Connect with us

News

Mengharukan. Simak bagaimana Perjuangan Seorang Pria Mengadopsi Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

Di India, Aditya Tiwari mencetak sejarah sebagai pria lajang pertama yang berhasil mengadopsi anak berkebutuhan khusus—melebihi batas usia hukum—demonstrasi cinta, keberanian, dan aksi nyata untuk inklusivitas.
Aditya (28) bertemu Avnish, bayi dengan Down Syndrom, di panti asuhan saat usianya baru enam bulan. Sepintas, ini tampak seperti momen spontan; namun perjalanan panjang menanti demi bisa menyatukan mereka secara legal sepanjang 18 bulan penuh tantangan.
Aditya awalnya dikenalkan dengan Avnish pada 13 September 2014 di sebuah panti asuhan di Bhopal. Setelah mengetahui kondisi sang anak yang punya cidera fisik, tumor, dan Down syndrom, ia bertekad: “Berikan dia padaku.”
Salah satu rintangan terberat adalah terkait dengan undang-undang di India yang mengizinkan adopsi orang tua tunggal baru pada usia minimal 30 tahun. Selain itu, ia menghadapi juga tekanan dari keluarga dan masyarakat. Dia dianggap “membuang-buang waktu” sebagai pria yang akan mengurus anak.
Tuntutan Aditya dengan mengirimkan surat bahkan ke perdana menteri mendorong India merevisi regulasi usia minimum adopsi menurun menjadi 25 tahun. Pada 1 Januari 2016, ia resmi menjadi ayah Avnish.
Tidak berhenti sampai disitu, setelah pengangkatan, muncul masalah kesehatan terhadap Avnish. gangguang kesehatan seperti sembelit akut, gangguan tiroid, strabismus, dan jantung berlubang. Aditya harus pun mengambil cuti selama lima bulan untuk pendampingan penuh, dan Avnish akhirnya bisa berjalan, dan lubang di jantungnya dapat tertutup.
Kini Aditya berfokus pada advokasi memfasilitasi pekerjaan dan rumah bagi anak berkebutuhan khusus, memberikan konseling pengasuhan, hingga menjadi pembicara di India, Bhutan, Nepal, Myanmar, dan PBB (2019).
Pada Hari Perempuan Internasional 2020, Aditya dinobatkan “Ibu Terbaik Dunia” oleh WEmpower Bengaluru, sebuah penghargaan yang menghapus batasan gender pengasuh. Ia menolak dipanggil “ayah” atau “ibu”; bagi Aditya, dirinya adalah “orang tua”.
Di hari ulang tahun Avnish, Aditya menulis surat yang berisi pesan tentang kesabaran, doa, dan rasa syukur agar kelak sang anak menghargai perjuangan dan cinta di balik adopsinya.
Aditya berharap stigma “kesanggupan pengasuh berdasar gender” bisa musnah, dan menegaskan bahwa “Mengasuh anak tidak didasarkan pada jenis kelamin.” Ia berharap semua anak, tak terlepas kondisi fisik, dapat menyatu dalam keluarga penuh cinta.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Tak Perlu Terbang ke Makassar: Menikmati Semangkuk Pallubasa Kaya Rempah di Kota Gorontalo

Published

on

Gorontalo – Lanskap industri kuliner di Kota Gorontalo kian semarak dengan kehadiran varian menu Nusantara baru yang menawarkan cita rasa orisinal. Bagi para pencinta kuliner berbasis daging sapi khas Sulawesi Selatan, kini tidak perlu lagi melintasi lautan ke Kota Makassar untuk mencecap semangkuk Pallubasa asli. Kelezatan kuliner kaya rempah tersebut kini resmi mendarat di Bumi Serambi Madinah melalui jenama (brand) lokal Pallubasa Warung Ebel.

Kedai ini mencatatkan diri sebagai pelopor destinasi kuliner yang menyajikan menu Pallubasa dengan kiblat formula autentik Makassar pertama di Kota Gorontalo. Kehadirannya langsung menarik atensi luas dari para pemburu cita rasa tradisional di daerah setempat.

Meskipun sekilas memiliki tampilan visual yang menyerupai Coto Makassar, Pallubasa memuat arsitektur rasa yang berbeda secara fundamental. Anatomi keunikan menu ini bertumpu pada introduksi kelapa parut sangrai (pundang) yang ditumbuk halus dan dimasak menyatu bersama klaster bumbu rempah pilihan. Metode tradisional ini menghasilkan karakteristik kuah yang jauh lebih pekat, gurih, dan mengeluarkan aroma aromatik yang kuat.

Manajemen Pallubasa Warung Ebel menggaransi bahwa setiap mangkuk yang dihidangkan ke meja konsumen memuat potongan daging sapi pilihan dengan tekstur empuk dan porsi melimpah. Formulasi kuah yang meresap sempurna hingga ke serat daging terdalam menjadi magnet utama yang membuat para pelanggan rela mengantre sejak warung dibuka.

Guna mengelevasi sensasi rasa ke tingkat tertinggi, kedai ini juga menyediakan opsi penambahan telur ayam kampung mentah (alas) yang dimasukkan langsung ke dalam kuah mendidih. Kombinasi instan ini menghasilkan perpaduan rasa yang lebih gurih (creamy) dan kental.

Keunggulan lain dari Pallubasa Warung Ebel terletak pada penempatan lokasinya yang dinilai sangat strategis di kawasan metropolitan kota. Unit usaha ini beroperasi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Menariknya, operasional kedai ini mengusung konsep kolaborasi ruang usaha dengan menyatu di area Bastap Coffee. Pola penggabungan (co-branding) ini memudahkan konsumen dari dalam maupun luar daerah untuk mengenali lokasi warung via aplikasi navigasi digital dengan memasukkan titik koordinat “Bastap Coffee”, sekaligus menciptakan ekosistem tempat nongkrong terpadu. Konsumen dapat menyantap hidangan berat berkuah rempah, kemudian langsung memesan kopi modern di titik yang sama.

Di samping menawarkan keaslian rasa dan kenyamanan interior ruang publik, Pallubasa Warung Ebel menerapkan skema harga yang kompetitif dan ramah kantong bagi semua segmentasi pasar, mulai dari kalangan mahasiswa hingga pekerja kantoran. Ekspansi rasa baru ini diproyeksikan menjadi salah satu lokomotif penggerak subsektor kuliner dalam industri ekonomi kreatif di Kota Gorontalo.

Continue Reading

kabupaten pohuwato

Gara-Gara Ular Naik Isolator: Gardu Induk Paguat Meledak, Lima Kecamatan di Pohuwato Padam Total

Published

on

Marisa – Misteri penyebab padamnya aliran listrik secara mendadak yang sempat melumpuhkan sebagian wilayah Kabupaten Pohuwato pada Minggu (21/06/2026) malam akhirnya terkuak. Manajemen PLN Marisa mengonfirmasi bahwa insiden mati lampu massal tersebut dipicu oleh gangguan eksternal yang tak terduga dari faktor alam (satwa liar).

Sebelumnya, interupsi daya total yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah wilayah kecamatan—mulai dari Paguat, Marisa, Duhiadaa, Randangan, hingga Taluditi—sempat memicu kepanikan minor. Gelap gulita yang terjadi seketika di malam hari itu membuat masyarakat berspekulasi dan mempertanyakan keandalan sistem distribusi gardu induk.

Setelah melakukan penelusuran taktis dan penyisiran komprehensif, pihak PLN Marisa mengungkapkan bahwa pemadaman tersebut dipicu oleh seekor ular. Satwa tersebut dilaporkan merayap naik dan menyentuh bagian isolator listrik sensitif, hingga memicu hubungan arus pendek (korsleting) parah dan mengakibatkan dentuman ledakan di kawasan Gardu Induk (GI) Paguat.

Pasca-ledakan mekanis tersebut, personel teknis lapangan PLN langsung disiagakan di lokasi kejadian. Tim ahli terus melakukan lokalisasi komponen, pengamanan sistem kelistrikan, serta memastikan sterilisasi seluruh jaringan utama dari potensi gangguan lanjutan agar kondisi benar-benar pulih secara aman.

Berkat gerak cepat dan tanggap darurat dari para petugas di lapangan, pasokan daya listrik di sebagian besar wilayah terdampak kini berangsur normal kembali. Kendati demikian, hingga berita ini diterbitkan, proses pemulihan (recovery) bertahap masih terus dipacu pada beberapa klaster perumahan warga yang jaringannya sempat mengalami kendala teknis paling berat.

Sebelum adanya rilis kepastian ini, pihak otoritas PLN Marisa memang telah menginstruksikan tim bersiaga penuh dan menerjunkan personel pemburu gangguan langsung ke GI Paguat guna memeriksa seluruh rangkaian transmisi. Awak media masih terus bersiaga memantau kondisi lapangan serta menunggu keterangan resmi lanjutan terkait penyelesaian total proses normalisasi listrik di Bumi Panua.

Continue Reading

Gorontalo

Diguncang Dentuman Keras: Sebagian Wilayah Marisa Gelap Gulita Akibat Gangguan Listrik Mendadak

Published

on

Pohuwato – Suara dentuman keras yang disusul pemadaman listrik secara mendadak menggemparkan warga di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Minggu (21/06/2026) malam. Insiden tanpa pemberitahuan resmi dari otoritas penyedia daya ini langsung melumpuhkan aktivitas publik dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pemadaman total (blackout) terjadi secara simultan di sejumlah titik vital pusat ibu kota kabupaten. Kondisi gelap gulita yang terjadi seketika membuat kepanikan minor di kalangan warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun pelaku usaha mikro.

Saat dikonfirmasi awak media, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Marisa Arida Hirawan membenarkan adanya gangguan struktural pada jaringan distribusi mereka. Ia menjelaskan bahwa indikasi awal interupsi daya ini dipicu oleh insiden ledakan teknis, meski titik koordinat pastinya masih diinvestigasi.

“Informasi sementara yang kami terima, memang ada indikasi ledakan pada sistem jaringan. Saat ini, personel teknis lapangan sudah diterjunkan dan sedang bergerak cepat menuju Gardu Induk (GI) untuk melakukan lokalisasi masalah serta pengecekan komprehensif,” terang Arida Hirawan via sambungan telepon.

Dampak dari gangguan sistemis tersebut, hampir sebagian besar wilayah pelayanan di Kecamatan Marisa dilaporkan lumpuh total dari pasokan listrik. Sektor jasa dan utilitas rumah tangga menjadi pihak yang paling terdampak atas insiden operasional pada malam hari ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Marisa belum merilis pernyataan resmi terkait penyebab utama pemicu ledakan maupun estimasi waktu normalisasi aliran listrik (recovery time). Awak media masih terus bersiaga di lokasi dan menghimpun data terbaru guna menyajikan perkembangan informasi lanjutan kepada publik.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler