News
Gus Miftah Pamer Jasa Loloskan Dedi Mulyadi Jadi Gubernur Ke Praboso
Published
22 hours agoon
BANDUNG – Panggung politik dan jagat media sosial kembali dibuat riuh. Sebuah potongan video yang menampilkan pendakwah kondang, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, mendadak viral. Dalam momen tersebut, Gus Miftah secara blak-blakan mengungkap tabir di balik majunya Dedi Mulyadi hingga sukses menduduki kursi Gubernur Jawa Barat.
Pernyataan yang dilontarkan di hadapan publik itu sontak menyita perhatian. Pasalnya, Gus Miftah secara terbuka memposisikan dirinya sebagai “jembatan” utama yang menghubungkan Dedi Mulyadi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah orasi atau sambutannya, pendakwah nyentrik ini dengan lantang menegaskan perannya dalam peta politik Jawa Barat. Tanpa ragu, Gus Miftah menyatakan, “Saya di balik rekomendasi Dedi Mulyadi jadi gubernur.”
Klaim tersebut tidak berhenti sampai di situ. Ia menceritakan bagaimana proses lobi tingkat tinggi itu terjadi, menyiratkan bahwa lobi politiknya kepada Prabowo adalah kunci sukses melenggangnya mantan Bupati Purwakarta tersebut ke Gedung Sate. Menegaskan perannya yang krusial, Gus Miftah melontarkan kalimat, “Itu jasa aku.”
Menariknya, kejujuran Gus Miftah yang terlampau polos ini memancing reaksi Dedi Mulyadi (KDM) yang juga diketahui hadir dalam momen tersebut dengan hanya menunjukkan ekspresi tersenyum simpul merespons celotehan sahabatnya itu.
Jika ditarik ke belakang, klaim Gus Miftah ini bukannya tanpa dasar. Mengutip laporan dari media arus utama seperti Kompas dan CNN Indonesia, Gus Miftah memang dikenal memiliki kedekatan eksklusif dengan Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian mengangkatnya sebagai Utusan Khusus Presiden. Di sisi lain, rekam jejak Dedi Mulyadi yang mundur dari posisinya di DPR RI demi merapat ke gerbong Prabowo juga sempat menjadi sorotan nasional.
Media lainnya juga banyak menulis bagaimana manuver politik Dedi Mulyadi mendapat dukungan penuh (endorsement) dari koalisi Prabowo untuk bertarung di Pilgub Jabar, sebuah proses di mana lingkaran ring satu presiden—termasuk Gus Miftah—memiliki pengaruh yang sangat kuat.
Kini, video “buka-bukaan” tersebut menjadi perbincangan hangat, membuka mata publik tentang bagaimana lobi kultural dan kedekatan personal tokoh agama dapat menjadi faktor penentu dalam kontestasi politik sekelas pemilihan gubernur.
You may like
-
Bikin Geger! Video 10 Detik Makanan Bergizi Gratis Berbelatung di Bonepantai Viral di Medsos
-
Viral di Medsos! Mobil Kontraktor PGM Serempet Bocah di Desa Hulawa, Begini Kondisinya Sekarang
-
Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo
-
Selamatkan Nyawa Ayah saat Diserang, Siswi SMA Langkat Malah Jadi Tersangka
-
Penampakan Tumpukan Uang Penyerahan ke Negara 11,4 Triliun, Bak Tembok Tinggi Saat Prabowo Berpidato
-
Respons Berkelas! Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Cium Lutut Wagub Kalbar
News
Pemilik Domba Diamankan Kepolisian NTT Usai Duel dan Habisi Pencuri Ternaknya
Published
18 hours agoon
20/04/2026
ROTE NDAO – Sebuah insiden memilukan yang mengaburkan batas antara upaya pembelaan diri dan aksi main hakim sendiri baru saja mengguncang Kecamatan Rote Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang pria paruh baya berinisial JA (63) terpaksa harus berhadapan dengan hukum setelah duel mautnya melawan seorang terduga pencuri ternak berinisial AM (54) berakhir dengan hilangnya ny4w4.
Kejadian nahas ini bermula pada Jumat petang (17/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Niat awal JA sebetulnya sangat sederhana: ia berjalan menuju kompleks persawahan Kukafu sekadar untuk mengecek kondisi domba peliharaannya. Namun, pemandangan di lokasi seketika memompa darahnya. Ia memergoki AM tengah menuntun seekor domba yang sangat diyakini JA sebagai hewan ternak miliknya.
Sadar propertinya sedang digasak, JA mencoba menanyakan maksud dan tujuan AM. Alih-alih memberikan penjelasan yang masuk akal, AM justru merespons dengan beringas. Sang pencuri langsung menyerang si pemilik sah domba tersebut menggunakan sebilah parang.
Menghadapi sabetan senjata tajam secara tiba-tiba, insting bertahan hidup JA seketika bekerja. Ia berhasil menghindar dari maut dan dengan cepat menyambar sebatang kayu di dekatnya untuk memukul balik. Terdesak oleh perlawanan pemilik ternak, AM lantas memilih mengambil langkah seribu, berlari menjauh ke arah area persawahan.
Namun, amarah JA sudah telanjur tersulut. Ia mengejar pelaku hingga keduanya kembali berhadapan di dekat pagar sawah. Dalam posisi terpojok, AM kembali mengayunkan p4rangny4. Di detik yang sama, hantaman kayu dari JA mendarat telak di tangan AM, membuat parang yang digenggam sang pencuri terlempar jatuh.
Di titik inilah situasi berbalik menjadi fatal. JA yang berhasil merampas senjata tajam tersebut, seketika menghujamkan p4r4ng ke tubuh AM secara bertubi-tubi hingga lawannya t3w4s terkapar bersimbah d4r4h.
Sadar bahwa tindakannya telah merenggut ny4w4 orang lain, JA tidak berusaha melarikan diri. Ia justru mendatangi Kepala Desa Dalekesa, Arianto Pandie, untuk mengakui perbuatannya. Sang kepala desa pun segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat.
Kapolsek Rote Barat Daya, Ipda Subur Gunawan, mengonfirmasi runut kejadian pasca-duel maut tersebut. “Pelaku langsung diamankan personel Polsek Rote Barat Daya setelah ditelepon kepala desa,” terangnya.
Terkait kondisi luka yang dialami terduga pencuri yang t3w4s di tempat, Subur membeberkan hasil pemeriksaan awal penyidik. “Korban dib4c0k tiga kali mengenai k3pal4, l3her dan kaki” jelasnya.
Menyoroti kasus serupa yang berakar dari aksi pencurian ini, Ipda Subur meminta seluruh warga Rote Ndao untuk tetap tenang. Ia juga menekankan agar masyarakat tidak mudah terhasut oleh isu liar yang berpotensi memicu konflik susulan.
“Biarkan polri bekerja sesuai SOP dan berikan informasi berkaitan dengan peristiwa ini,” pungkasnya tegas. Saat ini, JA beserta sejumlah barang bukti dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah diamankan di markas kepolisian.
Jika menilik catatan kriminal di Indonesia, kasus perlawanan korban pencurian yang berujung pada kematian pelaku bukanlah hal baru. Mengutip laporan investigasi dari beberapa media tanah air pada kasus-kasus serupa sebelumnya, insiden semacam ini kerap memicu perdebatan panjang di ranah hukum Pidana. Aparat penegak hukum sering kali harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan batas proporsionalitas (noodweer)—apakah tindakan pelaku murni pembelaan diri secara terpaksa atau telah masuk ke ranah pembunuhan. Nasib JA kini sepenuhnya berada di tangan penyelidikan polisi.
News
1 Juli 2026 Indonesia Resmi Setop Impor Solar, Mentan Pastikan Sawit Gantikan Solar Impor
Published
18 hours agoon
20/04/2026
NEWS – Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil dari luar negeri akan segera menemui titik akhir. Pemerintah secara resmi menabuh genderang kemandirian energi dengan memproyeksikan penghentian total impor solar pada pertengahan tahun ini. Transformasi ini menjadikan kelapa sawit—komoditas unggulan Nusantara—sebagai tulang punggung utama bahan bakar nasional.
Langkah berani ini diumumkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan pidato kunci pada acara wisuda ke-133 program doktor, magister, dan profesi insinyur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu (19/4/2026). Kebijakan penghentian impor ini berjalan lurus dengan implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang sepenuhnya berbasis sawit.
Di hadapan para akademisi, Mentan Amran dengan tegas memaparkan tenggat waktu kebijakan tersebut. “Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,” tegasnya.
Transisi menuju energi hijau ini bukan sekadar soal biodiesel. Pemerintah melihat potensi jauh lebih besar dari sekadar memutar roda mesin diesel. Pengembangan teknologi kini tengah dipercepat agar sawit mampu dikonversi menjadi bensin dan etanol.
Bagi Amran, tanaman ini adalah kunci kedaulatan masa depan. “Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin,” ungkapnya menjelaskan visi besar tersebut.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertanian telah menggandeng PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV). Kerja sama ini difokuskan pada perintisan produksi bensin berbasis sawit dalam skala laboratorium atau skala kecil. Jika purwarupa ini terbukti sukses, ekspansi industri besar-besaran sudah menanti di depan mata.
“Kalau ini berhasil, kita buka skala besar. Jadi masa depan Indonesia cerah,” imbuh Amran dengan nada optimis.
Selain membahas revolusi bahan bakar, kunjungan Mentan ke kampus perjuangan tersebut juga diwarnai dengan apresiasi terhadap inovasi teknologi dalam negeri. Ia meninjau langsung traktor bertenaga listrik karya mahasiswa dan peneliti ITS. Tanpa ragu, Kementerian Pertanian langsung memborong 10 unit traktor tersebut untuk tahap uji coba di lapangan.
Keputusan meminang teknologi anak bangsa ini didasari oleh efisiensi yang ditawarkan. “Traktor yang dibuat ini harganya separuh dari yang biasanya. Kemudian, efektif, tidak menggunakan solar tetapi menggunakan elektrik, listrik. Jadi ini sangat hemat,” ucap Amran.
Data Dukung: Harmonisasi Kementan dan Kementerian ESDM
Langkah Kementan ini sejalan dengan peta jalan yang telah disusun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berdasarkan laporan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah menutup keran impor untuk solar jenis CN48 sejak awal Januari 2026.
Sementara itu, sisa kebutuhan untuk jenis CN51 memang masih didatangkan dari luar, namun izin tersebut akan kedaluwarsa pada paruh kedua tahun ini. Artinya, mulai Juli 2026, PT Pertamina (Persero) akan mengambil alih kendali penuh untuk memproduksi seluruh varian solar secara domestik, menjadikan perusahaan swasta wajib membeli pasokan dari dalam negeri. Sinkronisasi dua kementerian ini memastikan bahwa kemandirian energi bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang tengah dieksekusi.
Purwakarta – Sebuah insiden memilukan di dunia pendidikan kembali terjadi, namun kali ini berakhir dengan keteladanan yang luar biasa. Dunia maya belakangan ini dihebohkan oleh beredarnya video tidak pantas yang memperlihatkan sekelompok pelajar SMAN 1 Purwakarta mengolok-olok hingga mengacungkan jari tengah kepada pendidik mereka sendiri.
Di balik riuhnya kecaman warganet terhadap perilaku niradab para remaja tersebut, sang guru justru tampil membawa kesejukan. Ia adalah Syamsiah, guru mwarganet terhadap perilaku niradab para remaja tersebut, sang guru justru tampil membawa kesejukan. Ia adalah Syamsiah, guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang akrab disapa Bu Atun. Merujuk pada penelusuran Detikcomn Barakati, peristiwa tersebut secara spesifik melibatkan sembilan pelajar yang sengaja merekam aksi provokatif mereka seusai jam pelajaran berakhir. Ironisnya, sang pahlawan tanpa tanda jasa ini sama sekali tidak menyadari niat terselubung murid-muridnya kala itu.
“Saya tidak tahu kalau direkam. Awalnya mereka salaman, bahkan mau foto bersama. Saya hargai mereka, padahal saya harus mengajar di kelas lain,” ungkap Syamsiah, menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya.
Meski hatinya dirobek oleh rasa sedih, Syamsiah menolak keras desakan publik untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Keputusan ini bertumpu pada prinsip bahwa tujuan sejati seorang guru adalah merekonstruksi moral, bukan sekadar menghukum dan mematikan masa depan siswa. Saat dipertemukan dalam forum mediasi, kesembilan pelaku tersebut menangis tersedu-sedu mengakui kekhilafan mereka.
Melihat tangis penyesalan anak didiknya, hati Syamsiah luluh dan langsung memberikan ampunan. “Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak,” tuturnya dengan penuh ketegaran.
Terkait potensi pelaporan ke pihak berwajib atas kasus yang sudah terlanjur viral, guru senior ini memberikan sikap yang final. “Saya tidak akan pernah melapor,” tegas Syamsiah.
Baginya, kenakalan remaja di usia sekolah menengah adalah fase transisi yang bisa diobati dengan kasih sayang. “Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal. Perubahan itu butuh proses,” ucapnya penuh optimisme.
Buntut dari insiden pelecehan verbal ini, pihak manajemen SMAN 1 Purwakarta langsung mengambil langkah evaluasi. Sekolah kini memberlakukan regulasi pembatasan gadget dengan cara mengumpulkan telepon seluler milik siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung demi meminimalisasi penyalahgunaan teknologi.
Lebih jauh, bagi Syamsiah, memperketat aturan fisik saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan asupan moral. Insiden ini menjadi tamparan sekaligus refleksi betapa krusialnya etika di atas ilmu akademik. “Adab itu hal utama. Saya selalu tanamkan pendidikan karakter, tapi mungkin belum sepenuhnya sampai. Tugas guru adalah terus sabar dan membimbing,” jelasnya.
Sebagai penutup, ia merangkum seluruh perasaannya dalam sebuah kalimat pamungkas yang membuktikan bahwa dedikasinya tidak akan pernah luntur oleh ejekan apa pun.
“Saya sayang kepada siswa. Semakin mereka salah, semakin saya ingin membimbingnya. Saya ingin mereka menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak,” pungkas Syamsiah.
Resmi Dimulai! 5.504 Peserta Berjuang Rebut Kursi PTN Lewat UTBK-SNBT 2026 di UNG
Wajib Melek Digital! Wabup Pohuwato Instruksikan Seluruh ASN Bertransaksi Pakai QRIS
Amankan Ketahanan Pangan! Bupati Saipul Hadiri Rakornas Antisipasi Musim Kemarau 2026 di Jakarta
Tak Main-Main! Wali Kota Adhan Siap Pidanakan Penyerobot Lahan Eks Terminal 42
Bikin Bangga Gorontalo! Dosen UNG Novriyanto Napu Sukses Jadi Interpreter Sister City di Jepang
Viral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
Meresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
Sikat Pungli: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Oknum AH Terkait Pungutan UMKM
Tuntut Transparansi: Massa Desak Inspektorat Tak “Main Mata” dalam Kasus Mafia Obat
Tidak Diperhatikan Pemda Selama Beberapa Tahun, dr. Rizal Alaydrus & Papip Celebes Akhirnnya Turun Tangan Renovasi Asrama Bogor
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Advertorial2 months agoTertib Administrasi! Pemkab Pohuwato Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan
-
Gorontalo3 months agoKlarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje
-
Gorontalo1 month agoTak Tinggal Diam! Dugaan Pelecehan dan Pelanggaran Kerja Alfamidi Dilaporkan ke Disnaker
-
Gorontalo2 months agoTak Sekadar Rayakan HUT, Gerindra Gorontalo Ulurkan Kasih untuk Anak Yatim dan Piatu
-
Gorontalo3 months agoGeram Kerusakan Alam! Pemuda Muhammadiyah Layangkan Protes Hukum ke Pemerintah
-
News3 months agoBahlil: Saya Menteri Gagal Kalau Saudara Kita di Desa Belum Menikmati Listrik
-
Bone Bolango2 months agoPemuda Bergerak: Karang Taruna Patriot Bilungala Kukuhkan Silaturahmi
-
Gorontalo2 weeks agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
