Connect with us

News

Upaya Polres Pohuwato Menjaga Integritas Dalam Pengisian BBM Menjelang Mudik Lebaran

Published

on

POHUWATO – Unit Tipidter (Tim Pemberantasan Ilegal dan Tipu-Daya) Satuan Reserse Kriminal Polres Pohuwato telah melakukan tindakan preventif dengan melakukan pengecekan dan memberikan himbauan kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Kabupaten Pohuwato, Jum’at, (29/03/2024). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap laporan mengenai tindak pidana dan praktek kecurangan yang terjadi, seperti pengisian BBM dicampur air dan kecurangan pada meteran pengisian BBM.

Kasat Reskrim Polres Pohuwato, IPTU Faisal Ariyoga Anastasius Harianja, S.Tr.K., S.I.K., menekankan bahwa langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif menjelang mudik Lebaran 1445 H. “Kami mengambil langkah-langkah ini untuk memastikan bahwa masyarakat dapat melakukan transaksi pengisian BBM secara adil dan jujur,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Unit Tipidter Polres Pohuwato telah melakukan pengecekan menyeluruh ke seluruh SPBU di wilayah Kabupaten Pohuwato guna memastikan tidak ada praktek kecurangan yang dapat merugikan konsumen atau masyarakat. Selain itu, pihak SPBU juga diberikan himbauan agar mematuhi aturan dan tidak terlibat dalam tindakan kecurangan.

“Kami berharap agar SPBU di wilayah Kabupaten Pohuwato dapat memperhatikan integritas dan kredibilitas dalam setiap transaksi pengisian BBM. Kecurangan tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi di daerah ini,” tambah IPTU Faisal.

Dengan adanya tindakan preventif ini, Polres Pohuwato berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan transparan bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi masa mudik Lebaran yang sebentar lagi tiba.

Polres Pohuwato berkomitmen untuk menjaga integritas dan keadilan dalam pelayanan kepada masyarakat, serta terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Gorontalo

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Aborsi Paksa di Kabupaten Pohuwato

Published

on

Foto Ilustrasi stikeshamzar.ac.id

POHUWATO – Nasib malang menimpa seorang gadis berinisial R (20 tahun) di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Ia diduga mengalami kekerasan seksual dan dijebak untuk melakukan aborsi oleh pacarnya, berinisial FH (28 tahun).

Menurut pengakuan keluarga korban, Arif Gani Djafar, peristiwa tersebut terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya pada bulan Juni 2024 lalu. Arif menjelaskan bahwa awalnya korban dihubungi oleh pelaku untuk bertemu di salah satu penginapan di Kecamatan Marisa. Korban mengira pelaku ingin berhubungan badan, namun kenyataannya berbeda.

“Pelaku justru memasukkan obat-obatan ke dalam kemaluan korban agar korban mengalami keguguran. Kejadiannya satu minggu sebelum bulan puasa kemarin,” kata Arif kepada awak media pada Senin (22/07/2024).

Beberapa hari setelah kejadian itu, korban mengalami kondisi kurang sehat hingga mengalami pendarahan. Tidak hanya itu, pelaku kembali menghubungi korban dan meminta bertemu di penginapan lain. Di sana, korban mendengar pelaku menghubungi seorang oknum perawat yang akan memeriksa kondisinya.

“Saat tiba di penginapan, oknum perawat itu meminta korban untuk berbaring dan langsung memasukkan alat ke dalam kemaluan korban. Saat itu, korban sangat kesakitan dan enggan melanjutkan pemeriksaan itu,” jelas Arif.

Upaya Keluarga dan Laporan ke Polisi

Setelah mendengar pengakuan korban, pihak keluarga berusaha melakukan musyawarah dengan keluarga pelaku, namun tidak menemukan solusi. Akhirnya, keluarga korban memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Pohuwato pada tanggal 12 Juni, dan korban diambil keterangan (BAP) pada tanggal 14 Juni.

Namun, hingga saat ini, keluarga korban belum mengetahui perkembangan laporan mereka di Polres Pohuwato. Arif menyatakan, “Satu bulan lebih ini laporan, sudah jalan dua bulan, gerakannya belum ada. Kami sudah tanya, tapi jawabannya sementara diproses. Kami hanya minta laporan kami segera diselesaikan.”

Tanggapan Polres Pohuwato

Kasie Humas Polres Pohuwato, AKP Hany I. F. Dayoh, menyatakan bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi terkait. “Pelakunya belum ditahan,” singkatnya melalui pesan WhatsApp pada Selasa (23/07/2024).

Keluarga korban berharap kasus ini dapat segera diselesaikan agar keadilan bagi R dapat ditegakkan.

Continue Reading

Gorontalo

Dugaan Korupsi Proyek ADD di Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato

Published

on

POHUWATO – Sejumlah proyek yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, tengah menjadi sorotan. Proyek-proyek tersebut, termasuk pembangunan jalan tani, taman buah, dan gerbang masuk desa, diduga menjadi sarana tindak pidana korupsi karena tidak dilengkapi dengan plang atau papan informasi publik yang menjelaskan jenis pekerjaan, spesifikasi, hingga sumber anggaran yang digunakan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proyek-proyek ini telah berjalan sejak pertengahan bulan puasa dan berasal dari anggaran dana desa. “Saya juga heran kenapa tidak ada papan informasinya. Setahu saya ada di UU dan peraturan itu wajib untuk dipasang papan informasinya. Mungkin lebih jelasnya coba tanyakan saja sama Kepala Desa Tahele,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Tahele, Ramly Pakeu, mengakui bahwa proyek pembangunan jalan tani, gerbang, dan taman desa tersebut memang bersumber dari anggaran dana desa. “Ya, dari dana desa. Untuk proyek gerbang dan taman desa (taman buah) itu total anggarannya Rp. 275 juta,” tandasnya.

Ramly menjelaskan bahwa proyek tersebut dimulai setelah lebaran dengan jangka waktu pengerjaan satu tahun, dan tim pelaksananya adalah Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang terdiri dari aparat desa. Terkait proyek pembangunan jalan tani, Ramly menyatakan bahwa proyek tersebut telah memasuki tahap kedua pengerjaan dengan total anggaran sekitar Rp. 65 juta. “Proyek pembangunan jalan tani di desa kami itu akan diaudit oleh instansi terkait,” tambahnya.

Ramly juga menyebutkan bahwa proyek pembangunan jalan tani seharusnya sudah selesai. “Saya sudah koordinasikan sama Pak Camat (Popayato Timur) dan Sekcam. Mereka bilang ‘cuma sudah mau pemeriksaan juga ini ayah’. Kalau memang belum selesai ya, nanti akan diperiksa oleh Kapolsek,” ujarnya.

Periode pengerjaan proyek pembangunan jalan tani sama dengan proyek pembangunan gerbang dan taman buah, dimulai di waktu yang sama dan berlangsung selama satu tahun. Ramly menambahkan bahwa bahan material yang digunakan untuk proyek ini diambil dari lokasi galian C milik PT. IGL.

Upaya konfirmasi kepada Camat Popayato Timur melalui telepon WhatsApp tidak mendapatkan tanggapan.

Untuk diketahui, sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 serta Nomor 70 Tahun 2012, setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

Continue Reading

Gorontalo

Satuan Lalu-lintas Polresta Lakukan Olah TKP Kecelakaan Tunggal di Jalan Sultan Botutihe

Published

on

POHUWATO – Satuan Lalu-lintas Polresta Gorontalo Kota melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) atas insiden kecelakaan lalu lintas tunggal yang menyebabkan dua orang meninggal dunia pada Minggu, 21 Juli 2024. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur.

Insiden tersebut mengakibatkan Lk. IL (49), pengendara motor Yamaha Fino dengan nomor polisi DM 3365 JL, dan Lk. DA (47), penumpang sepeda motor, meninggal dunia di tempat kejadian.

Kapolresta Gorontalo Kota Kombespol Dr. Ade Permana, S.I.K., MH, melalui Kasat Lantas AKP Supomo, SH, menerangkan bahwa berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi, peristiwa laka lantas terjadi pada pukul 04.02 WIB. Pengemudi sepeda motor Yamaha Fino bergerak dari arah Timur ke Barat dengan kecepatan tinggi.

“Ketika berada di jalan menikung di Jalan Sultan Botutihe, pengendara sepeda motor DM 3365 JL hilang kendali dan menabrak pembatas beton saluran air hingga jatuh ke dalam selokan. Akibat tabrakan tersebut, pengendara dan penumpang sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit,” ujar AKP Supomo.

Kasat Lantas AKP Supomo juga mengimbau kepada masyarakat yang berkendara di jalan raya untuk memperhatikan kecepatan, jarak, serta situasi lalu lintas pada saat berkendara. Penting juga untuk tidak mengendarai sepeda motor dalam keadaan mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol.

“Imbauan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib. Masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya ini dengan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas demi keselamatan bersama,” tutup AKP Supomo.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler