Advertorial
Fokus pada Masyarakat, Mahasiswa UNG Identifikasi Masalah Kesehatan
Published
1 month agoon
UNG – Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan pengkajian komunitas di Desa Tenggela pada minggu pertama, yang berlangsung sejak 3 hingga 7 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan stase Keperawatan Keluarga dan Gerontik (KKG) dalam rangka memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan.
Pengkajian komunitas dilakukan sebagai tahapan awal untuk mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di tengah masyarakat, sekaligus memetakan kebutuhan pelayanan keperawatan yang sesuai dengan kondisi warga setempat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui pengumpulan data, observasi lingkungan, serta penggalian informasi terkait kondisi kesehatan keluarga dan kelompok lanjut usia.
Kegiatan pada minggu pertama ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa dalam menyusun rencana intervensi keperawatan berbasis kebutuhan masyarakat. Selain itu, pengkajian juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi terapeutik, keterampilan pengkajian, analisis masalah kesehatan, serta pendekatan humanis dalam pelayanan keperawatan komunitas.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menunjukkan antusiasme dan kesungguhan dalam menjalankan setiap tahapan pengkajian. Kehadiran mereka di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga mencerminkan komitmen calon tenaga kesehatan profesional dalam memahami realitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Melalui pengkajian komunitas ini, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi kesehatan masyarakat di Desa Tenggela. Hasil pengkajian tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program intervensi yang lebih terarah, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Program Studi Pendidikan Profesi Ners FOK UNG berharap kegiatan pengkajian komunitas ini dapat menjadi bekal awal yang kuat bagi mahasiswa dalam menjalani tahapan stase berikutnya. Dengan pendekatan yang sistematis, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan pelayanan keperawatan komunitas yang profesional, empatik, dan berkelanjutan.
You may like
-
Kawal Ketat UTBK 2026! UNG Kumpulkan Seluruh Pengawas Ujian untuk Samakan Persepsi
-
Siap Tempur! 5.504 Calon Mahasiswa Baru Bakal Ikuti UTBK-SNBT 2026 di Universitas Negeri Gorontalo
-
Tingkatkan Kualitas Layanan, 44 Nakes Gorontalo Ikuti Pelatihan Perawatan Luka Modern One Emergency
-
Riset Dosen UNG Tembus Jurnal Scopus Q1 Bahas Tantangan Penerjemah di Era AI
-
Buktikan Kualitas Akademik! Prodi Sistem Informasi UNG Sinkronkan Data Penilaian Akreditasi Terbaru
-
Gebrakan Kampus Merah Maron: Rektor Eduart Tantang Mahasiswa UNG Lulus Lewat Jalur Prestasi
Advertorial
Syarat Wajib Masuk SMP! Wali Kota Gorontalo Ingatkan Orang Tua Pastikan Anaknya Bisa Mengaji
Published
14 hours agoon
20/04/2026
Kota Gorontalo – Sebanyak 945 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Pendidikan Seni Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Gorontalo resmi mengikuti prosesi Wisuda dan Khatam Raya tahun 2026. Acara keagamaan akbar yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja pada Minggu (19/4/2026) malam ini, menjadi wujud apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo atas keberhasilan para santri menuntaskan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.
Ratusan peserta yang diwisuda tersebut merupakan siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di sembilan kecamatan. Dari total keseluruhan peserta, Kecamatan Kota Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 193 santri, disusul Kecamatan Kota Barat sebanyak 136 santri, dan Kecamatan Dungingi dengan 105 santri.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa momentum wisuda dan khatam ini bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, ini adalah langkah awal bagi para santri untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Adhan turut menanggapi isu yang tengah berkembang di masyarakat terkait kewajiban melampirkan bukti kemampuan mengaji sebagai persyaratan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Gorontalo. Ia menegaskan, kebijakan tersebut sama sekali tidak bermaksud untuk menghambat akses pendidikan anak.
“Ada anggapan bahwa kebijakan ini membuat anak tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Itu tidak benar. Justru aturan ini menjadi dorongan moral bagi para orang tua agar lebih proaktif memastikan anak-anaknya bisa mengaji sejak dini,” papar Wali Kota Adhan memberikan klarifikasi.
Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian tak terbendung, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi benteng pertahanan yang sangat krusial bagi generasi muda. Oleh karena itu, Pemkot Gorontalo tetap berkomitmen teguh menerapkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat mutlak masuk SMP, sebagaimana yang telah diatur secara sah dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2005.
Sebagai informasi, perhelatan akbar ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2026.
Rangkaian acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan prosesi pengalungan gordon secara simbolis oleh Wali Kota Gorontalo kepada perwakilan wisudawan. Melalui seremoni ini, Adhan menaruh harapan besar agar para santri yang telah dikhatamkan dapat terus belajar, mengamalkan ajaran Al-Qur’an, serta mampu menjadi teladan akhlak yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Advertorial
Instruksi Tegas: Wali Kota Gorontalo Minta Camat Atur Ulang Distribusi Guru Mengaji
Published
14 hours agoon
20/04/2026
Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, secara tegas menginstruksikan seluruh camat di wilayahnya untuk segera menertibkan pendataan serta distribusi guru mengaji dan santri. Langkah strategis ini diambil menyusul adanya temuan ketimpangan rasio antara jumlah pengajar Al-Qur’an dan peserta didik di sejumlah tempat pengajian.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Adhan saat menghadiri kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, pada Minggu (19/4/2026) malam.
Adhan menyoroti fenomena penumpukan tenaga pengajar di satu lokasi yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah santri yang dibina. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat proses pembinaan keagamaan berjalan tidak efektif.
“Saya minta para camat dan Pak Sekda untuk segera mengoordinasikan masalah ini. Ada tempat pengajian yang guru mengajinya sampai lima atau enam orang, tetapi santrinya hanya sekitar 20 anak. Ini tentu harus ditertibkan dan didistribusikan secara merata,” tegas Wali Kota Adhan di hadapan para pejabat yang hadir.
Selain persoalan tata kelola guru mengaji, pucuk pimpinan Kota Gorontalo itu juga menyoroti mulai vakumnya kegiatan majelis taklim di tingkat kelurahan. Oleh karena itu, ia meminta para lurah untuk segera turun tangan melakukan pendataan ulang, sekaligus menghidupkan kembali kelompok-kelompok pengajian masyarakat tersebut.
Menurut Adhan, optimalisasi peran guru mengaji dan majelis taklim sangat krusial dalam mewujudkan visi Kota Gorontalo sebagai “Serambi Madinah”. Ia mengingatkan seluruh jajarannya agar visi mulia tersebut tidak hanya berhenti pada tataran slogan semata, melainkan diwujudkan melalui aksi yang nyata.
“Jangan hanya berpidato tentang Serambi Madinah, tetapi tidak ada aksi di lapangan. Saya minta majelis taklim di tingkat kelurahan dibentuk dan diaktifkan kembali, karena pantauan saat ini sudah banyak yang tidak berjalan,” pungkasnya mengingatkan.
Sebagai informasi, kegiatan di Lapangan Taruna Remaja tersebut turut dihadiri oleh unsur-unsur penting pemerintahan. Di antaranya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo Ismail Madjid, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan perangkat daerah, camat, kepala bagian, dan tenaga ahli Wali Kota. Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo, Kepala Bea Cukai, Kepala BPS, Ketua BAZNAS Kota Gorontalo, hingga Direktur Perumda Muara Tirta.
Advertorial
Kawal Ketat UTBK 2026! UNG Kumpulkan Seluruh Pengawas Ujian untuk Samakan Persepsi
Published
20 hours agoon
20/04/2026
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mematangkan berbagai persiapan teknis dan sumber daya manusia (SDM) menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026. Sebagai salah satu langkah strategis, panitia lokal UNG menggelar kegiatan penyamaan persepsi khusus bagi seluruh perangkat pengawas ujian yang dipusatkan di Aula Rektorat UNG, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan pembekalan ini ditujukan untuk menyatukan pemahaman seluruh petugas pengawas terkait mekanisme, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan ketegasan pengawasan UTBK-SNBT. Langkah ini dinilai krusial agar pelaksanaan ujian berskala nasional tersebut dapat berjalan tertib sesuai dengan ketentuan pusat yang telah ditetapkan.
Humas Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) UNG, Wahidun Usulu, S.Pd., M.Ap., menjelaskan bahwa penyamaan persepsi merupakan kunci utama dalam memastikan seluruh perangkat pengawas memiliki frekuensi pandangan, pengetahuan, dan kesiapan mental yang sama di lapangan.
“Dengan pemahaman dan persepsi yang seragam, para pengawas diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, serta bertindak profesional sesuai dengan prosedur yang berlaku selama proses ujian berlangsung,” ujar Wahidun.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menegaskan pentingnya kesiapan matang dari seluruh perangkat pendukung ujian. Ia menekankan bahwa penyamaan persepsi bertujuan agar tidak ada celah perbedaan interpretasi antar-pengawas saat menghadapi situasi atau kendala tak terduga di dalam ruang ujian.
Prof. Hafidz mengingatkan bahwa peran pengawas sangat strategis dan memikul tanggung jawab besar, terutama dalam menjaga integritas, objektivitas, dan kelancaran proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.
“Pelaksanaan UTBK-SNBT ini merupakan momen dan kesempatan yang sangat berharga bagi para calon mahasiswa yang saling berkompetisi ketat untuk memperebutkan kursi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Karena itu, pengawas memegang peranan vital untuk memastikan ujian berjalan bersih sesuai prosedur dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran,” tegas Prof. Hafidz.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan UTBK-SNBT di daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepanitiaan inti, melainkan wujud komitmen bersama. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa UNG siap menjawab kepercayaan penuh yang diberikan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu sentra lokasi pelaksanaan ujian di kawasan timur Indonesia.
“Melalui berbagai persiapan yang terus kami matangkan ini, UNG sangat optimistis pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Gorontalo dapat berjalan sukses, tertib, dan berintegritas tinggi. Kami juga berkomitmen memberikan pengalaman ujian yang nyaman dan representatif bagi seluruh peserta,” pungkasnya.
Syarat Wajib Masuk SMP! Wali Kota Gorontalo Ingatkan Orang Tua Pastikan Anaknya Bisa Mengaji
Instruksi Tegas: Wali Kota Gorontalo Minta Camat Atur Ulang Distribusi Guru Mengaji
Kawal Ketat UTBK 2026! UNG Kumpulkan Seluruh Pengawas Ujian untuk Samakan Persepsi
Jerit Penambang Lokal: “Jangan Biarkan Kami Terjajah di Tanah Pohuwato Sendiri!”
Resmi Ditutup! MTQ ke-31 Kota Gorontalo Sukses Cetak Qori-Qoriah Berprestasi
Viral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
Meresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
Sikat Pungli: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Oknum AH Terkait Pungutan UMKM
Tuntut Transparansi: Massa Desak Inspektorat Tak “Main Mata” dalam Kasus Mafia Obat
Tidak Diperhatikan Pemda Selama Beberapa Tahun, dr. Rizal Alaydrus & Papip Celebes Akhirnnya Turun Tangan Renovasi Asrama Bogor
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Advertorial2 months agoTertib Administrasi! Pemkab Pohuwato Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan
-
Gorontalo3 months agoKlarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje
-
Gorontalo1 month agoTak Tinggal Diam! Dugaan Pelecehan dan Pelanggaran Kerja Alfamidi Dilaporkan ke Disnaker
-
Gorontalo2 months agoTak Sekadar Rayakan HUT, Gerindra Gorontalo Ulurkan Kasih untuk Anak Yatim dan Piatu
-
Gorontalo3 months agoGeram Kerusakan Alam! Pemuda Muhammadiyah Layangkan Protes Hukum ke Pemerintah
-
News3 months agoBahlil: Saya Menteri Gagal Kalau Saudara Kita di Desa Belum Menikmati Listrik
-
Gorontalo2 weeks agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
-
Bone Bolango2 months agoPemuda Bergerak: Karang Taruna Patriot Bilungala Kukuhkan Silaturahmi
