Pansus 1 DPRD Provinsi Gorontalo menyambangi Dinas Kearsipan Kabupaten Boalemo untuk memperoleh beberapa ilmu dalam rangka memaksimalkan penyusunan Ranperda kearsipan.
Deprov – Dalam upaya meningkatkan efektivitas kerja lembaga DPRD Provinsi Gorontalo, Panitia Khusus (Pansus) 1 DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kearsipan Kabupaten Boalemo untuk mendapatkan referensi guna penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kearsipan. Ketua Pansus 1, Warsito, pada Rabu (17/7/2024), menyampaikan bahwa arsip memiliki peran yang sangat penting dalam tata kelola pemerintahan.
“Saya kira arsip ini sangat penting, makanya kami datang ke Dinas Kearsipan Boalemo untuk memperoleh referensi agar Ranperda yang saat ini kita susun bisa berjalan lancar,” ujar Warsito.
Warsito juga mengakui bahwa pihaknya masih memerlukan masukan dan saran terkait tahapan penyusunan Ranperda tersebut. Kunjungan ini memberikan mereka banyak informasi yang bermanfaat dalam proses penyusunan peraturan daerah.
“Kita sangat butuh masukan dan saran, alhamdulillah dalam kunjungan tadi kita banyak mendapat informasi yang cukup lengkap,” tambahnya.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI), sebuah aplikasi yang dirancang untuk mengelola arsip secara digital. Warsito menekankan bahwa penggunaan aplikasi ini sangat penting untuk memperbarui sistem kearsipan yang masih dilakukan secara konvensional di beberapa instansi.
“Penerapan aplikasi Srikandi sangat penting karena dapat meng-upgrade sistem kearsipan yang saat ini masih dilakukan secara konvensional,” jelas Warsito.
Penerapan sistem digital ini diharapkan akan mempercepat dan mempermudah pengelolaan arsip di lingkungan pemerintahan, sehingga bisa mendukung tata kelola arsip yang lebih baik di masa mendatang.
UNG – Program Studi (Prodi) Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menorehkan tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak didirikan, program studi tersebut sukses menggelar sidang skripsi dan yudisium perdana guna melahirkan lulusan bergelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) dari angkatan pertamanya.
Tiga mahasiswi yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian kewajiban akademik tepat waktu dalam kurun empat tahun tersebut adalah Siti Bidaria Paputungan, S.Psi., Ika Prawesti Andini, S.Psi., dan Maghfira Nazelin Butolo, S.Psi. Ketiganya mencatatkan nama sebagai pionir lulusan perdana dalam buku sejarah perkembangan prodi tersebut.
Koordinator Prodi Psikologi UNG Irvan Usman, S.Psi., M.Si. melayangkan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi serta konsistensi performa yang ditunjukkan anak didiknya. Menurut Irvan, indikator keberhasilan para kelulusan perdana ini tidak sekadar diukur dari aspek kecepatan waktu kelulusan, melainkan juga dari kualitas luaran riset serta kompetensi global yang melekat pada diri mereka.
“Ketiga mahasiswi ini memiliki modalitas potensi yang luar biasa. Mereka mampu merampungkan seluruh kurikulum dengan capaian indeks prestasi yang membanggakan. Bahkan, beberapa hari menjelang ujian skripsi, mereka masih sempat berkompetisi di panggung internasional di Malaysia dan berhasil membawa pulang penghargaan. Ini adalah validasi riil bahwa output mahasiswa Psikologi FIP UNG memiliki daya saing regional yang tinggi,” papar Irvan Usman, Rabu (24/06/2026).
Pihak fakultas menilai, kombinasi kematangan teoretis di ruang kelas dan keaktifan menjemput prestasi di luar negeri menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG mampu menyeimbangkan keterampilan keras (hard skills) dan keterampilan lunak (soft skills) yang krusial untuk bersaing di dunia profesional modern.
Di tempat terpisah, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Abdul Hafidz Olii, M.Si. mengapresiasi pencapaian historis ini. Ia menegaskan kelulusan tiga sarjana baru ini menjadi bukti sahih bahwa sistem tata kelola, kurikulum, serta iklim pembelajaran di Prodi Psikologi berjalan efektif dari hulu hingga ke hilir.
“Kehadiran lulusan angkatan pertama ini membuktikan ke publik bahwa institusi kami mampu mencetak SDM bidang psikologi yang siap diserap oleh pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang profesi secara presisi,” tutur Prof. Abdul Hafidz Olii.
Lebih lanjut, Wakil Rektor menguraikan bahwa momentum kelulusan ini bernilai taktis dalam mendukung cetak biru penguatan kelembagaan ke depan. Kehadiran alumni perdana ini memenuhi salah satu instrumen penilaian paling krusial dalam borang reakreditasi program studi. Dengan terpenuhinya indikator kuantitatif tersebut, Prodi Psikologi FIP UNG kini mengantongi fondasi kokoh untuk membidik predikat akreditasi yang lebih unggul.
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tengah mematangkan terobosan besar dalam lanskap pendidikan tinggi dengan menyiapkan program akselerasi Fast Track Double Degree. Program inovatif ini dirancang untuk memberikan peluang emas bagi mahasiswa dalam merengkuh dua gelar akademik sekaligus—Sarjana (S-1) dan Magister (S-2)—hanya dalam kurun waktu lima tahun studi.
Langkah strategis ini diambil jajaran rektorat sebagai respons terhadap dinamika pasar kerja global yang kian kompetitif dan menuntut efisiensi waktu serta kualifikasi SDM yang unggul. Melalui skema fast track ini, mahasiswa yang memenuhi kualifikasi akademik khusus dapat memotong masa studi normal yang biasanya memakan waktu hingga enam atau tujuh tahun untuk dua jenjang tersebut.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo menegaskan bahwa program Fast Track Double Degree ini merupakan manifestasi dari komitmen UNG dalam mempercepat transformasi menuju kampus unggul dan berdaya saing internasional. Program ini tidak hanya menawarkan efisiensi durasi kuliah, tetapi juga efisiensi biaya serta integrasi kurikulum hulu-hilir yang lebih solid.
“Kami sedang menyusun regulasi akademik, pemetaan konversi mata kuliah, serta kesiapan program studi (prodi) yang akan menjadi pionir. Target kita, program ini dapat menjaring mahasiswa-mahasiswa potensial yang memiliki lompatan akademik di atas rata-rata,” ungkap pihak rektorat dalam pemaparannya, Rabu (24/06/2026).
Secara teknis, mekanisme program ini memungkinkan mahasiswa mengontrak mata kuliah jenjang Magister (S-2) sejak mereka menduduki semester akhir di tingkat Sarjana (S-1). Pola sinergi kurikulum ini diarsiteki secara rigid agar beban akademik tetap proporsional tanpa menurunkan kualitas serta capaian pembelajaran lulusan standar nasional pendidikan tinggi.
Selain mematangkan kurikulum internal, UNG juga menjajaki peluang kolaborasi double degree dengan sejumlah universitas mitra terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri. Kerja sama ini diproyeksikan mampu melahirkan lulusan kembar identitas akademik yang fasih dengan ekosistem riset modern dan jejaring profesional yang luas.
Manfaat ganda dari program ini dinilai akan menjadi daya tarik sosiologis yang kuat bagi calon mahasiswa baru serta civitas akademika. Lulusan fast track diproyeksikan memiliki posisi tawar (bargaining power) yang jauh lebih tinggi di sektor industri, birokrasi, maupun dunia akademis karena mengantongi gelar master di usia yang relatif lebih muda.
Pihak universitas menambahkan, penapisan (screening) ketat akan diberlakukan berbasis indeks prestasi kumulatif (IPK) dan ketahanan mental belajar mahasiswa sejak semester empat atau lima. UNG berharap, hadirnya program Fast Track Double Degree ini mampu memicu iklim kompetisi akademik yang sehat di kalangan mahasiswa sekaligus mendongkrak klusterisasi mutu kelulusan UNG di level nasional.
UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi membuka kran pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester ganjil tahun akademik 2026/2027 bagi seluruh mahasiswa. Penyelesaian kontribusi finansial ini menjadi salah satu pilar krusial dalam rangkaian registrasi ulang yang wajib dituntaskan mahasiswa guna mengamankan hak akses kegiatan akademik pada semester mendatang.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) UNG Darman, S.Kom., M.Ap. memaparkan, loket pembayaran UKT berbasis digital ini telah diaktifkan sejak Senin, 22 Juni 2026, dan dijadwalkan tutup secara otomatis pada Jumat, 31 Juli 2026. Seluruh mahasiswa diimbau untuk cermat memanfaatkan lini masa yang tersedia agar terhindar dari sanksi keterlambatan administrasi.
“Mekanisme pembayaran UKT semester ini dirancang fleksibel melalui berbagai kanal perbankan mitra yang telah terintegrasi dengan sistem UNG, baik lewat layanan teller maupun jaringan ATM. Namun, sebelum bertransaksi, mahasiswa diwajibkan mengakses sistem terlebih dahulu untuk mengunduh kode bayar atau besaran tagihan masing-masing,” urai Darman, Rabu (24/06/2026).
Demi ketertiban administrasi, BAKP UNG membagi kluster akses tagihan berdasarkan segmentasi angkatan dan program studi melalui dua platform digital yang berbeda:
Kluster SIAT (www.siat.ung.ac.id): Diperuntukkan bagi mahasiswa program Diploma (D-3), Sarjana Terapan (D-4), dan Sarjana (S-1) angkatan 2024 serta tahun-tahun sebelumnya. Akses ini juga berlaku bagi mahasiswa program profesi dan pascasarjana. Transaksi keuangan kluster ini dilayani melalui jaringan Bank BTN, BNI, dan BRI.
Kluster SIAKAD (www.siakad.ung.ac.id): Dikonsentrasikan khusus bagi mahasiswa angkatan 2025 untuk program D-3, D-4, dan S-1. Kelompok ini dapat merampungkan penyetoran dana melalui instrumen Bank BTN, BNI, serta Bank Mandiri.
Darman mengingatkan para mahasiswa untuk melakukan verifikasi data personal secara teliti sebelum menekan tombol konfirmasi transaksi. Setelah proses transfer dinyatakan berhasil, mahasiswa wajib mengamankan dan mengarsipkan resi atau bukti pembayaran sebagai dokumen otentik jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses validasi lanjutan.
“Pastikan kode bayar yang dimasukkan sudah valid sesuai identitas akademik Anda. Jangan lupa simpan bukti transaksinya sebagai dokumen sah yang mengikat,” tambah Kepala BAKP tersebut.
Melalui perluasan opsi kanal perbankan ini, jajaran rektorat berharap mahasiswa dapat menuntaskan kewajiban administratif mereka tanpa hambatan teknis. Modernisasi sistem ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UNG dalam mengaselerasi transformasi pelayanan akademik berbasis digital (e-governance).
Di tempat terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. menegaskan bahwa pemenuhan kewajiban UKT memiliki korelasi langsung terhadap status keaktifan mahasiswa. Penyetoran ini menjadi indikator legalitas utama bahwa mahasiswa bersangkutan terdaftar secara resmi di pangkalan data dan berhak mengontrak mata kuliah.
“Pembayaran UKT ini bukan sekadar pemenuhan rutinitas administratif, melainkan prasyarat mutlak yang mengunci hak mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan, ujian, serta memanfaatkan seluruh fasilitas akademik pada semester berjalan,” tegas Prof. Abdul Hafidz.