Connect with us

Gorontalo

Janji yang Tak Ditepati, Klaim Jaminan Kematian Kisman Moha Tak Kunjung Cair

Published

on

Pohuwato – Harapan keluarga almarhum Kisman Moha, warga Desa Butungale, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, untuk memperoleh hak jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan akhirnya pupus. Selama berbulan-bulan menunggu, klaim yang diajukan oleh ahli waris tak kunjung dibayarkan, meninggalkan rasa kecewa dan ketidakpastian yang mendalam bagi pihak keluarga.

Ahli waris sekaligus anak almarhum, Herdi K. Tahir, mengaku telah mengajukan klaim jaminan kematian tersebut sejak 13 November 2025. Ia menegaskan, seluruh dokumen dan persyaratan yang diminta oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan telah dilengkapi sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semua berkas sudah lengkap. Pihak BPJS bilang hanya tinggal menunggu proses pencairan, tapi sampai hari ini belum ada dana yang cair,” tutur Herdi dengan nada kecewa.

Berbagai upaya telah dilakukan Herdi untuk mendapatkan kejelasan. Ia telah mendatangi langsung Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pohuwato, bahkan turut menyertakan Kepala Desa Butungale untuk turut membantu memediasi persoalan tersebut. Selain itu, komunikasi melalui sambungan telepon juga terus diupayakan. Namun, hasilnya tetap nihil.

“Saya sudah bolak-balik menanyakan kejelasan klaim ini, tapi tak ada hasil. Seolah semua pihak saling melempar tanggung jawab,” ujarnya lagi.

Situasi yang berlarut-larut ini menimbulkan dugaan masyarakat bahwa telah terjadi minimnya koordinasi dan tanggung jawab antarinstansi terkait, sementara ahli waris dibiarkan menunggu tanpa kejelasan kapan hak mereka benar-benar bisa diterima.

Menanggapi persoalan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Pohuwato melalui petugas pelayanan, Arif, memberikan penjelasan resmi. Ia menyatakan klaim jaminan kematian Kisman Moha tidak bisa diproses karena berdasarkan hasil verifikasi lapangan, almarhum diduga sudah tidak aktif bekerja saat didaftarkan sebagai peserta.

“Dari hasil pengecekan lapangan, diketahui bahwa almarhum sudah dalam kondisi sakit selama dua tahun terakhir dan menggunakan kursi roda saat didaftarkan melalui Dinas Sosial atau Pemerintah Kabupaten Pohuwato,” jelas Arif.

Menurut Arif, temuan tersebut dikonfirmasi langsung oleh pejabat desa, sejumlah tetangga, serta dibenarkan oleh salah satu anak almarhum ketika dilakukan verifikasi awal. Hasil pengecekan itu kemudian dilaporkan ke Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato pada November 2025, dan dinyatakan bahwa peserta memang sudah dalam kondisi sakit saat terdaftar.

“Berdasarkan ketentuan yang termuat dalam Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Daerah dan BPJS, apabila ditemukan peserta sudah tidak aktif bekerja atau sakit berkepanjangan saat pendaftaran, maka klaim jaminan tidak dapat dibayarkan,” terang Arif.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait hasil tersebut, dan keputusan bahwa klaim tidak bisa dilanjutkan sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Kami sudah mengonfirmasi hal ini kepada Dinas Sosial, dan kesimpulannya klaim tersebut memang tidak bisa diproses,” pungkasnya.

Kasus ini pun memunculkan pertanyaan serius tentang tanggung jawab negara dalam pelaksanaan jaminan sosial, terutama ketika keluarga peserta justru terjebak dalam proses administratif yang panjang tanpa kepastian, padahal hak perlindungan sosial seharusnya hadir saat masyarakat paling membutuhkannya.

Gorontalo

HUT ke-54 Basarnas: DWP SAR Gorontalo Rayakan dengan Aksi Sosial

Published

on

Gorontalo – Menyambut bulan suci Ramadan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor SAR Gorontalo menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Kantor SAR Gorontalo pada Senin (02/03/2026) sore, menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Melalui kegiatan ini, DWP Kantor SAR Gorontalo bersama seluruh jajaran ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur di bulan penuh berkah.

Sejumlah anggota DWP bersama pegawai Kantor SAR tampak antusias membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa ketika masyarakat menyambut pembagian takjil tersebut dengan senyum dan ucapan terima kasih, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka semakin dekat.

Ketua DWP Kantor SAR Gorontalo menyampaikan bahwa momentum Ramadan sekaligus peringatan HUT Basarnas ke-54 menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat berbagi kepada sesama.

Selain sebagai bentuk perayaan hari jadi Basarnas, kegiatan ini juga menegaskan komitmen keluarga besar Kantor SAR Gorontalo untuk senantiasa hadir memberi manfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam tugas pencarian dan pertolongan, tetapi juga melalui kegiatan sosial kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Kegiatan pembagian takjil berlangsung tertib serta tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, diharapkan hubungan antara Basarnas dan masyarakat Gorontalo semakin erat dan penuh keakraban.

Continue Reading

Gorontalo

Waspadai Lonjakan Pemudik, Basarnas Gorontalo Gelar Siaga SAR Khusus

Published

on

Gorontalo – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo menyiapkan Siaga SAR Khusus guna mengantisipasi potensi kondisi darurat selama periode mudik dan arus balik.

Kepala Kantor SAR Gorontalo, Heriyanto, S.Adm, menyampaikan kesiapan tersebut usai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-54 Basarnas yang digelar di halaman Kantor SAR Gorontalo. Ia mengatakan, momentum hari jadi Basarnas juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi untuk memperkuat komitmen pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya menjelang periode pergerakan besar masyarakat saat Lebaran.

Heriyanto menjelaskan bahwa Siaga SAR Khusus merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar untuk mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama mudik. Mengingat tingginya mobilitas warga pada momen Hari Raya, Basarnas perlu melakukan langkah antisipatif yang terukur dan terencana.

“Setiap tahun kami melaksanakan Siaga SAR Khusus untuk menyambut dan menyukseskan mudik Lebaran. Tahun ini, seluruh personel telah dipersiapkan dan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis sesuai rencana yang telah disusun,” ujar Heriyanto.

Penempatan personel fokus pada lokasi-lokasi vital yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat, seperti pelabuhan sebagai jalur transportasi laut, bandara sebagai simpul transportasi udara, serta ruas Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

Menurutnya, jalur darat Trans Sulawesi menjadi perhatian utama karena merupakan akses padat yang dilalui oleh kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun kendaraan logistik selama musim mudik. Kondisi geografis dan potensi cuaca ekstrem turut menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi penanganan darurat.

Selain menempatkan personel di titik strategis, Basarnas Gorontalo juga memastikan kesiapan peralatan SAR, termasuk kendaraan operasional, perahu karet, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya. Seluruh tim disiagakan untuk merespons cepat bila terjadi kecelakaan transportasi, kondisi darurat medis, hingga insiden lain yang memerlukan tindakan pencarian dan pertolongan.

Dalam pelaksanaannya, Basarnas Gorontalo akan bersinergi dengan sejumlah instansi, antara lain TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta pihak terkait lainnya demi membentuk sistem pengamanan terpadu. Koordinasi lintas sektor ini dinilai penting untuk mempercepat proses penanganan bila terjadi kejadian darurat di lapangan.

Heriyanto berharap, pelaksanaan Siaga SAR Khusus Mudik Lebaran 2026 dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalani perjalanan pulang kampung. Ia juga mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan, memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, serta mematuhi aturan lalu lintas.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami siap siaga, tetapi masyarakat juga perlu berhati-hati selama perjalanan,” tegasnya.

Melalui Siaga SAR Khusus Mudik Lebaran 2026, Basarnas Gorontalo kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam operasi pencarian dan pertolongan, sekaligus memastikan suasana Hari Raya Idulfitri dapat dirayakan dengan aman, lancar, dan penuh kebahagiaan tanpa gangguan keselamatan.

Continue Reading

Gorontalo

Tak Hanya Upacara, Basarnas Gorontalo Jadikan HUT ke-54 Momentum Perkuat Kesiapsiagaan

Published

on

Gorontalo – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo menggelar upacara peringatan di halaman kantor Basarnas Gorontalo, Senin (2/3/2026). Seluruh personel mengikuti kegiatan ini dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Upacara tersebut menjadi momentum refleksi atas pengabdian dan dedikasi Basarnas dalam menjalankan tugas kemanusiaan di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR). Kepala Kantor SAR Gorontalo, Heriyanto, S.Adm, dalam sambutannya menegaskan komitmen Basarnas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks di masa mendatang.

“Basarnas akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tantangan ke depan tidaklah ringan, namun dengan semangat profesionalisme dan soliditas, kami siap menjalankan tugas kemanusiaan dengan sebaik-baiknya,” ujar Heriyanto.

Ia juga menyampaikan pesan dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan agar seluruh jajaran Basarnas di daerah senantiasa memperkuat kapasitas sumber daya manusia, kesiapsiagaan, serta pemanfaatan teknologi modern dalam setiap operasi SAR.

Menurut Heriyanto, fenomena perubahan iklim yang berimbas pada meningkatnya potensi bencana, tingginya mobilitas masyarakat, serta perkembangan pesat sektor transportasi dan teknologi menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi secara optimal.

“Perubahan iklim memicu bertambahnya risiko bencana hidrometeorologi. Di sisi lain, peningkatan mobilitas masyarakat dan transportasi juga menuntut kesiapsiagaan yang maksimal. Karena itu, peningkatan kompetensi personel serta dukungan peralatan modern menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Peringatan HUT ke-54 Basarnas ini juga menjadi ajang untuk mempererat solidaritas antarpersonel, memperkuat sinergi dengan instansi terkait, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap layanan SAR di wilayah Gorontalo.

Dengan mengusung semangat pengabdian dan kemanusiaan, Basarnas Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan yang cepat, tepat, dan profesional bagi masyarakat yang membutuhkan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler