Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

LPPPM UNG-Tim Pengelola LMS Gelar Workshop

Published

on

Foto Istimewa

UNG – Untuk memaksimalkan pemanfaatan Learning Management Sistem (LMS) sebagai media digital yang dapat memfasilitasi proses pembelajaran berbasis e-learning, tim penjaminan mutu LPPPM bersama tim pengelola LMS melaksanakan Workshop Penyusunan Instrumen Monev Penyelenggaraan Program Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA).

Ketua Pengelola LMS UNG Nurrijal, S.Pd.,M.Pd mengatakan, target pelaksanaan workshop yakni menghasilkan instrumen monitoring dan evaluasi program pembelajaran dalam jaringan yang dapat digunakan, untuk mengumpulkan informasi serta rekomendasi penyelarasan, perencanaan, pengelolaan, pengembangan program Learning Management System (LMS) UNG yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan strategi transformasi perkembangan pembelajaran di Perguruan Tinggi.

“Nantinya lingkup monitoring dan evaluasi pengelolaan SPADA UNG mencakup standar sistem sarana e-Learning, standar konten, standar proses serta standar assessment,” ungkapnya.

Menurutnya perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan perubahan-perubahan khususnya transformasi media pembelajaran, dengan mampu menyediakan fasilitas LMS yang mampu mendukung dan meningkatkan efektivitas pembelajaran yang lebih maksimal serta terintegrasi.

Untuk membangun pembelajaran berbasis e-learning tidak hanya dengan menyediakan fasilitas LMS yang lengkap, namun penyelenggaraan LMS harus memiliki tata kelola yang baik yang dapat mengevaluasi program LMS tersebut yang sesuai dengan kebutuhan strategi transformasi pembelajaran pada perguruan tinggi.

Advertorial

Kepercayaan Nasional Kembali Diemban! Universitas Negeri Gorontalo Siap Kawal Penyeliaan TKA 2026

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan kepercayaan strategis di tingkat nasional. Kampus Merah Maron ini secara resmi kembali dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia untuk mengemban tugas sebagai institusi penyelia Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK dan sederajat Tahun 2026.

Setelah sebelumnya turut dilibatkan dalam pengawalan penyeliaan TKA pada tahun pertama pelaksanaannya di 2025, UNG kembali didapuk menjadi salah satu dari 17 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terpilih di seluruh Indonesia yang dilibatkan secara aktif untuk mendukung pemantauan dan pengawasan pelaksanaan TKA secara nasional. Penunjukan ini sekaligus menegaskan esensi peran perguruan tinggi dalam mengawal penyelenggaraan evaluasi sistem pendidikan nasional agar berjalan secara profesional, transparan, tertib, dan akuntabel.

Berdasarkan agenda nasional, rangkaian pelaksanaan TKA Tahun 2026 dijadwalkan bergulir mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026. Seluruh tugas penyeliaan yang diemban oleh sivitas akademika UNG akan dieksekusi secara ketat mengikuti pedoman jadwal serta penugasan resmi yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen. Dalam pelaksanaannya, tim penyelia ditugaskan untuk memantau pergerakan jalannya ujian, memastikan mekanisme pengawasan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta memperkuat koordinasi dengan pengawas silang dan pihak-pihak terkait di lapangan.

Rektor Universitas Negeri Gorontalo melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., yang bertindak sebagai Penanggung Jawab Teknis pelaksanaan penyeliaan TKA di lingkungan UNG, menegaskan komitmen penuh pihak universitas untuk menunaikan amanah besar tersebut secara profesional dan penuh tanggung jawab moral.

“Kepercayaan yang diberikan Kemendikdasmen kepada UNG sebagai salah satu perguruan tinggi penyelia TKA Tahun 2026 merupakan amanah yang harus kami jalankan dengan sebaik-baiknya. UNG berkomitmen mendukung pelaksanaan penyeliaan secara profesional, memastikan proses pemantauan berjalan sesuai ketentuan, serta turut menjaga kelancaran dan integritas pelaksanaan TKA,” ungkap Prof. Hafidz dalam keterangannya.

Ia menambahkan, keterlibatan berkelanjutan UNG dalam agenda penyeliaan TKA merupakan wujud nyata kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu dan tata kelola pendidikan nasional. Pelaksanaan tugas berskala nasional ini tentu menuntut kesiapan prima dari sisi sumber daya manusia, dukungan infrastruktur teknis, serta pola koordinasi lintas sektoral yang solid agar seluruh tahapan pemantauan terbebas dari kendala berarti.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) UNG, Darman, S.Kom., M.AP., yang dipercaya sebagai Koordinator Pelaksana Penyeliaan TKA UNG, memaparkan bahwa pihaknya telah mengonsolidasikan kesiapan tim secara matang untuk menjamin kelancaran teknis di lapangan.

Untuk menopang efektivitas tugas pemantauan, UNG telah menyiapkan tim penyelia khusus yang melibatkan gabungan unsur dosen serta tenaga kependidikan terlatih. Tim ini nantinya mengemban fungsi krusial dalam memantau aktivitas pengawas serta peserta ujian melalui ruang pertemuan virtual berbasis Zoom, memastikan setiap tahapan ujian mematuhi prosedur baku, serta siaga melakukan eskalasi koordinasi selama kegiatan berlangsung.

“Kami telah menyiapkan tim penyelia untuk mendukung pelaksanaan tugas ini. Melalui koordinasi yang terarah, pemantauan yang optimal, dan pelaksanaan tugas sesuai prosedur, kami berharap seluruh rangkaian penyeliaan TKA dapat berjalan tertib dan lancar,” jelas Darman.

Keikutsertaan aktif UNG dalam perhelatan TKA Tahun 2026 ini semakin memperkokoh posisi strategis perguruan tinggi dalam mendukung arah kebijakan transformatif pemerintah di sektor pendidikan. Didukung penuh oleh jajaran pimpinan universitas, akurasi tanggung jawab teknis, serta kesiapan regu pelaksana yang handal, UNG siap menuntaskan mandat sebagai salah satu pilar penyelia TKA nasional yang berintegritas tinggi.

Continue Reading

Advertorial

Banggakan Almamater di Kancah Nasional! Mahasiswa Doktor Administrasi Publik UNG Raih Young Scholars Award 2026

Published

on

UNG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Persoalan krusial terkait konflik sosial di sektor pertambangan emas di Provinsi Gorontalo berhasil mengantarkan Ichsan Budiman Wantogia, mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG, bersama tim peneliti meraih penghargaan bergengsi Young Scholars Award dalam rangkaian IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026.

Ajang penyerahan penghargaan tersebut dilangsungkan dalam konferensi ilmiah internasional yang dihelat selama tiga hari, yakni pada 21–23 Oktober 2026, bertempat di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah.

Penghargaan prestisius ini berhasil disabet melalui karya tulis ilmiah komprehensif berjudul “Social Conflict Resolution in Gold Mining from a Collaborative Governance Perspective: A Study in the PT Gorontalo Minerals Concession Area in Bone Bolango Regency”.

Karya ilmiah tersebut merupakan hasil kolaborasi riset mendalam yang ditulis oleh Ichsan Budiman Wantogia bersama para guru besar dan akademisi UNG, yakni Prof. Dr. Rauf A. Hatu, M.Si., Prof. Dr. Yanti Aneta, M.Si., dan Prof. Dr. Udin Hamim, M.Ed. Capaian gemilang ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan akademik atas konsistensi peneliti UNG dalam mengangkat isu-isu publik strategis di daerah ke forum ilmiah berskala luas.

Konferensi internasional tahunan ini diselenggarakan oleh Indonesian Association for Public Administration (IAPA) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman. Mengusung tema utama “Navigating Transitions: Governance, Society, and Global Connectivity in the Age of Digital Transformation”, forum tersebut mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, dan praktisi guna mendiskusikan tantangan tata kelola pemerintahan serta dinamika perubahan sosial di era transformasi digital.

Penelitian yang mengantarkan tim UNG meraih penghargaan menyoroti secara tajam penyelesaian konflik sosial yang mengiringi aktivitas pertambangan emas di wilayah konsesi PT Gorontalo Minerals, Kabupaten Bone Bolango. Isu tersebut memiliki signifikansi tinggi dalam kajian ilmu administrasi publik, mengingat pengelolaan sumber daya alam tidak sekadar berdimensi ekonomi, melainkan menyangkut kompleksitas relasi antara pemerintah, masyarakat lokal, korporasi, serta para pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.

Melalui pisau analisis perspektif collaborative governance (tata kelola kolaboratif), penelitian ini menekankan urgensi pelibatan multi-pihak dalam merumuskan mekanisme penyelesaian konflik yang inklusif. Pendekatan tersebut menempatkan dialog terbuka, komunikasi intensif, pembangunan kepercayaan (trust building), dan partisipasi aktif sebagai pilar utama untuk mempertemukan berbagai kepentingan yang kerap berseberangan. Dengan demikian, persoalan publik yang kompleks dapat diurai melalui proses tata kelola yang demokratis dan akomodatif.

Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG, Dr. Yanti Aneta, M.Si., mengapresiasi tinggi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa riset doktoral yang berpijak dari realitas persoalan nyata di daerah memiliki relevansi kuat bagi pengembangan diskursus ilmu administrasi publik secara universal.

“Penghargaan Young Scholars Award ini juga menjadi momentum strategis bagi Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG untuk terus memperkuat kultur riset dan tradisi publikasi ilmiah yang berkualitas,” ujar Yanti.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif mahasiswa doktoral dalam forum-forum akademik internasional merupakan instrumen penting dalam membangun tradisi keilmuan yang tidak sekadar berorientasi pada tataran teoretis, tetapi juga menghadirkan solusi aplikatif atas berbagai problem publik yang mendesak.

“Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa doktoral UNG lainnya untuk terus meningkatkan mutu penelitian, memperluas jejaring kolaborasi akademik, serta aktif berpartisipasi dalam ajang ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya penuh harap.

Continue Reading

Advertorial

Tembus Panggung Nasional PIMNAS ke-39! Tim HUYULA UNG Angkat Edukasi Bencana Anak Pesisir

Published

on

UNG – Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap keselamatan anak-anak yang bermukim di kawasan pesisir, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil menembus ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) di bawah panji Tim HUYULA, para mahasiswa inovatif ini menghadirkan program edukasi kesiapsiagaan bencana yang memadukan unsur permainan interaktif, kearifan lokal Gorontalo, serta pemanfaatan alih guna sampah plastik pantai.

Tim HUYULA secara spesifik mengusung program bertajuk “Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Anak Pesisir Tanjung Kramat melalui Pendekatan Huyula Berbasis Edukasi Interaktif dengan Pemanfaatan Alih Guna Sampah Plastik Pantai”. Rancang bangun program ini difokuskan untuk membantu anak-anak di wilayah pesisir Tanjung Kramat, Kota Gorontalo, agar mampu memahami langkah-langkah tanggap darurat melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, mudah dicerna, serta dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Tim kreatif ini digawangi oleh Nurul Fauziah Sabir selaku ketua, dengan didukung empat anggota lintas disiplin ilmu, yakni Siti Muthia Sulaeman, Muh Hafizh Afriyad Lamusu, dan Rayhan Ramadhan Ali yang berasal dari Program Studi Kedokteran, serta Amanda Nuraini P. Zakaria dari Program Studi Ilmu Lingkungan. Seluruh rangkaian inovasi ini berada di bawah bimbingan dosen ahli dr. Abdi Dzul Ikram Hasanuddin, M.Biomed. Kolaborasi apik antara ilmu kedokteran dan ilmu lingkungan ini memperlihatkan kekuatan pendekatan multidisiplin dalam merumuskan solusi edukatif yang menjawab kebutuhan riil masyarakat pesisir.

Ketua Tim HUYULA, Nurul Fauziah Sabir, menjelaskan bahwa dalam implementasinya, tim menerapkan ragam metode edukatif yang variatif—mulai dari permainan interaktif yang merangsang keaktifan, pengenalan tas siaga bencana, hingga simulasi langsung penanganan situasi darurat. Melalui pendekatan partisipatif tersebut, anak-anak tidak sekadar mengantongi wawasan teoretis mengenai mitigasi bencana, melainkan juga dibekali kepekaan bertindak tatkala menghadapi keadaan darurat.

“Pembelajaran dirancang agar pesan keselamatan dapat diterima secara lebih menarik dan mudah diingat oleh anak-anak,” terang Nurul.

Daya tarik utama sekaligus keunikan program ini terletak pada penerapan nilai huyula—yakni filosofi luhur gotong royong dan semangat kebersamaan yang mengakar dalam kearifan lokal masyarakat Gorontalo. Nilai-nilai kultural tersebut diintegrasikan secara mulus ke dalam materi pembelajaran guna menanamkan pemahaman bahwa kesiapsiagaan bencana bukan sekadar ikhtiar menyelamatkan diri sendiri, melainkan juga membangun solidaritas dan budaya saling menolong antarsesama dalam situasi krisis.

Tidak berhenti pada aspek mitigasi bencana, inovasi HUYULA juga merajut kepedulian ekologis dengan memanfaatkan sampah plastik pantai sebagai media peraga pembelajaran. Pendekatan kreatif ini sekaligus membuka ruang edukasi bagi anak-anak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan ekosistem laut dan pesisir.

“Ini juga sekaligus menjadi wadah memahami bahwa kepedulian terhadap kawasan tempat tinggal merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana,” imbuh Nurul.

Keberhasilan melaju ke panggung PIMNAS ke-39 ini menjadi momentum berharga bagi Tim HUYULA untuk membawa gagasan pengabdian berbasis potensi lokal Gorontalo ke kancah nasional. Sesuai jadwal, perhelatan ilmiah mahasiswa terbesar di Indonesia ini akan dilangsungkan pada tanggal 2 hingga 7 November 2026 mendatang di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Partisipasi ini sekaligus menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk menguji relevansi inovasi serta memperluas kontribusi nyata tridarma perguruan tinggi bagi masyarakat.

Melalui kiprah cemerlang Tim HUYULA, civitas akademika UNG terus membuktikan komitmennya dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, melainkan juga berdaya cipta tinggi dalam menghadirkan solusi konkret atas problem sosial di lingkungan sekitar. Perpaduan harmonis antara edukasi kebencanaan, semangat huyula, dan kepedulian lingkungan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi berkelanjutan bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat di masa depan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler