Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Tim IT kembangkan Aplikasi Vidcon “UNG Berdarma”, Solusi Bekerja Dari Rumah

Published

on

Rektor Universitas Negeri Gorontalo Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT.

UNG – Tim IT Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah mengembangkan sebuah aplikasi video conference (Vidcon) yang diberi nama “UNG Berdarma” (UNG Bekerja dari Rumah, red).

Aplikasi ini dikembangkan untuk mengoptimalkan pelayanan dan aktivitas yang bersifat urgent lainnya di internal kampus menyusul adanya pemberlakuan pembatasan maksimal.

Bermodalkan server cloud dengan processor quadcore, memory 8 GB dan haarddisk 200 GB serta teknologi BBB, Tim IT UNG mengembangkan sistem pekerjaan tatap muka online yang bisa digunakan 24 jam dengan berbagai room yang bisa digunakan oleh semua unit kerja di UNG.

Sebelumnya, sebagai upaya mitigasi dan menekan penyebaran Covid-19, Rektor UNG, Dr. Eduart Wolok, ST., MT, memang telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 1421 tentang Pemberlakuan Kebijakan Bekerja dari Rumah (BDR) dan telah diperpanjang SE Nomor 1521 Tahun 2021, tertanggal 30 Juli 2021.

Pembatasan maksimal ini telah berlangsung lebih dari sebulan. Kendati aktivitas di kampus dibatasi dan sepi, kondisi ini tak harus membuat orang-orang jadi pasrah. Sistem pelayanan perguruan tinggi harus tetap berjalan.

Pada Rapat Pimpinan lingkungan UNG, Rektor UNG menyampaikan bahwa terobosan dengan menghadirkan aplikasi Vidcon “UNG Berdarma” ini adalah untuk menjaga kondisi para dosen, Tendik dan juga mahasiswa di UNG agar tetap bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan BDR 100 persen yang sudah berlangsung selama seminggu, dimaksudkan untuk menstrilkan kampus, sekaligus penyemprotan disinfektan di lingkungan kampus UNG.

“Untuk aktivitas yang bersifat urgent tetap akan kita laksanakan. Dan pihak kampus juga menyiapkan berbagai aplikasi video conference baik yang diciptakan UNG dan juga aplikasi lainnya yang memiliki fungsi serupa,” kata Rektor.

Selain UNG Berdarma, unit kerja lain seperti Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) juga telah menyediakan Sistem Informasi Pelayanan melalui website simpel.bakp.ung.ac.id untuk pelayanan akademik mahasiswa seperti pengajuan cuti kuliah.

Semuanya diproses secara online dari proses pengajuaan, disposisi dan penyelesaiannya. Begitu pula dengan layanan pengelolaan keuangan yang telah menggunakan Sistem Informasi Keuangan BLU UNG. Sementara itu untuk proses akademik lainnya seperti pengurusan KRS dan approval KRS sendiri telah lama diterapkan secara online di UNG.

Advertorial

Bawa Misi Desa Wisata Mandiri Energi: Mahasiswa KKN Kolaboratif UNG–UGM Resmi Mengabdi di Botutonuo

Published

on

UNG – Sinergi lintas perguruan tinggi dalam wujud pengabdian masyarakat kembali ditunjukkan oleh Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari kedua institusi bergengsi tersebut secara resmi diterjunkan ke Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (20/06/2026).

Prosesi penerimaan delegasi intelektual muda ini berlangsung hangat di balai desa setempat. Agenda tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah desa, Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN Kolaboratif yang siap menjalankan masa pengabdian komprehensif selama 45 hari ke depan.

Ketua Tim DPL KKN Kolaboratif Ervan Hasan Harun, yang didampingi oleh dua anggota DPL lainnya, Obhin Pakaya dan Jumiati Ilham, memaparkan bahwa program pengabdian tahun ini mengusung misi strategis. Tema spesifik yang diangkat adalah “Pengembangan Desa Wisata Mandiri Energi Berbasis Tenaga Surya untuk Mendukung Sport Tourism Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal.”

Kepala Desa Botutonuo Nuzzul Abdul Radjak menyampaikan apresiasi dan menyambut tangan terbuka kehadiran mahasiswa lintas disiplin ilmu tersebut. Ia menilai intervensi dari kalangan akademisi sangat dibutuhkan untuk memoles potensi pesisir wilayahnya.

“Pemerintah dan masyarakat Desa Botutonuo menerima dengan sangat terbuka pelaksanaan program KKN Kolaboratif ini. Kami berharap seluruh rancangan kegiatan dapat tereksekusi dengan lancar, serta mampu memberikan multiplier effect (dampak ganda) yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga kami,” ujar Nuzzul.

Lebih rinci, Ketua DPL Ervan Hasan Harun menjelaskan bahwa program strategis yang dibawa berorientasi pada lompatan inovasi desa wisata. Fokus garapan mahasiswa tidak sekadar pembenahan fisik, melainkan mencakup optimalisasi sport tourism, penguatan sentra ekonomi kreatif, digitalisasi pemasaran, hingga implementasi teknologi panel surya sebagai suplai energi ramah lingkungan.

Melalui payung kolaborasi UNG dan UGM ini, diharapkan terbangun sinergitas solid antara perguruan tinggi dan entitas masyarakat akar rumput. Selain menargetkan luaran aplikatif sebagai pondasi pengembangan tata ruang wisata berkelanjutan, program ini juga menjadi wujud nyata dukungan kampus terhadap percepatan pembangunan Kawasan Teluk Tomini melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan transisi energi terbarukan.

Continue Reading

Advertorial

Buka Jalur Afirmasi Kedokteran: Langkah Berani UNG dan Pemkab Parigi Moutong Cetak Dokter Daerah

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus melebarkan sayap kontribusi akademiknya ke wilayah luar provinsi. Komitmen ekspansi jejaring ini dibuktikan lewat jalinan kemitraan strategis bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, guna mengakselerasi pembangunan daerah dan mutu sumber daya manusia.

Langkah taktis tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. bersama Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, S.Kom. Prosesi penandatanganan berlangsung khidmat di Aula Rektorat UNG, Minggu (21/06/2026).

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menegaskan, kolaborasi dengan UNG memiliki nilai geopolitik dan strategis yang sangat tinggi bagi daerahnya. Institusi pendidikan tinggi dinilai sebagai mitra intelektual yang mampu menyuplai pemikiran saintifik untuk melahirkan kebijakan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat akar rumput.

“Kerja sama ini kami proyeksikan menjadi fondasi kokoh untuk menopang berbagai program strategis daerah, khususnya dalam memetakan serta mengembangkan potensi wilayah serta mendongkrak indeks kualitas sumber daya manusia di Parimo,” urai Erwin Burase usai seremoni.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan utama dalam kesepakatan ini adalah dibukanya keran pemanfaatan Program Afirmasi Fakultas Kedokteran UNG bagi putra-putri berprestasi asal Kabupaten Parigi Moutong. Program afirmasi ini ditargetkan mampu memangkas ketimpangan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Parimo untuk menempuh studi kedokteran, yang nantinya diproyeksikan kembali ke daerah sebagai tenaga medis daerah.

Merespons hal itu, Rektor UNG Prof. Eduart Wolok menyambut optimis implementasi dari kesepakatan antardua institusi ini. Baginya, jalinan kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan pengejawantahan dari esensi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup aspek pendidikan, riset, serta pengabdian masyarakat.

“Kami menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas selembar dokumen legalitas belaka. Ini adalah manifestasi nyata komitmen UNG untuk hadir secara konkret, mengintervensi pembangunan daerah, serta mengelevasi tingkat kesejahteraan masyarakat,” tegas Eduart Wolok.

Eduart menambahkan, melalui peta jalan kolaboratif yang disepakati, UNG siap menyuplai dukungan penuh di bidang akademik, kajian riset, transfer inovasi, hingga penguatan kapasitas aparatur sipil maupun masyarakat yang dibutuhkan oleh Pemkab Parigi Moutong. Sinergi ini diharapkan mengukuhkan peran kampus sebagai motor penggerak pembangunan daerah berkelanjutan di kawasan Teluk Tomini.

Continue Reading

Advertorial

Gandeng Kampus Top Yogyakarta: 38 Mahasiswa UNG Siap Berkolaborasi Jajaki KKN Bersama UGM

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat hilirisasi ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat melalui kemitraan strategis lintas institusi raksasa. Komitmen ini diwujudkan lewat pelepasan 38 mahasiswa terpilih untuk berkompetisi dan mengabdi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif UNG–Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026.

Mengusung tema besar “Mewujudkan Desa Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal,” program prestisius ini diproyeksikan menjadi inkubator bagi mahasiswa kedua universitas untuk menelurkan solusi nyata atas problematika pedesaan melalui instrumen inovasi, sains, dan teknologi tepat guna.

Seremoni pelepasan sekaligus agenda coaching (pembekalan) intensif ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. Melalui fase pembekalan ini, para peserta dipersenjatai dengan pemetaan kompetensi taktis sebelum terjun membedah potensi sosiologis di lokasi pengabdian.

Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., merinci bahwa puluhan mahasiswa ini akan disebar secara merata di lima desa yang berada dalam lokus tiga kecamatan di dua kabupaten Provinsi Gorontalo. Sinergi antarkampus ini dibidik untuk memicu lompatan ekonomi kreatif dan tata kelola desa berbasis keunggulan komparatif wilayah masing-masing.

“Mahasiswa tidak boleh memosisikan diri sekadar sebagai pelaksana program formalitas akademik. Mereka dikirim sebagai agent of change (agen perubahan) yang wajib menstimulus inovasi serta menghadirkan resolusi konkret atas hambatan pembangunan yang dihadapi warga desa,” tegas Rosbin Pakaya.

Ia menambahkan, cetak biru KKN kolaboratif ini telah dirancang secara terintegrasi. Fokus gerakan mahasiswa mencakup empat pilar utama, yakni akselerasi ekonomi domestik, transformasi digital birokrasi desa, pemberdayaan pemuda dan perempuan, hingga tata kelola lingkungan yang ramah iklim dan berkelanjutan.

Selaras dengan hal itu, Wakil Rektor Prof. Abdul Hafidz Olii menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium sosial paling sahih bagi mahasiswa. Melalui benturan dinamika di lapangan, kepekaan sosial, kapasitas kepemimpinan, komunikasi publik, serta kemampuan problem-solving mahasiswa akan diuji secara natural.

“Ruang kelas memiliki batasan, namun lapangan pengabdian menyuguhkan realitas tanpa batas. Mahasiswa wajib membangun kemitraan setara dengan jajaran pemerintah desa dan tokoh masyarakat demi merancang program kerja yang menghasilkan impact jangka panjang, bukan sekadar program instan,” papar Hafidz.

Menutup arahannya, Prof. Hafidz menggarisbawahi urgensi fase coaching pra-keberangkatan. Pembekalan materi—mulai dari metodologi pemetaan aset desa, strategi pemberdayaan inklusif, manajemen smart village, hingga mitigasi konflik lingkungan—menjadi jaminan bahwa delegasi UNG dan UGM siap menghadapi medan pengabdian dengan status matang dan terukur.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler