Connect with us

Advertorial

Bawa Konsekuensi Yuridis Formal: Harto Malik Ingatkan Staf UNG Tertib Administrasi

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus bergerak adaptif dalam memantapkan standardisasi birokrasi internal yang bersih dan akuntabel. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan agenda Sosialisasi Tata Naskah Dinas strategis yang berpusat di Ruang Pertemuan Prof. Kadir Abdussamad, Rabu (24/06/2026).

Agenda penyamaan persepsi ini menyasar lini aparatur pelayanan, mulai dari kepala bagian (kabag), kepala subbagian (kasubbag), ketua tim kerja, ketua kelompok kerja (pokja), hingga seluruh operator digital dari berbagai unit kerja di lingkungan kampus Merah Maron. Langkah ini dinilai krusial guna mengeliminasi ego sektoral serta menyeragamkan format administrasi persuratan resmi universitas.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Harto Malik, menegaskan bahwa kesamaan pemahaman mengenai tata naskah dinas merupakan pilar fundamental dalam mewujudkan tata kelola universitas yang kredibel dan profesional.

Menurut Harto, kodifikasi naskah dinas tidak boleh direduksi maknanya sebatas urusan teknis surat-menyurat semata. Lebih dari itu, instrumen surat menyurat resmi memiliki keterikatan logis yang sangat kuat dengan aspek legalitas hukum, validasi administrasi, hingga pertanggungjawaban keuangan negara di level perguruan tinggi.

“Tata naskah dinas ini memegang peranan yang sangat sensitif karena setiap lembarannya membawa konsekuensi yuridis dan administratif formal. Oleh sebab itu, seluruh dokumen kedinasan yang keluar dari ruang kerja wajib disusun dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi serta tanggung jawab penuh,” tegas Harto Malik di hadapan peserta sosialisasi.

Harto juga mengingatkan jajarannya untuk menjaga ketelitian absolut di setiap tahapan, mulai dari penyusunan naskah, presisi penggunaan format baku, hingga keabsahan pemakaian stempel resmi lembaga sesuai regulasi. Ia mewanti-wanti bahwa kecerobohan administratif yang dianggap sepele, berpotensi memicu implikasi hukum yang rumit di masa depan jika tidak mengacu pada standardisasi yang telah ditetapkan.

Melalui internalisasi regulasi ini, rektorat menargetkan seluruh unit kerja di UNG dapat mengimplementasikan tata naskah dinas secara konsisten dan tegak lurus. Penguatan tata laksana ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem administrasi kampus yang tertib, efektif, dan memiliki kepastian hukum yang kuat di tengah arus transformasi digital pendidikan tinggi.

Advertorial

Tindak Lanjuti Rekomendasi Dewas: UNG Kebut Pemutakhiran Akun Belanja BLU 2026

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memantapkan komitmennya dalam merestrukturisasi sistem keuangan lembaga demi mewujudkan iklim transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) Tahun Anggaran 2026 di Gedung The Gade Creative Lounge, Rabu (24/06/2026).

Agenda penyamaan persepsi ini dikonsentrasikan penuh bagi jajaran tim kerja bidang keuangan, para bendahara pengeluaran maupun penerimaan, serta tim perumus Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dari seluruh unit kerja di lingkungan kampus Merah Maron. Akselerasi pemahaman ini dinilai krusial guna menjamin proses tata kelola keuangan universitas berjalan lebih tertib, efektif, dan patuh terhadap regulasi terkini.

Ketua Tim Kerja Keuangan UNG Mukmin Dunggio, S.T., M.T. menjelaskan bahwa implementasi sosialisasi ini merupakan langkah konkret intervensi regulasi guna menindaklanjuti rekomendasi dari Dewan Pengawas (Dewas) BLU yang disampaikan dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu.

Menurut Mukmin, pembaruan ini bertransformasi menjadi bagian dari mitigasi risiko fiskal sekaligus penguatan sistem pengendalian internal (SPI) kampus demi menyokong ambisi UNG sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global.

“Pemutakhiran kodefikasi segmen akun belanja serta penguatan anatomi SOP keuangan merupakan kebutuhan mendesak. Hal ini guna memastikan seluruh lalu lintas penyerapan anggaran berjalan lebih terstruktur, presisi, akurat, dan memiliki landasan hukum yang kuat,” urai Mukmin Dunggio.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) UNG Darman, S.Kom., M.Ap. menegaskan bahwa perubahan nomenklatur akun menuntut keseragaman pemahaman di antara para pengelola anggaran. Baginya, akurasi persepsi menjadi kunci utama agar pos pencatatan, pelaporan performa keuangan, hingga eksekusi program di lapangan tidak menyimpang dari standar akuntansi pemerintahan yang berlaku.

“Arsitektur pengelolaan keuangan yang sehat wajib ditopang oleh pemahaman regulasi yang linier di setiap unit kerja. Sinergitas inilah yang akan mengunci ketercapaian nilai transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi penggunaan ruang fiskal kampus secara optimal,” jabar Darman.

Melalui internalisasi sistem baru ini, rektorat mengharapkan seluruh pilar pengelola keuangan di tingkat fakultas hingga lembaga dapat segera beradaptasi dengan pembaruan sistem elektronik yang diterapkan. Langkah pembenahan tata laksana ini diproyeksikan mampu mengantarkan tata kelola keuangan BLU UNG menuju ekosistem yang lebih profesional, modern, serta berorientasi penuh pada eskalasi mutu pelayanan institusi.

Continue Reading

Advertorial

Cetak Sejarah Baru di FIP: Prodi Psikologi UNG Sukses Meluluskan Tiga Sarjana Perdana

Published

on

UNG – Program Studi (Prodi) Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menorehkan tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak didirikan, program studi tersebut sukses menggelar sidang skripsi dan yudisium perdana guna melahirkan lulusan bergelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) dari angkatan pertamanya.

Tiga mahasiswi yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian kewajiban akademik tepat waktu dalam kurun empat tahun tersebut adalah Siti Bidaria Paputungan, S.Psi., Ika Prawesti Andini, S.Psi., dan Maghfira Nazelin Butolo, S.Psi. Ketiganya mencatatkan nama sebagai pionir lulusan perdana dalam buku sejarah perkembangan prodi tersebut.

Koordinator Prodi Psikologi UNG Irvan Usman, S.Psi., M.Si. melayangkan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi serta konsistensi performa yang ditunjukkan anak didiknya. Menurut Irvan, indikator keberhasilan para kelulusan perdana ini tidak sekadar diukur dari aspek kecepatan waktu kelulusan, melainkan juga dari kualitas luaran riset serta kompetensi global yang melekat pada diri mereka.

“Ketiga mahasiswi ini memiliki modalitas potensi yang luar biasa. Mereka mampu merampungkan seluruh kurikulum dengan capaian indeks prestasi yang membanggakan. Bahkan, beberapa hari menjelang ujian skripsi, mereka masih sempat berkompetisi di panggung internasional di Malaysia dan berhasil membawa pulang penghargaan. Ini adalah validasi riil bahwa output mahasiswa Psikologi FIP UNG memiliki daya saing regional yang tinggi,” papar Irvan Usman, Rabu (24/06/2026).

Pihak fakultas menilai, kombinasi kematangan teoretis di ruang kelas dan keaktifan menjemput prestasi di luar negeri menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG mampu menyeimbangkan keterampilan keras (hard skills) dan keterampilan lunak (soft skills) yang krusial untuk bersaing di dunia profesional modern.

Di tempat terpisah, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Abdul Hafidz Olii, M.Si. mengapresiasi pencapaian historis ini. Ia menegaskan kelulusan tiga sarjana baru ini menjadi bukti sahih bahwa sistem tata kelola, kurikulum, serta iklim pembelajaran di Prodi Psikologi berjalan efektif dari hulu hingga ke hilir.

“Kehadiran lulusan angkatan pertama ini membuktikan ke publik bahwa institusi kami mampu mencetak SDM bidang psikologi yang siap diserap oleh pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang profesi secara presisi,” tutur Prof. Abdul Hafidz Olii.

Lebih lanjut, Wakil Rektor menguraikan bahwa momentum kelulusan ini bernilai taktis dalam mendukung cetak biru penguatan kelembagaan ke depan. Kehadiran alumni perdana ini memenuhi salah satu instrumen penilaian paling krusial dalam borang reakreditasi program studi. Dengan terpenuhinya indikator kuantitatif tersebut, Prodi Psikologi FIP UNG kini mengantongi fondasi kokoh untuk membidik predikat akreditasi yang lebih unggul.

Continue Reading

Advertorial

Raih S-1 dan S-2 dalam 5 Tahun: Terobosan Baru UNG Siapkan Program Fast Track Double Degree

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tengah mematangkan terobosan besar dalam lanskap pendidikan tinggi dengan menyiapkan program akselerasi Fast Track Double Degree. Program inovatif ini dirancang untuk memberikan peluang emas bagi mahasiswa dalam merengkuh dua gelar akademik sekaligus—Sarjana (S-1) dan Magister (S-2)—hanya dalam kurun waktu lima tahun studi.

Langkah strategis ini diambil jajaran rektorat sebagai respons terhadap dinamika pasar kerja global yang kian kompetitif dan menuntut efisiensi waktu serta kualifikasi SDM yang unggul. Melalui skema fast track ini, mahasiswa yang memenuhi kualifikasi akademik khusus dapat memotong masa studi normal yang biasanya memakan waktu hingga enam atau tujuh tahun untuk dua jenjang tersebut.

Rektor Universitas Negeri Gorontalo menegaskan bahwa program Fast Track Double Degree ini merupakan manifestasi dari komitmen UNG dalam mempercepat transformasi menuju kampus unggul dan berdaya saing internasional. Program ini tidak hanya menawarkan efisiensi durasi kuliah, tetapi juga efisiensi biaya serta integrasi kurikulum hulu-hilir yang lebih solid.

“Kami sedang menyusun regulasi akademik, pemetaan konversi mata kuliah, serta kesiapan program studi (prodi) yang akan menjadi pionir. Target kita, program ini dapat menjaring mahasiswa-mahasiswa potensial yang memiliki lompatan akademik di atas rata-rata,” ungkap pihak rektorat dalam pemaparannya, Rabu (24/06/2026).

Secara teknis, mekanisme program ini memungkinkan mahasiswa mengontrak mata kuliah jenjang Magister (S-2) sejak mereka menduduki semester akhir di tingkat Sarjana (S-1). Pola sinergi kurikulum ini diarsiteki secara rigid agar beban akademik tetap proporsional tanpa menurunkan kualitas serta capaian pembelajaran lulusan standar nasional pendidikan tinggi.

Selain mematangkan kurikulum internal, UNG juga menjajaki peluang kolaborasi double degree dengan sejumlah universitas mitra terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri. Kerja sama ini diproyeksikan mampu melahirkan lulusan kembar identitas akademik yang fasih dengan ekosistem riset modern dan jejaring profesional yang luas.

Manfaat ganda dari program ini dinilai akan menjadi daya tarik sosiologis yang kuat bagi calon mahasiswa baru serta civitas akademika. Lulusan fast track diproyeksikan memiliki posisi tawar (bargaining power) yang jauh lebih tinggi di sektor industri, birokrasi, maupun dunia akademis karena mengantongi gelar master di usia yang relatif lebih muda.

Pihak universitas menambahkan, penapisan (screening) ketat akan diberlakukan berbasis indeks prestasi kumulatif (IPK) dan ketahanan mental belajar mahasiswa sejak semester empat atau lima. UNG berharap, hadirnya program Fast Track Double Degree ini mampu memicu iklim kompetisi akademik yang sehat di kalangan mahasiswa sekaligus mendongkrak klusterisasi mutu kelulusan UNG di level nasional.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler