan yang mengelola Tambang Emas Pani di Pohuwato.
“Implementasi ESG bagi kami bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan upaya nyata untuk menghadirkan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat. Rencana kerja sama konservasi di Cagar Alam Panua ini kami posisikan sebagai bagian dari program PPM di bidang lingkungan untuk memastikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Boyke, Senin (29/12/2025).
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif dengan otoritas konservasi diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan lindung sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Dukungan dari BKSDA Sulawesi Utara
Sementara itu, Kepala BKSDA Sulawesi Utara, Askhari DG. Masikki, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha yang memiliki komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan sangat penting untuk memperkuat upaya konservasi, terutama dalam menjaga habitat satwa liar dan keberlanjutan kawasan suaka alam.
“Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah merupakan kunci keberhasilan konservasi berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat perlindungan kawasan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
Wujud Nyata Prinsip ESG
Melalui inisiatif ini, Merdeka Gold Resources menegaskan komitmennya untuk melaksanakan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta berkontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan ESG dan pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah operasional perusahaan.
-
Environmental: Perlindungan keanekaragaman hayati, rehabilitasi habitat, dan penguatan fungsi ekologis kawasan konservasi.
-
Social: Peningkatan kapasitas serta partisipasi masyarakat melalui edukasi lingkungan dan program PPM berbasis konservasi.
-
Governance: Tata kelola kolaboratif, transparan, dan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan kawasan suaka alam.
You may like
-
Tanggapi Pernyataan Jasin Mohammad, Ketua OC Tegaskan Muprov Kadin Gorontalo Ditunda Murni Karena Arahan Pusat, Bukan Masalah Finansial
-
HEBOH! Puluhan Penambang Geruduk Rumah Camat Buntulia, Protes Pembongkaran Talang Sepihak
-
Kuliah Gratis Sampai Lulus: UNG Buka Jalur Seleksi Mandiri Prestasi Unggul 2026
-
Sikat Pungli: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Oknum AH Terkait Pungutan UMKM
-
Kabar Duka: Bupati Saipul Mbuinga Lepas Jenazah KH. Fahri Djafar ke Peristirahatan Terakhir
-
Penuh Makna! Halalbihalal UNG Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi
Advertorial
Gelar Pelantikan di Tengah Sawah: DPD Tani Merdeka Indonesia Pohuwato Resmi Dikukuhkan Periode 2026–2031
Published
13 hours agoon
21/08/2026
Pohuwato – Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dan dilantik di kawasan persawahan Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Kamis (20/8/2026).
Pelantikan unik di tengah bentangan sawah tersebut menjadi momentum krusial bagi TMI Pohuwato untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyuarakan berbagai persoalan mendasar yang masih membayangi kehidupan masyarakat petani di daerah.
Prosesi pengukuhan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir, Ketua DPW TMI Provinsi Gorontalo Rian Uno, serta Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga. Turut hadir jajaran camat, pimpinan Bank SulutGo (BSG) Cabang Marisa, perwakilan PT Loka Indah Lestari (LIL), perwakilan Kodim 1313/Pohuwato, Danramil, hingga Komandan Pos TNI AL (Danposal) Pohuwato.
Pemilihan kawasan persawahan sebagai lokasi acara menyimbolkan komitmen TMI Pohuwato untuk senantiasa hadir dekat dengan realitas kehidupan serta pergumulan para petani di akar rumput.
Ketua DPD TMI Pohuwato yang baru dilantik, Abdul Hamid Sukoli, dalam orasi sambutannya membeberkan kompleksitas persoalan yang dihadapi sektor pertanian lokal, membentang dari wilayah Paguat hingga Popayato. Ia menyoroti kondisi memprihatinkan di kawasan Buntulia dan Duhiadaa, di mana para petani kerap mengalami kelumpuhan masa tanam hingga ancaman gagal panen yang berulang.
“Kompleksitas masalah petani kita membentang dari Paguat sampai Popayato. Apalagi di wilayah Buntulia dan Duhiadaa, petani kesulitan menanam bahkan dihadapkan pada ancaman gagal panen. Ini salah satu isu krusial yang membutuhkan perhatian serius,” tegas Abdul Hamid.
Ia menekankan pentingnya solusi konkret dan jangka panjang dari pemerintah daerah maupun pusat agar masa depan petani tidak terus terancam setiap musim tanam. Abdul Hamid berharap kehadiran TMI mampu menjadi jembatan aspirasi yang efektif antara petani dan pemangku kebijakan.
Secara khusus, ia menggarisbawahi urgensi penanganan sekitar 3.000 hektare lahan pertanian di Pohuwato yang membutuhkan penyelesaian komprehensif. Momen kehadiran Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir pun diharapkan membawa dampak positif bagi percepatan penanganan masalah tersebut.
“Kehadiran Ketua Umum di Pohuwato semoga membawa spirit dan jangkauan strategis Presiden untuk mengawal serta menyelesaikan masalah petani di Kabupaten Pohuwato,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW TMI Rian Uno menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal implementasi program-program pertanian agar kemanfaatannya benar-benar menyentuh masyarakat bawah. Rian menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai Pembina TMI, sehingga seluruh program kebijakan sektor pertanian difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan taraf hidup petani.
Sebagai wujud kerja nyata, rangkaian pelantikan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dengan disaksikan langsung oleh Ketum DPN TMI Don Muzakir.
Penyerahan alsintan tersebut diharapkan dapat mempermudah pengolahan lahan, mendongkrak produktivitas hasil panen, serta mendorong modernisasi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato.
Advertorial
Hadir Langsung di Pohuwato: Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir Instruksikan Pengurus Bentuk Struktur Hingga Desa
Published
15 hours agoon
20/08/2026
Pohuwato – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI), Don Muzakir, hadir langsung dalam prosesi pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) TMI Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031.
Kehadiran sosok pimpinan nasional tersebut menjadi suntikan semangat bagi kepengurusan baru DPD TMI Pohuwato dalam mengawal, menyerap, dan memperjuangkan aspirasi para petani di tingkat daerah.
Dalam arahannya, Don Muzakir menegaskan bahwa peran TMI tidak sebatas mengurus sektor pertanian semata, melainkan mengemban tanggung jawab strategis untuk mengawal program-program pemerintah sekaligus menjadi jembatan komunikasi efektif antara petani dan pemangku kebijakan.
“TMI bukan sekadar membahas masalah pertanian, tetapi kita harus mengawal program-program yang ada. TMI ini merupakan organisasi yang awalnya digagas oleh para petani di Jawa,” ujar Don Muzakir.
Ia mengungkapkan, pembentukan TMI tidak terlepas dari dinamika perjuangan masyarakat agraris dalam ranah kebijakan publik. Organisasi ini lahir untuk memperkuat daya tawar serta memperjuangkan hak-hak petani agar sampai ke telinga pemerintah.
“Kenapa TMI harus ada? Karena TMI lahir di tengah dinamika perjuangan politik di Jawa Tengah. Tugas utama TMI adalah menjadi penyambung lidah antara petani dan pemerintah,” tegasnya.
Don Muzakir secara khusus menginstruksikan jajaran pengurus DPD TMI Pohuwato agar tidak berpuas diri dengan struktur di tingkat kabupaten. Ia mendesak akselerasi pembentukan kepengurusan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
“Pengurus TMI Pohuwato yang baru dilantik saya minta segera membentuk kepengurusan sampai ke tingkat desa. Mengapa? Karena para petani itu ada di desa. Tugas kita adalah menampung dan memperjuangkan aspirasi mereka secara langsung,” tegas Don.
Dengan penguatan struktur hingga basis akar rumput, TMI diharapkan mampu memetakan secara presisi berbagai kendala di lapangan, mulai dari pemenuhan sarana produksi, konflik agraria, keandalan irigasi, hingga efektivitas penyaluran bantuan pemerintah.
Selain itu, Don Muzakir mengingatkan agar para pengurus tidak mengedepankan retorika semata, melainkan menunjukkan kerja nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
“Jangan hanya banyak bicara, jalankan program nyata yang membantu pemerintah dan berikan manfaat bagi masyarakat. Berorganisasilah secara bersungguh-sungguh untuk memperjuangkan nasib orang banyak,” imbuhnya.
Ia menutup sambutannya dengan mengimbau seluruh kader TMI Pohuwato untuk merawat persatuan, mempererat kebersamaan, serta membangun sinergi kolaboratif bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan daerah.
Sementara itu, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Don Muzakir di Kabupaten Pohuwato. Menurut Saipul, kehadiran jajaran DPN TMI menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat petani lokal.
“Kehadiran Bapak Don Muzakir di Kabupaten Pohuwato menjadi kebanggaan besar bagi para petani di daerah ini,” tutur Saipul.
Dalam kesempatan tersebut, Saipul turut memaparkan komitmen Pemkab Pohuwato dalam mendukung sektor pertanian, salah satunya melalui penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan lahan pertanian warga.
“Langkah konkret telah kami lakukan, salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan dan penanganan DAS sebagai bagian dari upaya mitigasi serta perlindungan kawasan pertanian,” pungkas Bupati Saipul.
Advertorial
Meski Waktu Latihan Singkat: Siasat Paskibraka Pohuwato Sukses Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI
Published
3 days agoon
18/08/2026
Pohuwato – Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Pohuwato. Upacara kenegaraan tersebut berlangsung penuh khidmat di halaman Mako Polresta/Mapolres Pohuwato, Senin (17/8/2026).
Upacara HUT RI tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Provinsi Gorontalo, anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, serta Sekretaris Daerah Iskandar Datau. Turut hadir para asisten, staf ahli bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, veteran, kepala desa, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dan pemuda.
Hadir pula Ketua TP-PKK Kabupaten Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Risnawati Adam Ali, Ketua PIAD Erna Giasi, Ketua DWP Pohuwato Suriyati Datau R. Abdjul, serta jajaran pengurus organisasi wanita se-Kabupaten Pohuwato.
Rangkaian peringatan Detik-Detik Proklamasi diawali dengan raungan sirene sebagai tanda dimulainya prosesi sakral. Teks Proklamasi kemudian dibacakan secara lantang oleh Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato Beni Nento, disusul pembacaan doa oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato.
Bupati Saipul A. Mbuinga selanjutnya memimpin hening cipta untuk mengheningkan cipta dan mengenang jasa para pahlawan bangsa. Suasana makin haru saat paduan suara mengumandangkan lagu ode kebangsaan.
Puncak prosesi ditandai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Bertindak sebagai Komandan Upacara yakni Iptu Budi Abdul Gani, S.H., sementara posisi Perwira Upacara dipercayakan kepada Kompol Abadi, S.H.I., M.H. Adapun jajaran Paskibraka dipimpin oleh Komandan Pasukan Ipda Adam Ahmad, S.H.
Formasi Pengibar Bendera diisi oleh talenta-talenta muda terbaik Pohuwato: Komandan Kelompok (Danpok) 8 Zulfachri Alfrizal Aliwu (SMAN 1 Marisa), pembentang bendera Jovan Rio Siging (SMAN 1 Popayato), penggerek bendera Marsel Rizki Ananda (SMKN 1 Marisa), serta Isdayanti (SMAN 1 Randangan) yang bertugas sebagai pembawa baki.
Prosesi penaikan Sang Saka Merah Putih berjalan sempurna dan tanpa hambatan. Usai upacara, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Paskibraka.
“Terima kasih kepada adik-adik Paskibraka yang telah menjalankan tugas dengan sangat baik. Walaupun waktu latihan terbilang singkat, alhamdulillah seluruh rangkaian upacara pengibaran dapat terlaksana secara lancar dan khidmat,” tutur Saipul.
Selain itu, Bupati menyampaikan penghargaan kepada tim pelatih, panitia penyelenggara, petugas keamanan, serta jajaran ASN yang turut menyukseskan gelaran peringatan kemerdekaan ini.
“Alhamdulillah, gelaran upacara pengibaran bendera Merah Putih yang merupakan agenda puncak peringatan HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Pohuwato berjalan sukses. Harapan kita bersama, upacara penurunan sore nanti juga dapat berlangsung lancar dan penuh khidmat,” pungkasnya.
Gelar Pelantikan di Tengah Sawah: DPD Tani Merdeka Indonesia Pohuwato Resmi Dikukuhkan Periode 2026–2031
Hadir Langsung di Pohuwato: Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir Instruksikan Pengurus Bentuk Struktur Hingga Desa
Respons Instruksi Wali Kota Adhan: Donasi ASN Pemkot Gorontalo untuk Bencana NTT Tembus Rp108 Juta
Meski Waktu Latihan Singkat: Siasat Paskibraka Pohuwato Sukses Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI
Soroti Dokumen Penuh Kejanggalan: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Akun Medsos Aweka Holand
Kurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
Siap Guncang Panggung Vokasi Nasional: SMKN 3 Gorontalo Terjunkan Kontingen di 11 Cabang LKS 2026
Tembus Seleksi Ketat Nasional: Dua Periset Unggulan UNG Sabet Hibah Riset RIIM Gelombang XI
Gebrakan Wali Kota Adhan Berbuah Manis, Kota Gorontalo Masuk Daftar 10 Kota Teraman Indonesia
Sita Ekskavator dan Amankan Pemodal: Polres Pohuwato Bongkar Tambang Emas Ilegal di Desa Teratai
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo2 months agoDiduga Tembus Rp1,3 Miliar: Skandal Penggelapan Dana Mahasiswa Guncang Kampus Universitas Gorontalo
-
Ruang Literasi2 months agoDosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Luncurkan “Manjonongki”, Aplikasi Karya Anak Daerah dari Riset Kampus
-
News3 months agoMenggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
-
Gorontalo3 months agoTak Tinggal Diam! DPC Gerindra Gorut Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Biau
-
News3 months agoViral! Baling-baling Wings Air Diikat Kabel Ties Sebelum Terbang dari Bali, Begini Kata Lion Air Group
-
Kriminalitas3 months agoTUNTUTAN KONTROVERSIAL! Empat Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun BUI
-
Advertorial2 months agoTembus Top 30 Global: Tiga Mahasiswi FEB UNG Siap Rebut Juara di Vietnam
