Mata Syafina Marwa berbinar-binar di tengah hiruk pikuk Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (22/4/2026). Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, remaja asal Tangerang, Banten ini sudah mengenakan seragam kebanggaan calon jemaah haji Indonesia. Syafina tergabung dalam kloter pertama Embarkasi Banten, menjadikannya salah satu jemaah termuda di musim haji tahun ini.
Duduk di bangku kelas 2 SMP, Syafina tak menampik bahwa ada gejolak perasaan yang sulit dijabarkan saat langkah kakinya makin dekat dengan pesawat yang akan membawanya ke Tanah Suci.
“Deg-degan, seneng, campur aduk lah,” ucap Syafina dengan senyum simpul saat ditemui sebelum keberangkatan.
Kabar keberangkatannya menuju Makkah tak ayal menjadi perbincangan hangat di lingkungan sekolahnya di Bogor, Jawa Barat. Banyak dari kawan-kawannya yang menitipkan doa dan ikut berbahagia. “Seneng sih, pada kaget juga,” tutur Syafina mengingat reaksi teman-temannya.
Menghadapi ibadah fisik dan spiritual yang berat, Syafina menyadari bahwa persiapan materi tak akan cukup. Karena itu, ia membekali dirinya dengan ketahanan psikologis yang kuat. “Iya, (siapin) mental,” singkatnya.
Keberangkatan Syafina di usia belia ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan matang sang ayah, Tommy Hartoyo (46). Lelaki tersebut telah mendaftarkan putri bungsunya jauh sebelum Syafina mengerti apa itu ibadah haji.
“Dari kurang lebih nggak nyampe (usia) satu tahun ya. Karena dia kan kelahiran 2012. Begitu di awal 2013 kalau nggak salah (didaftarin),” ucap Tommy mengenang momen belasan tahun silam.
“Umur mau satu tahun,” tambahnya menegaskan.
Menurut penuturan Tommy, sistem regulasi pendaftaran haji di masa lalu masih memungkinkan anak bayi didaftarkan tanpa batasan usia minimal seperti saat ini.
“Iya, kalau dulu itu nggak ada kena peraturan yang kayak sekarang. Kalau sekarang kan harus nunggu anak di usia 12 tahun baru bisa daftar. Nah, yang dulu-dulu belum tuh. Jadi alhamdulillah bisa lolos,” ucap Tommy penuh syukur. Ia juga memaparkan bahwa waktu antrean saat ia mendaftarkan Syafina masih berada di kisaran belasan tahun. “Regulasi yang tahun 2013 itu nunggunya 13 tahun,” tambahnya.
Niat tulus Tommy mendaftarkan anaknya sejak bayi didasari oleh keinginan sederhana namun mendalam sebagai seorang ayah Muslim. “Ya sempet terpikir aja, biar menjalankan rukun Islam,” tutur Tommy. Ia juga bersyukur karena seluruh anggota inti keluarganya, termasuk istri, kakak perempuan Syafina, dan kerabat lainnya bisa berangkat bersama di tahun yang sama. “Ini mumpung ada orang tuanya,” tambahnya.
Sejarah Baru Embarkasi Banten
Momen keberangkatan Syafina dan keluarganya terasa semakin istimewa karena mencetak sejarah baru bagi Provinsi Banten. Berdasarkan data yang dihimpun dari Tempo dan Kompas, tahun ini merupakan pertama kalinya Embarkasi Banten yang berlokasi di Grand Elhaj Cipondoh difungsikan sebagai titik pemberangkatan, bukan sekadar titik kepulangan.
Gubernur Banten Andra Soni mencatat, akan ada lebih dari 9.000 jemaah asal Banten yang menunaikan ibadah haji tahun ini. Prosesi pelepasan kloter pertama ini sendiri dihadiri oleh deretan tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, yang turut menyapa langsung Syafina dan para jemaah lainnya sebelum menaiki pesawat menuju Madinah.
Gorontalo – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan kritik tajam terhadap kelompok elite di Jakarta saat meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026). Di hadapan ratusan nelayan dan warga pesisir, Prabowo menilai perhatian terhadap nasib pahlawan pangan nasional masih jauh dari kata cukup.
“Orang-orang pintar di Jakarta banyak yang tidak peduli terhadap nasib nelayan dan petani kita,” tegas Prabowo dalam sambutannya yang disambut riuh warga.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memaparkan arah kebijakan strategis pemerintah di sektor kelautan dan ketahanan pangan. Menurut Prabowo, pemerintah pusat kini tengah melakukan pergeseran besar dalam fokus pembangunan, yakni dengan memberikan afirmasi lebih luas kepada masyarakat di daerah, khususnya mereka yang berada di garis depan sektor perikanan dan pertanian.
Prabowo menjelaskan bahwa kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk mendongkrak taraf hidup masyarakat pesisir. Selain infrastruktur pemukiman, pemerintah juga tengah memacu program swasembada pangan nasional sebagai pilar utama kedaulatan negara.
“Sekarang arahnya berubah. Pemerintah pusat akan memberikan perhatian serius dan nyata kepada para nelayan dan petani,” imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan ini menekankan bahwa nelayan dan petani adalah kelompok strategis yang menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional. Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai serta program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Gorontalo – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan pemerintah akan mempercepat distribusi Papan Interaktif Digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru tanah air. Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi program digitalisasi pendidikan nasional guna menciptakan ekosistem belajar yang lebih modern.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026).
Presiden Prabowo menekankan bahwa perluasan penggunaan teknologi pembelajaran adalah prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
“Pokoknya tahun ini, tiap sekolah akan menerima tambahan tiga unit (Papan Interaktif Digital),” ujar Presiden Prabowo di hadapan masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan visinya agar seluruh lembaga pendidikan di Indonesia segera memiliki ruang belajar berbasis digital yang dilengkapi layar pintar (smart screen). Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar agar lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Saya berharap di akhir tahun ini, setiap sekolah setidaknya sudah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar,” tegasnya.
Sebagai informasi, program digitalisasi pendidikan ini telah dimulai sejak tahun 2025. Pada tahap awal, pemerintah tercatat telah menyalurkan sekitar 50 ribu unit papan interaktif digital yang tersebar di sekolah-sekolah pada 38 provinsi di Indonesia.
Program ini menjadi pilar utama pemerintah dalam memerangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Melalui pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih dinamis antara siswa dan guru, sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda Indonesia.
Gorontalo – Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disambut antusiasme luar biasa oleh ribuan masyarakat di Kota Gorontalo pada Sabtu (09/05/2026) siang. Warga tampak memadati sejumlah ruas jalan utama demi menyaksikan secara langsung kunjungan perdana orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Berdasarkan agenda, Presiden Prabowo mendarat di Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo sekitar pukul 13.00 WITA. Usai prosesi penyambutan di bandara, Presiden melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Stadion Merdeka, sebelum bertolak ke kawasan Leato Selatan untuk meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga telah berkumpul di sepanjang rute yang akan dilalui rombongan presiden sejak pagi hari. Banyak dari mereka datang bersama keluarga sembari menyiapkan telepon genggam untuk mengabadikan momen langka kedatangan kepala negara.
“Saya sudah di sini dari jam tujuh pagi. Ingin melihat langsung Pak Presiden Prabowo dari dekat,” ungkap salah seorang warga yang setia menunggu di kawasan Leato Selatan.
Kepadatan massa terlihat jelas di area sekitar lokasi kunjungan. Guna memastikan situasi tetap kondusif, aparat keamanan gabungan tampak bersiaga penuh di berbagai titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas dan menjamin seluruh agenda kepresidenan berjalan lancar.
Peresmian Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu agenda prioritas dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo di Provinsi Gorontalo. Program ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan para nelayan di wilayah pesisir.