Connect with us

Advertorial

Atlet UNG Raih Dua Medali Pada Kejuaraan Nasional Petanque Antar Mahasiswa

Published

on

UNG – Prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh para atlet dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada ajang Kejuaraan Nasional Petanque Antar Mahasiswa yang digelar di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada 22-26 Mei 2024. Mahasiswa UNG berhasil membawa pulang dua medali perunggu dalam kategori double women dan beregu putra.

Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Provinsi Gorontalo, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp. GK., menyampaikan rasa senang dan bangga atas prestasi yang diraih oleh para atlet. Keberhasilan ini merupakan pencapaian awal yang membanggakan bagi atlet petanque UNG dan juga untuk Provinsi Gorontalo.

“Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UNG tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam bidang olahraga. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama universitas,” ujar Cecy.

Dekan Fakultas Kedokteran ini juga menambahkan bahwa dengan raihan medali pada Kejurnas Petanque antar mahasiswa ini, UNG menunjukkan eksistensinya di kancah nasional dan membuktikan bahwa dalam olahraga petanque, UNG mampu bersaing dengan universitas-universitas lainnya.

“Prestasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para atlet petanque UNG untuk meraih lebih banyak lagi prestasi di masa mendatang, baik di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.

Keberhasilan ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi universitas tetapi juga memotivasi mahasiswa lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga, sehingga semakin banyak talenta yang dapat dikembangkan dan membawa nama baik UNG di berbagai kompetisi.

Advertorial

Wabup Iwan Serukan: Ramaikan Masjid, Perkuat Iman dan Ukhuwah

Published

on

Pohuwato – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato bersama unsur lembaga adat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M, yang dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato pada Kamis (15/01/2026).

Peringatan tahun ini mengangkat tema “Melalui Momentum Isra Mikraj Kita Ramaikan Masjid sebagai Wadah Memperkokoh Iman dan Taqwa.”

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., Dandim 1313 Pohuwato Letkol Arm Fiat Suwandana, S.Sos., perwakilan Forkopimda Pohuwato, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Risnawati Adam Ali, serta Ketua Bhayangkari Polres Pohuwato.

Turut hadir pula Ketua MUI Kabupaten Pohuwato, Fahri Djafar; Kadhi Pohuwato, Syaiful Sabu; Hakimu Pohuwato, Wisno Pakaya; Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Asram Husuna; Batte lo Pohuwato, Asmat N. Tuna; beserta para pemangku adat dan tokoh masyarakat.

Peringatan ini turut diisi dengan ceramah hikmah Isra Mikraj yang dibawakan oleh Ustaz Kasim Badu, menyoroti nilai-nilai spiritual dan keteladanan Rasulullah SAW dalam peristiwa besar tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat sekaligus mengokohkan hubungan antara pemerintah dan umat.

“Pemerintah daerah mengambil bagian dalam peringatan Isra Mikraj sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa besar dalam sejarah Islam. Momentum ini juga menjadi pengingat bagi kita agar terus meningkatkan kualitas ibadah, terutama salat, sebagai tiang agama,” ujar Iwan S. Adam.

Ia menegaskan, peringatan Isra Mikraj seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan perenungan yang nyata dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan sosial.

“Mari jadikan Isra Mikraj sebagai pengingat untuk meramaikan masjid, memperkokoh iman dan takwa, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” imbuhnya.

Wabup juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato yang berhalangan hadir karena harus menghadiri agenda di Kementerian Pekerjaan Umum terkait finalisasi pembangunan Kantor Bupati Pohuwato.

“Beliau menitipkan salam hangat kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang menghadiri peringatan ini,” tuturnya.

Selain acara keagamaan, peringatan Isra Mikraj diakhiri dengan tradisi adat khas Gorontalo, yakni ritual Meeraji. Tradisi ini diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah beraksara Arab berbahasa Gorontalo oleh para tetua adat hingga sepertiga malam, yang mengisahkan perjalanan Isra Mikraj Rasulullah SAW.

Tradisi Meeraji telah diwariskan secara turun-temurun sejak masuknya Islam di wilayah Gorontalo, dan hingga kini tetap dilestarikan sebagai salah satu wujud kearifan lokal yang memperkaya identitas budaya daerah.

Continue Reading

Advertorial

Waspada Malaria! Pohuwato Jadi Fokus Pembahasan DPRD Provinsi Gorontalo

Published

on

DEPROV – Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato pada Kamis (15/01/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi sekaligus evaluasi terhadap capaian Universal Health Coverage (UHC) antara Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Pertemuan berlangsung di ruang rapat Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato dan diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Yeni. Dalam kesempatan itu, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis di sektor kesehatan daerah yang menjadi perhatian serius, mulai dari capaian UHC, pencegahan stunting, hingga penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Manaf Abidin Hamzah, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa permasalahan malaria di Pohuwato kini menjadi perhatian utama lantaran telah menyebar di hampir seluruh kecamatan. Menurut Manaf, masifnya penyebaran malaria tidak bisa dilepaskan dari aktivitas pertambangan yang menyisakan banyak genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk.

“Sudah hampir seluruh kecamatan di Pohuwato terpapar malaria. Wilayah ini merupakan daerah tambang, dan dampak dari aktivitas pertambangan berimbas langsung pada kesehatan masyarakat. Ini perlu perhatian serius baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ujar Manaf.

Ia juga mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan yang telah turun langsung menangani KLB malaria di Pohuwato. Namun, Manaf menilai upaya tersebut tidak akan efektif jika tidak disinergikan dengan sektor lain.

“Memang Kementerian Kesehatan sudah turun, tetapi belum maksimal. Banyak kubangan bekas tambang yang menjadi sumber penularan malaria. Kalau hanya ditangani oleh sektor kesehatan tanpa koordinasi lintas dinas, persoalan ini akan sulit diselesaikan secara menyeluruh,” tegasnya.

Melalui kunjungan ini, Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan perangkat daerah terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan, menekan angka stunting, serta menuntaskan kasus KLB malaria secara berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato.

Continue Reading

Advertorial

Simbol Perjalanan Panjang: Logo Dies Natalis UNG ke-33 Resmi Dirilis

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi meluncurkan logo Dies Natalis ke-33 sebagai identitas visual peringatan hari lahir kampus tersebut. Peringatan Dies Natalis UNG jatuh setiap 16 Januari, merujuk pada berdirinya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993. STKIP Gorontalo inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Negeri Gorontalo.

Logo Dies Natalis ke-33 dirancang dengan filosofi yang dalam, menggambarkan perjalanan panjang UNG dalam membangun jati diri sebagai perguruan tinggi negeri yang tumbuh, mandiri, dan unggul. Angka “33” menjadi elemen utama yang melambangkan usia UNG saat ini, sekaligus menyimpan makna historis “63” — merefleksikan perjalanan institusi ini sejak masa Junior College hingga berkembang menjadi universitas negeri yang kokoh dan berdaya saing.

Dari sisi desain, konsep visual angka yang saling bertumpuk dan tersusun berjenjang menggambarkan proses pertumbuhan dan transformasi kelembagaan UNG. Desain tersebut melukiskan semangat berkelanjutan yang telah membawa UNG dari lembaga pendidikan guru menuju universitas komprehensif yang terus berinovasi.

Secara warna, angka “33” memadukan kuning keemasan dan merah maron. Kuning keemasan mencerminkan warna almamater saat UNG masih berstatus STKIP, sedangkan merah maron melambangkan warna almamater UNG setelah berubah menjadi universitas negeri. Perpaduan ini menyimbolkan keagungan, semangat perubahan, dan energi positif dalam perjalanan universitas menuju masa depan yang lebih gemilang.

Elemen teks “Dies Natalis”, “UNG”, serta tema “Tumbuh, Mandiri, Unggul” turut memperkuat pesan utama logo. Penggunaan logotype resmi UNG menunjukkan konsistensi identitas visual institusi, sementara tema tersebut menggambarkan arah dan komitmen UNG dalam meningkatkan kualitas, kemandirian, dan daya saing di usia ke-33 tahun.

Logo Dies Natalis UNG ke-33 ini dirilis dalam dua versi — positif dan negatif — untuk memberikan fleksibilitas dalam penerapan di berbagai media publikasi dan kegiatan kampus selama rangkaian Dies Natalis berlangsung.

UNG juga menyediakan tautan unduhan resmi untuk publik melalui laman: Logo Dies Natalis UNG ke-33.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler