Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Resmi Kades Apitalawu Jabat Ketua ADP Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara

Published

on

Kepala Desa Apitalawu Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo Ismail Hadjarati terpilih sebagai Ketua Asosiasi Desa Pesisir Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara || Foto istimewa

UNG – Kepala Desa Apitalawu Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo Ismail Hadjarati terpilih sebagai Ketua Asosiasi Desa Pesisir Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara setelah perwakilan kepala-kepala desa yang tergabung dalam asosiasi tersebut menandatangani dan membacakan Deklarasi Desa Pesisir Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara, (7/2/2022), di Ruang Rapat Senat Universitas Negeri Gorontalo.

Ismail mengatakan bahwa langkah awal yang akan dia lakukan bersama dengan Asosiasi Desa Pesisir adalah menyatukan pikiran atau gagasan semua desa yang ada di pesisir Teluk Tomini dan Maluku Utara agar bisa bangkit bersama dengan potensi yang ada di desa masing-masing.

“Selama ini, kita terlalu terlena dengan apa yang diberikan oleh pemerintah, sementara tidak sempat memikirkan potensi yang ada di desa masing-masing. Ternyata desa kita memiliki potensi, khususnya potensi di bidang perikanan dan kelautan,” ungkapnya.

Ismail berharap agar desa-desa pesisir mendapatkan dukungan dari pemerintah khususnya kementerian yang menangani bidang perikanan dan kelautan agar potensi yang ada di desa-desa pesisir lebih bisa dimaksimalkan lagi.

“Kami mengapresiasi peran Universitas Negeri Gorontalo yang sudah menginisiasi terbentuknya Asosiasi Desa Pesisir. Hal ini adalah kolaborasi yang sangat tepat untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus kedepan,” pungkasnya.

Advertorial

Gandeng Kampus Top Yogyakarta: 38 Mahasiswa UNG Siap Berkolaborasi Jajaki KKN Bersama UGM

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat hilirisasi ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat melalui kemitraan strategis lintas institusi raksasa. Komitmen ini diwujudkan lewat pelepasan 38 mahasiswa terpilih untuk berkompetisi dan mengabdi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif UNG–Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026.

Mengusung tema besar “Mewujudkan Desa Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal,” program prestisius ini diproyeksikan menjadi inkubator bagi mahasiswa kedua universitas untuk menelurkan solusi nyata atas problematika pedesaan melalui instrumen inovasi, sains, dan teknologi tepat guna.

Seremoni pelepasan sekaligus agenda coaching (pembekalan) intensif ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. Melalui fase pembekalan ini, para peserta dipersenjatai dengan pemetaan kompetensi taktis sebelum terjun membedah potensi sosiologis di lokasi pengabdian.

Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., merinci bahwa puluhan mahasiswa ini akan disebar secara merata di lima desa yang berada dalam lokus tiga kecamatan di dua kabupaten Provinsi Gorontalo. Sinergi antarkampus ini dibidik untuk memicu lompatan ekonomi kreatif dan tata kelola desa berbasis keunggulan komparatif wilayah masing-masing.

“Mahasiswa tidak boleh memosisikan diri sekadar sebagai pelaksana program formalitas akademik. Mereka dikirim sebagai agent of change (agen perubahan) yang wajib menstimulus inovasi serta menghadirkan resolusi konkret atas hambatan pembangunan yang dihadapi warga desa,” tegas Rosbin Pakaya.

Ia menambahkan, cetak biru KKN kolaboratif ini telah dirancang secara terintegrasi. Fokus gerakan mahasiswa mencakup empat pilar utama, yakni akselerasi ekonomi domestik, transformasi digital birokrasi desa, pemberdayaan pemuda dan perempuan, hingga tata kelola lingkungan yang ramah iklim dan berkelanjutan.

Selaras dengan hal itu, Wakil Rektor Prof. Abdul Hafidz Olii menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium sosial paling sahih bagi mahasiswa. Melalui benturan dinamika di lapangan, kepekaan sosial, kapasitas kepemimpinan, komunikasi publik, serta kemampuan problem-solving mahasiswa akan diuji secara natural.

“Ruang kelas memiliki batasan, namun lapangan pengabdian menyuguhkan realitas tanpa batas. Mahasiswa wajib membangun kemitraan setara dengan jajaran pemerintah desa dan tokoh masyarakat demi merancang program kerja yang menghasilkan impact jangka panjang, bukan sekadar program instan,” papar Hafidz.

Menutup arahannya, Prof. Hafidz menggarisbawahi urgensi fase coaching pra-keberangkatan. Pembekalan materi—mulai dari metodologi pemetaan aset desa, strategi pemberdayaan inklusif, manajemen smart village, hingga mitigasi konflik lingkungan—menjadi jaminan bahwa delegasi UNG dan UGM siap menghadapi medan pengabdian dengan status matang dan terukur.

Continue Reading

Advertorial

Targetkan Cetak Ratusan Doktor: Rektor Eduart Wolok Pacu Dosen Muda UNG Segera Studi Lanjut

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memacu peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) akademiknya. Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret lewat penyelenggaraan Sosialisasi Penguatan Akses Studi Lanjut bagi Dosen Muda yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat UNG, Kamis (18/06/2026).

Agenda strategis yang diikuti oleh puluhan dosen muda dari berbagai fakultas ini dibuka langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si. Demi mematangkan kesiapan para dosen, UNG menghadirkan ekonom sekaligus akademisi terkemuka, Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, M.S., sebagai narasumber utama untuk membedah strategi taktis menembus beasiswa doktoral (S3).

Dalam arahannya, Rektor UNG Prof. Eduart Wolok menegaskan bahwa akselerasi studi lanjut bagi tenaga pendidik bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan investasi jangka panjang universitas. Peningkatan kualifikasi doktor dinilai berbanding lurus dengan lonjakan mutu pendidikan, produktivitas riset, serta mempertajam taji kampus dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.

“Penguatan kapasitas dosen melalui pendidikan lanjutan adalah pilar utama dalam membangun UNG yang unggul dan berdaya saing global. Dosen dengan kompetensi akademik tinggi akan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak kualitas pembelajaran, kedalaman penelitian, dan hilirisasi pengabdian masyarakat,” ujar Eduart.

Melalui forum ini, para dosen muda distimulus untuk merancang peta jalan (roadmap) studi mereka secara matang. Langkah itu dimulai dari penentuan spesifikasi bidang keilmuan, penyiapan proposal riset yang linier dan relevan, hingga pembentukan jejaring akademik global demi menopang karier fungsional ke depan.

Senada dengan hal itu, Prof. Noer Azam Achsani dalam pemaparannya membagikan resep sukses menempuh studi lanjut di tengah kesibukan mengajar. Ia menggarisbawahi bahwa kesuksesan seorang akademisi tidak hanya ditunjang oleh melimpahnya peluang beasiswa, melainkan oleh faktor komitmen, konsistensi, dan ketahanan mental peneliti.

“Dosen harus memiliki visi keilmuan yang rigid dan fokus pada pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Mulailah membangun komunikasi yang intens dengan calon promotor, tingkatkan keterlibatan dalam forum ilmiah, dan perluas jejaring (networking) dengan institusi mitra,” papar Prof. Noer Azam.

Mantan Dekan Sekolah Bisnis IPB ini juga mengingatkan bahwa publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi merupakan indikator sahih pengakuan akademik, baik di level nasional maupun internasional. Oleh karena itu, ia mendorong dosen muda UNG untuk aktif menginisiasi kolaborasi riset lintas instansi dan menjalani setiap proses akademik dengan penuh kesabaran serta disiplin tinggi.

Continue Reading

Advertorial

Satu-satunya Utusan Kampus: Dosen FKTP UNG Dr. Arfiani Tembus Forum Akuakultur Dunia di Tiongkok

Published

on

UNG – Kiprah akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di panggung internasional kembali menorehkan prestasi gemilang. Dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG, Dr. Arfiani Rizki Paramata, resmi terpilih sebagai delegasi dunia dalam program prestisius 2026 Shanghai Summer School on Sustainable Aquaculture yang diselenggarakan oleh Shanghai Ocean University, Republik Rakyat Tiongkok.

Agenda yang dihelat sepanjang bulan Juni hingga awal Juli 2026 ini mengumpulkan barisan akademisi, pakar, dan peneliti muda lintas benua untuk membedah isu-isu strategis seputar akuakultur berkelanjutan. Jejaring riset ini mempertemukan perwakilan terpilih dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Timur Tengah.

Berdasarkan rilis resmi panitia, seleksi program ini berjalan sangat ketat karena hanya menjaring 23 peserta dari 25 negara dan institusi internasional. Di antara jajaran elite peneliti dunia tersebut, Dr. Arfiani tercatat sebagai satu-satunya perwakilan dari UNG sekaligus menjadi potret delegasi Indonesia yang sukses mengamankan kursi beasiswa penuh.

Seluruh akomodasi, biaya pendidikan (tuition fee), hingga kebutuhan logistik pembelajaran Dr. Arfiani ditanggung penuh melalui skema beasiswa eksklusif yang didanai oleh Shanghai Ocean University dan Pemerintah Kota Shanghai. Selama di Tiongkok, ia akan melakoni serangkaian agenda padat, mulai dari kuliah pakar (expert lecture), seminar internasional, diskusi ilmiah, kunjungan ke industri akuakultur modern, hingga program pengenalan budaya.

Bagi Arfiani, pencapaian luar biasa ini memiliki arti personal yang mendalam. Pasalnya, ini merupakan kali kedua bagi dirinya memenangkan beasiswa riset internasional di Negeri Tirai Bambu.

“Saya sangat bersyukur tahun ini kembali diberi kepercayaan besar untuk memperdalam riset di Tiongkok. Tahun lalu saya mengikuti program yang didanai oleh Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok (MOST), dan tahun ini alhamdulillah lolos melalui dukungan Pemerintah Shanghai dan Shanghai Ocean University,” ungkap Arfiani, Kamis (18/06/2026).

Ia optimistis, akumulasi pengalaman internasional ini tidak sekadar memperkaya khazanah keilmuan perikanan secara teoretis, tetapi juga membuka keran kolaborasi riset strategis yang berdampak nyata bagi optimalisasi sektor kelautan di Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo.

Secara terpisah, Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T., melayangkan dukungan penuh atas keberhasilan dosen FKTP tersebut. Menurut Eduart, pencapaian ini merupakan manifestasi konkret dari visi internasionalisasi kampus yang terus digelorakan UNG.

“Keberhasilan Dr. Arfiani menembus forum akuakultur dunia ini menjadi bukti sahih bahwa mutu akademisi UNG memiliki daya saing komparatif yang tinggi di level global. Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen UNG dalam memperluas jejaring kolaborasi internasional demi menghadirkan inovasi sains yang berdampak langsung bagi masyarakat luas,” pungkas Prof. Eduart Wolok.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler