Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

LPPPM UNG-Tim Pengelola LMS Gelar Workshop

Published

on

Foto Istimewa

UNG – Untuk memaksimalkan pemanfaatan Learning Management Sistem (LMS) sebagai media digital yang dapat memfasilitasi proses pembelajaran berbasis e-learning, tim penjaminan mutu LPPPM bersama tim pengelola LMS melaksanakan Workshop Penyusunan Instrumen Monev Penyelenggaraan Program Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA).

Ketua Pengelola LMS UNG Nurrijal, S.Pd.,M.Pd mengatakan, target pelaksanaan workshop yakni menghasilkan instrumen monitoring dan evaluasi program pembelajaran dalam jaringan yang dapat digunakan, untuk mengumpulkan informasi serta rekomendasi penyelarasan, perencanaan, pengelolaan, pengembangan program Learning Management System (LMS) UNG yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan strategi transformasi perkembangan pembelajaran di Perguruan Tinggi.

“Nantinya lingkup monitoring dan evaluasi pengelolaan SPADA UNG mencakup standar sistem sarana e-Learning, standar konten, standar proses serta standar assessment,” ungkapnya.

Menurutnya perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan perubahan-perubahan khususnya transformasi media pembelajaran, dengan mampu menyediakan fasilitas LMS yang mampu mendukung dan meningkatkan efektivitas pembelajaran yang lebih maksimal serta terintegrasi.

Untuk membangun pembelajaran berbasis e-learning tidak hanya dengan menyediakan fasilitas LMS yang lengkap, namun penyelenggaraan LMS harus memiliki tata kelola yang baik yang dapat mengevaluasi program LMS tersebut yang sesuai dengan kebutuhan strategi transformasi pembelajaran pada perguruan tinggi.

Advertorial

Buktikan Kualitas Akademik! Prodi Sistem Informasi UNG Sinkronkan Data Penilaian Akreditasi Terbaru

Published

on

UNG – Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kian mematangkan langkah strategisnya guna menghadapi proses reakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM) tahun 2026. Sebagai wujud keseriusan tersebut, jajaran prodi menggelar rapat evaluasi dan pemantapan dokumen akreditasi di Ruang Teknik Informatika, Kamis (16/04/2026).

Agenda utama dalam pertemuan krusial ini difokuskan pada pemaparan serta pembahasan mendalam terkait progres penyusunan dokumen Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED).

Rapat ini dihadiri langsung oleh seluruh dosen di lingkungan Jurusan Teknik Informatika, khususnya para akademisi yang masuk dalam tim pengembang dan penyusun dokumen akreditasi Prodi Sistem Informasi. Kegiatan ini dinilai sebagai tahapan esensial guna memastikan seluruh instrumen penilaian telah dipersiapkan secara komprehensif, terstruktur, dan selaras dengan standar baku yang ditetapkan oleh LAM INFOKOM.

Dalam sesi pemaparan, tim akreditasi merincikan perkembangan penyusunan dokumen LKPS dan LED. Hal yang dibahas meliputi capaian kinerja, indikator mutu, hingga evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di prodi tersebut.

Diskusi yang berlangsung interaktif itu menitikberatkan pada sejumlah poin penting. Di antaranya adalah penguatan validitas data pendukung, penjagaan konsistensi narasi dalam evaluasi diri, serta kepastian kesiapan dokumen bukti fisik yang akan menjadi kunci dalam penilaian akreditasi.

Selain berfungsi sebagai forum evaluasi internal tim, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi yang efektif bagi seluruh tenaga pendidik. Tujuannya tak lain untuk menyelaraskan persepsi dan mengoptimalkan kontribusi masing-masing dosen dalam menyukseskan proses reakreditasi. Keterlibatan aktif ini sekaligus menjadi cerminan komitmen kolektif Prodi Sistem Informasi UNG dalam menjaga marwah dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan.

Melalui forum pemantapan ini, Prodi Sistem Informasi UNG menegaskan kesiapannya untuk berhadapan dengan proses asesmen LAM INFOKOM. Dengan bekal rekam jejak kinerja yang terukur, tata kelola yang sistematis, serta capaian yang relevan, prodi ini optimistis menatap hasil maksimal.

Ke depannya, Prodi Sistem Informasi UNG akan terus mengebut proses penyempurnaan kelengkapan dokumen dan memperkuat indikator kinerja. Langkah proaktif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi peningkatan mutu fakultas, sekaligus jaminan kesiapan optimal dalam menyambut penilaian akreditasi tahun ini.

Continue Reading

Advertorial

Gebrakan Kampus Merah Maron: Rektor Eduart Tantang Mahasiswa UNG Lulus Lewat Jalur Prestasi

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi di ekosistem pendidikan tinggi. Salah satu terobosan progresif yang kini tengah digencarkan adalah membuka peluang bagi mahasiswa untuk lulus tanpa harus menyusun skripsi. Syaratnya, mahasiswa wajib menghasilkan karya fenomenal atau menorehkan prestasi gemilang yang dinilai ekuivalen (setara) dengan bobot tugas akhir.

Kebijakan strategis ini merupakan bagian dari upaya Kampus Merah Maron beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman. Sekaligus, langkah ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak sekadar mumpuni secara teoretis akademik, tetapi juga memiliki rekam jejak kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa pihak kampus memberikan ruang kebebasan seluas-luasnya bagi para mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri melalui karya-karya yang inovatif. Menurutnya, capaian prestasi tingkat tinggi maupun karya aplikatif yang berdampak langsung bagi lingkungan dapat diakui sebagai substitusi atau alternatif dari skripsi konvensional.

“Mahasiswa didorong untuk tidak hanya terpaku pada pola pikir penyelesaian skripsi semata, tetapi juga tertantang menghasilkan karya fenomenal yang bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Prof. Eduart saat memberikan amanat pada prosesi Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-60, beberapa waktu lalu.

Melalui payung kebijakan ini, UNG menaruh harapan besar agar semakin banyak mahasiswa yang terpacu untuk berinovasi, melahirkan karya kreatif, hingga merebut prestasi membanggakan di berbagai ajang kompetisi, baik pada level nasional maupun internasional.

Prof. Eduart menyebutkan bahwa kebijakan ini bukanlah sekadar wacana. Hal tersebut telah sukses dibuktikan oleh salah satu lulusan dari Fakultas Kedokteran UNG, Taufiqullah Dzaki Baruwadi, S.Ked.

“Lulus tanpa skripsi ini sudah dibuktikan oleh Taufiqullah Dzaki Baruwadi yang baru saja dikukuhkan pada Wisuda ke-60. Ia berhasil lulus tanpa jalur skripsi karena memiliki portofolio karya dan prestasi yang telah diakui setara dengan tugas akhir. Kami berharap, langkah brilian ini dapat diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya,” terang Rektor UNG dua periode tersebut.

Gebrakan ini sekaligus mengirimkan sinyal kuat terkait perubahan paradigma pendidikan tinggi di Gorontalo—beralih dari sekadar ritual penyelesaian tugas administratif menuju penciptaan karya yang aplikatif dan berdampak luas. Dengan bekal tersebut, para lulusan UNG kelak tidak hanya mengantongi secarik ijazah dan gelar sarjana, melainkan juga membawa rekam jejak pengabdian dan inovasi yang siap diuji di dunia profesional.

Continue Reading

Advertorial

Tancap Gas! UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul” di Tahun 2026

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menargetkan lompatan besar dalam upaya peningkatan mutu pendidikannya. Kampus kebanggaan masyarakat Gorontalo ini mematok target ambisius, yakni membidik 55 persen dari total program studi (prodi) meraih predikat akreditasi “Unggul” pada tahun 2026.

Komitmen tersebut dipastikan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata keseriusan institusi dalam memberikan layanan pendidikan tinggi kelas wahid bagi masyarakat. Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., memaparkan bahwa langkah untuk mendongkrak kualitas akademik ini telah menunjukkan hasil yang sangat signifikan dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Berkat kerja keras dan sinergi dari seluruh elemen sivitas akademika, Kampus Merah Maron sukses melipatgandakan persentase prodi terakreditasi Unggul, dari yang semula hanya 11 persen, kini telah menembus angka 30 persen.

“Daya upaya seluruh sivitas akademika UNG dalam meningkatkan kualitas yang diwujudkan melalui akreditasi itu tidak main-main. Kita sudah berhasil melipatgandakan capaian, namun kita tidak akan berhenti sampai di sini,” tegas Prof. Eduart saat memberikan sambutan pada Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-60 di Auditorium UNG, Selasa (14/4/2026).

Memasuki tahun 2026, UNG langsung mengambil langkah akselerasi dengan mematok target 55 persen prodi terakreditasi Unggul. Rektor menekankan bahwa misi besar tersebut tidak dirancang semata-mata demi mengejar reputasi institusi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan pertanggungjawaban akademik kepada publik.

“Target besar tersebut bukan untuk kepentingan UNG semata. Namun, ini adalah upaya nyata kami dalam memberikan layanan akademik terbaik yang memenuhi standar kualitas nasional. Kami ingin memberikan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi yang lebih luas untuk seluruh masyarakat pada program studi yang kualitasnya diakui secara nasional,” terangnya.

Mewujudkan target kenaikan akreditasi hingga 25 persen dalam waktu yang relatif singkat tentu membutuhkan komitmen yang kokoh. Oleh karena itu, Rektor berharap agar seluruh elemen sivitas akademika—mulai dari jajaran dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa—serta dukungan penuh dari masyarakat Gorontalo dapat terus bersinergi, sehingga visi besar tersebut dapat direalisasikan secara maksimal oleh UNG.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler