Connect with us

Advertorial

Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual bagi Mahasiswa Baru UNG

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan aman dari kekerasan seksual bagi seluruh mahasiswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di sela kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) tahun 2024.

Materi edukasi tersebut disampaikan langsung oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) PPKS UNG, yang diwakili oleh Dr. Novi Usu, M.Pd. Dalam sesinya, Dr. Novi memberikan pengetahuan mendalam mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual, cara pencegahannya, serta langkah-langkah yang harus diambil jika mahasiswa atau orang lain menjadi korban.

Menurut Dr. Novi, mahasiswa baru harus dibekali dengan pengetahuan yang cukup agar mereka dapat menjaga diri dan orang lain dari tindak kekerasan seksual. “Kampus harus menjadi tempat yang bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegasnya.

Tujuan dan Harapan dari Edukasi PPKS

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan mahasiswa baru UNG dapat lebih peka terhadap isu kekerasan seksual dan turut serta dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan. Dr. Novi menekankan pentingnya keberanian untuk melaporkan jika terjadi pelecehan atau kekerasan seksual. “Jika mahasiswa menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual, harus berani melaporkan kepada tim satgas PPKS UNG. Tentunya segala bentuk laporan akan ditindaklanjuti oleh tim satgas sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Edukasi Lebih Mendalam melalui Modul Pembelajaran

Dr. Novi juga menyampaikan bahwa edukasi akan dilakukan lebih mendalam melalui modul pembelajaran PPKS pada mata kuliah semester satu atau dua yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru UNG. Melalui modul pembelajaran ini, mahasiswa dapat belajar lebih banyak tentang PPKS dan segala hal yang berkaitan dengannya. Mereka yang telah mengikuti modul ini akan memperoleh sertifikat dari Kementerian sebagai bukti partisipasi dan pemahaman mereka.

Kesimpulan

Komitmen UNG dalam menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan seksual diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa. Dengan edukasi dan kesadaran yang meningkat, diharapkan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus dapat diminimalisir dan ditangani dengan lebih efektif.

Advertorial

Syarat Wajib Masuk SMP! Wali Kota Gorontalo Ingatkan Orang Tua Pastikan Anaknya Bisa Mengaji

Published

on

Kota Gorontalo – Sebanyak 945 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Pendidikan Seni Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Gorontalo resmi mengikuti prosesi Wisuda dan Khatam Raya tahun 2026. Acara keagamaan akbar yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja pada Minggu (19/4/2026) malam ini, menjadi wujud apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo atas keberhasilan para santri menuntaskan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.

Ratusan peserta yang diwisuda tersebut merupakan siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di sembilan kecamatan. Dari total keseluruhan peserta, Kecamatan Kota Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 193 santri, disusul Kecamatan Kota Barat sebanyak 136 santri, dan Kecamatan Dungingi dengan 105 santri.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa momentum wisuda dan khatam ini bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, ini adalah langkah awal bagi para santri untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Adhan turut menanggapi isu yang tengah berkembang di masyarakat terkait kewajiban melampirkan bukti kemampuan mengaji sebagai persyaratan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Gorontalo. Ia menegaskan, kebijakan tersebut sama sekali tidak bermaksud untuk menghambat akses pendidikan anak.

“Ada anggapan bahwa kebijakan ini membuat anak tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Itu tidak benar. Justru aturan ini menjadi dorongan moral bagi para orang tua agar lebih proaktif memastikan anak-anaknya bisa mengaji sejak dini,” papar Wali Kota Adhan memberikan klarifikasi.

Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian tak terbendung, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi benteng pertahanan yang sangat krusial bagi generasi muda. Oleh karena itu, Pemkot Gorontalo tetap berkomitmen teguh menerapkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat mutlak masuk SMP, sebagaimana yang telah diatur secara sah dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2005.

Sebagai informasi, perhelatan akbar ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2026.

Rangkaian acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan prosesi pengalungan gordon secara simbolis oleh Wali Kota Gorontalo kepada perwakilan wisudawan. Melalui seremoni ini, Adhan menaruh harapan besar agar para santri yang telah dikhatamkan dapat terus belajar, mengamalkan ajaran Al-Qur’an, serta mampu menjadi teladan akhlak yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Continue Reading

Advertorial

Instruksi Tegas: Wali Kota Gorontalo Minta Camat Atur Ulang Distribusi Guru Mengaji

Published

on

Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, secara tegas menginstruksikan seluruh camat di wilayahnya untuk segera menertibkan pendataan serta distribusi guru mengaji dan santri. Langkah strategis ini diambil menyusul adanya temuan ketimpangan rasio antara jumlah pengajar Al-Qur’an dan peserta didik di sejumlah tempat pengajian.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Adhan saat menghadiri kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, pada Minggu (19/4/2026) malam.

Adhan menyoroti fenomena penumpukan tenaga pengajar di satu lokasi yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah santri yang dibina. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat proses pembinaan keagamaan berjalan tidak efektif.

“Saya minta para camat dan Pak Sekda untuk segera mengoordinasikan masalah ini. Ada tempat pengajian yang guru mengajinya sampai lima atau enam orang, tetapi santrinya hanya sekitar 20 anak. Ini tentu harus ditertibkan dan didistribusikan secara merata,” tegas Wali Kota Adhan di hadapan para pejabat yang hadir.

Selain persoalan tata kelola guru mengaji, pucuk pimpinan Kota Gorontalo itu juga menyoroti mulai vakumnya kegiatan majelis taklim di tingkat kelurahan. Oleh karena itu, ia meminta para lurah untuk segera turun tangan melakukan pendataan ulang, sekaligus menghidupkan kembali kelompok-kelompok pengajian masyarakat tersebut.

Menurut Adhan, optimalisasi peran guru mengaji dan majelis taklim sangat krusial dalam mewujudkan visi Kota Gorontalo sebagai “Serambi Madinah”. Ia mengingatkan seluruh jajarannya agar visi mulia tersebut tidak hanya berhenti pada tataran slogan semata, melainkan diwujudkan melalui aksi yang nyata.

“Jangan hanya berpidato tentang Serambi Madinah, tetapi tidak ada aksi di lapangan. Saya minta majelis taklim di tingkat kelurahan dibentuk dan diaktifkan kembali, karena pantauan saat ini sudah banyak yang tidak berjalan,” pungkasnya mengingatkan.

Sebagai informasi, kegiatan di Lapangan Taruna Remaja tersebut turut dihadiri oleh unsur-unsur penting pemerintahan. Di antaranya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo Ismail Madjid, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan perangkat daerah, camat, kepala bagian, dan tenaga ahli Wali Kota. Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo, Kepala Bea Cukai, Kepala BPS, Ketua BAZNAS Kota Gorontalo, hingga Direktur Perumda Muara Tirta.

Continue Reading

Advertorial

Kawal Ketat UTBK 2026! UNG Kumpulkan Seluruh Pengawas Ujian untuk Samakan Persepsi

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mematangkan berbagai persiapan teknis dan sumber daya manusia (SDM) menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026. Sebagai salah satu langkah strategis, panitia lokal UNG menggelar kegiatan penyamaan persepsi khusus bagi seluruh perangkat pengawas ujian yang dipusatkan di Aula Rektorat UNG, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan pembekalan ini ditujukan untuk menyatukan pemahaman seluruh petugas pengawas terkait mekanisme, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan ketegasan pengawasan UTBK-SNBT. Langkah ini dinilai krusial agar pelaksanaan ujian berskala nasional tersebut dapat berjalan tertib sesuai dengan ketentuan pusat yang telah ditetapkan.

Humas Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) UNG, Wahidun Usulu, S.Pd., M.Ap., menjelaskan bahwa penyamaan persepsi merupakan kunci utama dalam memastikan seluruh perangkat pengawas memiliki frekuensi pandangan, pengetahuan, dan kesiapan mental yang sama di lapangan.

“Dengan pemahaman dan persepsi yang seragam, para pengawas diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, serta bertindak profesional sesuai dengan prosedur yang berlaku selama proses ujian berlangsung,” ujar Wahidun.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menegaskan pentingnya kesiapan matang dari seluruh perangkat pendukung ujian. Ia menekankan bahwa penyamaan persepsi bertujuan agar tidak ada celah perbedaan interpretasi antar-pengawas saat menghadapi situasi atau kendala tak terduga di dalam ruang ujian.

Prof. Hafidz mengingatkan bahwa peran pengawas sangat strategis dan memikul tanggung jawab besar, terutama dalam menjaga integritas, objektivitas, dan kelancaran proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.

“Pelaksanaan UTBK-SNBT ini merupakan momen dan kesempatan yang sangat berharga bagi para calon mahasiswa yang saling berkompetisi ketat untuk memperebutkan kursi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Karena itu, pengawas memegang peranan vital untuk memastikan ujian berjalan bersih sesuai prosedur dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran,” tegas Prof. Hafidz.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan UTBK-SNBT di daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepanitiaan inti, melainkan wujud komitmen bersama. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa UNG siap menjawab kepercayaan penuh yang diberikan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu sentra lokasi pelaksanaan ujian di kawasan timur Indonesia.

“Melalui berbagai persiapan yang terus kami matangkan ini, UNG sangat optimistis pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Gorontalo dapat berjalan sukses, tertib, dan berintegritas tinggi. Kami juga berkomitmen memberikan pengalaman ujian yang nyaman dan representatif bagi seluruh peserta,” pungkasnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler