Connect with us

Kota Gorontalo

JPS Tahap III Siap Disalurkan, Walikota Tekankan Proses Harus Sesuai Prosedur

Published

on

KOTA GORONTALO – Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tahap III di Kota Gorontalo dipastikan akan mulai disalurkan Senin (15/6) besok. Walikota Gorontalo Marten Taha menekankan agar proses penyaluran benar-benar berjalan sesuai mekanisme dan prosedur yang ada.

Ia pun mengingatkan hal – hal yang perlu dipedomani para petugas saat menyalurkan program JPS Tahap III, agar tidak penimbulkan persoalan dikemudian hari.

“Tiga hal yang perlu saya tekankan, pertama perhatikan administrasinya dengan baik. karena tahap sebelumnya berdasarkan laporan dinas sosial dan pangan, masih ada administrasi yang belum diselesaikan sehingga mempengaruhi kelambatan penyaluran tahap berikutnya,” jelas Marten saat memimpin rapat bersama OPD, Camat, Lurah serta RT/RW secara online, sabtu 13/6.

Dalam pengadministrasian, harus dilakukan secara teliti. Terutama ketika ada pergantian nama yang diusulkan, sebab biasanya kesalahan bisa terjadi karena penerima tidak memenuhi syarat lagi, misalnya telah dikategorikan mampu, pindah alamat, meninggal dunia dan lain sebagainya.

Kemudian yang kedua marten menekankan pentingnya melakukan pengecekan secara seksama, paket bantuan yang akan disalurkan. baik takaran, jumlah maupun kemasannya.

“Saya minta camat, lurah serta RT dan RW memperhatikan hal itu. saya rasa konsinyering yang tepat berada di kelurahan sebelum disalurkan kepada para KPM, karena disitu ada inspertorat dan korsupgah yang mengawasi” ucap marten.

Pentingnya keterlibatan tim pengawas, di katakan marten agar bisa mendeteksi secara dini apabila ada takaran yang tidak sesuai atau kemasan yang rusak dapat di perbaiki ditempat itu juga.

dan yang ketiga, dia mengingatkan untuk dikontrol secara jeli, terkait kualitas barang, takaran serta sasaran penerima harus sesuai dengan data yang ada pada dinas sosial.

“salurkan kepada yang berhak, berdasarkan By name, By Adress serta By – KTP sesuai data penerima” lanjutnya,

dirinya juga berpesan dalam setiap penyaluran harus dilengkapi dengan bukti foto, berita acara serah terima barang serta berita acara pergantian nama.

“jangan sampai ada kejadian lagi, ada warga yang mengaku belum menerima. padahal sudah menerima, nanti diperlihatkan foto akhirnya tidak bisa mengelak. tolong sekali lagi, lurah dan RT/RW sampaikan bahwa bantuan yang disalurkan sesuai dengan penerima yang telah di SK-Kan sebelumnya. dan tidak ada penerima bantuan yang ganda” tegasnya.

bantuan JPS Tahap III, akan menjadi gelombang terakhir yang disalurkan pemerintah kota gorontalo bagi warga terdampak covid 19. dengan berakhirnya masa PSBB di Gorontalo, masyarakat akan memasuki masa transisi menyongsong tatanan kehidupan new normal. dalam masa transisi itu, aktifitas masyarakat akan berangsur kembali normal, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan secara tertib.

” ini bantuan tahap terakhir, sambil kita menunggu petunjuk tekhnis dari pemerintah pusat, kalau berdasarkan situasi kedaruratan yang dikeluarkan pemerintah serta gugus tugas pusat, berakhirnya bulan ini” ungkap marten.

Sementara kadis pangan Tommy Jahja mengatakan ada 19.961. KPM yang akan menerima bantuan JPS Tahap III ini.

” Waktu penyaluran akan berlangsung selama 5 hari, dimulai besok senin. Jadwalnya telah diatur untuk 9 kecamatan yang tersebar di kota gorontalo. Mekanisme pendistribusiannya masih sama melalui kelurahan, untuk kemudian diteruskan ke KPM menggunakan jasa transportasi bentor,” tutup Tommy.

Advertorial

Berangkat Lengkap Pulang Utuh: Pemkot Gorontalo Sambut 264 Jemaah Haji Kloter 28

Published

on

Kota Gorontalo – Suasana haru dan peluk rindu mewarnai kepulangan rombongan jemaah haji asal Kota Gorontalo yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 28. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian rukun Islam kelima di Tanah Suci, sebanyak 264 jemaah akhirnya tiba kembali di bumi serambi madinah dan disambut hangat oleh otoritas Pemerintah Kota Gorontalo di Asrama Haji Gorontalo, Senin (22/06/2026).

Prosesi penyambutan resmi tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Gorontalo Sukamto Mooduto yang hadir mewakili Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.

Dalam sambutannya, Sukamto menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh Dhuyufurrahman (tamu Allah) asal Kota Gorontalo ini dalam keadaan utuh dan sehat walafiat. Kondisi fisik yang tetap prima ini dinilai sebagai anugerah besar mengingat beratnya medan geografis, perbedaan cuaca ekstrem, serta padatnya fase ibadah fisik yang wajib dijalani selama berada di Arab Saudi.

“Alhamdulillah, jemaah haji Kota Gorontalo yang tergabung dalam Kloter 28 ini berangkat dalam keadaan personel lengkap dan kembali ke daerah pun dalam jumlah yang utuh. Sebanyak 264 jemaah telah tiba dengan selamat dan seluruhnya dilaporkan dalam kondisi sehat,” ujar Sukamto Mooduto di sela-sela pemantauan jemaah.

Sukamto menambahkan, jajaran eksekutif Pemerintah Kota Gorontalo turut berbahagia menyambut kepulangan para jemaah. Keberhasilan menuntaskan rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air tanpa kendala medis berarti menjadi kebanggaan kolektif bagi pihak keluarga maupun masyarakat Kota Gorontalo secara luas.

Pemkot Gorontalo menaruh harapan besar agar ratusan jemaah yang baru tiba ini mampu meraih predikat haji mabrur. Esensi spiritual dan nilai-nilai kesalehan sosial yang diperoleh dari kota suci Makkah dan Madinah diharapkan dapat diimplementasikan secara konkret di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

“Kami berharap sekembalinya dari Tanah Suci, para jemaah dapat menjadi figur teladan sekaligus oase penyejuk di tengah masyarakat. Mari terus rawat konsistensi ibadah, semangat kebersamaan, serta nilai-nilai keislaman yang telah ditempa selama satu bulan lebih di sana,” tambahnya.

Penantian panjang selama lebih dari 40 hari berbuah manis saat tangis bahagia pecah di kawasan Asrama Haji Gorontalo. Ratusan sanak keluarga yang telah memadati area penjemputan sejak pagi hari langsung menyambut kedatangan jemaah dengan dekapan hangat penuh syukur.

Sebagai penutup informasi, Sukamto menegaskan bahwa agenda serah terima dan penerimaan jemaah haji secara formal oleh Pemerintah Kota Gorontalo dijadwalkan bakal digelar pada Rabu, 24 Juni 2026, terpusat di Gedung Bandhayo Lo Yiladia (BLY).

Continue Reading

Advertorial

Jadi Contoh Pencacahan SE2026: Wawali Indra Gobel Terima Tim BPS di Rumah Jabatan

Published

on

Kota Gorontalo – Jajaran pimpinan daerah berkomitmen mengawal akurasi basis data pembangunan nasional. Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel menerima kunjungan resmi jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gorontalo di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Senin (22/06/2026). Kunjungan strategis ini dilakukan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang tengah bergulir serentak di wilayah Kota Gorontalo.

Rombongan otoritas statistik tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kota Gorontalo Sri Dewi Monoarfa, didampingi jajaran petugas sensus dari Kecamatan Kota Timur. Pertemuan formal ini mengagendakan koordinasi teknis sekaligus pencacahan perdana terkait aktivitas usaha keluarga yang melekat pada profil wakil kepala daerah tersebut, sebagai potret sasaran makro Sensus Ekonomi 2026.

Pasca-pencacahan, Wawali Indra Gobel mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro hingga makro, untuk berpartisipasi aktif menyukseskan program dekadean ini. Ia meminta publik menyambut kedatangan petugas lapangan serta memberikan data potret usaha yang riil tanpa manipulasi.

“Hari ini saya pribadi telah didatangi oleh tim pencacah BPS dan resmi terdata dalam Sensus Ekonomi 2026. Saya mengajak seluruh warga Kota Gorontalo untuk membentangkan pintu, menerima kedatangan petugas BPS, serta memberikan data instrumen usaha yang dijalankan secara jujur, objektif, dan benar,” tegas Indra Gobel.

Menurut Wawali Indra, akurasi data sektoral yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi mutlak diperlukan oleh instansi vertikal maupun daerah. Hasil akhir SE2026 diproyeksikan menjadi kompas utama pemerintah dalam merumuskan cetak biru (blueprint) kebijakan fiskal, stimulus UMKM, serta penguatan struktur ekonomi daerah di masa depan.

Di sisi lain, politisi senior ini melayangkan apresiasi tinggi atas etos kerja tim pencacah lapangan yang dinilainya mengedepankan prinsip profesionalisme serta regulasi perlindungan data.

“Mereka bekerja dengan sangat taktis dan profesional. Indikator pertanyaan yang diajukan sangat jelas, terukur, dan proses wawancara berjalan interaktif. Saya berharap SE2026 di Kota Gorontalo berjalan sukses tanpa kendala sektoral agar menghasilkan data mutakhir yang valid serta akuntabel,” imbuhnya.

Langkah kooperatif yang ditunjukkan oleh Wakil Wali Kota Gorontalo ini diharapkan menjadi stimulus sekaligus cerminan bagi para pelaku industri dan dunia usaha di Kota Gorontalo. Partisipasi penuh dari entitas bisnis dinilai menjadi kunci utama lahirnya peta geoekonomi yang valid demi memandu arah pembangunan daerah maupun nasional secara berkelanjutan.

Continue Reading

Advertorial

Hasil Polesan Adhan Dambea: Kawasan Kota Tua Gorontalo Kini Hidup dan Berdenyut di Malam Hari

Published

on

Kota Gorontalo – Kawasan historis Kota Tua di sepanjang Jalan Jenderal Suprapto yang biasanya sunyi senyap selepas senja, kini mulai memancarkan denyut nadi kehidupan baru pada malam hari. Setelah sekian lama terkesan mati suri begitu aktivitas perdagangan siang berakhir, kawasan multietnik yang meliputi Kampung Cina dan Kampung Arab ini perlahan bertransformasi menjadi pusat ekonomi malam yang menjanjikan.

Pemandangan kontras tersebut terlihat jelas pada Sabtu (20/06/2026) malam. Ratusan warga tampak memadati koridor jalan kuno tersebut demi menghadiri Festival Kuliner Kota Tua atau Street Food Jilid III. Lapak-lapak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjejer rapi di sepanjang aspal, menyulap pusat grosir siang hari tersebut menjadi destinasi wisata kuliner malam yang estetik berkat inisiatif polesan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.

Wali Kota Adhan Dambea menegaskan, keputusan membangkitkan kawasan Kota Tua bukan tanpa alasan filosofis dan ekonomis. Menurutnya, pusat kota dengan rekam jejak sejarah yang panjang tidak boleh dibiarkan pasif di luar jam kerja pemerintahan. Kawasan yang dahulu menjadi tonggak awal peradaban niaga di Gorontalo ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi generator ekonomi baru pasca-matahari terbenam.

“Pusat kota tidak boleh mati setelah jam kantor usai. Kota Tua memiliki nilai historis tinggi sebagai jantung perdagangan Gorontalo tempo dulu, dan sudah sepatutnya kawasan ini kembali menjadi titik temu warga yang produktif serta menyenangkan pada malam hari,” ujar Adhan di sela-sela peninjauan stan kuliner.

Guna menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi malam tersebut, Wali Kota Adhan secara terbuka mengimbau dan mendorong para pemilik ruko di kawasan tersebut untuk ikut membuka toko mereka pada malam hari. Dirinya menegaskan bahwa geliat keramaian yang tercipta ini tidak boleh mandek saat festival berakhir, melainkan harus mengakar menjadi kebiasaan niaga baru di Kota Tua.

Agenda yang melibatkan sedikitnya 124 pelaku UMKM lokal ini juga menarik perhatian regional. Terbukti, perhelatan ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih yang datang untuk melihat langsung konsep penataan ruang publik tersebut.

Di balik riuh rendah transaksi kuliner, Pemerintah Kota Gorontalo sejatinya tengah membidik target makro yang lebih besar. Melalui aktivasi ruang publik terpadu ini, Pemkot Gorontalo berkomitmen merevitalisasi peran Kota Tua untuk kembali ke khitah lamanya: menjadi ruang interaksi sosial, magnet pertumbuhan ekonomi kreatif, serta kawasan ikonik yang tetap bernyawa dan produktif tanpa batas waktu.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler