Connect with us

Gorontalo

Terdaftar Sebagai Penerima Beasiswa PIP Tapi Tak Pernah Terima Uangnya

Published

on

Ilustrasi penerima Beasiswa PIP ( ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

NEWS – Merasa tak menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), sejumlah orang tua siswa di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, merasa kaget saat dimintakan buku tabungan penerima beasiswa PIP tahun 2019 – 2020 oleh pihak sekolah.

Rencananya buku tabungan tersebut akan digunakan untuk memproses beasiswa PIP tahun 2021 – 2022. Salah satu orang tua siswa mengakui baru mengetahui jika anaknya tercatat sebagai penerima PIP.

“Anak saya datang ke saya, katanya ; mama, kepala sekolah minta buku tabungan rekening beasiswa PIP. Buku ini kata dia untuk digunakan memproses beasiswa PIP. Saya kaget, karena saya tidak tahu bahwa anak saya ini penerima beasiswa PIP, karena selama ini tidak ada buku tabungan yang diserahkan ke kami dari pihak sekolah,” ungkap orang tua siswa.

Sejumlah orang tua siswa penerima beasiswa PIP ini pun mempertanyakan keberadaan buku tabungan yang dimaksud kepada Kepala Sekolah terdahulu.

“Ternyata buku rekening ini ada sama mantan kepala sekolah ini. Kemudian diberikan ke kami setelah kami memintanya,” ungkap orang tua siswa.

“Kami pun kaget setelah melihat catatan yang ada di dalam rekening tabungan bahwa pada tahun 2020 lalu itu sudah ada dua kali pencairan dan, tapi selama ini uang di tabungan atas nama anak kami itu tidak ada diberikan ke kami,” katanya lagi yang kaget dan mempertanyakan kemana beasiswa yang telah dicairkan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, ada 19 siswa penerima beasiswa PIP dengan jumlah nominal beasiswa yang bervariasi, yang tidak diserahkan oleh kepala Sekolah terdahulu kepada siswa penerima beasiswa PIP.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato, Ikbar AT. Salam membenarkan bahwa 19 penerima beasiswa PIP di salah satu SD di Taluditi tidak diserahkan oleh kepala Sekolah terdahulu kepada siswa penerima.

Dinas pendidikan pun kata dia telah melakukan pemeriksaan kepada Kepala Sekolah terdahulu guna dimintai keterangan alasan tidak meneruskan beasiswa PIP kepada siswa penerima.

“Baru beberapa hari lalu kita undang yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi terkait beasiswa PIP. Ternyata yang bersangkutan membenarkan bahwa beasiswa itu tidak serahkan kepada penerima,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato, Jum’at (1/4/2022).

Lebih jauh kepala Dinas melalui Kepala Seksi Kurikulum Bidang SD Selvis G. Umar menerangkan bahwa penarikan dana PIP ada dua mekanisme. Pertama, penarikan oleh anak atau orang tua siswa. Kedua penarikan oleh pihak Sekolah dengan melampirkan kuasa dari orang tua atau siswa.

“Di tahun 2020 itu ada anggaran untuk PIP program tahun 2019 – 2020, sebagian siswa, dia ( kepala sekolah terdahulu) sudah tarik dengan menggunakan mekanisme surat kuasa orang tua, yang kita juga belum melihat keabsahan apakah benar ada pemberian surat kuasa,” kata Selvis menceritakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan.

Namun kata Selvis, sejumlah orang tua siswa mengaku tidak mengetahui adanya proses penarikan dana beasiswa dengan mekanisme surat kuasa tersebut.

Dinas pendidikan sebelumnya sudah meminta Kepala Sekolah terdahulu untuk mengumpulkan bukti penggunaan dana beasiswa PIP yang tidak diserahkan ke penerima.

“Setelah itu kita melakukan pertemuan dengan orang tua, dengan pihak sekolah, Koordinator Taluditi dan Ayahanda Kepala Desa. Dari situ terungkap bahwa dana ini dia gunakan untuk menanggulangi kebutuhan anak yang mengikuti Pramuka,” terang Selvis.

“Jadi anak – anak mengikuti Pramuka Garuda, kemudian yang sudah Lolos Pramuka ini mereka melangkapi seragam dengan atribut Garuda,” terangnya menambahkan.

Selvis pun menyampaikan saat ini Dinas Pendidikan sedang mendalami dan akan menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

Gorontalo

Seorang Lansia Warga Upomela Dikabarkan Hilang Terseret Arus Sungai

Published

on

GORONTALO – Seorang Lansia, Abdullah Pakaya warga Desa Upomela, Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo dikabarkan hilang terseret arus sungai Upomela, dirinya diketahui menyebrangi sungai dan akan memberi makan ke kucing peliharaannya pada Rabu (10/8/2022).

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Hendry Pattiruhu menjelaskan bagian komunikasi SAR Gorontalo mendapat laporan dari masyarakat ada kejadian membahayakan manusia, laporan tersebut diterima pukul 22.18 WITA.

“Kami kantor SAR Gorontalo menerima laporan dari masyarakat, mereka meminta bantuan SAR untuk melakukan pencarian terhadap korban hilang,” Hendry Pattiruhu.

Hendry melanjutkan kronologis hilangnya Abdullah, bermula ketika korban akan menyebrangi bantaran sungai Upomela. Korban berangkat menuju sungai pukul 16.30 WITA dan biasanya pulang ke rumah Sekitar Pukul 18.00 WITA. Namun hingga menjelang waktu Maghrib korban tak kunjung kembali.

Hingga saat ini Tim SAR gabungan terdiri dari TNI-Polri, IEA, dan masyarakat setempat masih melakukan pencarian terhadap korban dan dikarenakan posisi sudah larut malam, pencarian di hentikan sementara dan akan di lanjutkan besok pagi Kamis, (11/8/2022).

Continue Reading

Gorontalo

PMI Apresiasi Langkah Tegas Kapolri Mutasi 25 Personil Polri

Published

on

Wakil ketua umum Partai Mahasiswa Indonesia Aldy Ibura

GORONTALO – Kasus penembakan sesama anggota Polisi Brigadir J, dan Brada E, akhir-akhir ini menyita perhatian publik, terutama pengguna sosial media. Di Instagram sendiri ada kurang lebih 5,4 ribu tagar #brigadirj dan ribuan komentar membicarakan dan bertanya-tanya seputar kasus ini. Bahkan sempat trending beberapa kali di Twitter, semua bertanya-tanya seputar kebenaran dan kepastian dari kasus ini.

Wakil ketua umum Partai Mahasiswa Indonesia Aldy Ibura mengatakan, jika kita menyoroti perkembangan keseriusan penanganan kasus ini, maka bisa dilihat dari beberapa anggota Polri yang diperiksa dan mendapatkan sanksi dicopot serta dimutasi dari jabatannya.

“Hal ini membuktikan bahwasanya sedari awal institusi Polri dan Kapolri sendiri tidak tersandera oleh kepentingan manapun. Dan kami yakin kasus ini bisa kemudian di ungkap secara transparan,” Kata Aldy.

Kepada Kapolri, Kami berharap kasus ini segera diselesaikan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku serta dapat dilakukan penegakan hukum dengan seadil-adilnya tanpa memandang pangkat dan jabatan terhadap siapa saja yang terlibat.

“Sehingga citra Polri sebagai aparat penegak hukum tetap terjaga di hadapan masyarakat Indonesia,” Sambung Aldy.

“Pada intinya harapan publik adalah bagaimana Tim Khusus Polri bisa menuntaskan pekerjaannya dan menegakkan supremasi hukum yang seadil-adilnya bagi korban dan seluruh pihak yang terlibat,..”

“Terakhir kami meminta kepada masyarakat untuk menunggu hasil penanganan kasus ini dan mendukung segala upaya penegakan hukum yang sedang di jalankan,” Tutup Aldy.

Continue Reading

Gorontalo

Ketua OKK DPD II Tanggapi Polemik Hasil Muscam KNPI Dungaliyo

Published

on

Arief Habibie Ketua OKK DPD II Kabupaten Gorontalo || Foto istimewa

GORONTALO – Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gorontalo menyikapi polemik hasil Musyawarah Kecamatan DPK Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Dungaliyo. Selasa (26/7/2022).

Arif Habibie mengatakan pihak DPD II KNPI Kabupaten Gorontalo melihat, bahwa hasil muscam KNPI Kecamatan Dungaliyo sudah sesuai ketentuan dan prosedur.

“Kami hadir bersama ketua DPD II KNPI Kabupaten Gorontalo dalam pelaksanaan Muscam tersebut berdasarkan undangan yang diberikan oleh panitia, dan kami melihat dengan hadirnya pemerintah Kecamatan Dungaliyo dan beberapa aparat desa yang ada tentu hal ini sudah dikoordinasikan terlebih dahulu,” Ungkap Arif.

Arif menambahkan konflik yang terjadi di Kecamatan Dungaliyo itu adalah hal biasa dan itu hanyalah dinamika organisasi. Ia juga sangat mengapresiasi, karena ternyata ada pihak-pihak terkait yang penduli terhadap kepemudaan apalagi mengenai musyawarah KNPI khususnya di Kecamatan Dungaliyo.

“Sehingga hal ini tidak perlu dilakukan peninjauan kembali dan kami menunggu hasil Muscam tersebut segera dilakukan pengajuan administrasi sebagai proses untuk pemenuhan Surat Keputusan (SK) dari DPD II KNPI Kabupaten Gorontalo,” Pungkasnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler