Connect with us

Gorontalo

Polisi Amankan 4 Pelaku Pembunuhan Brian Husain di Pohuwato

Published

on

POHUWATO – Kepolisian Resort Pohuwato berhasil mengamankan empat pelaku pembunuhan Brian Husain (24) yang terjadi pada 11 Juli di Desa Buntulia, Kecamatan Duhiadaa, tepatnya di depan SPBU Marisa. Keempat tersangka masing-masing berinisial SM (31), AO (36), WM (30), dan TP (31). Berdasarkan keterangan kepolisian, SM berperan sebagai pelaku penikaman, sementara tiga tersangka lainnya melakukan pemukulan terhadap korban.

Kronologi Kejadian

Kapolres Pohuwato, Winarno, menjelaskan kronologi kejadian dalam konferensi pers yang diadakan Selasa (16/07/2024). Pada sekitar pukul 05:00 WITA, SM dan TP dalam keadaan mabuk mendatangi Hotel Tanjung dan membuka pintu kamar korban. Meski korban dan pelaku tidak saling mengenal, korban menegur pelaku dengan berkata, “jangan sembarangan membuka pintu kamar.”

Insiden dan Motif Pembunuhan

Teguran dari korban memicu keributan antara korban dan tersangka. Selama keributan, SM terkena luka goresan benda tajam di bagian belakang. Setelah terkena goresan, SM pulang ke rumahnya untuk mengambil pisau dengan tujuan balas dendam. Namun, pisau tersebut dirampas oleh orang tua SM. SM kemudian pergi ke rumah AO untuk meminjam pisau.

Setelah mendapatkan pisau, SM kembali ke hotel untuk membalas dendam kepada korban. Tidak berselang lama, AO dan WM menyusul ke Hotel Tanjung. Keempat tersangka kemudian masuk ke kamar korban sehingga terjadi keributan lebih lanjut.

Kejadian Tragis di Depan SPBU Marisa

Dalam keributan tersebut, korban dipukul oleh AO, TP, dan WM. Korban kemudian berlari keluar hotel dan dikejar oleh para tersangka. Korban akhirnya terjatuh dan dipukul lagi oleh AO. SM kemudian menusuk korban sekali di bagian belakang, menyebabkan korban mengeluarkan darah cukup banyak dan akhirnya meninggal dunia.

Tindakan Hukum

Kapolres Winarno menyatakan bahwa akibat perbuatan mereka, para tersangka dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

“Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap tindak kekerasan dan kejahatan berat di wilayah kami,” ungkap Kapolres Winarno. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Penutup

Kepolisian Resort Pohuwato berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku kejahatan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pohuwato.

Gorontalo

Tanda Tanya Besar: Kematian Mahmud Lihawa di Lokasi PETI Masih Gelap

Published

on

Pohuwato – Kematian seorang pemuda asal Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, Mahmud Lihawa (18), di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Teratai, Kabupaten Pohuwato, pada Kamis (05/03/2026), kini diselimuti berbagai tanda tanya.

Menurut keterangan saksi mata, Daeng Fira, peristiwa tragis itu terjadi di sebuah lokasi bekas buangan tambang yang telah lama tidak digunakan.

“Lokasi itu bekas buangan tambang yang sudah lama ditinggalkan. Di situ korban bersama beberapa rekannya melakukan aktivitas kabilasa di area tersebut,” jelas Daeng Fira saat ditemui awak media.

Ia menuturkan, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 12.00 WITA, dan korban dievakuasi tidak lama kemudian sekitar pukul 12.30 WITA.

“Waktu kejadian kira-kira jam dua belas siang, kemudian korban dievakuasi sekitar setengah dua,” tambahnya.

Saat proses evakuasi berlangsung, kata Daeng Fira, terdapat tiga orang di lokasi, yakni dirinya bersama Weli dan Memi. Kedua rekannya itu kini telah diamankan aparat kepolisian untuk dimintai keterangan, sementara Daeng Fira masih berstatus sebagai saksi.

Namun, kematian pemuda Bumbulan tersebut menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga setelah melihat kondisi fisik korban. Salah satu anggota keluarga mengungkapkan, tubuh Mahmud didapati memiliki sejumlah tanda mencurigakan.

“Di bagian leher korban tampak seperti ada bekas jeratan, dan di punggungnya terlihat bekas benturan,” ujarnya.

Selain itu, keluarga juga menemukan luka lebam dan lecet di wajah, perut, dan kaki korban, sehingga semakin memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam peristiwa ini.

Pihak keluarga pun turut mempertanyakan prosedur penanganan jenazah setelah ditemukan meninggal dunia di lokasi tambang.

“Seharusnya jenazah dibawa terlebih dahulu ke rumah sakit atau dilaporkan ke pihak berwajib. Tapi kenyataannya, jenazah langsung diantar ke rumah duka di Desa Bumbulan tanpa pemeriksaan lebih dulu,” ungkap salah satu kerabat korban.

Merasa ada hal yang tidak wajar, kakek korban, Mohamad Napu (65), akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Pohuwato untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Keluarga berharap, aparat kepolisian dapat mengungkap penyebab kematian Mahmud Lihawa secara terang-benderang.

Selain menunggu hasil investigasi, publik juga mempertanyakan status kepemilikan lokasi kejadian yang disebut-sebut sebagai area bekas tambang ilegal. Hingga kini belum ada kejelasan siapa pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas di kawasan tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh awak media, jenazah Mahmud Lihawa saat ini tengah menjalani proses autopsi di RSUD Bumi Panua Pohuwato guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Hasil autopsi tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan dan menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus melakukan penelusuran serta mengonfirmasi sejumlah pihak terkait guna memastikan fakta sebenarnya di balik kematian pemuda asal Bumbulan tersebut. Publik kini menunggu langkah tegas aparat untuk menyingkap misteri kematian di kawasan PETI Teratai.

Continue Reading

Gorontalo

HUT ke-54 Basarnas: DWP SAR Gorontalo Rayakan dengan Aksi Sosial

Published

on

Gorontalo – Menyambut bulan suci Ramadan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor SAR Gorontalo menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Kantor SAR Gorontalo pada Senin (02/03/2026) sore, menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Melalui kegiatan ini, DWP Kantor SAR Gorontalo bersama seluruh jajaran ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur di bulan penuh berkah.

Sejumlah anggota DWP bersama pegawai Kantor SAR tampak antusias membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa ketika masyarakat menyambut pembagian takjil tersebut dengan senyum dan ucapan terima kasih, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka semakin dekat.

Ketua DWP Kantor SAR Gorontalo menyampaikan bahwa momentum Ramadan sekaligus peringatan HUT Basarnas ke-54 menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat berbagi kepada sesama.

Selain sebagai bentuk perayaan hari jadi Basarnas, kegiatan ini juga menegaskan komitmen keluarga besar Kantor SAR Gorontalo untuk senantiasa hadir memberi manfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam tugas pencarian dan pertolongan, tetapi juga melalui kegiatan sosial kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Kegiatan pembagian takjil berlangsung tertib serta tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, diharapkan hubungan antara Basarnas dan masyarakat Gorontalo semakin erat dan penuh keakraban.

Continue Reading

Gorontalo

Waspadai Lonjakan Pemudik, Basarnas Gorontalo Gelar Siaga SAR Khusus

Published

on

Gorontalo – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo menyiapkan Siaga SAR Khusus guna mengantisipasi potensi kondisi darurat selama periode mudik dan arus balik.

Kepala Kantor SAR Gorontalo, Heriyanto, S.Adm, menyampaikan kesiapan tersebut usai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-54 Basarnas yang digelar di halaman Kantor SAR Gorontalo. Ia mengatakan, momentum hari jadi Basarnas juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi untuk memperkuat komitmen pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya menjelang periode pergerakan besar masyarakat saat Lebaran.

Heriyanto menjelaskan bahwa Siaga SAR Khusus merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar untuk mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama mudik. Mengingat tingginya mobilitas warga pada momen Hari Raya, Basarnas perlu melakukan langkah antisipatif yang terukur dan terencana.

“Setiap tahun kami melaksanakan Siaga SAR Khusus untuk menyambut dan menyukseskan mudik Lebaran. Tahun ini, seluruh personel telah dipersiapkan dan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis sesuai rencana yang telah disusun,” ujar Heriyanto.

Penempatan personel fokus pada lokasi-lokasi vital yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat, seperti pelabuhan sebagai jalur transportasi laut, bandara sebagai simpul transportasi udara, serta ruas Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

Menurutnya, jalur darat Trans Sulawesi menjadi perhatian utama karena merupakan akses padat yang dilalui oleh kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun kendaraan logistik selama musim mudik. Kondisi geografis dan potensi cuaca ekstrem turut menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi penanganan darurat.

Selain menempatkan personel di titik strategis, Basarnas Gorontalo juga memastikan kesiapan peralatan SAR, termasuk kendaraan operasional, perahu karet, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya. Seluruh tim disiagakan untuk merespons cepat bila terjadi kecelakaan transportasi, kondisi darurat medis, hingga insiden lain yang memerlukan tindakan pencarian dan pertolongan.

Dalam pelaksanaannya, Basarnas Gorontalo akan bersinergi dengan sejumlah instansi, antara lain TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta pihak terkait lainnya demi membentuk sistem pengamanan terpadu. Koordinasi lintas sektor ini dinilai penting untuk mempercepat proses penanganan bila terjadi kejadian darurat di lapangan.

Heriyanto berharap, pelaksanaan Siaga SAR Khusus Mudik Lebaran 2026 dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalani perjalanan pulang kampung. Ia juga mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan, memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, serta mematuhi aturan lalu lintas.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami siap siaga, tetapi masyarakat juga perlu berhati-hati selama perjalanan,” tegasnya.

Melalui Siaga SAR Khusus Mudik Lebaran 2026, Basarnas Gorontalo kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam operasi pencarian dan pertolongan, sekaligus memastikan suasana Hari Raya Idulfitri dapat dirayakan dengan aman, lancar, dan penuh kebahagiaan tanpa gangguan keselamatan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler