Advertorial
Alarm Panas Ekstrem, Ketika Perubahan Iklim Mulai “Membajak” Jantung Manusia
Published
8 months agoon
UNG – Kenaikan suhu global yang memicu gelombang panas ekstrem kini bukan lagi ancaman yang jauh di horizon. Fenomena cuaca ekstrem yang turut melanda Provinsi Gorontalo telah menunjukkan dampak langsung terhadap kesehatan manusia, khususnya pada organ vital seperti jantung dan pembuluh darah.
Kajian terbaru dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang dipimpin oleh Nayla Prima Dyta dan tim penelitinya mengungkap fakta mengejutkan: perubahan iklim kini bukan hanya mengganggu lingkungan, tetapi juga sedang “mengincar” denyut jantung kita.
Menurut hasil penelitian tersebut, heat stroke akibat paparan panas ekstrem bukan sekadar “kepanasan biasa”, melainkan krisis kardiovaskular akut yang dapat menyebabkan kegagalan organ hanya dalam hitungan beberapa jam.
Data epidemiologis menunjukkan fakta yang mencemaskan — setiap kenaikan suhu lingkungan sebesar 1°C di atas ambang batas lokal, risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat hingga 2,1 persen.
Namun bahaya utama justru terletak pada apa yang disebut peneliti sebagai “efek jeda”. Kematian tidak selalu terjadi pada puncak suhu, melainkan beberapa hari setelah paparan panas berlangsung. Kondisi ini menjelaskan lonjakan kasus serangan jantung mendadak dan gangguan irama jantung di berbagai negara, termasuk wilayah tropis seperti Indonesia.
Kelompok paling rentan mencakup lansia, penderita penyakit jantung, pekerja luar ruangan, serta warga perkotaan yang tinggal di area padat dan minim ruang hijau.
Badai Biologis di Dalam Tubuh
Secara fisiologis, tubuh manusia berupaya mendinginkan diri melalui keringat dan pelebaran pembuluh darah. Namun dalam kondisi suhu ekstrem, jantung bekerja seperti mesin yang dipaksa beroperasi di luar batasnya.
Penelitian UNG menemukan fenomena medis yang disebut “myocardial stunning” — fase di mana jantung awalnya bekerja sangat keras untuk menstabilkan tubuh, tetapi dalam waktu 24–48 jam, pompa jantung dapat drop drastis akibat stres panas dan peradangan sistemik.
Akibatnya, tekanan darah menurun, aliran darah ke organ vital terganggu, dan tubuh mulai mengalami gagal organ multipel. Kondisi ini bahkan dapat terjadi pada individu sehat tanpa riwayat penyakit kardiovaskular.
Bahaya Tersembunyi dari Darah Kita
Tim peneliti juga mendeteksi biomarker jantung dan peradangan sebagai indikator bahaya dini. Sekitar 70 persen pasien heat stroke menunjukkan peningkatan troponin, penanda kerusakan otot jantung, sementara lebih dari separuh mengalami kenaikan kadar BNP, penanda awal gagal jantung.
Temuan lainnya memperlihatkan tingginya kadar IL-6 dan D-dimer, yang menunjukkan peradangan tinggi serta gangguan pembekuan darah — kombinasi yang dapat menjadi awal dari badai biologis penyebab gagal multi-organ.
“Dengan kata lain,” tulis tim peneliti, “heat stroke bukan sekadar suhu tubuh tinggi, tetapi reaksi biologis ekstrem yang bisa melumpuhkan sistem jantung dan sirkulasi manusia.”
Tantangan Diagnosis: Saat “Panas” Tak Terlihat
Penelitian ini juga menyoroti lemahnya deteksi dini di fasilitas kesehatan. Beberapa pasien heat stroke berat ditemukan memiliki suhu kulit atau ketiak yang normal, padahal suhu inti tubuh sudah menembus >40°C.
Perbedaan ini terjadi karena kegagalan sirkulasi membuat permukaan kulit terasa lebih dingin, sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis. Akibatnya, pasien kehilangan waktu emas untuk menerima perawatan pendinginan agresif — satu-satunya langkah penyelamat nyawa.
Krisis Kesehatan di Tengah Krisis Iklim
Peneliti UNG menegaskan bahwa perubahan iklim telah “masuk” ke ruang gawat darurat. Heat stroke harus dipandang sebagai penyakit jantung akut yang dipicu iklim, bukan lagi semata gangguan cuaca.
Karena itu, diperlukan langkah terpadu — mulai dari sistem peringatan dini gelombang panas, perlindungan bagi pekerja luar ruangan, hingga perencanaan kota yang ramah iklim dan bervegetasi cukup. Fasilitas kesehatan juga didorong untuk memperkuat protokol penanganan darurat suhu tinggi dengan pemantauan jantung intensif.
Tanpa adaptasi kebijakan di sektor kesehatan, beban penyakit kardiovaskular akibat panas ekstrem diperkirakan melonjak tajam dalam satu dekade ke depan, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia.
Menjaga Denyut Jantung di Dunia yang Memanas
Pada bagian akhir, penelitian ini menyiratkan pesan penting: iklim yang memanas adalah ujian baru bagi ketahanan biologis manusia. Melindungi masyarakat dari heat stroke tidak boleh sebatas imbauan untuk minum air atau berteduh.
Diperlukan sistem kesehatan tangguh yang siap menghadapi dampak perubahan iklim — sistem yang tak hanya menjaga bumi, tetapi juga menyelamatkan jantung manusia.
(Artikel penelitian ini telah dipublikasikan melalui laman jurnal: Jurnal Kesehatan Saintek, UNISMUH Palu – 2025)
You may like
-
Bayar Tagihan Tapi Air Mati! Warga Pohuwato Keluhkan Pelayanan PDAM
-
Cetak Sejarah Baru! Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Tembus Ajang Peksiminas 2026
-
Polemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Penakluk Pembunuh Senyap: Peneliti UNG Sulap Rimpang Kunyit Jadi Minuman Effervescent
-
Pemotong Rantai Keterlambatan Medis: Peneliti FK UNG Luncurkan Aplikasi Digital ‘Hallo Stroke’
-
Buka Jalur Afirmasi Kedokteran: Langkah Berani UNG dan Pemkab Parigi Moutong Cetak Dokter Daerah
Advertorial
Gagas Youth Economic Policy Lab, Ratri Rahmatya Hiola Bawa Nama UNG ke Forum Dunia
Published
7 hours agoon
08/10/2026
UNG – Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ratri Rahmatya Hiola, mengukir prestasi membanggakan di panggung akademik internasional. Ia terpilih menjadi satu-satunya perwakilan dari kawasan Indonesia bagian timur yang tampil sebagai presenter sekaligus Impact Delegate pada ajang World Economic & Leadership Forum (WELF) 2026.
Forum internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh Sustainable Development League bekerja sama dengan Universitas Warmadewa tersebut berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 di Denpasar, Bali. WELF 2026 mempertemukan delegasi generasi muda dari berbagai belahan dunia, di antaranya Rusia, Malaysia, Vietnam, Bangladesh, Uzbekistan, Inggris, Papua Nugini, dan Indonesia. Para peserta berkumpul untuk membedah berbagai isu strategis seputar ekonomi global, teknologi, rekonstruksi, perubahan iklim, hingga dinamika kepemimpinan muda.
Dalam perhelatan tersebut, Ratri membawa nama besar Universitas Negeri Gorontalo dan terlibat aktif dalam serangkaian diskusi krusial. Kehadirannya menjadi saluran bagi kontribusi mahasiswa UNG dalam menyumbangkan gagasan serta perspektif akademik di tengah ruang dialog internasional.
Selain mengikuti diskusi forum, Ratri berkesempatan mempresentasikan proyek inovatifnya bertajuk Youth Economic Policy Lab: Building Economic Resilience in an Uncertain Global Environment. Inisiatif berbasis kepemudaan ini dirancang untuk menyinergikan riset ekonomi, dialog kebijakan, dan keterlibatan aktif generasi muda dalam merumuskan pemikiran ekonomi yang lebih responsif terhadap guncangan ketidakpastian global.
Melalui Youth Economic Policy Lab, para mahasiswa dan pemuda diarahkan untuk membedah tantangan ekonomi menggunakan pendekatan ilmiah berbasis data. Gagasan ini membuka ruang kolaborasi antara generasi muda, akademisi, dan praktisi untuk menerjemahkan hasil kajian rumit menjadi rekomendasi kebijakan yang mudah dipahami oleh publik.
“Youth Economic Policy Lab saya gagas sebagai ruang yang menghubungkan penelitian ekonomi dengan diskusi kebijakan dan keterlibatan anak muda. Saya melihat bahwa generasi muda tidak hanya perlu memahami bagaimana kebijakan ekonomi memengaruhi kehidupan mereka, tetapi juga perlu memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan terlibat dalam pembahasan isu ekonomi,” ujar Ratri.
Gagasan strategis yang dipaparkan Ratri berangkat dari rekam jejak riset akademiknya mengenai kebijakan fiskal dan Foreign Direct Investment (FDI) di negara-negara anggota ASEAN+3 sepanjang periode 2010–2023. Penelitian tersebut menjadi pijakan utama untuk membuktikan bagaimana analisis data ekonomi dapat dimanfaatkan dalam membaca korelasi antara instrumen fiskal, indikator makroekonomi, dan iklim investasi.
Dalam kajiannya, Ratri menekankan bahwa ketahanan ekonomi suatu negara tidak sekadar diukur dari kemampuannya bertahan saat merespons guncangan pasar. Lebih dari itu, ketahanan yang solid membutuhkan fondasi kebijakan yang kredibel, kapasitas fiskal yang kuat, investasi produktif, serta partisipasi aktif masyarakat dan pemuda.
“Pengalaman mengikuti WELF membuat saya melihat bahwa persoalan ekonomi tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu kebijakan atau satu indikator. Ketahanan ekonomi membutuhkan kombinasi antara kebijakan yang baik, institusi yang kuat, investasi produktif, dan keterlibatan berbagai pihak. Di sinilah saya melihat ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui riset, dialog, dan aksi,” lanjutnya.
Keikutsertaan Ratri dalam WELF 2026 diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan Youth Economic Policy Lab sebagai wadah diskursus kritis bagi mahasiswa dalam mengawal isu ekonomi dan kebijakan publik berbasis bukti. Partisipasi ini sekaligus mempertegas kiprah mahasiswa FEB UNG dalam memperluas jejaring internasional serta memperkuat peran UNG dalam merespons tantangan global.
Advertorial
Harumkan Nama Indonesia di Kancah Asia! Mahasiswa dan Alumni FOK UNG Sabet Medali Asian Games 2026
Published
12 hours agoon
08/10/2026
UNG – Prestasi gemilang berskala internasional kembali diukir oleh civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Mahasiswa dan alumni Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG sukses menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia pada ajang olahraga bergengsi Asian Games 2026 lewat cabang olahraga (cabor) sepak takraw.
Tiga insan olahraga asal UNG yang memperkuat Tim Nasional Sepak Takraw Indonesia tersebut adalah Jelki Ladada, yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa aktif UNG, serta dua orang alumni FOK UNG, yakni Gelvin Usman dan Rizki Yusuf Djaina.
Dalam laga kompetisi antarnegara se-Asia tersebut, Jelki Ladada tampil memukau dengan menorehkan dua medali sekaligus, yakni satu medali perak dan satu medali perunggu. Sementara itu, Gelvin Usman dan Rizki Yusuf Djaina masing-masing turut mempersembahkan medali perunggu untuk mengibarkan bendera Merah Putih di panggung podium.
Raihan prestasi ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi UNG, khususnya FOK. Capaian para atlet tidak hanya membuktikan kapasitas mereka untuk bersaing di level Asia, tetapi juga menegaskan keberhasilan pembinaan serta sistem pendidikan olahraga yang dikembangkan di lingkungan kampus.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas prestasi impresif yang diraih mahasiswa dan alumni dari Jurusan Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga (PKR) FOK UNG tersebut. According to Eduart, keberhasilan membawa pulang medali dari panggung Asian Games merupakan pencapaian monumental yang membanggakan seluruh civitas akademika.
“Keberhasilan meraih medali perak dan perunggu pada cabang olahraga sepak takraw merupakan sebuah pencapaian luar biasa dan sangat membanggakan, khususnya bagi civitas akademika UNG,” kata Eduart.
Rektor menambahkan, pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa mutu pembinaan olahraga di FOK UNG terus berkembang secara konsisten. Cabang olahraga sepak takraw pun terbukti menjadi salah satu pilar unggulan yang rutin menyumbang kontribusi nyata di tingkat internasional.
“Capaian Jelki, Gelvin, dan Rizki menjadi bukti bahwa perjalanan seorang atlet tidak berhenti ketika meninggalkan ruang kelas. Dari kampus, mereka membawa bekal pendidikan, pembinaan, dan pengalaman untuk kemudian tampil di panggung Asia membawa nama Indonesia,” terangnya.
Prestasi tingkat dunia ini diharapkan mampu menyuntikkan motivasi bagi seluruh mahasiswa UNG untuk terus mengasah potensi, baik di bidang akademik maupun keolahragaan. Di sisi lain, torehan ketiga atlet ini semakin mempertegas komitmen berkelanjutan UNG dalam mencetak atlet-atlet sepak takraw berkaliber internasional yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah global.
Advertorial
Sentil Isu Viral di Samsat, Legislator PKS Minta Kapolda Baru Usut Tuntas Kasus Pelayanan
Published
1 day agoon
07/10/2026
DEPROV – Kehadiran Kapolda Gorontalo yang baru, Irjen Pol. Nurworo Danang, diharapkan mampu membawa energi segar serta terobosan konkret dalam menjawab berbagai persoalan penegakan hukum dan dinamika pelayanan publik di daerah.
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PKS, Ramdan Liputo, menegaskan bahwa kepemimpinan baru di tubuh Polda Gorontalo tidak boleh sekadar meneruskan program rutin yang sudah berjalan, melainkan harus berani melahirkan inovasi pelayanan yang responsif terhadap keresahan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ramdan usai menghadiri rangkaian upacara serah terima jabatan Kapolda Gorontalo dari Irjen Pol. Widodo kepada Irjen Pol. Nurworo Danang, Selasa (6/10/2026).
“Harapannya secara umum, semoga Kapolda yang baru punya terobosan-terobosan terbaru mengenai penanganan hukum yang ada di Provinsi Gorontalo,” ujar Ramdan.
Ramdan menilai, pergantian pucuk pimpinan kepolisian daerah harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kualitas penegakan hukum. Menurutnya, jajaran kepolisian perlu lebih peka, berani, serta transparan dalam merespons setiap aduan maupun laporan kasus yang berkembang di tengah masyarakat.
Secara khusus, legislator PKS ini menyentil sejumlah isu panas yang belakangan menyita perhatian publik, baik persoalan internal kepolisian maupun dinamika pelayanan publik di kantor bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap.
“Kalau ada beberapa kasus atau masalah yang sedang ramai, baik yang ada di internal kepolisian maupun di lembaga atau kantor bersama seperti Samsat yang sekarang sedang viral, mungkin itu juga bisa menjadi perhatian,” kata Ramdan.
Ia menjelaskan bahwa Samsat merupakan wadah pelayanan lintas instansi yang melibatkan Pemprov Gorontalo, Kepolisian, dan Jasa Raharja. Oleh karena itu, penyelesaian polemik pelayanan di lembaga tersebut harus disikapi secara komprehensif sesuai porsi dan kewenangan masing-masing instansi demi memulihkan dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Lebih lanjut, Ramdan mendorong agar Kapolda Irjen Pol. Nurworo Danang membuka ruang komunikasi yang lebih intensif dan interaktif dengan DPRD Provinsi Gorontalo. Menurutnya, penguatan sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga legislatif sangat krusial dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan serta keberlangsungan tata kelola pemerintahan daerah.
“Kecepatan dan ketepatan dalam memberikan respons menjadi faktor kunci mempertahankan kepercayaan publik. Melalui kolaborasi yang kuat antara Polda, DPRD, Pemprov, Pemkab/Pemkot, hingga seluruh elemen masyarakat, kita optimistis berbagai persoalan hukum dan pelayanan publik di Gorontalo dapat ditangani secara cepat, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Gagas Youth Economic Policy Lab, Ratri Rahmatya Hiola Bawa Nama UNG ke Forum Dunia
Tekan Angka Kriminalitas Malam! Polsek Kota Utara Sita Puluhan Liter Miras di Sipatana
Harumkan Nama Indonesia di Kancah Asia! Mahasiswa dan Alumni FOK UNG Sabet Medali Asian Games 2026
Menjaga Jiwa Serambi Madinah: Bukti Nyata Perhatian Pemerintah Kota Gorontalo Terhadap Kebudayaan
Sentil Isu Viral di Samsat, Legislator PKS Minta Kapolda Baru Usut Tuntas Kasus Pelayanan
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Muda, Disiplin, dan Militan! Gemblengan Kaderisasi khas Hambalang Hadir di Diklat Laskar Gerindra Gorontalo
Resmi Dilantik! Erna Giasi Siap Nakhodai GOW Kabupaten Pohuwato Periode 2026–2031
Bayar Tagihan Tapi Air Mati! Warga Pohuwato Keluhkan Pelayanan PDAM
Naungi 21 Organisasi Wanita, Erna Nento Giasi Pimpin GOW Pohuwato Lima Tahun Ke Depan
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Gorontalo2 months agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
Gorontalo3 months agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo2 months agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
kabupaten boalemo1 month agoPolemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Gorontalo1 month agoBerani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
-
Daerah1 week agoRespon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
-
Gorontalo2 months agoKurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
