Ruang Literasi
Pentingkah Peran Media Massa Dalam Pengawasan Pemilu
Published
4 years agoon
Oleh: Irfan Yasin (Founder Komunitas Literasi Gorontalo)
Media massa telah menjadi alat kontrol sosial dan pilar keempat demokrasi dimana kebebasan pers digunakan sebagai alat ukur melihat demokratisasi negara.
Media yang netral bergerak secara independen dalam menjalankan tugas jurnalistiknya sangatlah diharapkan sehingga karya dihasilkan benar-benar sesuai fakta dan pastinya tidak merugikan masyarakat.
Sekarang ini kita dihadapkan dengan pesta demokrasi yang biasa dilakukan 5 tahun sekali. Keberhasilan pelaksanaan pemilihan umum sangatlah diharapkan oleh semua orang, tentunya salah satu kesuksesan pelaksanaan pemilihan umum tak lepas dari fungsi pengawasan media massa.
Sebagai kontrol tentu peran media massa sangat dibutuhkan terlebih lagi media massa sebagai salah satu instrumen yang dinilai masif dan sangat membantu dalam menginformasikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam penyelenggaraan pemilihan umum.
Selain itu, media massa juga berperan penting dalam penyebarluasan informasi, sehingga kerja-kerja penyelenggara pemilu dalam mensosialisasikan tahapan-tahapan yang berlangsung bisa diketahui oleh orang banyak.
Media massa tidak hanya menjadi bagian penting dari kontestasi politik, tetapi juga memiliki posisi sentral menjaga stabilitas politik dan laju demokratisasi sebuah negara.
Perlu juga diketahui, fungsi pengawasan oleh media massa dirasa perlu untuk menjaga terjadinya kecurangan pelanggaran dalam pemilu, sehingga optimalisasi pengawasan bukan hanya dilakukan oleh penyelenggara saja, namun melibatkan media massa dan seluruh elemen.
Tak sampai disitu saja, media massa juga merupakan bagian dari sumber informasi tercepat dalam hal menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Oleh sebab itu pengawasan media pada proses tahapan pemilihan umum sangatlah penting.
Jadi jangan heran jika semua tahapan selalu diekspos oleh media khususnya di wilayah Provinsi Gorontalo.
Berikutnya, untuk melakukan pencegahan pelanggaran pemilu, harus ada keterlibatan berbagai stakeholder yakni bukan hanya dilakukan oleh penyelenggara pemilu saja baik Bawaslu, KPU, DKPP, tetapi semua masyarakat baik ormas, kelompok literasi, maupun media harus terlibat dalam pengawasan pemilu mendatang.
Antisipasi pelanggaran dilakukan oleh peserta pemilu dan masyarakat tentu membutuhkan informasi terkait tahapan yang bisa dilakukan maupun tidak. Maka fungsi media dalam memberikan infomasi terhadap tahapan pemilu harus terus menerus dan jangan sampai terputus, walaupun informasinya dengan berbagai perspektif yang dipublikasikan.
Harapannya semua tahapan pemilu 2024 dapat diketahui oleh masyarakat luas dan dilakukan dengan baik serta transparan, agar terciptanya pemilih cerdas dalam menyukseskan pemilu 2024 aman, damai dan tanpa ada perpecahan.
You may like
Daerah
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Published
1 day agoon
29/09/2026
GORONTALO UTARA — Usai merampungkan agenda Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) beberapa hari lalu, Laskar Gerindra Gorontalo Utara (Gorut) langsung diterjunkan ke lapangan untuk melayani masyarakat. Melalui instruksi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Gorontalo Utara, para kader menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang tengah dilanda kekeringan ekstrem di Kecamatan Kwandang.
Aksi sosial ini menyasar wilayah yang terdampak krisis pasokan air bersih, dimulai dari Desa Ombulodata dan Desa Pontolo Atas. Penyaluran bantuan air bersih ini dipastikan akan terus berlanjut secara bertahap ke desa-desa lain yang membutuhkan di seluruh wilayah Kecamatan Kwandang.
Koordinator Laskar Gerindra Gorontalo Utara, Febriyan Mohu, menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan bentuk pengabdian nyata para kader pasca-pelatihan.
“Laskar Gerindra tidak hanya dididik untuk memiliki kedisiplinan internal, tetapi juga diajarkan untuk peka dan hadir di tengah kesulitan rakyat. Begitu selesai mengikuti pendidikan dan pelatihan, kami langsung bergerak ke lapangan menyalurkan air bersih bagi warga yang mengalami krisis air. Langkah awal kami mulai dari Desa Ombulodata dan Desa Pontolo Atas, dan akan terus berlanjut ke desa-desa lain se-Kecamatan Kwandang yang membutuhkan,” tegas Febriyan Mohu.
Krisis air bersih yang melanda wilayah Gorontalo Utara tidak terlepas dari fenomena iklim El Niño Godzilla—sebuah fenomena pemanasan suhu permukaan laut tingkat kuat yang memicu musim kemarau ekstrem. Dampak fenomena ini menyebabkan penipisan cadangan air tanah, mengeringnya sumber-sumber air bersih warga, serta lumpuhnya pasokan air bersih di berbagai kawasan pemukiman.
Di tengah kondisi darurat pasokan air akibat fenomena cuaca ekstrem tersebut, Laskar Gerindra Gorut berkomitmen untuk terus siaga memfasilitasi kebutuhan mendasar masyarakat hingga pasokan air warga kembali normal.
Ruang Literasi
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Luncurkan “Manjonongki”, Aplikasi Karya Anak Daerah dari Riset Kampus
Published
3 months agoon
01/07/2026
GORONTALO, 1 Juli 2026 — Kabar membanggakan datang dari dunia digital daerah. Hari ini, sebuah aplikasi kasir dan manajemen kafe-restoran bernama Manjonongki resmi diluncurkan dan mulai dipasarkan ke publik. Yang membuatnya istimewa: aplikasi ini adalah karya asli anak daerah Gorontalo, digagas oleh seorang dosen, dan lahir dari sebuah proses penelitian akademis.
Di balik Manjonongki ada nama Fandli Supandi, M.Kom, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo yang sekaligus bertindak sebagai founder. Baginya, Manjonongki bukan sekadar produk teknologi, melainkan jawaban atas persoalan nyata yang selama ini ia amati di lapangan.
Berawal dari Keresahan yang Nyata, Bukan Sekadar Tren
Berbeda dari kebanyakan aplikasi yang dibuat mengejar tren, Manjonongki berangkat dari masalah lapangan yang konkret. Bagi banyak pemilik warung kopi, kafe, dan rumah makan di Gorontalo, ceritanya nyaris seragam: pesanan dicatat di kertas, uang kas kerap selisih, stok bahan habis tanpa disadari, dan laporan keuangan hanya “kira-kira”.
“Persoalan pelaku UMKM kuliner kita bukan soal kurang semangat, tapi soal alat bantu yang belum berpihak pada mereka,” ujar Fandli Supandi. “Riset ini kami dasari dari keresahan itu — bagaimana teknologi bisa hadir sederhana, terjangkau, dan benar-benar menjawab kebutuhan usaha di daerah.”
Bekerja Diam-diam di Balik Layar, Menyajikan Angka yang Sudah Matang
Kekuatan sesungguhnya Manjonongki justru tak selalu terlihat — ia bekerja diam-diam di balik layar. Setiap kali kasir mencatat pesanan, dapur menyiapkan menu, atau pelanggan membayar, sistem langsung mengolah semuanya menjadi data yang rapi. Pesanan mengalir real-time ke layar dapur dan bar lewat Kitchen Display System, stok bahan terpotong otomatis begitu penjualan terjadi, dan setiap transaksi tercatat tanpa perlu dicatat dua kali.
Yang membuat pemilik usaha bernapas lega adalah bagian analisisnya. Owner tak lagi perlu duduk berjam-jam dengan kalkulator dan buku tebal di penghujung hari. Manjonongki menghitungkan semuanya secara otomatis: omzet, laba bersih, pajak, hingga total pengeluaran tersaji lengkap dan langsung terbaca. Aplikasi bahkan mampu memilah penjualan per metode bayar, menampilkan menu terlaris, memantau modal dan selisih kas di setiap sesi kasir, sampai menghitung gaji dan potongan absensi karyawan hingga ke slip gaji digital — semuanya tanpa satu pun rumus yang harus diketik sendiri.
Dengan kata lain, pemilik cukup membuka satu aplikasi dari ponselnya, dan seluruh cerita bisnisnya — dari pesanan pertama pagi hari sampai laba akhir bulan — sudah tersaji dalam angka yang matang, detail, dan siap dijadikan dasar keputusan. Teknologi yang rumit dikerjakan mesin; pemilik usaha tinggal fokus pada hal yang benar-benar penting: melayani pelanggan dan membesarkan usahanya.
Ketika Kampus Turun ke Pasar
Sebagai dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fandli memadukan dua dunia yang kerap dianggap berjauhan: ketajaman analisis akademis dan kebutuhan praktis pelaku usaha. Manjonongki pun menjadi contoh nyata hilirisasi riset — penelitian yang tidak berhenti di jurnal atau lemari perpustakaan, tetapi menjelma menjadi produk yang dipakai masyarakat.
Semangat ini sejalan dengan arah perguruan tinggi masa kini: menjadikan kampus bukan menara gading, melainkan mitra nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah — khususnya sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Gorontalo.
Kebanggaan Anak Daerah yang Kini Menyapa Publik
Di saat banyak talenta digital memilih hijrah ke kota besar, kehadiran Manjonongki menjadi bukti bahwa inovasi kelas nasional bisa lahir dan berakar di Gorontalo. Dengan peluncuran resminya hari ini, aplikasi ini kini terbuka bagi publik luas — termasuk dapat diakses melalui aplikasi Android.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak Gorontalo mampu membangun produk teknologi yang tidak kalah dengan buatan luar,” tegas Fandli. “Dan yang terpenting, produk ini kembali untuk memberdayakan pelaku usaha di kampung halaman sendiri.”
Harapannya sederhana namun berdampak besar: semakin banyak kafe, warung kopi, dan restoran di Gorontalo — dan kelak di seluruh Indonesia — yang naik kelas berkat pengelolaan yang lebih rapi, cerdas, dan modern.
Dari sebuah keresahan kecil di meja kasir, tumbuh sebuah karya yang membawa nama daerah dan almamater. Manjonongki membuktikan satu hal: solusi terbaik kadang tidak datang dari jauh, melainkan lahir dari orang yang paling memahami masalahnya.
News
Menggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
Published
4 months agoon
06/06/2026
Oleh: [Merrisa Monoarfa_TSMP]
Dosen dan Peneliti Bidang Pendidikan
Teknologi Pendidikan UNM
Dunia pendidikan saat ini sedang berhadapan dengan sebuah realitas yang mencemaskan: fenomena terdistraknya motivasi peserta didik di dalam ruang kelas. Para pendidik di berbagai jenjang sedang berhadapan dengan betapa cepatnya peserta didik merasa bosan dan kehilangan fokus saat proses pembelajaran berlangsung. Tantangan ini bersumber dari kontradiksi metodologis. Di satu sisi, metode instruksional di ruang kelas sebagian besar masih bersifat konvensional dan searah. Di sisi lain, ketika keluar dari ruang kelas, pikiran peserta didik terus dibombardir oleh stimulasi instan dari algoritma media sosial dan teknologi digital yang adiktif.
Pendidikan sejatinya adalah fondasi kemajuan bangsa. Ketika gairah belajar berada di titik kemunduran, maka masa depan generasi emas terancam rapuh. Menghadapi situasi ini, para pendidik tidak bisa lagi bertahan pada zona nyaman metode ceramah satu arah yang monoton. Diperlukan sebuah langkah progresif untuk mereformasi gaya mengajar dan menyelaraskannya dengan karakteristik psikologis generasi digital asli (digital natives).
Pergeseran Paradigma: Dari Teoretis-Kognitif Menuju Emosional-Afektif
Mayoritas literatur dan riset pendidikan terdahulu cenderung terjebak pada reduksionisme akademik, yakni hanya berfokus mengukur keberhasilan belajar dari capaian angka kognitif seperti nilai ujian. dimensi afektif peserta didik kadang terabaikan, seperti motivasi intrinsik dan keterikatan emosional (emotional engagement) mereka selama proses belajar.
Melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap berbagai studi eksperimental terbaru, ditemukan korelasi linier yang kuat antara pembaruan model mengajar dengan meningkatnya motivasi peserta didik. Salah satu strategi paling efektif untuk menjawab fenomena dan tantangan ini adalah menerapkan pembelajaran agar berpusat pada peserta didik (student-centered learning) melalui integrasi media interaktif dan model Problem-Based Learning (PBL).
Menjinakkan Distraksi dengan Gamifikasi dan Augmented Reality
Beberapa data empiris menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital interaktif, animasi, hingga teknologi Augmented Reality (AR) mampu menurunkan beban kognitif (cognitive load) peserta didik dalam mencerna materi pelajaran yang kompleks dan abstrak. Menjelaskan struktur anatomi biologi atau rumus matematika yang rumit akan jauh lebih mudah dipahami secara visual melalui grafis 3D interaktif ketimbang sekadar narasi verbal.
Menerapkan elemen permainan atau gamifikasi ke dalam aplikasi pembelajaran yang diterapkan pendidik terbukti mampu menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat. Adanya sistem real-time feedback (umpan balik langsung) dalam platform permainan digital tidak hanya memicu motivasi yang meningkatkan kesenangan belajar, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta didik. Mereka tidak lagi memiliki ketakutan psikologis untuk melakukan kesalahan (fear of making mistakes) karena proses belajar diteraokan dalam bentuk tantangan yang menyenangkan.
Menghidupkan Nalar Kritis Melalui PBL dan Media
Transformasi tidak hanya terjadi di ranah digital. Di ruang kelas konvensional, penerapan model Problem-Based Learning (PBL) terbukti mampu mengubah peran peserta didik dari sekadar pembelajar yang pasif menjadi agen pemecah masalah yang aktif dan kritis. Melalui PBL, peserta didik dihadapkan pada realitas masalah kontekstual sehari-hari, yang memaksa mereka berkolaborasi dalam tim, berdiskusi, dan merumuskan solusi mandiri.
Bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar, stimulasi digital perlu diimbangi dengan pendekatan emosi yang mendalam. Pemanfaatan alat media—seperti kotak pintar, papan jari, kalkulator bilangan, hingga poster bergambar—memegang peranan krusial. Karakteristik psikologi perkembangan anak usia dini menuntut proses belajar yang bersifat konkret. Ketika mereka dapat menyentuh, memanipulasi, dan menyusun alat peraga tersebut, ketegangan akademis di dalam kelas mencair menjadi pengalaman bermain yang bermakna (meaningful play).
Secara komparatif, efektivitas berbagai media dan strategi kontemporer ini dapat dipetakan sebagai berikut:
| Strategi & Media Pembelajaran | Bentuk Stimulasi Antusiasme | Tingkat Efektivitas & Dampak |
| Media Digital Interaktif | Kuis tantangan, komunikasi dua arah, umpan balik instan | Sangat Tinggi (Paling mendominasi motivasi belajar) |
| Animasi & Augmented Reality (AR) | Visualisasi 3D objek abstrak, grafis hidup, audio imersif | Tinggi (Sangat efektif mengunci fokus durasi lama) |
| Problem Based Learning (PBL) | Kerja sama tim, resolusi konflik masalah riil/nyata | Sangat Tinggi (Membentuk nalar kritis dan analitis) |
| Alat Peraga Fisik (Taktil) | Manipulasi objek langsung, keindahan visual | Signifikan (Efektif memperkuat memori motorik anak) |
Tantangan Struktural dan Pmbelajaran Masa Depan
Integrasi teknologi dan model ajar modern saat ini menjanjikan akselerasi kualitas pendidikan, namun implementasinya di lapangan masih membentur tembok realitas. Hambatan utama yang sering dihadapi para pendidik di Indonesia adalah kesenjangan media digital, keterbatasan akses internet di daerah terpencil, serta tingginya beban kerja guru untuk mendesain media ajar kreatif yang menyita waktu istirahat mereka.
Oleh karena itu, transformasi ini memerlukan komitmen bersama, bukan sekadar beban moral pendidik semata. Target pendidikan ke depan harus diarahkan pada konsep blended learning (pembelajaran bauran) yang mengombinasikan keunggulan teknologi digital dengan kearifan lokal (local wisdom) serta media yang murah dan mudah diakses.
Bagi akademisi dan peneliti pendidikan nantinya, tantangan besar menanti untuk menguji efektivitas metode ini melalui penelitian eksperimen murni (true-experimental) berskala nasional untuk memotret kesenjangan antara sekolah perkotaan dan perdesaan. Berbagai riset juga mendesak untuk dilakukan guna memastikan apakah peningkatan motivasi belajar ini bersifat permanen atau sekadar efek kebaruan sesaat (novelty effect).
Pada akhirnya, mengubah gaya mengajar bukan lagi sekadar pilihan inovasi, melainkan sebuah keharusan yang konsisten. Menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran adalah kunci utama untuk mengembalikan perhatian peserta didik, menciptakan suasana kelas, dan memotivasi semangat belajar demi mencetak generasi masa depan yang kompetitif.
Marak Pengaplingan Lahan! Kawasan Hutan Taluditi Gorontalo Diduga Dirambah Warga Paleleh
Tolak Kriminalisasi! Warga Gorontalo Bentangkan Spanduk 50 Meter Dukung Adhan Dambea
Bukan Cagar Budaya Resmi! Eks Rumah Jawatan Kantor Pos Gorontalo Ternyata Berstatus ODCB
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Ditinggal Kosong Semalam! Sekretariat Jurnalis Gorontalo Dibobol Maling
Tampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
Muda, Disiplin, dan Militan! Gemblengan Kaderisasi khas Hambalang Hadir di Diklat Laskar Gerindra Gorontalo
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Terkesan Kebal Hukum! Puluhan Ekskavator PETI Masih Bebas Beroperasi di Taluditi
Resmi Dilantik! Erna Giasi Siap Nakhodai GOW Kabupaten Pohuwato Periode 2026–2031
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo4 weeks agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Gorontalo2 months agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo1 month agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
Gorontalo1 month agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
kabupaten boalemo1 month agoPolemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Gorontalo1 month agoBerani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
-
Gorontalo2 months agoKurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
-
Gorontalo1 month agoLintasi Pegunungan telaga Hingga Telaga Biru: Yayasan Niswadi Ilmu Gemilang Salurkan 100 Bantuan SD di Kabupaten Gorontalo
