Connect with us

kabupaten pohuwato

Matinya Lampu Lalu Lintas di Blok Plan Marisa, Dishub Pohuwato Ungkap Penyebabnya

Published

on

POHUWATO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pohuwato melalui Sekretaris Dinas Perhubungan, Herdi Poha, mengungkapkan penyebab matinya lampu lalu lintas (Traffic Light) di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di simpang empat Blok Plan Marisa, pada Kamis (18/01/2024).

Menurut Herdi Poha, matinya lampu lintas terjadi akibat korsleting pada bagian kabel dan diperkirakan akan menelan anggaran sekitar 10 juta rupiah.

“Saya sudah laporkan kepada pak kadis, namun beliau bilang untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan bagian umum dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Belum ada kesepakatan terkait siapa yang akan menanggulangi biaya perbaikan. Kesepakatan ini baru akan dibahas dalam rapat dengan pak kadis,” ungkapnya.

Herdi juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) melalui rapat di Provinsi Gorontalo. Dalam rapat tersebut, BPTD menyatakan kesiapannya untuk mengusahakan agar lampu lalu lintas tersebut dapat berfungsi kembali pada akhir bulan Januari ini.

“Mereka (pihak BPTD) siap, tapi mereka bilang agar Dishub menanggulangi dulu karena biaya perbaikan belum tersedia. Saya akan membicarakannya lebih lanjut dengan Pak Kadis Perhubungan,” jelasnya.

Kepala Seksi Sarana Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Gorontalo, Hotden Naibaho, menambahkan bahwa anggaran untuk perbaikan lampu lalu lintas tergantung pada tingkat kerusakan lampu tersebut. Meskipun begitu, masa perbaikan tidak akan lama jika teknisinya dapat segera ke lokasi di Pohuwato.

“Saya rasa jika teknisinya langsung ke sana, perbaikan tidak akan lama karena mereka sudah tahu apa yang perlu diperbaiki. Mudah-mudahan perbaikan berjalan lancar,” ujarnya.

Hotden juga menjelaskan bahwa awalnya lampu lalu lintas tersebut berfungsi dengan baik, namun terjadi penebangan pohon di sekitarnya yang menimpa tiang lampu, menyebabkan kerusakan.

“Akibat kejadian itu, Dishub Pohuwato ikut campur tangan dalam perbaikan lampu traffic light sesuai dengan kesepakatan pada rapat sebelumnya,” tambahnya.

Sementara lampu lalu lintas tersebut masih dalam kondisi tidak berfungsi, Hotden menghimbau kepada para pengendara yang melintas di simpang empat Blok Plan Marisa Pohuwato untuk berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Gorontalo

Pasar Malam Marisa Ditutup dengan Meriahnya Konser Spesial Bersama Artis Ibukota

Published

on

POHUWATO – Masyarakat Kabupaten Pohuwato dan para penggemar pasar malam menyambut momen penutupan pasar malam Marisa dengan antusias dan kegembiraan yang tiada tara. Dipanggil dengan sebutan lokal “hoya-hoya”, pasar malam ini telah menjadi pusat hiburan dan kegiatan sosial selama beberapa waktu, menarik pengunjung dari berbagai penjuru untuk menikmati keberagaman kuliner, barang unik, dan berbagai wahana hiburan.

Terletak di Desa Marisa Teratai, Kecamatan Marisa, pasar malam ini tidak hanya menjadi daya tarik lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Pohuwato setiap tahunnya. Dengan tema akhir “Ganteng-Ganteng Ceria (GGC)”, panitia penyelenggara merencanakan penutupan yang megah dan tak terlupakan.

Para pengunjung akan disuguhi konser spesial dari beberapa artis ibukota yang diundang khusus untuk meramaikan penutupan pasar malam ini. Di antaranya, Imel, Mira, Ica, Mutia, dan DJ Rahmat Tahalu. DJ Rahmat Tahalu, dengan reputasi energi panggungnya yang memukau dan campuran musik yang beragam, diharapkan dapat memberikan penampilan yang mengguncang panggung utama pasar malam Marisa.

Acara konser spesial ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, (13/04/2024), di panggung utama pasar malam Marisa. Pengunjung yang hadir sangat bersemangat dan menantikan penampilan para artis serta DJ yang akan menghibur mereka hingga larut malam.

Salah satu pengunjung, Iswan, menyatakan kegembiraannya atas keberadaan pasar malam tersebut. “Saya cukup senang dengan pasar malam ini. Dengan adanya wahana-wahana dan beragam kegiatan, kami bisa melepas penat dengan santai di tempat ini. Semoga ini bukanlah penutupan terakhirnya, dan kita semua berharap ada lagi pasar malam yang gemilang dan meriah seperti ini di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Continue Reading

Gorontalo

Kecaman Terhadap Tragedi Longsor PETI: LSM Desak Tindakan Hukum Terhadap Pelaku Usaha

Published

on

GORONTALO – Tragedi longsor yang terjadi di lokasi pertambangan tanpa izin (PETI) yang dimiliki oleh salah satu pelaku usaha dengan inisial M, atau lebih dikenal sebagai Midun, menimbulkan kecaman keras dari LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI).

Aktivis LSM Pohuwato Watch, Ruslan Pakaya, SH, menegaskan perlunya Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil tindakan dengan memanggil pemilik lokasi untuk diproses hukum atas perusakan lingkungan yang berakibat fatal terhadap nyawa manusia serta menghilangkan habitat hewan dan tumbuhan di sekitar lokasi tersebut.

“Kita tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, namun APH tentunya lebih memahami proses hukum dan sanksi yang berlaku bagi pelaku perusakan lingkungan tanpa izin,” tegas Ruslan dengan nada datar.

Ruslan juga menyoroti sikap para pelaku usaha yang tampak mengabaikan betapa mahalnya proses restorasi lingkungan yang telah dirusak dalam waktu singkat.

“Dana besar telah dialokasikan oleh negara untuk mengembalikan hutan yang telah gundul, namun segelintir orang dengan mudah merusaknya tanpa rasa takut akan konsekuensi hukum,” ungkapnya dengan kesal.

Ruslan berharap agar APH memberikan perhatian yang serius terhadap insiden yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia tersebut.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh aktivis LAI, Harson Ali, yang menekankan perlunya APH untuk mengambil langkah tegas dengan memanggil pemilik lokasi dan memproses hukum kegiatan ilegal tersebut.

“Agar ada efek jera, APH harus bertindak dan memproses hukum kegiatan ilegal yang dilakukan oleh pemilik lokasi,” tegas Harson.

Continue Reading

Gorontalo

Korban Longsor PETI Di Desa Popaya Dimakamkan, LSM dan LAI Desak Tindakan Hukum

Published

on

GORONTALO – Keluarga korban longsoran material PETI di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato akhirnya mengantarkan jenazah korban ke peristirahatan terakhir di Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Korban yang telah diidentifikasi bernama Suprianto Mohamad, berusia 22 tahun, warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.

Pada Jumat (12/04/24), proses pemakaman sementara dilaksanakan di rumah duka. Dijadwalkan pukul 10.30, proses pemakaman almarhum akan dilaksanakan dengan khidmat.

Meskipun dalam suasana yang sedih, keluarga korban melepas dengan tenang saudara mereka yang telah berjuang keras untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Hingga saat ini, belum ada informasi yang diperoleh dari pihak keluarga mengenai langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. Namun, sebelumnya LSM Pohuwato Watch dan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) telah menekankan pentingnya agar pihak yang bertanggung jawab, termasuk pemilik lokasi dan pelaku usaha, dipanggil untuk mempertanggungjawabkan aktivitas ilegalnya di hadapan APH.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler