Connect with us

Advertorial

Batas Akhir 31 Juli 2026: UNG Resmi Buka Pembayaran UKT Semester Ganjil Terbaru

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi membuka kran pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester ganjil tahun akademik 2026/2027 bagi seluruh mahasiswa. Penyelesaian kontribusi finansial ini menjadi salah satu pilar krusial dalam rangkaian registrasi ulang yang wajib dituntaskan mahasiswa guna mengamankan hak akses kegiatan akademik pada semester mendatang.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) UNG Darman, S.Kom., M.Ap. memaparkan, loket pembayaran UKT berbasis digital ini telah diaktifkan sejak Senin, 22 Juni 2026, dan dijadwalkan tutup secara otomatis pada Jumat, 31 Juli 2026. Seluruh mahasiswa diimbau untuk cermat memanfaatkan lini masa yang tersedia agar terhindar dari sanksi keterlambatan administrasi.

“Mekanisme pembayaran UKT semester ini dirancang fleksibel melalui berbagai kanal perbankan mitra yang telah terintegrasi dengan sistem UNG, baik lewat layanan teller maupun jaringan ATM. Namun, sebelum bertransaksi, mahasiswa diwajibkan mengakses sistem terlebih dahulu untuk mengunduh kode bayar atau besaran tagihan masing-masing,” urai Darman, Rabu (24/06/2026).

Demi ketertiban administrasi, BAKP UNG membagi kluster akses tagihan berdasarkan segmentasi angkatan dan program studi melalui dua platform digital yang berbeda:

  • Kluster SIAT (www.siat.ung.ac.id): Diperuntukkan bagi mahasiswa program Diploma (D-3), Sarjana Terapan (D-4), dan Sarjana (S-1) angkatan 2024 serta tahun-tahun sebelumnya. Akses ini juga berlaku bagi mahasiswa program profesi dan pascasarjana. Transaksi keuangan kluster ini dilayani melalui jaringan Bank BTN, BNI, dan BRI.

  • Kluster SIAKAD (www.siakad.ung.ac.id): Dikonsentrasikan khusus bagi mahasiswa angkatan 2025 untuk program D-3, D-4, dan S-1. Kelompok ini dapat merampungkan penyetoran dana melalui instrumen Bank BTN, BNI, serta Bank Mandiri.

Darman mengingatkan para mahasiswa untuk melakukan verifikasi data personal secara teliti sebelum menekan tombol konfirmasi transaksi. Setelah proses transfer dinyatakan berhasil, mahasiswa wajib mengamankan dan mengarsipkan resi atau bukti pembayaran sebagai dokumen otentik jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses validasi lanjutan.

“Pastikan kode bayar yang dimasukkan sudah valid sesuai identitas akademik Anda. Jangan lupa simpan bukti transaksinya sebagai dokumen sah yang mengikat,” tambah Kepala BAKP tersebut.

Melalui perluasan opsi kanal perbankan ini, jajaran rektorat berharap mahasiswa dapat menuntaskan kewajiban administratif mereka tanpa hambatan teknis. Modernisasi sistem ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UNG dalam mengaselerasi transformasi pelayanan akademik berbasis digital (e-governance).

Di tempat terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. menegaskan bahwa pemenuhan kewajiban UKT memiliki korelasi langsung terhadap status keaktifan mahasiswa. Penyetoran ini menjadi indikator legalitas utama bahwa mahasiswa bersangkutan terdaftar secara resmi di pangkalan data dan berhak mengontrak mata kuliah.

“Pembayaran UKT ini bukan sekadar pemenuhan rutinitas administratif, melainkan prasyarat mutlak yang mengunci hak mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan, ujian, serta memanfaatkan seluruh fasilitas akademik pada semester berjalan,” tegas Prof. Abdul Hafidz.

Advertorial

Reaksi Menohok Adhan Dambea Kunjungi Korban Penikaman: “Kalau Tidak Mampu Mengurus, Kembalikan ke Orang Tua!”

Published

on

Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menjenguk SM, wanita yang menjadi korban penikaman brutal oleh suaminya sendiri di sebuah rumah indekos di Jalan Kasuari, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Kedatangan Adhan pada Kamis (26/8/2026) tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi kesehatan korban sekaligus menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas peristiwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di wilayahnya.

Adhan yang baru saja tiba dari Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), seusai menghadiri agenda dinas pemerintahan, mengecam keras aksi penganiayaan tersebut dan menilainya sebagai tindakan yang sangat tidak manusiawi.

Peristiwa berdarah itu sendiri terjadi pada Sabtu (22/8/2026). Korban SM dihujani serangan senjata tajam oleh suaminya, FM (26), hingga menderita belasan luka parah di sekujur tubuhnya.

“Saya tidak ingin masuk ke ranah internal keluarga. Hanya saja, jika ada masalah, carilah jalan keluar, bukan main tusuk seperti ini,” tegas Adhan saat diwawancarai awak media usai menjenguk korban, Kamis (26/8/2026).

Ia menekankan bahwa konflik dalam rumah tangga seharusnya diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik, bukan dengan aksi kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa pasangan. Jika perpecahan sudah tidak dapat dihindari, ia mengimbau agar persoalan diselesaikan secara beradab.

“Kalau memang sudah tidak mampu mengurus lagi, kembalikan secara baik-baik ke orang tuanya. Ini kejadian yang sangat luar biasa, korban sampai mengalami 17 tusukan,” ujar Adhan dengan nada prihatin.

Adhan berharap tragedi serupa tidak kembali terulang di Kota Gorontalo. Ia secara khusus mengingatkan masyarakat, terutama kaum pria, agar tidak mengedepankan emosi saat menghadapi masalah keluarga.

“Saya sangat berharap tidak ada lagi kejadian semacam ini di Kota Gorontalo,” tandasnya.

Continue Reading

Advertorial

Bukan Akhir Pengabdian Abdi Negara: Langkah Taktis Pemkot Gorontalo Siapkan Pensiunan Wirausaha

Published

on

Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar sosialisasi dan pembekalan prapensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Gorontalo yang diselenggarakan di Banthayo Lo Yiladia, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel. Agenda ini dirancang untuk menyiapkan para abdi negara yang akan memasuki masa purna bakti agar memiliki kesiapan mental, pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak, hingga strategi membangun kemandirian ekonomi melalui peluang usaha produktif.

Dalam sambutannya, Wawali Indra Gobel menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank BTN, PT Taspen (Persero), serta seluruh pihak mitra yang telah berinisiatif memfasilitasi kegiatan pembekalan tersebut. Ia menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah titik akhir dari pengabdian seorang ASN kepada daerah dan masyarakat.

“Perjalanan karier dan pengabdian kita tidak akan pernah berakhir. Pengabdian itu luas dan bisa dilakukan di mana saja, tidak harus selamanya berstatus sebagai ASN. Pengalaman serta kapasitas yang terhimpun selama bertahun-tahun justru menjadi modal berharga untuk berkarya di ranah baru,” ujar Indra.

Lebih lanjut, Indra mendorong para calon purnabakti untuk merencanakan ketahanan finansial sejak dini. Ia menyarankan agar ASN memanfaatkan aset dan potensi diri untuk merintis usaha produktif dari skala mikro, seperti bidang peternakan, agribisnis, maupun sektor jasa produktif lainnya.

Ia berpesan agar dana pensiun (hak purnabakti) yang diterima kelak dikelola secara cermat dan tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif belaka, melainkan dialokasikan sebagai modal usaha yang memberikan nilai tambah bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Selain itu, Indra berharap kemitraan strategis antara Pemerintah Kota Gorontalo dengan Bank BTN dapat terus diperkuat, terutama dalam menghadirkan layanan perbankan yang profesional, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan finansial para pensiunan.

“Jangan pernah merasa diri tidak berguna setelah purna tugas. Pengabdiannya saja yang beralih sektor, namun semangatnya tetap sama, yaitu membawa maslahat bagi masyarakat Kota Gorontalo,” imbaunya.

Mengakhiri arahannya, Wawali Indra memberikan penghargaan tertinggi atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi nyata seluruh calon pensiunan ASN yang telah mengabdikan diri bertahun-tahun sebagai abdi negara dan masyarakat di lingkungan Pemkot Gorontalo.

Continue Reading

Advertorial

Buka Semester Ganjil 2026: Siasat FSB UNG Dorong Insan Sastra dan Budaya Bangun Growth Mindset

Published

on

UNG – Mengawali semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kuliah umum bertajuk “Growth Mindset untuk Insan Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya” di Ruangan Loolade Lantai 1 Kampus FSB UNG, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran dekanat, guru besar, pimpinan jurusan, tim penjaminan mutu, dosen, hingga mahasiswa ini menghadirkan Guru Besar FSB sekaligus Tenaga Ahli Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNG, Prof. Karmila Machmud, S.Pd., M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama.

Saat membuka acara secara resmi, Dekan FSB UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya membangun pola pikir yang adaptif dan terbuka terhadap perubahan di lingkungan akademik. Menurutnya, keberhasilan insan akademik tidak hanya ditentukan oleh bakat alami sejak awal, melainkan oleh kemauan kuat untuk terus belajar dan bertumbuh.

“Kita harus menanamkan keyakinan bahwa kapasitas diri dapat terus ditingkatkan. Jangan biarkan keterbatasan hari ini menjadi penghalang bagi pencapaian di masa depan. Tantangan, kendala, bahkan kegagalan harus dijadikan batu pijakan untuk menjadi lebih baik,” tegas Prof. Nonny.

Ia menambahkan, insan bahasa, sastra, seni, dan budaya dituntut memiliki daya cipta serta fleksibilitas tinggi agar tetap relevan di tengah laju perkembangan zaman yang serba cepat.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I Bidang Akademik FSB UNG, Dr. Salam, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa growth mindset bukan sekadar motivasi personal, melainkan sebuah kerangka epistemologis yang mampu mengubah cara pandang sivitas akademika dalam memaknai proses, potensi, dan kegagalan.

“Bagi insan di bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, growth mindset memiliki relevansi yang sangat krusial karena disiplin ilmu ini menuntut kreativitas, ketekunan, refleksi kritis, serta keberanian untuk bereksperimen. Integrasi pola pikir ini ke dalam pengajaran, riset, dan administrasi akan memperkuat ekosistem pembelajaran yang resilien dan inovatif,” jelas Dr. Salam.

Lewat agenda ini, FSB UNG menegaskan komitmennya untuk mentransformasi budaya akademik agar tidak sekadar berorientasi pada hasil akhir atau capaian angka semata, melainkan juga menghargai setiap dinamika proses pembelajaran. Dengan pola pikir bertumbuh, frasa “belum mampu” tidak lagi dimaknai sebagai “tidak mampu”, melainkan ruang terbuka untuk mencoba kembali lewat strategi baru hingga mencapai keberhasilan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler