Connect with us

Advertorial

Rektor EW : Terima Kasih Sudah Membantu Anak-anak Saya Saat Tragedi di Lokasi KKN Terjadi

Published

on

Rektor Prof. Eduart dan Civitas Akademika UNG saat berziarah ke makam Regina Malaka, Mahasiswa UNG yang Meninggal Dunia Saat Melaksanakan KKN MBKM di Kecamatan Bulawa, Bone Bolango.

UNG – Tragedi yang menelan 3 korban mahasiswi Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Gorontalo selasa (15/04/2025) menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh civitas akademika UNG.
Ketiga mahasiswa yang meninggal dunia pada saat melaksanakan tugas penelitian dan pengabdian masing-masing Regina Malaka, Alfateha Ahmad dan Sri Magfira M.

Ketiganya merupakan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.
Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T, usai bertakziah ke rumah duka Regina Malaka di Marisa Kabupaten Pohuwato menyampaikan duka yang mendalam, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan menolong semua mahasiswa baik yang meninggal dunia maupun korban selamat.

“Atas nama Rektor dan seluruh sivitas akademika UNG, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu anak anak saya saat tragedi terjadi, bantuan ini sangat berarti bagi kami” Ujar Eduart Wolok.

Eduart juga mengatakan, Proses evakuasi saat musibah itu terjadi sangat sulit dilakukan, bahkan berpotensi membahayakan petugas dan masyarakat yang ikut membantu menolong anak anak saya. “Cuaca buruk saat kejadian memang sempat menyulitkan proses evakuasi korban selamat maupun jenazah anak-anak saya yang meninggal dunia saat kejadian, namun semua bekerja sama dengan Ikhlas dan tulus, saya berharap bantuan semua pihak mendapat balasan dari ALLAH SWT, tutup Eduart.

Rektor juga menekankan pentingnya menjadikan insiden ini sebagai peringatan agar keselamatan mahasiswa di lapangan dapat lebih diperhatikan.

“Kita harus melihat bahwa kejadian ini, meskipun merupakan musibah, tetap harus menjadi peringatan bagi kita semua. Ini menjadi pengingat penting bagi kami di UNG untuk meningkatkan aspek keamanan, terutama bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan lapangan,” pungkas Eduart Wolok.

Advertorial

Tingkatkan Kinerja Pelayanan! Wali Kota Adhan Tekankan Disiplin ASN Pemkot Gorontalo

Published

on

Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memimpin langsung pelaksanaan apel pagi awal pekan yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Agenda rutin tersebut berlangsung di Lapangan Taruna Remaja pada Senin (7/9/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota Adhan secara khusus menyoroti dinamika kedisiplinan para pegawai di lingkungan Pemkot Gorontalo. Ia menilai, secara umum tingkat kedisiplinan aparatur mulai menunjukkan tren perbaikan positif, meskipun masih ditemukan sejumlah pelanggaran skala kecil yang tetap membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Menurutnya, kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membangun kinerja tata kelola pemerintahan yang solid dan akuntabel. Oleh karena itu, program pembinaan terhadap ASN akan terus digalakkan agar setiap pegawai memahami secara mendalam fungsi, tanggung jawab, serta kewajibannya sebagai pelayan masyarakat.

Selain penegakan disiplin aparatur, Adhan menyampaikan bahwa Pemkot Gorontalo saat ini tengah melakukan penataan dan pembenahan struktur organisasi. Salah satu fokus utamanya adalah proses pengisian sejumlah posisi jabatan yang masih kosong pada beberapa Perangkat Daerah (PD).

Langkah pengisian jabatan tersebut ditargetkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas-tugas roda pemerintahan sekaligus mendongkrak kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.

Wali Kota Adhan berharap seluruh ASN dapat terus meningkatkan komitmen disiplin, rasa tanggung jawab, serta kualitas kerja harian. Dengan demikian, kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat Kota Gorontalo dapat berjalan semakin optimal dan berdampak nyata.

Continue Reading

Advertorial

Siap Harumkan Daerah! 27 Mahasiswa UNG Berlaga di Peksiminas XVIII 2026

Published

on

UNG – Sebanyak 27 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersiap menunjukkan kemampuan terbaik mereka pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026. Dalam helatan seni bergengsi tingkat nasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari perguruan tinggi se-Indonesia tersebut, kontingen UNG akan tampil berlaga di Universitas Jember, Jawa Timur.

Keikutsertaan ini menjadi momentum krusial bagi para mahasiswa UNG untuk mewakili nama Provinsi Gorontalo, sekaligus membuktikan kualitas serta daya cipta kreativitas generasi muda daerah di panggung nasional.

Kontingen UNG dijadwalkan bertanding pada 19 tangkai lomba dari beragam cabang seni. Bidang-bidang yang diikuti meliputi vokalia pop (putra dan putri), fotografi, tari, penulisan cerpen, baca puisi (putra dan putri), penulisan lakon, keroncong (putra dan putri), seriosa (putra dan putri), dangdut (putra dan putri), komik strip, desain poster, penulisan puisi, monolog, hingga seni lukis.

Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan para mahasiswa yang terpilih menjadi bagian dari Kontingen Provinsi Gorontalo tersebut.

Menurut Prof. Eduart, partisipasi dalam Peksiminas bukan sekadar ajang unjuk kebolehan berkompetisi, melainkan ruang berharga untuk mengasah potensi, mengekspresikan kreativitas, dan mencetak prestasi setinggi-tingginya.

“Keikutsertaan mahasiswa UNG dalam ajang nasional ini merupakan kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengukir prestasi. Kami tentu memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada seluruh mahasiswa yang telah terpilih,” ujar Prof. Eduart.

Ia berharap seluruh duta seni UNG dapat tampil penuh percaya diri dan konsisten memberikan performa maksimal sepanjang kompetisi. Lebih dari itu, para mahasiswa diharapkan mampu membawa pulang deretan piala yang membanggakan Provinsi Gorontalo dan harum di kancah nasional.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menjelaskan bahwa keikutsertaan kontingen telah dimatangkan melalui rangkaian pembinaan terstruktur dan bertahap.

Proses persiapan diawali dari tahap seleksi berjenjang mulai tingkat fakultas hingga universitas. Mahasiswa yang lolos seleksi kemudian menjalani program pembinaan intensif melalui karantina dengan pendampingan langsung dari dosen-dosen pakar di bidang seni, tari, maupun musik.

“Persiapan komprehensif ini dilakukan untuk mengasah kemampuan teknis dan kreativitas, sekaligus membangun ketahanan mental mahasiswa agar mampu tampil optimal saat berhadapan dengan lawan di tingkat nasional,” jelas Prof. Amir Arham.

Ia menambahkan, pembinaan ketat ini menjadi kunci untuk memastikan kontingen tidak hanya menguasai materi lomba, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi dalam bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Dengan seluruh persiapan matang yang telah dilalui, pihak rektorat optimistis kontingen UNG mampu menyuguhkan penampilan terbaik dan memboyong hasil manis dari 19 tangkai lomba yang diikuti.

Continue Reading

Advertorial

Bantu Lansia Rentan, Kota Gorontalo Bakal Hadirkan Sistem Layanan Terpadu Berbasis Digital

Published

on

Kota Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) tengah menyiapkan program AIR Lansia (Akses, Integrasi, Respons, dan Layanan Lanjut Usia). Inovasi ini digulirkan guna membangun sistem perlindungan dan pelayanan warga lanjut usia (lansia) yang lebih terintegrasi, cepat, dan bermartabat.

Kepala Dinsos PM Kota Gorontalo, Eladona Oktamina Sidiki, menjelaskan bahwa program ini difokuskan untuk memastikan lansia, khususnya kelompok rentan, mendapatkan intervensi pelayanan yang presisi sesuai kebutuhan mendasar mereka.

Menurut Eladona, kendala utama yang kerap ditemui saat ini adalah data lansia yang masih tersebar di berbagai sektor dan belum terintegrasi secara terpusat. Kondisi tersebut menghambat efektivitas percepatan penanganan di lapangan.

“Ke depan akan ada satu data terintegrasi secara digital terkait lansia rentan. Kemudian dibentuk SOP layanan terintegrasi serta respons layanan rujukan yang terukur,” ujar Eladona, Jumat (4/9/2026).

Ia menambahkan, AIR Lansia tidak hanya berfokus pada pemutakhiran data, tetapi juga membangun skema respons cepat saat ditemukan lansia yang membutuhkan pertolongan mendesak. Selama ini, pelayanan terkesan reaktif karena baru berjalan setelah timbul laporan atau kasusnya mencuat ke publik.

“Saat ini penanganan masih reaktif, belum responsif. Dengan adanya SOP, ke depan sudah jelas siapa yang harus merespons dan OPD mana yang memegang tanggung jawab,” terangnya.

Lewat sistem terpadu ini, alur penanganan dapat disesuaikan dengan jenis permasalahan. Lansia yang membutuhkan perawatan medis akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit, sedangkan yang mengalami masalah sosial akan ditangani lewat instansi sosial terkait.

Guna memperkuat fasilitas pendukung, Dinsos PM tengah bertransformasi mengubah fungsi rumah singgah menjadi UPTD Rumah Perlindungan Sosial. Proses legalisasinya melalui Peraturan Wali Kota (Perwako) saat ini sedang berjalan dan menunggu rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Di rumah singgah, durasi pelayanan sangat terbatas. Sementara di rumah perlindungan, penanganan bisa dilakukan dalam jangka panjang sampai persoalannya benar-benar tuntas secara terhormat dan bermartabat,” kata Eladona.

Ia menegaskan, penanganan lansia terlantar atau sebatang kara merupakan kewajiban konstitusional pemerintah sesuai amanat UUD 1945 dan regulasi Kementerian Sosial. AIR Lansia sendiri tidak ditujukan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah provinsi, melainkan mengisi celah keterbatasan kapasitas panti provinsi agar penanganan di tingkat kota bisa melaju lebih cepat.

Program AIR Lansia ini merupakan proyek perubahan yang digagas Eladona Sidiki dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di BPSDMD Sulawesi Utara. Selain penguatan sistem, proyek ini menargetkan penerbitan dua Perwako, yakni tentang UPTD Rumah Perlindungan Sosial dan Layanan Kesejahteraan Sosial.

Nantinya, penanganan lansia tidak lagi terkotak-kotak secara sektoral, melainkan membentuk jejaring respons terpadu yang melibatkan pemerintah kelurahan, kecamatan, puskesmas, rumah sakit rujukan, hingga Rumah Perlindungan Sosial. Progres penanganan setiap kasus juga dapat dipantau berkala melalui dashboard satu data digital.

Melalui sistem ini, lansia kategori risiko berat akan mendapat penanganan medis intensif, risiko sedang dipantau sepekan sekali, dan risiko ringan disesuaikan kebutuhan. Khusus bagi lansia rentan yang sudah tidak sanggup beraktivitas fisik, petugas akan menerjunkan layanan jemput bola langsung ke kediaman mereka.

Langkah ini memperkuat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial di Kota Gorontalo yang selama ini telah mengalokasikan program bantuan permakanan. Kebijakan ini sekaligus wujud komitmen dan kepedulian Wali Kota Adhan Dambea serta Wakil Wali Kota Indra Gobel dalam mengayomi warga lansia dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian penuh.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler