Connect with us

News

Pejuang Pemekaran, Mesti Siap Tidak Jadi Apapun

Published

on

Yusuf Relix Hemuto || Foto Istimewa

GORONTALO – Pembentukan wilayah Bone Pesisir menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Gorontalo terus di dorong oleh seluruh lapisan masyarakat. Berbagai tahapan mulai dari kajian hingga unsur pendukung lainnya untuk pemenuhan persyaratan menjadi satu kabupaten tak lupa pula dipersiapkan.

Tak lupa pula studi kelayakan pembentukan DOB dari berbagai macam sumber, baik dari segi potensi daerah, potensi keuangan dan ekonomi daerah yang akan dimekarkan, kemudian ketersediaan sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor utama, juga turut di analisa.

Salah satu tokoh pemuda Yusuf Relix Hemuto mengungkapkan, Kabupaten Bone pesisir ini telah lama diperjuangkan. Bahkan setiap menjelang pemilihan umum baik legislatif maupun kepala daerah semua ramai bahkan kompak kompakan membicarakannya.

“Tapi mudah pula buyar seperti kepiting hidup dalam keranjang. Apalagi kalau sudah menyangkut dana, klaim kontribusi yaitu soal siapa yg paling berjuang dan lain-lain. Hal seperti ini yang bikin buyar. Mungkin karena budaya di Bonpes yang sangat demokratis melihat semua orang sama level, mungkin juga karena dasar keegoan kita yang terlalu kental,” Ujar Relix.

”Karena itu saya berharap semua pejuang Bonpes ini menurunkan sedikit egonya, mengakui semua pejuang, menciptakan kebersamaan dan kekompakan. Biar nanti kita ribut ribut berebut kursi kalau Kabupaten Bonpes sudah berdiri,..”

“Banyak contohnya para pejuang pemekaran yang sangat beruntung dapat jabatan atau uang setelah berhasil pemekaran. Banyak contohnya juga para pejuang yang akhirnya terpinggirkan dan tak dapat apa-apa Kita semua mesti bersiap untuk menjadi pejabat, sekaligus siap untuk tidak jadi apa pun,” Jelas Relix.

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Bagian 1 : Sepak Terjang Pembentukan Kabupaten Bone Pesisir - kabarpejuang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Penampakan Tumpukan Uang Penyerahan ke Negara 11,4 Triliun, Bak Tembok Tinggi Saat Prabowo Berpidato

Published

on

Jakarta – Sebuah pemandangan tak biasa tersaji di Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jumat (10/4/2026). Tumpukan uang tunai pecahan Rp 100 ribu disusun rapi bak tembok bata setinggi tiga meter, menjadi latar panggung penyerahan dana ke negara.

Prosesi ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Mengutip pemberitaan media Liputan6, Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi menyerahkan aset raksasa itu kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Pada hari ini sebagai wujud transparansi kinerja kepada publik, kami akan menyerahkan uang total sebesar Rp 11.420.104.815.858 ke kas negara,” tegas Burhanuddin mengonfirmasi angka pastinya.

Uang jumbo Rp 11,4 triliun ini bersumber dari denda administratif kehutanan Rp 7,23 triliun, PNBP korupsi Rp 1,96 triliun, berbagai setoran pajak termasuk PT Agrinas Palma Nusantara lebih dari Rp 1 triliun, serta denda lingkungan hidup Rp 1,14 triliun. Tak sekadar uang, Satgas PKH turut mengamankan 5,88 juta hektar lahan sawit dan 10.257 hektar kawasan tambang.

Presiden Prabowo merespons positif capaian ini. “Terima kasih kepada saudara-saudara yang bekerja dalam Satgas PKH ini. Penghargaan saya yang sangat tinggi atas pengorbanan saudara,” tuturnya.

Continue Reading

News

Respons Berkelas! Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Cium Lutut Wagub Kalbar

Published

on

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons santai tantangan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menyatakan siap “mencium lutut” Dedi jika mampu membangun jalan di Kalbar dengan APBD Rp 6 triliun. Polemik ini dipicu viralnya perbandingan infrastruktur jalan Jabar dan Kalbar di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Dedi menegaskan tak pernah berniat pamer. “Mohon maaf, pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,” ungkapnya melalui video, Sabtu (11/4/2026).

Alih-alih adu argumen, Dedi justru berterima kasih atas tantangan tersebut. Ia memaklumi sulitnya membangun infrastruktur di wilayah seluas Kalbar dengan APBD terbatas. “Kami memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri, apalagi dengan keterbatasan fiskal di wilayah seluas Kalimantan Barat,” paparnya. Hal ini sejalan dengan catatan CNBC Indonesia terkait tingginya disparitas pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa.

Secara terbuka, Dedi meminta maaf jika pembangunan di Jabar menyinggung daerah lain. Ia berharap pemerataan fiskal ke depan lebih baik agar dana bagi hasil mengalir proporsional ke daerah. Menutup pernyataannya, Dedi mengirim salam hangat dan mendoakan Wagub serta seluruh warga Kalbar agar selalu sehat dan bahagia.

Continue Reading

News

Artis Dewasa Mia Khalifa Bersedih Lebanon di Bom, Pajak Saya Dipakai Mengebom Negara Saya Sendiri

Published

on

Mantan bintang film dewasa keturunan Lebanon-Amerika, Mia Khalifa, tak kuasa menahan kesedihan melihat tanah kelahirannya, Lebanon, dibombardir. Melalui unggahan videonya, ia mengungkapkan keputusasaan yang mendalam atas tragedi kemanusiaan tersebut.

Sambil berkaca-kaca, Mia mengecam keras intensitas serangan mematikan yang menghancurkan berbagai fasilitas publik. “160 serangan udara dalam 10 menit terhadap bangunan tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, infrastruktur sipil, dan pemakaman dengan prosesi pemakaman di tengah gencatan senjata,” ungkapnya dengan nada bergetar.

Sebagai warga negara Amerika Serikat, ia merasa amat terpukul menyadari bahwa kontribusi pajaknya secara tidak langsung turut mendanai kehancuran tanah leluhurnya. “Saya tidak tahu bagaimana harus menerima kenyataan bahwa uang pajak saya melakukan ini pada tanah air saya,” ucapnya pilu.

Lebih lanjut, Mia merasa situasi dunia saat ini sangat tidak masuk akal dan distopis. Ia menyoroti ironi di mana umat manusia berlomba-lomba mengirimkan orang ke bulan, namun pada saat yang sama masih saling mengebom dan menghancurkan satu sama lain di bumi.

Laporan dari media internasional Reuters dan Al Jazeera mengonfirmasi bahwa militer Israel secara masif terus mengintensifkan serangan udara melintasi wilayah Lebanon. Eskalasi mematikan ini tidak hanya meruntuhkan infrastruktur penting, namun juga telah merenggut ratusan nyawa warga sipil yang tak berdosa dan memaksa puluhan ribu orang lainnya mengungsi dalam ketakutan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler