Connect with us

Kota Gorontalo

Pekerjaan Pipa Sedang Berlangsung, PUPR Memohon Maaf Mengganggu Aktivitas Warga

Published

on

Foto pekerjaan pipa sebanyak 12 titik itu terletak di Kecamatan Sipatana, Kecamatan Kota Utara, Kecamatan Kota Tengah, Kecamatan Dungingi dan Kecamatan Kota Selatan.

KOTA GORONTALO – Tahun ini menjadi tahun infrastruktur untuk Kota Gorontalo, itu terlihat dari berbagai pembangunan fisik dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo, melalui Dinas PUPR Kota Gorontalo.

Sebagai pimpinan instansi terkait, Dr. Eng. Rifadli Bahsuan, ST. MT sendiri memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Gorontalo, atas aktivitas pekerjaan yang mengganggu aktivitas masyarakat.

“Selain infrastruktur pekerjaan jalan dan saluran juga pusat kuliner dan perdagangan, di Kota Gorontalo terdapat 12 titik pekerjaan pipa ..,”

“Kami paham pekerjaan ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, maka kami memohonkan maaf atas ketidak nyamanan tersebut,” ujarnya.

Ia jelaskan, pekerjaan pipa sebanyak 12 titik itu terletak di Kecamatan Sipatana, Kecamatan Kota Utara, Kecamatan Kota Tengah, Kecamatan Dungingi dan Kecamatan Kota Selatan.

“Seluruh pekerjaan infrastruktur ini tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Serta mempermudah akses perekonomian warga di Kota Gorontalo,” pungkasnya.

Advertorial

Syarat Wajib Masuk SMP! Wali Kota Gorontalo Ingatkan Orang Tua Pastikan Anaknya Bisa Mengaji

Published

on

Kota Gorontalo – Sebanyak 945 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Pendidikan Seni Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Gorontalo resmi mengikuti prosesi Wisuda dan Khatam Raya tahun 2026. Acara keagamaan akbar yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja pada Minggu (19/4/2026) malam ini, menjadi wujud apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo atas keberhasilan para santri menuntaskan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.

Ratusan peserta yang diwisuda tersebut merupakan siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di sembilan kecamatan. Dari total keseluruhan peserta, Kecamatan Kota Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 193 santri, disusul Kecamatan Kota Barat sebanyak 136 santri, dan Kecamatan Dungingi dengan 105 santri.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa momentum wisuda dan khatam ini bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, ini adalah langkah awal bagi para santri untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Adhan turut menanggapi isu yang tengah berkembang di masyarakat terkait kewajiban melampirkan bukti kemampuan mengaji sebagai persyaratan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Gorontalo. Ia menegaskan, kebijakan tersebut sama sekali tidak bermaksud untuk menghambat akses pendidikan anak.

“Ada anggapan bahwa kebijakan ini membuat anak tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Itu tidak benar. Justru aturan ini menjadi dorongan moral bagi para orang tua agar lebih proaktif memastikan anak-anaknya bisa mengaji sejak dini,” papar Wali Kota Adhan memberikan klarifikasi.

Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian tak terbendung, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi benteng pertahanan yang sangat krusial bagi generasi muda. Oleh karena itu, Pemkot Gorontalo tetap berkomitmen teguh menerapkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat mutlak masuk SMP, sebagaimana yang telah diatur secara sah dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2005.

Sebagai informasi, perhelatan akbar ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2026.

Rangkaian acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan prosesi pengalungan gordon secara simbolis oleh Wali Kota Gorontalo kepada perwakilan wisudawan. Melalui seremoni ini, Adhan menaruh harapan besar agar para santri yang telah dikhatamkan dapat terus belajar, mengamalkan ajaran Al-Qur’an, serta mampu menjadi teladan akhlak yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Continue Reading

Advertorial

Instruksi Tegas: Wali Kota Gorontalo Minta Camat Atur Ulang Distribusi Guru Mengaji

Published

on

Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, secara tegas menginstruksikan seluruh camat di wilayahnya untuk segera menertibkan pendataan serta distribusi guru mengaji dan santri. Langkah strategis ini diambil menyusul adanya temuan ketimpangan rasio antara jumlah pengajar Al-Qur’an dan peserta didik di sejumlah tempat pengajian.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Adhan saat menghadiri kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, pada Minggu (19/4/2026) malam.

Adhan menyoroti fenomena penumpukan tenaga pengajar di satu lokasi yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah santri yang dibina. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat proses pembinaan keagamaan berjalan tidak efektif.

“Saya minta para camat dan Pak Sekda untuk segera mengoordinasikan masalah ini. Ada tempat pengajian yang guru mengajinya sampai lima atau enam orang, tetapi santrinya hanya sekitar 20 anak. Ini tentu harus ditertibkan dan didistribusikan secara merata,” tegas Wali Kota Adhan di hadapan para pejabat yang hadir.

Selain persoalan tata kelola guru mengaji, pucuk pimpinan Kota Gorontalo itu juga menyoroti mulai vakumnya kegiatan majelis taklim di tingkat kelurahan. Oleh karena itu, ia meminta para lurah untuk segera turun tangan melakukan pendataan ulang, sekaligus menghidupkan kembali kelompok-kelompok pengajian masyarakat tersebut.

Menurut Adhan, optimalisasi peran guru mengaji dan majelis taklim sangat krusial dalam mewujudkan visi Kota Gorontalo sebagai “Serambi Madinah”. Ia mengingatkan seluruh jajarannya agar visi mulia tersebut tidak hanya berhenti pada tataran slogan semata, melainkan diwujudkan melalui aksi yang nyata.

“Jangan hanya berpidato tentang Serambi Madinah, tetapi tidak ada aksi di lapangan. Saya minta majelis taklim di tingkat kelurahan dibentuk dan diaktifkan kembali, karena pantauan saat ini sudah banyak yang tidak berjalan,” pungkasnya mengingatkan.

Sebagai informasi, kegiatan di Lapangan Taruna Remaja tersebut turut dihadiri oleh unsur-unsur penting pemerintahan. Di antaranya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo Ismail Madjid, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan perangkat daerah, camat, kepala bagian, dan tenaga ahli Wali Kota. Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo, Kepala Bea Cukai, Kepala BPS, Ketua BAZNAS Kota Gorontalo, hingga Direktur Perumda Muara Tirta.

Continue Reading

Advertorial

Resmi Ditutup! MTQ ke-31 Kota Gorontalo Sukses Cetak Qori-Qoriah Berprestasi

Published

on

Kota Gorontalo – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat Kota Gorontalo Tahun 2026 resmi ditutup dengan semarak di Lapangan Taruna Remaja, Sabtu (18/4/2026). Ajang keagamaan tahunan bergengsi ini dinilai sukses menjaring dan mencetak bibit-bibit unggul qori dan qoriah berprestasi yang siap mengharumkan nama daerah.

Acara penutupan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Adapun pidato sambutan resmi penutupan dari Wali Kota diwakili dan dibacakan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid.

Dalam sambutan tertulisnya, Wali Kota menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian perlombaan MTQ telah berjalan lancar sesuai harapan. Ajang ini dipastikan telah menghasilkan para peserta terbaik yang akan mengemban amanah mewakili Kota Gorontalo pada perhelatan MTQ di tingkat Provinsi Gorontalo.

“Para qori-qoriah dan hafiz-hafizah telah memberikan upaya serta kemampuan terbaiknya selama perlombaan. Alhamdulillah, telah terpilih peserta-peserta terbaik untuk mewakili daerah kita untuk melangkah ke tingkat selanjutnya,” ujar Sekda Ismail Madjid saat membacakan amanat Wali Kota.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ sejatinya bukan sekadar ajang unjuk kebolehan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kompetisi ini harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk terus meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, serta pemahaman komprehensif terhadap nilai-nilai luhur Al-Qur’an agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan syiar Islam ini juga dinilai sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda. Tujuannya agar generasi penerus Gorontalo tidak hanya unggul dan berprestasi secara spiritual, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkembang pesat dalam penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dengan tetap berlandaskan pedoman Al-Qur’an.

Mengingat MTQ merupakan agenda berjenjang yang dilaksanakan mulai dari tingkat kelurahan hingga nasional, Pemkot Gorontalo berharap ajang ini konsisten melahirkan kafilah yang siap bersaing di kancah yang lebih tinggi. Pemerintah turut memberikan pesan motivasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi.

“Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Teruslah belajar, berlatih, dan mengambil hikmah dari setiap proses,” pesan Sekda Ismail.

Menutup sambutannya, Pemkot Gorontalo menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada dewan hakim, panitia penyelenggara, serta seluruh elemen yang telah bersinergi menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-31 ini.

Berakhirnya pergelaran tersebut diharapkan dapat memantik motivasi masyarakat luas dalam meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, sekaligus mempererat jalinan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan umat manusia) di wilayah Kota Gorontalo.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler