Connect with us

News

Pererat Tali Silaturahim Jurnalis Gorontalo Gelar Turnamen Mini Soccer

Published

on

Gorontalo – Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Gorontalo, bersepakat melakulan turnamen Mini Soccer, untuk mempererat tali persaudaraan antar Wartawan di kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo.

Dalam kegiatan itu, bukan hanya melibatkan unsur Wartawan saja. Dari unsur Humas dan Kominfo di kabupaten/kota, akan bersama-sama dengan Wartawan untuk bertanding dalam ajang turnamen yang akan dilaksanakan pertengahan bulan Juni 2021.

Sekretaris Panitia Journalist Mini Soccer Championship Helmi Rasid menuturkan, sengaja kegiatan turnamen ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antara Wartawan dengan Humas Kominfo kabupaten/kota.

“Dalam kegiatan ini juga, momen untuk saling kenal antara wartawan di kabupaten/kota. Seperti, Wartawan yang berada di Kabupaten Pohuwato terkadang tidak kenal dengan Wartawan yang berada di Kabupaten Gorut dan Kabupaten Gorontalo. Begitu juga sebaliknya. Nah, momen ini jadi ajang saling mengenal antar satu sama lain,” ujarnya.

Dijelaskan Helmi, begitu juga dengan keberadaan Humas Kominfo di kabupaten/kota. Sengaja dilibatkan, agar Humas mengenal wartawan yang berada di wilayahnya masing-masing. Sebab, banyak wartawan yang melakukan peliputan umum dan tiba-tiba melakukan konfrimasi di Humas Pemerintah Daerah, terkadang masih menuai perdebatan.

“Dengan adanya kegiatan ini, semua kita akan saling kenal. Seperti pepatah, jika tak kenal maka tak sayang. Maka, sangat penting kegiatan ini dilaksanakan demi mewujudkan harmonisasi antara Wartawan dan humas di Pemda kabupaten/kota,” kata Helmi.

Untuk pendaftaran sendiri, peserta dari unsur media dibebankan biaya 300 ribu setiap club. Sementara untuk humas dibebankan biaya pendaftaran 500 ribu setiap club.

Kini, pendaftaran telah dibuka dari tanggal 21-31 Mei 2021. Semntara untuk turnamen akan di mulai tanggal 11 Juni 2021.

Yuk, daftarkan club anda segera dan raih hadiah puluhan juta rupiah untuk pemenang. (**).

Gorontalo

BASARNAS Gorontalo Gelar Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Daerah (FKP3D)

Published

on

GORONTALO – Direktorat Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan bekerja sama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo mengadakan kegiatan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Daerah (FKP3D). Acara ini dibuka oleh Deputi Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan, Moh. Barokna Haulah.

Dalam sambutannya, Moh. Barokna Haulah menyampaikan harapannya agar forum ini dapat menjadi wadah komunikasi dan koordinasi bagi seluruh potensi pencarian dan pertolongan, melibatkan berbagai pihak seperti Kementerian/Lembaga, TNI-Polri, badan usaha, serta instansi dan organisasi non-pemerintah.

“Dengan tema ‘Optimalisasi Peran Potensi Pencarian dan Pertolongan dalam Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan di Wilayah Kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo,’ kami berharap forum ini dapat mendorong kolaborasi dalam melayani masyarakat, baik dalam upaya pencegahan dan mitigasi SAR maupun operasi pada tahap tanggap darurat,” ujar Barokna.

Sebanyak 61 peserta dari berbagai instansi, organisasi, dan komunitas yang berkaitan dengan SAR ikut serta dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Materi disampaikan oleh perwakilan dari Korem 133 NW, BMKG, BPBD, dan Basarnas, dengan tujuan menyatukan persepsi dalam pelaksanaan operasi SAR di Provinsi Gorontalo.

Acara ini tidak hanya memperkuat koordinasi antar lembaga, tetapi juga memperkaya pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi situasi darurat. “Banyak hal yang bisa kita lakukan bersama melalui forum koordinasi ini untuk melayani masyarakat di bidang SAR dan penanggulangan bencana,” tambah Barokna.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kerja sama antara berbagai pihak, sehingga operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Gorontalo dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Continue Reading

News

Kisruh Biaya Kuliah

Published

on

Penulis : Rierind Koniyo

barakati.id – Kisruh biaya kuliah di Indonesia mencerminkan krisis yang mendalam dalam sistem pendidikan tinggi. Pendidikan seharusnya menjadi sarana untuk memanusiakan manusia, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan kepribadian. Setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Namun, data dari Dataindonesia.id dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Dari sekitar 10,2 juta siswa yang lulus pada tahun 2023, hanya 7,8 juta yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Kesenjangan ini disebabkan oleh mahalnya biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya. Bagi sebagian mahasiswa yang beruntung, biaya kuliah dapat ditanggung oleh orang tua atau melalui beasiswa KIP. Namun, ada banyak mahasiswa yang harus berjuang sendiri, mengatasi berbagai kesulitan keuangan demi meraih pendidikan yang lebih tinggi. Mereka bekerja sambilan, mengikat perut agar hemat, dan berusaha sekuat tenaga untuk tetap bisa kuliah.

Pemerintah sering kali dianggap gagal memahami urgensi mahalnya biaya kuliah. Sebuah pandangan yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi adalah kebutuhan tersier menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi sebagai kunci peradaban yang maju. Pendidikan tinggi bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang membentuk masyarakat yang lebih cerdas, inovatif, dan kompetitif di tingkat global.

Banyak warga negara yang ingin maju, menggantungkan mimpi dan cita-citanya pada pendidikan tinggi. Mereka rela berkorban demi masa depan yang lebih baik, meskipun harus menjalani kehidupan yang keras dan penuh perjuangan. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi kembali kebijakan yang ada, memastikan bahwa bantuan pendidikan dan beasiswa mencapai sasaran yang tepat. Harus ada mekanisme yang adil dan transparan untuk mendukung mereka yang benar-benar membutuhkan, agar semua warga negara, terutama yang miskin, memiliki harapan untuk memperbaiki kualitas hidup melalui pendidikan.

Pendidikan tinggi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa. Dengan memberikan akses yang lebih luas dan terjangkau, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, berpengetahuan, dan mampu bersaing di tingkat internasional. Pemerintah harus berkomitmen untuk tidak hanya meningkatkan jumlah penerima beasiswa tetapi juga memastikan bahwa biaya pendidikan tidak menjadi penghalang bagi mereka yang memiliki semangat dan kemampuan untuk belajar. Dengan demikian, harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi semua lapisan masyarakat dapat terwujud.

Continue Reading

Gorontalo

Hanya Kaka RG yang Bisa Gebuk Elnino

Published

on

GORONTALO – Juru bicara GERINDRA Gorontalo, Wahidin Ishak tampak ciut ketika mendengar bahwa Rahmat Gobel akan turun sebagai cagub Gorontalo.

“Saya pastikan bahwa pak Rahmat Gobel tidak akan maju jadi cagub Gorontalo. Sehingga ketua Elnino menjadi tidak mendapatkan tandingan yang sekelas. Ketika RG tidak maju sebagai cagub Gorontalo maka ketua Elnino akan melaju sendiri tanpa tandingan yang berarti,” tutur Wahidin sambil membusungkan dada.

Dari hasil Pemilu 2024, yang bisa bisa mengalahkan Elnino hanya suara dari Rahmat Gobel. “RG kan takkan maju nih. Terus, hanya dia yang bisa gebuk Elnino. Tidak ada orang lain. Karena RG tidak maju, maka pasti ketua Elnino jadi Gubernur Gorontalo. Kan begitu hitungan rasionalnya,” tutup Wahidin.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler