Connect with us

Advertorial

Raih Predikat Tertinggi LAMDIK: Prodi S1 Manajemen Pendidikan dan S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga UNG Resmi Terakreditasi Unggul

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan lompatan strategis dalam akselerasi dan penguatan mutu pendidikan tinggi. Dua program studi jenjang sarjana, yakni S1 Manajemen Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) serta S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga pada Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Raihan predikat kualifikasi tertinggi tersebut menjadi pengakuan sah atas kualitas tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan yang secara konsisten dibangun oleh kedua prodi. Status kehormatan ini berhasil diraih setelah melewati rangkaian proses penilaian yang komprehensif dan ketat dari LAMDIK, mulai dari verifikasi dokumen, evaluasi kinerja akademik, hingga tahapan asesmen lapangan (field assessment) oleh tim asesor independen.

Berdasarkan hasil penilaian akhir, kedua prodi terbukti secara sah telah memenuhi kriteria dan standar mutu tertinggi penyelenggaraan perguruan tinggi nasional. Evaluasi mencakup berbagai variabel vital, mulai dari struktur kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome-based education), rasio kompetensi dosen, keandalan tata kelola internal, produktivitas publikasi ilmiah dan riset, program pengabdian kepada masyarakat, jejaring kemitraan strategis, hingga keterserapan alumni di dunia kerja.

Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika yang telah mencurahkan energi dan dedikasi hingga mampu menghantarkan kedua prodi tersebut meraih predikat Unggul. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi kolektif dalam membangun ekosistem mutu secara berkelanjutan di lingkungan kampus.

“Akreditasi Unggul ini menjadi bukti otentik bahwa kualitas kedua prodi di UNG telah sejajar dengan institusi perguruan tinggi papan atas di Indonesia. Pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras bersama para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh mitra kerja yang tanpa henti berkontribusi menjaga standar mutu akademik di UNG,” ungkap Prof. Eduart Wolok.

Meski demikian, Rektor menegaskan bahwa raihan ini tidak boleh membuat jajaran pengelola prodi berpuas diri apalagi merasa berada di titik akhir perbaikan. Sebaliknya, predikat Unggul membawa tanggung jawab moral dan tantangan yang lebih besar untuk mempertahankan serta menaikkan standar mutu layanan pendidikan di masa mendatang.

Menurut Prof. Eduart, dinamika mutu perguruan tinggi harus terus bergerak responsif menjawab tantangan zaman, termasuk melakukan akselerasi pada ranah transformasi digital, penguatan inovasi riset, program internasionalisasi, hingga peningkatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan pasar kerja dan pembangunan nasional.

“Akreditasi Unggul bukan sekadar selembar sertifikat administratif. Ini merupakan bukti nyata komitmen UNG dalam menyajikan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing global. Pengakuan ini harus dikonversi menjadi pemantik motivasi untuk terus melahirkan inovasi baru demi memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Keberhasilan penambahan dua prodi berpredikat Unggul ini semakin memperkokoh posisi UNG sebagai salah satu episentrum perguruan tinggi terkemuka yang terus menunjukkan grafik kenaikan mutu secara berkelanjutan. Rektorat optimistis capaian ini semakin memperlancar misi UNG dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun kancah internasional.

Advertorial

Penakluk Pembunuh Senyap: Peneliti UNG Sulap Rimpang Kunyit Jadi Minuman Effervescent

Published

on

UNG – Aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak kolesterol kerap dijuluki sebagai “pembunuh senyap” (silent killer). Kondisi ini menjadi pemicu utama serangan jantung dan stroke. Di tangan tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG), rimpang kunyit (Curcuma domestica) disulap menjadi sediaan minuman effervescent yang praktis, menyegarkan, serta efektif menekan kadar kolesterol.

Tim peneliti yang terdiri dari Zulkifli B. Pomalango, Mohamad Aprianto Paneo, Nasrun Pakaya, La Ode Aman, dan Ariani H. Hutuba ini berhasil mentransformasi citra kunyit yang semula identik dengan jamu pahit beraroma pekat menjadi minuman kesehatan modern berkarakter segar.

“Formulasi serbuk effervescent ini menghasilkan seduhan berwarna oranye cerah dengan aroma khas rimpang serta sentuhan rasa manis yang seimbang. Minuman ini dirancang agar nyaman dikonsumsi oleh masyarakat modern,” ungkap perwakilan tim peneliti, Zulkifli B. Pomalango.

Dari sisi farmasetika, produk ini telah memenuhi standar fisik sediaan obat yang ideal. Hasil uji organoleptik menunjukkan minuman effervescent kunyit memiliki derajat keasaman (pH) 5,9, waktu alir serbuk 14 detik, sudut repos 30°, serta waktu pelarutan instan selama 4 menit 20 detik.

Kekuatan utama sediaan ini bersumber dari curcumin, senyawa bioaktif utama dalam kunyit yang kaya antioksidan dan antiinflamasi. Melalui pemodelan molekuler (in silico) menggunakan perangkat lunak Autodock-vina, tim peneliti membuktikan bahwa curcumin memiliki afinitas ikatan yang kuat untuk menghambat penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah.

Efektivitas produk ini juga dibuktikan secara klinis (in vivo) pada hewan uji yang diinduksi kolesterol tinggi hingga mencapai tingkat hiperkolesterolemia 290 mg/dL. Pasca-pemberian dosis rutin sediaan effervescent kunyit, kadar kolesterol hewan uji turun drastis menjadi 165 mg/dL pada minggu pertama, lalu kembali menyentuh rentang normal 143 mg/dL pada minggu kedua.

Temuan ini membawa angin segar bagi pengembangan herbal terstandar di Indonesia. Sediaan effervescent kunyit tidak hanya menawarkan moda baru dalam menikmati bahan alam, melainkan juga berpotensi menjadi agen terapi komplementer alami untuk menjaga kesehatan kardiovaskular secara berkelanjutan.

“Formulasi ini membuktikan bahwa bahan alam lokal, jika diolah dengan sentuhan teknologi farmasi yang presisi, mampu menjadi instrumen ampuh dalam meredam ancaman penyakit degeneratif,” pungkas Zulkifli.

Melalui riset berkesinambungan ini, tim peneliti UNG optimistis dapat mendorong komersialisasi produk herbal lokal berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine) demi mendukung gaya hidup sehat masyarakat modern.

Continue Reading

Advertorial

Raih Kualifikasi Tertinggi LAMEMBA dan LAMDIK: Dua Prodi FEB UNG Resmi Kantongi Akreditasi Unggul

Published

on

UNG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan pencapaian strategis dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Dua program studi (prodi) di lingkungan FEB UNG resmi menyabet predikat Akreditasi Unggul—jenjang kualifikasi tertinggi dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)—dengan masa berlaku lima tahun.

Capaian pertama diraih oleh Prodi S1 Manajemen yang mengantongi predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 178/DE/A.5/LAMEMBA-U/VII/2026. Predikat ini berlaku efektif mulai 10 Juli 2026 hingga 10 Juli 2031.

Keberhasilan tersebut disusul oleh Prodi S1 Pendidikan Ekonomi yang juga meraih predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) melalui Surat Keputusan Nomor 1391/SK/LAMDIK/Ak/S/VII/2026, dengan masa berlaku 17 Juli 2026 hingga 16 Juli 2031.

Dekan FEB UNG Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si. menegaskan bahwa raihan ganda ini merupakan hasil nyata dari konsistensi seluruh civitas akademika dalam merawat budaya mutu (quality culture) yang berkelanjutan.

“Predikat Akreditasi Unggul pada Prodi S1 Manajemen dan S1 Pendidikan Ekonomi merupakan manifestasi dari kerja keras, komitmen, dan kolaborasi kolektif. Keberhasilan ini membuktikan kekuatan tata kelola pendidikan kami dalam memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendongkrak daya saing lulusan di dunia kerja,” ujar Dr. Raflin.

Ia menambahkan, pengakuan dari LAMEMBA dan LAMDIK ini menjadi bahan bakar motivasi bagi FEB UNG untuk terus berinovasi, memperluas jejaring kemitraan strategis, serta mengadaptasi kurikulum berbasis perkembangan teknologi dan kebutuhan industri modern.

Di sisi lain, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNG Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si. menjelaskan bahwa status Unggul ini dicapai melalui proses asesmen dan evaluasi lapangan yang ketat serta komprehensif.

“Pencapaian ini mengonfirmasi bahwa ekosistem akademik di FEB UNG telah beroperasi secara konsisten sesuai dengan standar nasional maupun internasional yang ditetapkan lembaga akreditasi,” terang Dr. Irawati.

Menurutnya, pencapaian dua prodi ini akan dijadikan tolok ukur (benchmark) bagi prodi lain di lingkungan FEB untuk mengeksalasi mutu kelembagaan.

“Ke depan, kami berfokus memperkuat sistem penjaminan mutu internal, merevisi kurikulum secara berkala, memacu penelitian dan pengabdian kolaboratif mahasiswa-dosen—termasuk riset berskala internasional—serta memodernisasi layanan akademik demi memperkokoh reputasi UNG sebagai kampus unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertorial

Pemotong Rantai Keterlambatan Medis: Peneliti FK UNG Luncurkan Aplikasi Digital ‘Hallo Stroke’

Published

on

UNG – Akses terhadap informasi dan layanan medis darurat kini berada dalam genggaman masyarakat. Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam melahirkan inovasi tepat guna kembali dibuktikan lewat peluncuran platform digital “Hallo Stroke”, sebuah aplikasi terpadu yang dirancang khusus untuk memangkas keterlambatan penanganan pasien stroke.

Inovasi yang diinisiasi oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran (FK) UNG ini hadir sebagai media edukasi interaktif sekaligus jembatan layanan kesehatan. Fokus utamanya adalah membekali publik dengan kemampuan deteksi dini gejala stroke serta memberikan panduan penanganan medis yang cepat dan presisi.

Peneliti FK UNG Isman Yusuf memaparkan bahwa pengembangan Hallo Stroke didasari oleh tingginya angka mortalitas dan kecacatan akibat stroke yang kerap dipicu oleh minimnya literasi masyarakat terkait gejala awal (warning signs).

“Tingkat fatalitas stroke sangat bergantung pada golden period atau periode emas penanganan medis. Banyak kasus terlambat ditangani hanya karena keluarga pasien tidak mengenali gejala awal. Aplikasi Hallo Stroke kami hadirkan untuk memotong rantai keterlambatan tersebut,” ujar Isman.

Melalui platform berbasis situs web yang dapat diakses via laman hallostroke.org, masyarakat dapat memanfaatkan beragam fitur navigasi kesehatan. Layanan ini mencakup konsultasi medis bersama dokter, pemetaan langkah pertolongan pertama, panduan pencegahan melalui modifikasi gaya hidup, hingga direktori farmasi dan layanan rehabilitasi fisioterapi.

Sistem ini juga menyediakan kanal informasi ketersediaan ruang rawat inap di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan. Seluruh materi edukasi dikemas secara visual melalui artikel populer dan video animasi interaktif agar mudah dicerna oleh masyarakat awam.

“Aplikasi ini dirancang user-friendly. Pengguna cukup membukanya melalui peramban internet tanpa prosedur rumit, sehingga informasi dan bantuan medis dapat diakses secara instan saat kondisi darurat,” jelasnya.

Proses riset dan pengembangan Hallo Stroke menempuh perjalanan panjang selama dua tahun. Pengembangan ini mengusung pola kolaborasi internasional dan nasional yang melibatkan Monash University, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Guna memastikan keterjangkauan dan inklusivitas sistem, tim peneliti turut menggandeng organisasi kemasyarakatan serta komunitas disabilitas, seperti Yayasan Stroke Indonesia dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

Hadirnya Hallo Stroke mempertegas peran akademisi perguruan tinggi dalam merespons krisis kesehatan masyarakat melalui pendekatan teknologi terapan. Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak tingkat kesadaran publik, menekan fatalitas serangan stroke, serta meminimalkan risiko kecacatan jangka panjang pada pasien.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler