Connect with us

Provinsi Gorontalo

Peci Merah Gorontalo dan Pengaruh Turki Utsmani?

Published

on

Oleh : Funco Tanipu

Malam ini, pada perayaan 10 Muharram, di hampir sebagian besar mesjid di Gorontalo, terlihat beberapa orang yang menggunakan peci berwarna merah. Agak berbeda dari ukuran dan jenis warna dibandingkan peci khas Gorontalo yang terbuat dari karanji (sulaman rotan atau kulit kayu tertentu) atau peci/songkok nasional yang berwarna hitam.

Pengguna peci merah biasanya dari kalangan pemangku adat Gorontalo. Biasanya penggunaan peci ini hanya pada hari-hari besar Islam dan ritual adat di Gorontalo.

Jika ditelusuri lebih jauh, sejarah peci merah bukan berasal dari Gorontalo, namun dari Turki. Di Turki, nama peci ini disebut Fez, di Istanbul sendiri disebut Fezzi. Istilah Fez ini diambil dari bahasa Yunani Kuno yang diadopsi oleh Turki Utsmani atau lebih umum dikenal sebagai Kekaisaran Ottoman.

Kekaisaran Ottoman ini didirikan oleh Osman Bey pada sekitar tahun 1299. Ottoman bisa disebut sebagai salah satu imperium multinasional dan multibahasa. Hingga Ottoman mampu mengakhiri riwayat Kekaisaran Romawi dengan menaklulkan Kontantinopel pada tahun 1453.

Kekuasaan Ottoman pun merambah lintas benua hingga Eropa, Afrika, Asia termasuk Indonesia. Salah satu bukti pengaruh Ottoman di Indonesia adalah dengan maraknya penggunaan peci atau fez ottoman ini. Penggunaan fez atau fezzi yang kemudian disebut peci adalah bukti dukungan daerah-daerah Muslim kepada kekhalifahan Kekaisaran Ottoman, hal ini disebut oleh Rozan Yunos dalam The Origin of The Songkok or Kopiah ; “In South Asia — India, Pakistan and Bangladesh — the fez was known as the Roman Cap or Rumi Topi. It became a symbol of Islamic identity and showed the support of Indian Muslims for the Caliphate headed by the Ottoman Empire”.

Di Indonesia khususnya Gorontalo, bukti-bukti sejarah dari pengaruh Ottoman bisa dilihat dari penggunaan peci merah (fez/fezzi) di kalangan pemangku adat. Di Gorontalo, penutup kepala ini disebut Upiya yang mengambil kata dari kopiah, yang asal katanya adalah keffieh, kaffiyeh atau kufiya dari bahasa Arab.

Hingga pada saat ini, ragam kopiah banyak bisa kita temukan di Indonesia, ada yang pengaruh Muslim India, Arab dan juga Turki Utsmani.

News

Tanggapi Pernyataan Jasin Mohammad, Ketua OC Tegaskan Muprov Kadin Gorontalo Ditunda Murni Karena Arahan Pusat, Bukan Masalah Finansial

Published

on

GORONTALO — Ketua Panitia (Organizing Committee/OC) Musyawarah Provinsi (Muprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo, Sulyanto Pateda, S.E., angkat bicara menanggapi isu yang beredar terkait pelaksanaan Muprov Kadin Gorontalo. Ia secara tegas membantah pernyataan Jasin Mohammad yang menyiratkan bahwa Kadin Gorontalo tengah mengalami kendala sehingga pelaksanaannya tertunda.

“Statemen Bapak Jasin Mohammad tentang kesanggupannya membiayai jalannya Muprov Kadin Gorontalo, itu sama sekali tidak seperti yang dia utarakan. Narasi yang dibangun itu tidak sesuai fakta. Jadi, salah besar apa yang disampaikan oleh Jasin Mohammad” tegas Sulyanto Pateda, Jumat.

Ia menekankan bahwa Kadin Provinsi Gorontalo saat ini dalam kondisi sangat siap, baik secara kepanitiaan maupun pendanaan, untuk menggelar seluruh rangkaian musyawarah mulai dari tingkat Kabupaten (Mukab), tingkat Kota (Mukot), hingga Muprov. Bahkan, pihak Kadin Gorontalo telah mengirimkan surat pemberitahuan resmi mengenai kesiapan tersebut kepada Kadin Indonesia.

Lebih lanjut, Sulyanto meluruskan bahwa tertundanya pelaksanaan Muprov semata-mata merupakan bentuk kepatuhan kepengurusan daerah terhadap instruksi dari Kadin Pusat.

“Sesuai arahan Kadin Indonesia, Muprov ditunda sementara sambil menunggu petunjuk dan arahan selanjutnya. Kadin Provinsi pada prinsipnya sangat siap menggelar Mukab, Mukot, dan Muprov, hanya saja sampai saat ini kami masih menunggu asistensi dari Kadin Indonesia,” jelasnya.

Sulyanto membeberkan, Kadin Indonesia juga telah membalas dan menyurat resmi ke Kadin Provinsi Gorontalo untuk meminta penundaan sementara Muprov. Ada beberapa pertimbangan krusial di tingkat pusat yang menjadi alasan penundaan tersebut.

“Penundaan ini memiliki alasan yang jelas dari pusat, di antaranya karena Ketua Umum Kadin Indonesia sedang mempersiapkan agenda mendampingi Presiden ke luar negeri. Selain itu, Wakil Ketua Umum, jajaran OKK, serta pengurus teras lainnya saat ini sedang menunaikan ibadah haji,” papar Sulyanto.

Terkait kelanjutan agenda strategis tersebut, Sulyanto memastikan bahwa komunikasi dengan Kadin pusat terus berjalan dengan baik.

“Berdasarkan informasi terakhir, dalam waktu dekat tim asistensi dari Kadin Indonesia akan turun langsung ke Gorontalo untuk mensupervisi persiapan Muprov. Intinya, Kadin Gorontalo sangat siap, kita hanya menunggu waktu dan arahan yang tepat dari Kadin Indonesia,” pungkasnya.

Continue Reading

Daerah

Kampung Nelayan Leato Selatan, Kolaborasi Prabowo Subianto dan Adhan Dambea

Published

on

Gorontalo – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Gorontalo dalam agenda peresmian Kampung Nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Program Kampung Nelayan tersebut dinilai menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Gorontalo dalam menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir dan nelayan.

Sekretaris Gerindra Kota Gorontalo, Zulfikar M Tahuru, mengatakan Program Kampung Nelayan Leato Selatan menunjukkan sinergi yang baik antara Presiden Prabowo dan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.

“Kampung Nelayan Leato Selatan merupakan hasil kolaborasi Presiden Prabowo dan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pesisir dan nelayan,” ujar Zulfikar M Tahuru.

Menurutnya, program pemerintah pusat tersebut berjalan dengan baik di daerah karena adanya dukungan dan fasilitasi dari pemerintah daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program Kampung Nelayan di Leato Selatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan kawasan pesisir, mendukung aktivitas ekonomi nelayan, serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat sekitar.

Kehadiran Presiden Prabowo meresmikan langsung program tersebut juga dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah dan masyarakat nelayan di Kota Gorontalo.

Continue Reading

Daerah

Gerindra Gorontalo Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden

Published

on

Gorontalo – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Gorontalo dalam rangka meresmikan Program Kampung Nelayan di Kota Gorontalo berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Momentum tersebut turut mendapat perhatian dari Gerindra Gorontalo yang menyampaikan apresiasi kepada Adhan Dambea atas perannya dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat tersebut di daerah.

Sekretaris Gerindra Gorontalo, Moh Nasir Majid, mengatakan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya warga pesisir dan nelayan.

“Kami mengapresiasi dukungan dan peran Pak Adhan Dambea dalam memfasilitasi serta mendukung Program Kampung Nelayan di Kota Gorontalo. Kehadiran Presiden Prabowo meresmikan langsung program ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo,” ujar Moh Nasir Majid.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler